Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
MULAI CURIGA


__ADS_3

Masih berada dalam satu mobil yang sama keduanya tidak terdengar akan suara yang saling bersahutan. Rasya yang sedari tadi nampak memikirkan sesuatu akhirnya ia pun mulai angkat suara.


"Rangga?"tanya Rasya.


"Apa kamu memanggilku?"tanya Rangga dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Apa kamu masih bisa mencoba membuatku emosi?"


"Maaf, baiklah lanjutkan apa yang ingin kamu katakan.


"Apa yang membuatmu mau menolongku tadi padahal yang selama ini aku cukup kasar setiap kali berbicara kepadamu, atau bisa dibilang aku tidak pernah menghargai-mu jadi kenapa kamu malah mau menolongku dan lebih memilih terluka seperti ini?"


"Bagiku menolong seseorang tidak perlu dilihat dari cara orang menghargainya. Selama orang itu mampu untuk melakukannya kenapa tidak?"


"Jadi maksud kamu selama ini sikapku yang kasar kamu tidak pernah membenciku sekali pun?"


"Tidak. Aku tidak pernah sekali pun membencimu karena aku tahu kamu hanya butuh waktu untuk menerima semuanya?"

__ADS_1


"Sekarang giliran-ku untuk bertanya padamu, jadi aku harap kamu mau menjawab jujur pertanyaan-ku nanti


"Baiklah tanya aja.


"Aku dengar-dengar kamu habis diputusin sama pacar kamu yang bernama Sifa apa itu benar?"tanya Rangga yang akhirnya pandangan Rasya berpaling menatapnya.


"Iya itu memang benar ternyata sudah melebar kemana-mana ya rupanya berita itu kamu tahu darimana soal itu?"tanya balik Rasya lagi.


"Aku tahu dari Gibran dia yang memberitahuku, oh iya mengetahui jika mantan kekasih kamu telah mencampakkan kamu begitu saja apa kamu masih mencintainya atau mungkin masih ada rasa untuknya? Atau mungkin juga kamu malah berbalik sangat membencinya?"tanya Rangga lagi.


"Entahlah aku sendiri bingung dengan perasaan aku sendiri, disisi lain aku merasa jika aku masih sangat mencintainya tapi disisi lain dia malah mencampakkan aku begitu saja, tapi rasanya aku memang harus melupakannya entah itu bagiamana pun caranya apalagi dengan ada perjodohan aku rasa aku tidak mungkin lagi punya kesempatan untuk memikirkannya. Sedangkan benci? Aku rasa benci tidak untuk aku pendam karena dia pada dasarnya pergi juga untuk menggapai mimpinya," jelas Rasya tapi pandangannya nampak memikirkan sesuatu.


"Iya ini demi kesuksesan bisnis orang tuaku jadi aku bisa apa," balasnya dengan muka pasrah.


"Apa kamu mencintai Wanita itu?"tanya Rangga yang penuh penasaran.


"Entahlah sampai sekarang aku masih belum sempat melihat seperti apa dia orangnya," balas Rasya.

__ADS_1


"Tunggu aja Rasya tidak akan lama kamu juga akan tahu siapa Wanita yang sedang dijodohkan dengan kamu ini," bayin Sifa nampak tersenyum diam-diam.


"Kenapa kamu tersenyum?"tanya Rasya.


"Entahlah mungkin aku tersenyum karena aku sadar, di-dunia ini masih ada orang yang nasibnya kaya aku yaitu dicampakkan seseorang hanya karena kekurangan. Apalagi aku melihat kamu itu salah satu laki-laki yang sangat tampan dibandingkan denganku kita sangatlah berbeda jadi apa yang bikin dia sampai bisa mencampakkan kamu dengan cara seperti ini?"


"Entahlah.


"Tapi jika suatu saat nanti dia tiba-tiba kembali dan ingin merebut serpihan hati yang masih berada didalam hati kamu apa kamu akan memberikan dia ruang lagi? Dan jika kamu masih mau menerimanya gimana dengan nasib Wanita yang dulunya pernah dijodohkan oleh kedua orang tua kamu apa kamu ingin meninggalkannya begitu saja atau memang kamu lebih memilih untuk meninggalkan seseorang yang dulunya pernah mematahkan hati kamu?"


"Soal itu aku masih belum bisa menentukan hanya waktu dan keadaan lah yang akan menunjukkan semuanya


"Ini hanya perasaan aku atau memang ada yang aneh dengan Rangga, kenapa aku perhatikan Rangga itu seperti mirip dengan seseorang yang aku kenal tapi siapa seseorang itu. Apa ini hanya perasaanku saja?"batin Rasya dengan pandangannya yang tak henti-hentinya memandang Rangga.


"Kenapa Rasya? Kenapa kamu menatap-ku dengan tatapan seperti itu?"tanya Rangga yang akhirnya Rasya pun berpaling ke pandangan yang lain


"Tidak, tidak apa-apa," balasnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2