
Penyerangan yang dilakukan Richard akhirnya membuat wanita yang tak lain adalah Mama tiri Resya tidak bisa berkutik lagi. Melihat anak buahnya yang kalah dalam keadaan pada tergeletak dilantai membuatnya hilang kesabaran. Akan tetapi kesabarannya tak terlihat setelah rasa ketakutannya tidak bisa ia sembunyikan lagi.
"Sekarang anda sudah terpojok. Bahkan anak buah kamu? Kamu lihat kan apa yang terjadi, jadi dengan cara apa lagi kamu berusaha untuk melindungi diri, cepat kamu berikan foto suami kamu?" titah Richard yang berhasil membuat wajah wanita itu berkeringat dingin.
"Baiklah aku akan menunjukkan-nya padamu!"
"Ini?"balasnya dengan memberikan satu lembar foto pada Richard.
"Jika sedari tadi kamu memberikannya aku mungkin tidak akan melukai anak buah-mu seperti ini," sambung Richard berlalu ia pergi dari hadapannya.
"Dasar bedebah setelah menyerang anak buah-ku bisa-bisanya ia kabur dan pergi begitu saja dasar bajingan," celetuknya dengan tatapannya yang ingin menyerangnya.
"Tapi untuk apa pria sialan itu meminta foto Papanya Resya? Buat apa dia melakukannya?" tanyanya pada diri sendiri.
"Akhirnya aku berhasil mendapatkan foto Papanya Resya. Aku bisa saja meminta langsung pada Resya tapi aku ingat jika Resya tidak punya foto keluarganya sama sekali setelah Mak lampir menghanguskan semua barang-barang peninggalan keluarga Resya. Resya aku datang untuk mengembalikan apa yang sudah seharusnya jadi milik kamu," gumamnya dengan tersenyum. Berlalu ia pun menjalankan laju kendaraan mobilnya.
__ADS_1
Sampai disalah satu kediaman yang sangat besar dan mewah. Tak lama Richard akhirnya menginjakkan kakinya memasuki kediaman itu dengan tangan kosong.
Menghampiri seorang wanita yang sedang bersantai dengan duduk di-kursi goyang. Berlalu ia menyuruh seseorang yang berada dihadapannya untuk memanggilnya.
"Maaf Nyonya ada seseorang yang ingin bertemu dengan nyonya!" ucap salah seorang laki-laki, kemudian eyang membalikkan pandangannya melihat siapa seseorang itu.
"Kamu? Kamu Richard bukan apa yang membuatmu datang kesini. Ada tujuan apa kamu mendatangi kediamanku?" tanya Eyang dengan ekpresi yang bertanya-tanya.
"Eyang tujuanku datang kesini ada sesuatu yang ingin aku katakan pada eyang. Aku mendapatkan foto seseorang yang selama ini eyang cari!" balas Richard yang membuat Eyang semakin bingung.
"Foto? foto siapa?" tanya balik Eyang.
"Apa eyang kenal dengan foto laki-laki yang ada didalam foto itu?"tanya Richard yang seketika membuat eyang terdiam dan hanya bisa meneteskan air matanya.
"Ini ...ni foto putraku darimana kamu mendapatkannya?"
__ADS_1
"Jadi benar kalau ini adalah foto putra eyang?"
"Iya ini beneran foto putraku kamu tahu siapa cucuku cepat kasih tahu eyang agar eyang tahu siapa cucu eyang ayo cepat kasih tahu eyang?"
"Eyang tidak perlu cemas dan eyang jangan kuatir sebentar lagi eyang akan tahu siapa cucu kandung eyang yang selama eyang cari. Selama ini eyang sudah berada disamping seseorang itu hanya saja eyang tidak tahu siapa sebenarnya dia. Apa eyang tahu siapa cucu kandung eyang?"
"Dia..dia adalah Resya eyang. Dialah orang yang selama ini eyang cari. Resya salah gadis yang selama ia eyang banggakan dialah cucu kandung eyang sebenarnya?"
"Resya ...benar dugaan-ku ternyata memang benar dialah cucuku. Dia benar-benar cucuku?"
Rasa yang seperti tertusuk dan tercabik-cabik tak percaya dengan kenyataan apa yang barusan ia dengar. Entah sangking senang atau sulit mempercayainya, Eyang seketika tersungkur dan hampir saja terjatuh. Akan tetapi dengan sigap, Richard menangkapnya.
"Astaga eyang. Eyang tidak apa-apa kan?" tanya Richard yang terlihat cemas.
"Richard ... terima kasih nak, terima kasih karena kamu sudah menemukan cucu eyang terima kasih!"
__ADS_1
"Eyang jangan seperti itu. Aku suami Resya jadi sudah seharusnya ini jadi tanggung jawab ku juga. Jadi mendingan sekarang Eyang beristirahatlah eyang pasti terlalu syok dan darah eyang pasti menurun jadi beristirahatlah," perintah Richard yang membantu Eyang untuk duduk kembali di-kursi goyang.
BERSAMBUNG.