
Sifa aninditya dan Silvi aninditya adalah gadis yang berumur 17 tahun dua saudara kembar yang memiliki paras cantik dan menawan. Bahkan bisa dibilang mereka adalah Putri kandung dari pasangan Resya Aninditya dan juga Richard betranto . Akan tetapi biar pun wajah yang sangatlah sama tanpa ada perbedaan yang bisa membedakan keduanya, ternyata dibalik semua itu mereka menyimpan perilaku dan sifat yang sangatlah berbeda.
Jika Silvi yang pada dasarnya dia adalah Wanita yang pendiam dan lugu tapi dibalik keluguannya ternyata dia memendam kekecewaan lantaran ia merasa jika hidupnya tidak sebahagia seperti kehidupan yang dirasakan Kakaknya yaitu Sifa. Sifat iri dan tidak perduli sering kali muncul dalam benaknya.
Akan tetapi berbeda dengan Sifa ia merasa jika kehidupannya samalah seperti apa yang dirasakan Silvi, hanya saja sifatnya lah yang sangat berbeda dari keduanya lantaran Sifa yang ternyata secara diam-diam ia adalah salah satu penjahat dingin bahkan bisa dibilang ia adalah Queen Mafia yang bertugas memberantas semua tindak kejahatan yang sering terjadi disekitarnya.
Alasan pertama ia memutuskan untuk menjadi penjahat berhati dingin lantaran ia merasa dendam sekaligus rasa penasarannya yang sangat inggin tahu siapa pembunuh dari Papanya yang tak lain adalah Richard betranto atas kematian Papanya belasan tahun yang lalu.
Akan tetapi biar pun dia termasuk Wanita kejam lantaran dengan mudah ia menghabisi setiap musuh yang menjadi ancamannya, ia tidak sepenuhnya menjadi jahat. Bahkan bisa dibilang kejahatan yang ia lakukan sama sekali tidak diketahui oleh Mamanya mau pun keluarganya sendiri.
Karena misi pertama ia menjadi seorang penjahat karena merasa dendam disaat para remaja yang bisa menghabiskan waktu bersama Papanya, ia harus menerima kenyataan jika Papanya telah pergi meninggalkannya disaat Mamanya yang mengandung usia kehamilan sudah memasuki usia sembilan bulan.
Belum lagi harus melihat Mamanya yang setiap harinya meneteskan air matanya membuatnya merasa sakit dan pedih jika harus ikut merasakan semua penderitaan dirasakan Mamanya. Bahkan diusianya yang sudah memasuki remaja tidak terlintas dalam pikirannya untuk mau mengenal apa itu cinta. Karena baginya cinta yang ada akan membuat ia merasa kecewa dan menderita.
"Kemana perginya Silvi kenapa sampai sekarang dia tak kunjung pulang. Apa dia masih marah soal perdebatan kemaren?" batinnya yang kemudian ia mengingat sesuatu.
__ADS_1
FLASHBACK
"Silvi apa kamu masih berteman dengan mereka?"
"Iya aku masih berteman dengan mereka ada apa?"balas Silvi yang terlihat sibuk dengan urusannya sendiri.
"Silvi sudah beberapa kali kakak bilang kalau Amel itu bukanlah anak yang baik, tapi kenapa kamu masih bergaul dengannya, dengan kamu masih bergaul dengannya itu akan memberikan pengaruh buruk pada dirimu sendiri!"
"Astaga kak Sifa, kalau Kak Sifa memang tidak suka ya udah gak perlu kak Sifa berkata seperti itu. Bilang aja kalau kak Sifa itu kan kalau aku punya banyak teman sedangkan kakak? Apa yang kakak punya bahkan satu teman aja kakak tidak punya!" balas Silvi dengan entengnya berkata tanpa berfikir.
"Baiklah kalau kamu mengira jika kakak ini iri padamu, sudahlah percuma juga kakak bersikeras menasehati-mu sekarang terserah kamu mau bilang apa tapi yang jelas jika terjadi sesuatu padamu jangan kira kakak akan mau membantu-mu!"
Seperti tidak ada rasa bersalah yang terdapat dalam dirinya. Silvi kemudian pergi tanpa menoleh kearah Sifa.
FLASHBACK
__ADS_1
"Apa aku kasar berkata seperti itu padanya sampai-sampai ia tidak kunjung pulang seperti ini? Tidak, kamu tidak boleh memikirkan yang tidak-tidak Sifa kamu harus percaya kalau Silvi pasti baik-baik saja. Iya dia pasti baik-baik saja?"
Tanpa mau menunggu mau pun memikirkan apapun lagi, bergegas ia pun melihat ponsel yang terdapat GPS yang tersambung pada ponsel Silvi. Akan tetapi setelah ia memeriksanya tidak terdapat kode merah jika Silvi menyalakan ponselnya.
"Ponsel Silvi tidak aktif, terus bagaimana caranya aku bisa mengetahui dimana ia berada sekarang? Apa yang sebenarnya terjadi, tumben- tumbenan dia seperti ini?"
"Aku harus menelfon seseorang." Tak berselang Sifa pun bergegas menekan salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya.
"Iya Nona ada apa?"balas seseorang laki-laki.
"Maaf apa saya menganggu kalian, ada sesuatu yang inggin aku selidiki sekarang. Aku minta kamu cepatlah cari Silvi karena sampai sekarang ia belum juga pulang. Aku tidak mengetahui keberadaannya jadi aku minta carilah dia sampai ketemu. Apa kamu paham?"tegas Sifa pada seseorang itu.
"Baik Nona saya akan segera mencarinya, jika nanti saya sudah mendapatkan lokasi keberadaannya saya akan segera mengabari Nona,"balasnya.
"Baguslah cepat laksanakan."
__ADS_1
"Baik Nona."
BERSAMBUNG.