
Setelah kehadiran Richard dan anak buahnya yang tanpa mau menunggu lebih lagi dan langsung memencet tombolnya membuat para anak buah rentenir itu pun mendengarnya.
TINGTONG
"Bos kayaknya ada seseorang yang inggin bertemu dengan Tuan? Apa mungkin seseorang itu inggin meminjam uang?"
"Baiklah suruh orang itu masuk sekarang, dan ingat tanya terlebih dulu apa maksud dari niatnya?"
"Baik Tuan!"
Setelah memencet tombolnya tak berselang lama dua orang berbadan kekar pun keluar dari dalam kediaman tersebut. Sesampainya seseorang itu pun langsung bertanya.
"Apa ada yang bisa kami bantu?" tanya salah anak buah rentenir.
"Apa benar ini kediaman saudari Ruslan?" tanya Richard yang mewakilkan.
"Benar ini kediaman bos kita. Ada urusan apa anda dengan Tuan Ruslan, kenapa anda mencarinya?"
"Maaf bukan saya inggin mencari masalah, tapi kita inggin bertemu dan membahas mengenai sebuah hal, jadi apa kalian bersedia mengijinkan kita masuk?" pinta Richard.
"Apa anda bisa jelaskan, niat apa yang inggin anda lakukan dan apa alasannya barulah saya akan mengijinkan kalian untuk masuk?"
"Baiklah kalau perkataan saya tidak mampu membuat kalian percaya, saya akan bilang kalau saya akan pinjam uang ke Bos kalian, karena katanya disini ada peminjaman yang tanpa adanya bunga yang besar jadi saya tertarik untuk mencobanya jadi apa kalian masih inggin membiarkan kita berdiri disini?" tanya Richard dengan sesekali ia pun menaikkan alisnya.
"Berapa banyak uang yang anda butuhkan?"
"Hmmm kira-kira satu miliyar!"
"Baiklah cepat silahkan masuk!"
"Baiklah cepat masuklah." Perintah seseorang itu yang kemudian Richard pun tersenyum kearah anak buahnya, dengan segera ia pun mengikutinya.
" Saya akan mengantarkan anda untuk menghadap langsung kehadapan Tuan kita, sedangkan kalian bertiga tidak masalah kan kalau kalian tunggu disini. Karena saya yakin pasti hanya laki-laki inilah yang butuh uang pinjaman itu?"
"Baiklah aku tidak masalah, biar mereka menunggu disini, kan benar adanya yang kamu katakan aku memang yang paling butuh. Jadi tunggulah disini!" perintah Richard yang kemudian anak buahnya hanya menganggukkan kepalanya.
"Baik Tuan!" balas anak buah Richard yang kemudian perlahan-lahan Richard pun mengikuti langkah kaki Pria kekar tersebut.
"Ternyata seperti ini cara dan taktik pria ini membodohi semua orang, tapi gak papa mungkin tinggal hari ini saja kalian bisa menjalankan pekerjaan ilegal ini?" batinnya yang hanya tersenyum tipis.
"Gibran kira-kira apa yang akan Tuan lakukan?" bisik Reza pada Gibran.
"Diam lah kita lagi diawasi oleh seseorang," balas bisikkan Gibran.
"Baiklah kalau gitu tetap waspadalah," balas Reza dengan tatapannya yang mulai menjalar melihat kesemua bagian arah dan ruangan.
__ADS_1
"Maaf Tuan menggangu waktu Tuan, ini ada seseorang yang inggin berbicara kepada Tuan mengenai peminjaman uang. Dan kabar baiknya dia inggin pinjam ke Tuan dengan total 1 miliyar jadi apa Tuan mengijinkannya?"
"Kamu ...kenapa kamu berkata seperti itu, dia ini pastinya sangat kesusahan dan membutuhkan bantuan kita jadi sudah seharusnya kita melayani dan membantunya, jadi silahkan duduklah. Oh iya kalau boleh tahu dalam jumlah sebanyak itu apa kamu sanggup membayar semuanya?"
"Soal itu saya akan berusaha sekuat tenaga dan semampu saya Tuan, jika tuan mengijinkannya saya akan mencicil perlahan-lahan!"
"Kayaknya dengan niat seseorang ini untuk meminjam uang sebanyak itu. Aku rasa setelah itu aku akan jadi semakin kaya raya lantaran bunga yang terbilang sangat tinggi dan tanpa sepengetahuannya," batinnya dengan tersenyum tipis.
"Kerja apa kamu sekarang, sekaligus apa kamu warga di wilayah ini?"
"Saya kerja jadi PNS Tuan, sedangkan tempat tinggal asli saya bukanlah di wilayah ini. Dan lebih tepatnya sudah masuk ke wilayah J "
"Baiklah tanda tangani surat perjanjian ini, dengan begitu aku akan menganggap jika kontrak perjanjian kita telah sah dengan begitu aku akan meminjamkan pada anda."
