
Udara disini sangatlah sejuk sekali dan kolam ini, kolam ini terlihat sangat segar jika gunakan berenang, tapi sayang pagi-pagi gini pasti sangatlah dingin.
Dan tanpa Resya sadari dari belakang Resya ada seseorang yang sedang berjalan kearahnya dengan cara perlahan-lahan, orang yang mengenakan sebuah jaket hitam dengan penutup kepala, yang tidak bisa terlihat siapa orang itu sesungguhnya. Dan orang itu pun dengan bergegas ia mengarahkan sebuah balok kayu itu ke atasnya. Dan dengan langsung orang itu pun langsung memukul Resya dari belakang
Satu pukulan pun tepat mengenai leher belakang Resya. Karena pukulan itulah Resya yang akhirnya tidak sadarkan diri, dengan posisinya yang berada tepat ditepi kolam yang akhirnya membuat tubuh Resya pun menjadi tidak berdaya. Dan seketika tubuhnya pun langsung jatuh tepat diatas kolam dengan warna air biru muda yang menyala dan perlahan-lahan tubuh Resya pun mulai menghilang kedalam air
"Akhirnya aku bisa membalaskan dendam Mamaku lewat Gadis itu. Dan jika Mama tahu Putri kesayangannya ini telah berhasil membalaskan dendam ini, aku rasa Mama akan sangat senang. Dan bahagia mendengar kabar baik ini, kita tunggu kabar selanjutnya selamat tinggal Gadis bodoh?"ucap Sandra yang dengan bangganya dia merasa jika apa yang dia lakukan ini sangatlah benar.
Karena tidak mau jika ada orang yang akan melihat keberadaanya disini, ia pun bergegas pergi meninggalkan tempat ini. Dan tidak perduli dengan kondisi Resya yang dalam keadaan tidak berdaya didalam air sana.
FLASE BACK OF.
Dan kebetulan tadi Bibik yang pada saat itu ia sedang mencari Resya, ia yang tadinya melihat Resya dari kejauhan ia segera membuntutinya dari belakang.
"Itu Nyonya Resya mau kemana?"batinnya yang langsung mengikuti langkah kaki Resya tapi jarak mereka masih sangatlah jauh.
Jalannya yang lambat akhirnya membuat Bibik pun tertinggi jauh langkah kakinya untuk membuntuti Resya.
FLASE BACK ON.
"Kemana Nyonya pergi, tadi aku melihatnya ia berjalan menuju ke kolam ini tapi dimana Nyonya sekarang?"gumam Bibik pada dirinya sendiri.
Langkahnya yang terhenti. Pandangan Bibik pun seketika teralihkan sesaat ia tidak sengaja menyandung sandal yang sudah tergeletak ditepi pinggir kolam.
"Ini kan Sandal sebelah kanan Nyonya Resya kenapa bisa ada disini, dimana orangnya?"
Mata yang melihat kesana kemari akhirnya Bibik pun terkejut sekaligus berteriak sekeras mungkin setelah ia melihat ada seseorang yang telah tercebur di kolam ini dengan jarak kedalaman yang cukup dalam, hanya terlihat dari warna pakaian berwarna merah yang Resya kenakan saat ini.
Nyonya...Tolong...tolong...tolong...
Teriakan Bibik yang begitu keras setelah melihat jika Resya lah orang yang telah mengambang diatas kolam tersebut.
"Ada apa Bik, kenapa Bibik berteriak sekeras ini?"
"Nyonya Resya, Tuan, dia..tengelam didalam kolam sana?"ucap Bibik dengan tangannya menunjukkan kearah kolam tanpa berfikir maupun melepaskan sepatunya ia pun bergegas langsung terjun ke kolam, menolongnya untuk dia bawa ketepian
Berhasil membawa ketepian, orang-orang yang mendengar teriakan Bibik tadi dengan segera mereka pun pada berdatangan untuk melihat apa yang terjadi. Hampir selama satu jam Resya terjebak didalam air, wajah Resya pun berubah sedikit pucat bahkan denyut nadinya tidak berdenyut sama sekali.
"Astaga Resya... bangunlah...bangun..siapa yang tega melakukan semua ini sama kamu, Resya bangunlah!"batin Richard yang terlihat sangat panik, cemas
"Astaga ini gak bisa terjadi, kenapa denyut nadi Resya bisa terhenti seperti ini Resya ayo sadarlah aku yakin kamu pasti masih bisa mendengar perkataanku, Resya ayo bangunlah kamu tidak bisa menyerah seperti ini, Resya bangunlah!"
