
Jika niat Resya hanya inggin mendapat kepercayaan dan ketulusan dari Suaminya. Dan inggin sekali agar dia bisa dianggap seperti Istri idaman seperti orang yang beruntung lainnya, akan tetapi semua itu hanyalah mimpi, iya mimpi yang tidak akan mungkin bisa ia penuhi, jika pun Richard mau menganggapnya sebagai Istri idaman, mungkin hanya akan membutuhkan waktu yang cukup lama buat Resya agar bisa merasakan semua itu.
Lataran tanpa Resya sadari, dibalik orang yang sangat peduli kepadanya dan sangat dia kagumi. Ternyata secara diam-diam orang itu telah menusuknya dari belakang.
Dan lebih parahnya lagi pada saat berlangsungnya acaranya makan malam tersebut, kejadian tak terduga pun datang. Dimana entah apa yang terjadi pada Richard saat ini, ketika dia sehabis menyantap makanan buatan Resya, rasa mual, pusing dan juga sesak nafas sekaligus kejang-kejang tiba-tiba menyerang Richard. Melihat situasi yang tiba-tiba berubah seperti ini, Resya dan juga yang lainnya pun menjadi panik.
"Richard, Richard kamu kenapa?" tanya Resya mulai cemas.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Sandra yang ikut mulai cemas.
Melihat keadaan Richard tambah semakin parah, mereka pun akhirnya tanpa berfikir panjang langsung melarikannya ke-Rumah sakit.
Membutuhkan waktu sekitar setengah jam'an, akhirnya mereka pun sampai juga di-rumah sakit.
"Richard, Richard yang kuat ya, sebentar lagi kamu akan mendapatkan pertolongan?" ucap Sandra yang terlihat sangat panik dan terus menggenggam tangan Richard.
"Dokter, tolong selamatkan Suami saya Dok, tolong?"
"Astaga apa yang terjadi ini, kenapa Suami anda bisa sesak nafas seperti ini?" tanya balik Dokter.
"Ya udah cepat Dus, masukkan dia keruang darurat sekarang?" pinta Dokter pada sang suster.
"Baik dok?" jawab sang Suster yang langsung membawa pasien masuk kedalam.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengannya, kenapa Richard jadi seperti ini," ucap Sandra yang terlihat sangat cemas.
"Sandra kamu yang tenang ya, Mama yakin Suami kamu dia pasti baik-baik saja, jadi kamu yang tenang ya?" ucap Mamanya sembari berusaha menangkan Sandra.
"Kita tinggal nunggu menit, maka akan ada sesuatu yang akan meledak nanti. Dan aku penasaran apa ya yang akan terjadi nanti, jika Richard tahu jika ia seperti ini akibat dari kecerobohan Resya karena tidak tahu jika Richard mempunyai alergi udang, aku rasa dia pasti tidak akan mudah untuk memaafkannya dan sebaliknya ia malah akan tambah semakin membencinya?" batin Sandra dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
Sudah hampir sekitar satu jam, Richard diperiksa didalam, tapi sampai sekarang belum juga ada Dokter yang keluar dari ruangan itu. Dan hal itu membuat Resya mau pun yang lainnya tambah semakin cemas sekaligus bingung.
"Sebenarnya apa yang dilakukan dokter didalam, kenapa mereka lama sekali memeriksa Richard?" gerutu Resya.
"Kamu yang sabar dulu Res, nanti Dokter juga pasti akan keluar," balas Sandra.
Tak berapa lama kemudian Dokter pun akhirnya keluar, setelah keluar Dokter pun bertanya terlebih dahulu pada mereka.
"Dokter gimana keadaan Suami saya, apa dia baik-baik saja. Dan apa yang sebenarnya terjadi Dok, kenapa dia bisa sampai seperti itu? Tolong katakan?" tanya Sandra yang bertubi-tubi.
"Anda tidak perlu khawatir, karena Suami anda sekarang sudah kembali normal seperti semula bahkan sekarang ia sudah tersadar. Dan untungnya saja anda tepat waktu langsung melarikannya ke-Rumah sakit ini, jika telat sedikit saja, saya tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.
"Oh iya saya inggin bertanya pada anda, apa Suami anda ini punya alergi pada sesuatu?" tanya Dokter pada Sandra.
"Alergi? Iya Suami saya memang punya alergi pada udang, memangnya kenapa dok?" jawab Sandra dengan menatap balik kearah Resya. Resya yang mendengar sendiri Sandra berkata seperti itu, ekpresi wajahnya pun seketika berubah.
Belum juga pembahasan mereka selesai, Richard yang tadinya berada didalam ruangan. Kini tiba-tiba ia langsung keluar dan menghampiri mereka.
"Richard kamu kenapa keluar, kondisi kamu belum pulih total," ucap Sandra.
"Aku gak mau disini, aku mau pulang jadi cepat antar aku pulang sekarang juga.
"Dok apa Suami saya boleh pulang hari ini juga?" tanya Sandra.
"Iya boleh kebetulan ia sudah cukup tenaga, ditambah lagi sedari tadi ia memaksa inggin pulang jadi gak papa.
"Baik Dok kalau gitu.
"Tunggu tapi aku inggin bertanya. Kata Dokter alergiku kumat karena aku menyantap makanan yang berbahan udang memangnya diantara makanan yang aku makan tadi ada udang didalamnya?" tanya Richard yang kemudian Resya pun menimpalinya.
__ADS_1
"Maafkan aku. Maafkan aku, aku memang mengunakan bahan berdasar udang, pada menu makanan yang aku buat tadi," timpal Resya yang seketika membuat Richard pun terkejut. Dan memberi tatapan tajam kearah Resya.