Perintah Ruslan yang kemudian ia pun memberikan satu lembar kertas putih kepada Richard. Tinggal beberapa langkah, sekaligus menunggu waktu kurang lebih dari lima menit seseorang pun datang dan langsung memberikan sebuah handphone pada Ruslan
"Maaf Tuan ada seseorang yang menelfon anda ini soal rencana penyelundupan Narko*a di wilayah J jadi gimana ini Tuan?"ucap seseorang itu dengan memberikan sebuah benda pipih padanya.
"Baiklah sini biar aku berkata sesuatu pada seseorang itu?"
"📞 Gimana apa semuanya berjalan sesuai rencana?"
"📞 Hampir 50 persen berjalan lancar tanpa adanya hambatan Tuan!"
"📞 Baik Tuan setelah itu saya akan mengabari Tuan, ya sudah saya tutup dulu!"
"📞 Baiklah!"
"Dasar bedeb*h ternyata orang yang seperti ini masih ada juga ternyata, ini tidak bisa dibiarkan aku harus memberitahu Revan soal ini. Jika aku tidak segera bertindak dia akan tambah semakin menjadi!" batin Richard yang kemudian ia pun menyalakan handphonenya untuk memberikan satu pesan pada Revan.
Menyadari jika seseorang yang berada dibelakangnya yang tak lain ia adalah Richard yang tanpa sengaja ia telah tertangkap lewat kaca pantulan yang berada dihadapan Ruslan sendiri. Dimana ia telah menunjukkan ekpresi terkejut dan geramnya, melihat Richard menundukkan kepalanya dan inggin bertindak sesuatu, dengan langkah sigap dan cepat Ruslan pun menendang meja yang berada didepan Richard dengan keras, dan selangkah ia akan tertabrak dengan meja itu, dengan langkah cepatnya ia pun berhasil menghindari serangan secara tiba-tiba tersebut.
"Sialan kamu pikir aku akan tertipu akan ulahmu itu, kalian tangkaplah dia karena dia telah merencanakan sesuatu dari kita cepat tangkaplah."
Perintah Ruslan yang kemudian anak buahnya pun mulai mendekat dan menyerang Richard secara langsung. Akan tetapi dengan langkah cepat dan sigap, Richard pun langsung memutarkan tubuhnya, sekaligus ia pun menendang satu persatu lawan yang sudah berada dihadapannya.
Pukulan demi pukulan pun siap mendarat tepat mengenai dada kekar Richard. akan tetapi Richard dengan sigapnya dia langsung menghindari setiap pukulan yang hendak akan dilakukan oleh para pelaku untuk mengenai dirinya.
"Dasar bajing*n jika kalian berniat melawanku, aku rasa kalian akan kalah karena aku bukanlah saingan kalian paham!" tegas Richard yang terus-menerus memberi pukulan ke mereka.
"Banyak omong!"timpal pria itu yang langsung memukul tepat dada Richard.
Akibat pukulan itu, Richard pun sempat tersungkur dengan darah yang mengalir dari sudut kiri bibirnya, sesekali ia pun mengusapnya. Memberikan setiap tatapan tajamnya kearah mereka semua.
"Sial aku tidak akan menduga kalau niatku datang kesini malah mendapatkan musuh dan masalah baru sekarang. Bahkan lebih sialnya lagi aku tidak membawa senjata jadi bagaimana caranya aku melindungi diriku dan melawan mereka semua. Apalagi melihat sengaja mereka yang berupa celurit dan pisau membuatku merasa bingung dengan cara apa aku bisa menghindari setiap serangan brutal mereka?" batinnya dengan nafasnya yang mulai tersengal-sengal.
__ADS_1
"Sudah menyerah lah, anda sekarang sudah tertangkap dan Masuk kedalam kandang singa jadi menyerah lah," tegas Seseorang itu yang dengan perlahan-lahan mereka pun mulai menghampirinya, dengan senjata yang mereka bawa membuat Richard pun semakin cemas akan keselamatan dirinya sendirinya.
Tak mau kalah dan terlihat lemah lantaran tak membawa senjata satu pun ditangannya, dengan langkah seribu dan semangat empat lima Richard pun berlari kearah mereka dan menendangnya satu persatu dengan semua tenaga yang ia keluarkan.
Berhasil terhindar dari serangan celurit dari para penjahat. Para penjahat yang hanya bisa tercengangnya lantaran senjata yang mereka bawa ternyata sudahlah berpindah ketempat lain.
Richard yang awalnya memberikan senyum tipisnya kearah mereka. Seketika senyumnya pun hilang sesaat rasa sakit yang ia derita seketika hadir menyerangnya secara perlahan dan tiba-tiba. Akibatnya tubuhnya pun seketika merosot kebawah dan berlutut.