" Aku mohon bangunlah -bangunlah, kamu jangan bikin aku cemas seperti ini Resya bangun!"batin Richard yang terus berusaha memberikan pertolongan pertama pada Resya dengan menekan jantungnya beberapa kali, tapi hasilnya sia-sia saja. Karena jantung Resya tidak ada respon sama sekali
Dengan berusaha Richard pun menekan jantung Resya hingga beberapa kali. Akhirnya apa yang Richard inginkan pun terkabul juga, jantung Resya yang tadinya telah terhenti secara tiba-tiba tak lama kemudian denyut nadinya pun kembali muncul bahkan Resya akhirnya bisa mengeluarkan semua air yang tadinya masuk dalam tubuhnya.
"Alhamdulillah Resya dia sudah sadar?" ucap semua orang yang merasa sangat lega.
"Ya sudah tunggu apa lagi, cepat kamu angkat dan bawa dia keruang kesehatan sekarang?"perintah Richard pada anak buahnya.
"Baik Tuan!"
****
"Gimana Dok keadaan Istri saya ini apa dia kondisinya udah mulai membaik?"tanya Richard pada salah satu dokter laki-laki yang baru aja memeriksa Resya tadi.
"Kalian gak perlu khawatir, keadaanya udah mulai membaik sekarang. Istri Tuan juga sudah tersadar hanya saja dia masih merasa sangat lemas lantaran kebanyakan kemasukan air akibat tengelam tadi?"
"Oh syukurlah kalau gitu!"
"Baiklah kalau gitu saya tinggal dulu, dia harus banyak istirahat jadi saya harap pasien jangan diganggu dulu?"
__ADS_1
"Baik dok kita tidak akan menggangunya, sekali lagi terima kasih!"
"Iya sama-sama ya sudah silahkan masuk. Tengoklah teman kalian tapi ingat jangan ada yang membuat keributan?"
"Iya baiklah dok, ya sudah kita tinggal dulu Dokter?"
"Baiklah dok!"
"Nyonya Resya gak papa kan, apa yang terjadi pada Nyonya kenapa Nyonya bisa tengelam seperti ini, Nyonya baik-baik saja kan?"tanya Bibik dengan pertanyaan bertubi-tubi sambil menunjukkan raut wajah cemasnya.
"Aku tidak tahu Bik, tadinya aku berniat hanya inggin melihat suasana di kolam itu, tapi sesampainya ditempat itu tanpa kesadaran aku ternyata ada orang yang dengan tiba-tiba langsung memukulku dengan mengunakan sebuah balok kayu yang akhirnya seketika itu juga aku tidak sadarkan diri,"balas Resya dengan cara berkata yang masih terlihat lemas.
"Astaga jadi maksud kamu, ada seseorang yang berniat inggin mencelakai kamu?" tanya Bibik.
"Iya seperti itulah Bik,"balas Resya.
"Apa kamu sempat melihat siapa wajah seseorang itu?" tanya Richard yang seketika membuat pandangan Resya mau pun Sandra pun beralih menatapnya.
"Tidak. Aku tidak tahu seperti apa wajah dari seseorang itu. Apa mungkin kamu Sandra orang yang telah memukulku tadi?"tanya Resya yang spontan membuat pandangan Richard pun beralih menatap kearah Sandra.
"Apa maksud kamu, kamu tidak bisa menuduhku tanpa adanya bukti, biar pun kita ini tidaklah dekat tapi mana mungkin aku melakukan tindakan sejahat itu?"timpal Sandra yang mencoba menahan raut wajah takutnya.
"Kamu itu se'ceroboh ini jadi orang, bilang aja kalau kamu itu sedang terpeleset dan akhirnya kamu itu jatuh ke Kolam, jadi gak seharusnya kamu harus menyalahkan Sandra. Karena aku yakin Sandra gak akan mungkin melakukan itu!"
"Tapi aku berani jujur, aku tidak lagi terpeleset pada waktu itu. Aku benar-benar sadar sungguhan ada seseorang yang telah memukulku. Bibik apa Bibik bisa memeriksa pundakku apa ada bekas lebam merah yang masih tertinggal.
"Baik Nyonya?"
Perlahan-lahan Bibik pun membuka sedikit kain yang berada di lingkaran leher Resya dan benar nyatanya.
"Iya Tuan ada bekas merah yang masih tertinggal disana?"
"Sini aku lihat?"
"Sini!"tegas Richard yang langsung melihat bekas merah tersebut.
"Ini beneran luka akibat pukulan benda tumpul, jadi benar kalau Sandra lah orang yang melakukan semua ini?"batin Richard yang kemudian ia pun memberi tatapan sedikit tajam kearah Resya.
