
"Maafkan aku Rich, maafkan aku. Memang mulutku bisa berkata seperti itu, tapi tidak dengan hatiku yang sebenarnya berkata bohong. Aku tahu kamu sebenarnya adalah orang baik, jadi tidak mungkin aku akan mengabulkan permintaanmu diatas penderitaan dan pengorbanan besar yang kamu lakukan selama ini, tidak, itu tidak akan mungkin pernah terjadi!"
Batin Revan yang dengan menepuk-nepuk pundak Richard. Dan berpura-pura jika ia setuju akan permintaan yang ia katakan barusan.
PUKUL 00:00 MALAM.
Malam harinya jam yang telah menunjukkan pukul 00:00 malam waktu bagi semua orang untuk mengistirahatkan sejenak tubuh yang sudah seharian melakukan aktifitas setiap harinya yaitu kerja, dan jam itu juga bagi para mahluk halus melakukan aktifitas biasanya yaitu bergentayangan. Tapi berbeda dengan apa yang dilakukan Richard saat ini jika semua orang sudah pada tertidur terlelap Richard malah fokus didepan layar laptopnya sembari fokus pada selembar putih yang sengaja ia tuliskan kata-kata untuk seseorang.
✍️ Mungkin aku tidak mengenal dengan dekat siapa anda dan kepribadian anda yang sebenarnya. Akan tetapi mengetahui semua penderitaan yang anda rasakan selama ini membuatku berpaling dan inggin mendonorkan mata ini untukmu, agar kamu bisa melihat pandangan yang sangat cerah dan indah yang tak boleh dilewatkan ini.
✍️ Dan aku ikhlas jika aku harus mendonorkan mata ini untukmu. Karena mungkin setelah apa yang aku tulis ini, aku tidak mungkin lagi berada di dunia ini mau pun bisa menemui anda mau pun bisa bercakap dengan anda secara langsung. Di diagnosa memiliki riwayat penyakit yang ganas membuatku tidak inggin menyia-nyiakan momen ini.
✍️ Dan dengan mendonorkan kedua kornea mataku, aku berharap kornea mataku akan sangat berguna buatmu dan bisa melanjutkan kehidupan yang lebih baik lagi. Dan pesanku janganlah mudah tertindas dan bersikap sangat lemah pada seseorang yang suka menginjak-injak harga harga dirimu. sabar dan bangkitlah dari sifat lemah kamu karena aku inggin kamu menjadi Wanita yang kuat dan tahan akan banting mau pun hinaan orang lain yang nantinya akan tambah membuatmu tambah semakin terpuruk.
✍️ Jadilah dirimu sendiri yang hanya akan ikut sama jalan pikiranmu tanpa harus merugikan orang lain, mau pun merugikan diri sendiri. Hanyalah itu satu permintaanku, Bangkitlah. Salam dari seseorang yang akan selalu mendukungmu " R ".
__ADS_1
" Mungkin hanya ini kata-kata yang bisa aku tuliskan untukmu Resya, dan mungkin hanya inilah kata terakhir yang bisa aku kirimkan untukmu. Aku sangat mencintai Resya...aku sangat mencintaimu,"batin Richard yang akhirnya air matanya pun menetes beberapa tetesan yang tepat mengenai kertas yang barusan ia tuliskan tadi.
Melipat satu lembar kertas putih yang kemudian ia masukkan pada salah satu amplop dan kotak berwarna putih. Richard pun akhirnya bisa sangat lega bisa menuliskan kata-kata terakhir ini.
Sebelum Richard memutuskan untuk tertidur, Richard pun menggambil benda pipih yang telah berada diatas mejanya. Dan kemudian ia pun memberikan satu pesan pada Gibran, anak buahnya yang sangat ia percayai dalam segala hal.
@ Gibran besok aku akan kirimkan sebuah kotak dan aku inggin kamu memberikan kotak itu pada Revan. Dan aku minta kamu berikan kotak itu secara langsung tanpa harus menyuruh seseorang untuk menghantarkannya, jadi kamu mengerti kan."
" KLIK " SATU PESAN MASUK.
PUKUL 07:00 PAGI.
Terkadang ketika kita mencintai seseorang kita juga perlu untuk berkorban, entah itu pengorbanan kecil mau pun pengorbanan besar. Dan apa yang aku lakukan itu sudahlah jadi keputusan terbesarku, dan penyesalanku selama ini.
Karena aku terlalu bodoh dan dengan mudahnya aku mempercayai semua perkataan yang diucapkan olehnya tanpa melihat dan menyelidiki siapa yang benar dan siapa yang salah. Dan akhirnya penyesalanku itulah yang mendorongku untuk berkorban seperti ini.
__ADS_1
Dan aku juga tidak perduli resiko apa yang akan aku terima nanti, jika aku mati, aku mungkin akan mati dengan keadaan ikhlas tanpa adanya rasa bersalah besar yang selama ini telah aku pendam sejak lama terhadap dirinya.
Dan jika aku mengalami buta dan tidak bisa melihat siapapun termasuk kamu, setidaknya aku bisa merasakan kegelapan yang selama ini telah kamu rasakan dan terus-menerus menghantui dirimu disetiap harinya.
Resya aku sangat mencintaimu. Jika mulai saat ini aku tidak bisa lagi melihat dan memandang wajahmu, setidaknya aku bisa mengukir dan membayangkan wajah kamu didalam mata batin hatiku nanti.
Akan tetapi selain itu aku juga dihantui dengan rasa ketakutan jika apa yang aku inginkan tidak seperti Kenyataan apa yang akan terjadi nanti. Dan ketakutanku, aku takut jika bayangan dimata batinku perlahan-lahan akan mulai hilang, dan aku tidak akan bisa melihatmu lagi.
Tapi takdir sudah Tuhan yang mengaturnya apapun resikonya aku sudah menghadapi semua ini. Selamat jalan cahaya yang selalu menyinari ku disiang hariku mau pun malam yang mampu membantuku untuk melihat bintang yang bersinar disetiap malam harinya, mungkin setelah ini aku tidak akan mampu melihat semua pandangan indah ini, bahkan mungkin yang lebih parahnya lagi, aku mungkin tidak akan mampu untuk menatap dan mengingat seperti apa wajahku nanti.
Selamat tinggal cahaya yang terang.
Disebuah tempat yang sangat sepi dan terbilang tinggi, terdapat lah seorang laki-laki berjaket hitam yang tak lain ia adalah Richard, berada tepat diatas ketinggian dan hanya bisa merasakan terpaan angin sepoi-sepoi yang seperti menyentuh wajahnya. Pandangannya yang hanya fokus melihat kesemua arah dan lirikan mata yang tanpa henti bergerak kesemua arah.
Akhirnya mendorongnya untuk segera menggeluarkan selembar kain putih yang kemudian ia ikatkan tepat pada kedua matanya. Dengan langkah kakinya yang perlahan-lahan ia langkahkan ke depan yang tepat dibawahnya sudahlah jurang yang dalamnya mencapai beberapa meter.
__ADS_1
BERSAMBUNG