"Kamu apa kamu se'ceroboh ini. Apa kamu pada saat inggin memasak tadi kamu tidak bisa bertanya terlebih dulu padaku mau pun pada mereka . Apa kau tidak punya mulut. Oh iya aku sadar sekarang kamu pasti sengaja kan melakukan semua ini, kamu sengaja karena kamu inggin membunuhku, dan semua ini pada perintah yang ditugaskan oleh Alex bukan?" bentak Richard yang kemudian membuat Resya seketika terkejut dan menatap balik kearahnya.
"Sekali lagi aku minta maaf, aku memang tidak tahu kalau kamu mempunyai alergi udang, jadi aku sama sekali tidak mengetahui soal itu. Dan aku juga pertegas-kan ke kamu semua ini gak ada kaitannya dengan orang yang bernama Alex yang kamu sebutkan tadi. Karena aku sebelum masak menu ini aku juga tadi terlebih dulu bertanya pada seseorang, dan orang itu adalah dia Mbak Sandra . Aku rasa dia juga tidak tahu tentang alergi yang kamu alami ini. Tapi jika dia dari awal sudah tahu akan lebih baik kalau kamu bertanya langsung kepadanya, apa rasa dia tahu apa maksud dari semua ini?" ucap Resya yang kemudian membuat Richard berganti menatap kearah Sandra.
"Engak sayang. Kamu jangan percaya dengan perkataan yang barusan dia katakan, aku sama sekali tidak tahu tentang semua ini. Dia juga berbohong dengan bilang kalau dia tadi bertanya kepadaku, karena itu sama sekali tidak benar, dia hanya mengada-ngada saja. Dan mana mungkin aku bisa tega melakukan semua ini padamu, kita sudah menikah sudah dua tahun lamanya apa mungkin aku tega berbuat seperti itu?" timpal Sandra yang malah membalikkan fakta yang sebenarnya.
"Mbak Sandra? Apa yang Mbak Sandra katakan? Kenapa mbak Sandra malah berkata seperti itu. Udah jelas-jelas Mbak Sandra sendiri tadi yang memberitahuku soal apa makanan kesukaan Richard, terus kenapa sekarang Mbak Sandra malah tidak mau mengakuinya?" bentak Resya yang mencoba membela diri.
"Aku tahu kalau kamu sekarang memang sakit hati dan sangat kecewa karena Richard selalu memperlakukan kamu dengan kasar, tapi kenapa untuk melimpahkan kemarahan dan dendam kamu itu? Kenapa kamu melimpahkannya padaku. Dan apa maksud kamu jadi setega ini menuduhku seperti ini, kenapa?" ucap Sandra dengan berlinang air mata.
"Mbak Sandra kamu?"
Belum juga Resya berhenti berkata dan menjelaskan semua kesalahan pahaman ini pada Richard. Richard yang sudah dipenuhi dengan perasaan marah yang sangat besar. Amarahnya pun seketika memuncak bahkan amarah yang ia keluarkan saat ini berbeda dengan amarah yang biasa muncul pada dirinya.
Bahkan dengan teganya, Richard berani menampar Resya tepat dihadapan banyak orang yang berada di bariton Rumah sakit, dan bukan hanya memberi tampar keras kepadanya yang akhirnya membuat dari sudut bibir Resya keluar bercak darah. Ia bahkan dengan teganya menjambak rambut Resya yang indah itu dengan cengkeramannya yang sangat kuat.
"Anda bener-bener sangat keterlaluan. Anda sama sekali tidak sadar atas kesalahan besar yang barusan kamu lakukan ini. Bahkan dengan berusaha inggin membunuhku dengan cara itu, aku akui anda sangatlah hebat dan pemberani. Dan kenapa giliran rencana anda gagal, kenapa kamu malah jadi menuduhnya, kalau kamu memang tidak mau disalahin seenggaknya kamu harus sadar atas kesalahan apa yang barusan kamu perbuat saat ini. Dan sayangnya tindakan kamu ini sudah sangatlah keterlaluan, jadi rasakan hukuman yang akan aku berikan ke kamu nanti," gertak Richard dengan ekpresi wajah datarnya, dengan cengkraman yang tambah semakin kuat membuat Resya meringis sakit.
"Lepaskan aku ...aku mohon lepaskan aku, jika anda inggin membunuhku silahkan tapi aku mohon jangan beri hukuman yang setimpal kepadaku aku mohon." Rintihan Resya dengan air mata yang terus mengalir. Richard yang melihatnya ia sama sekali tidak memperdulikannya.
"Aku akui memang aku juga salah sekarang, tapi aku mohon kamu tolong maafkan aku, semua ini gak akan pernah terjadi jika Mbak Sandra tidak mengatakan itu?" bela Resya yang akhirnya membuat Richard tambah semakin naik darah.
"Dalam situasi terpojok seperti ini, kamu masih bisa menyangkalnya lagi kamu memang orang yang sangat pemberani, bahkan kamu gak tahu dengan siapa kamu akan berhadapan sekarang. Dan rasanya aku sudah tidak sanggup menahan semua ini, dan biar anak buah-ku sendiri lah yang memberi perhitungan ke kamu dan siapkanlah diri kamu sekarang. Karena mungkin hari ini adalah hari terakhir kamu menampakkan wajahmu didepan muka ku," gertak Richard yang seketika membuat Resya terdiam tanpa terucap.
Sama halnya seperti terjebak didalam lembah buaya tidak ada satu pun orang yang berani menolongku. Jika ada yang nekat mungkin taruhannya adalah nyawa dari seseorang itu sendiri, se'sadis inikah kehidupanku apa mungkin sekarang adalah akhir dari kehidupanku.
BERSAMBUNG.
__ADS_1