"Kamu ternyata bisa membodohi ku juga, ini ada bekas merah mungkin akibat dari kamu yang terjungkal tadi, jadi sudahlah jangan coba-coba untuk mencari alasan, sudahlah."
"Astaga Pria itu apa maksud dari perkataannya itu, sedikit ia bersikap baik kepadaku. Akan tetapi setelah itu ia berubah menjadi kasar seperti ini, jadi apa sih maksudnya dia?"batinnya yang terlihat kesal yang inggin sekali ia meremasnya.
MALAM HARINYA.
"Sandra karena tadi Resya baru aja terjatuh dan tenggelam di kolam. Apa kamu mengijinkan kalau dia ikut tidur satu kamar dengan kita?" tanya Richard yang seketika membuat pandangan Sandra mau pun Resya pun beralih menatap kearah satu sama lain.
"Apa maksud kamu, gak aku gak mau lagian aku baik-baik saja jadi gak harus aku tidur sekamar dengan kalian," timpal Resya yang tidak setuju akan perkataan yang barusan dikatakan Richard tadi.
"Ini kesempatan bagus buat ngerjain Resya," batin Sandra yang akhirnya ia pun menyetujui akan perkataan yang dikatakan Richard tadi.
"Iya aku setuju!"balas Sandra dengan langsung.
"Lihat kan Sandra menyetujuinya, jadi kamu yang bisa lagi untuk menolaknya."
"Karena kamu masih sakit, jadi lebih baik kamu tidur di ranjang bersama Sandra. Sedangkan aku biar aku sendiri yang tidur di sofa ini."
"Kamu serius gak papa sayang kalau harus tidur di sofa ini?"
"Iya gak papa kok San, lagian sofa ini juga cukup besar jadi aku gak masalah kok!"
"Tumben ini orang baik, habis keracunan apa dia?"batin Resya yang merasa ada yang aneh.
__ADS_1
"Nyonya Sandra, ini teh yang Nyonya minta buatkan tadi?"ucap Bibii dengan membawa secangkir teh diatas nampan.
"Oh baiklah taruh diatas nakas saja Bik."
"Baik Nyonya. Nyonya Resya gak inggin dibuatkan juga?"tawar Bibik.
"Tidak Bik makasih."
"Ya sudah kalau gitu saya permisi ya Tuan...Nyonya...."
"Baik Bik.
"Sayang kamu gak inggin minum teh?" tawar Sandra dengan mengangkat cangkir tersebut.
"Tidak usah San, kalau aku mau nanti aku bisa minta dibuatkan sama Bibik.
"Ya sudah kalau gitu,"balas Sandra yang kemudian ia pun mulai menyeduh perlahan-lahan cangkir teh tersebut.
Dan dalam lima menit.
"Hoam....kenapa aku malah jadi ngantuk gini ya?"ucap Sandra yang tiba-tiba langsung menguap.
"Mungkin kamu kecapean lagi, makanya kamu jadi secepat ini menggantikan."
"Iya mungkin, ya sudah kalau gitu aku tidur dulu ya?"
"Baiklah."balas Sandra yang kemudian dengan cepatnya ia pun akhirnya bisa tertidur pulas setelah meminum teh ini.
"Sandra...Sandra...apa kamu mendengar ku?" tanya Richard akan tetapi Sandra tidak menghiraukannya.
FLASE BACK OF.
"Bibik?"tanya Richard yang langsung menghampiri Bibik di dapur.
"Iya Tuan. Ada apa?"
"Apa Nyonya meminta dibuatkan teh malam ini?" tanya Richard.
"Iya Nyonya Sandra memang meminta dibuatkan teh Tuan, kenapa?"
"Sini aku bisikin Bik!"
"Baiklah!"balas Bibik yang kemudian Richard pun membisikkan sesuatu kepadanya.
"Apa? Apa Tuan serius, inggin memberi obat tidur pada Nyonya Sandra?"
"Iya aku serius dan ini obatnya Bik?"
"Baik Tuan, Tuan tenang saja Tuan tinggal terima apa yang Tuan perintah tadi."
"Baiklah Bik, ya sudah kalau gitu pergi dulu."
"Baik Tuan!"balas Bibik yang kemudian Richard pun pergi meninggalkan dapur ini.
FLASE BACK ON.
"Apa yang terjadi dengannya, kenapa dia tiba-tiba bisa langsung tertidur pulas seperti ini?" gumam Resya yang merasa bingung. Dan sesekali ia pun menatap kearah Sandra mau pun kearah Richard.
"Akhirnya rencanaku berhasil juga memasukkan obat tidur dalam teh ini?"batin Richard yang merasa lega dan langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan kepadanya?"tanya Resya pada pria yang terbaring disampingnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.