Para penjahat yang melihat seseorang yang tadinya telah berhasil melawan dengan tangan kosong, tiba-tiba meringis kesakitan tanpa sebab yang pasti, Ruslan yang juga melihat, ia pun pun dengan langkah cepat menyuruh anak buahnya untuk memeganginya sekaligus inggin memberikan satu pelajaran lagi kepadanya.
"Ah ...kenapa disaat seperti ini rasa sakit ini lagi-lagi harus menyerang ku secara ba*i buta, aku mohon jangan sekarang, aku mohon!""Rintih Richard dengan memegang erat bagian perut kanannya.
"Ternyata berbeda dari dugaanku. Aku mengira jika kamu itu laki-laki yang tangguh dan gagah perkasa tapi ternyata semua itu sangatlah salah! Tidak ada angin tidak ada hujan kamu tiba-tiba meringis kesakitan seperti ini. Apa mungkin karena adanya penyakit yang kamu derita makanya kamu sangat membutuhkan uang kan? Tapi sudahlah mumpung aku baik aku akan membantu terbebas dari rasa sakit yang kamu derita selama ini, jadi...kalian cepatlah beri hadiah untuknya,"
"Baik Tuan!"
Tenaganya yang sudah tidak sanggup lagi untuk melawan mereka. Apalagi dengan adanya rasa sakit yang masih ia tahan membuatnya tambah berpasrah ketika ketiga pria itu terus memukulinya tanpa henti.
Karena sudah cukup lelah, Richard yang akhirnya berpasrah dan pukulan demi pukulan pun dilontarkan oleh pelaku yang terus menerus memukuli tubuh Richard hingga babak belur.
" Kamu sudah mengetahui rahasiaku, jadi apa kamu pikir setelah kamu kalah kita akan melepaskan kamu begitu saja, tidak. Itu tidak akan pernah terjadi, kamu sudah mengetahui rahasia persembunyian kita ini, jadi jika kita bebaskan kamu, kamu bisa aja melaporkan kita ke Polisi. Itu tidak akan pernah terjadi. Sayangnya nasib kamu harus berakhir pada hari ini juga lantaran tempat ini akan jadi tempat terakhir dimana kamu menginjakkan kaki disini, jadi kalian tunggu apa lagi, ayo cepat kalian singkirkan dia dari dunia ini?" perintah Ruslan dengan senyum sinisnya.
"Baik Bos?" Jawab anak buahnya.
Menyadari jika nasibnya sudah berada diujung tanduk, bahkan anak buahnya sendiri juga tidak mampu menolongnya lantaran mereka juga harus melawan anak buah Ruslan yang berada dibawah lantai, membuat Richard menunjukkan wajah lemas dan pasrahnya.
Akan tetapi bukanlah Richard namanya kalau dia akan berdiam diri tanpa adanya perlawanan, jika tenaganya tidak mampu melawannya, ia masih bisa gunakan mulut sebagai senjata cadangannya.
" Ruslan...Ruslan...anda ini ternyata sangatlah hebat dan pintar ya. Karena dengan gampangnya anda mengetahui kalau aku memang hanya berpura-pura ingin pinjam uang kepadamu. Apa anda sadar pembuatan anda ini sangatlah keterlaluan, hanya inggin mendapatkan selembar uang anda tega merampas pelan-pelan harta orang yang tidak mampu, hanya untuk mendapatkan uang, anda tega melakukan semuanya.
Aku juga semakin yakin mungkin tindakan yang kamu lakukan ini sudah terjadi sejak sedari awal bukan, sejak kamu masih tinggal bersama dengan ibu kandungmu.Bahkan mungkin dia pergi juga karena masalah ini?" tegas Richard yang kemudian dengan kuat dan beraninya ia menunjukkan wajahnya kepada Ruslan.
"Apa maksud kamu, darimana kamu tahu kalau Ibuku telah pergi meninggalkanku dan Menampakkan, darimana anda tahu itu, dimana ibuku?"tegas Ruslan dengan mencengkram kera jaket Richard secara kasar.
"Kamu sok perduli akan ibumu padahal kenyataannya semua keperdulian kamu itu sangatlah tidak berarti! Seseorang ini, ini kan Ibu kandungmu?"tegas balik Richard dengan menendang dengan kakinya pada sebuah handphone milik Richard.
"Dia ... beneran ibuku cepat kasih tahu dimana dia sekarang cepat katakan?"
"Percuma dengan niatmu nekat inggin tahu dimana keberadaannya, tapi sayangnya keperdulian kamu telah sia-sia lantaran Ibumu telah pergi meninggalkanmu untuk selama-lamanya, ini kan yang kamu mau?"
"Apa ibuku telah meninggal, tidak itu tidak mungkin, pasti kamu kan orang yang telah membunuh ibuku makanya sekarang kamu datang kesini, tetap tunggu apa lagi cepat pukul dia bahkan kalau perlu bunuh dia sekarang juga!"
"Baik Tuan."
BERSAMBUNG
__ADS_1