Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
APAKAH MEREKA BERHASIL


__ADS_3

Tanggal: 24 Agu 2022


Subjek: 5


Dalam perjalanan mereka yang masih belum sampai ketempat tujuan. Pandangan Rangga yang melirik keluar jendela mobil, ia dikejutkan dengan sesosok preman yang memaki-maki dua anak kecil yang tempatnya tak jauh dari tempat ia duduk saat ini.


"Orang itu apa dia sudah gila?" gertak Rangga yang merasa kesal, Rasya yang sadar ia kemudian berpaling dari Rangga.


"Ada apa kenapa kamu tiba-tiba marah?"tanya Rasya yang kemudian ia menatap kearah yang dipandang Rangga.


"Apa yang dilakukan Pria itu apa dia pria jahat yang sengaja memaksa dua anak kecil itu untuk mencari uang dengan cara mengamen dipingit jalan?"tanya Rasya, yang hendak akan turun, spontan Rangga menghalanginya.


"Apa yang ingin kamu lakukan, dengan cara menegurnya aku rasa itu cara yang salah, jadi tunggulah," perintah Rangga.


"Terus apa yang harus kita lakukan apa kita hanya akan berdiam diri tanpa melakukan sesuatu. Dan hanya memperhatikan dengan cara seperti ini ?"tanya Rasya dengan wajah kesalnya.


"Apa kamu sudah dengar kabar yang katanya ada anak kecil yang hilang beberapa waktu yang lalu, kira-kira kabar itu beredar tap jauh dari lokasi ini?"tanya Rangga.


"Anak kecil yang hilang kapan berita itu beredar?"tanya Rasya lagi.


"Sekitar dua hari yang lalu. Apa semua itu ada hubungannya dengan Preman itu? Apa mungkin mereka sengaja bersembunyi didalam sana supaya niatnya tidak tercium oleh seseorang?"


"Ini tidak bisa dibiarkan, ayo kita ikuti kemana Preman itu akan pergi, aku curiga dia memang benar salah satu komplotan orang dari penjahat yang suka menjual belikan organ manusia," jelas Rasya.


"Iya itu yang aku takutkan juga, ya sudah cepat kita turun tapi ingat waspadalah."


"Baiklah."


Segera turun dari mobilnya. Pandangan keduanya nampak cemas yang juga diselimuti wajah kepanikannya. Mendapati dua pria yang juga berada didalam sana ditemani adanya lima anak kecil telah menyadarkan mereka jika disini tempatnya anak-anak itu diculik.


"Brengsek. Apa mereka penjahat tidak punya hati, bagaimana bisa mereka setega ini menyuruh anak kecil yang usianya masih sekecil itu untuk mencari uang dengan cara mengamen?"bisik Rasya yang merasa sangat marah.


"Ini tidak bisa dibiarkan aku harus memberantas semuanya." Selangkah Rasya ingin pergi menghadapi mereka, tangannya ditarik oleh Rangga.


"Tunggu belum saatnya kita menghadapi mereka, mereka berjumlah lima orang sedangkan kita hanya dua. Jika kita maju yang ada kita akan kalah oleh mereka, aku akan memberikan pesan pada Gibran tentang kasus ini biar mereka bisa ikut membantu kita," jelas Rangga.


"Baiklah tunggu apa lagi cepat hubungi mereka," perintah Rasya.


"Saat ini aku tidak bisa menghubunginya karena jika aku bersuara mereka akan curiga akan keberadaan kita saat ini?"

__ADS_1


"Baiklah terserah dengan cara apa kamu bisa memberitahunya tentang kasus ini yang jelas mereka harus segera tahu.


"Om aku lapar dan juga capek, bisa kan kalau aku istirahat sebentar saja?" rengek salah seorang anak laki-laki yang usianya 11 tahun yang merasa sangat kelelahan.


"Enak aja kamu bilang, kamu itu belum menyetor uang kamu jadi mana mungkin bisa, cepat jangan banyak tanya dan cepat kalian pergi kejalan raya agar kalian bisa mendapatkan uang lebih banyak cepat pergi!" bentaknya yang kemudian membuat kelima anak jalanan itu menjadi tidak berdaya.


Rasya mau pun Rangga yang melihat perlakukan mereka pada anak kecil itu, mereka rasanya sangat geram dan inggin sekali memukul para preman tersebut.


"Astaga apa yang mereka lakukan, apa para preman itu sudah gila, bisa-bisanya dia memanfaatkan mereka untuk dirinya sendiri dasar bajin**n, aku harus menolong mereka?" langkah Rangga yang kemudian dia yang baru aja mau melangkah, dia pun tidak sengaja menginjak sebuah botol Aqua bekas yang akhirnya menghasilkan suara dan mengejutkan para preman tersebut.


Kras....


"Astaga apa yang kamu lakukan?"


"Maaf, astaga kenapa aku pake acara menginjak ini segala sih," ucapnya yang kemudian dia pun melihat ke-depan, seketika Rangga mau pun Rasya terkejut lantaran ada 3 preman yang inggin mengecek kearahnya.


"Bodoh tunggu apa lagi ayo kita lari sekarang," perintah Rasya yang langsung menarik pergelangan tangan Rangga.


Berlari menjauh dari mereka, lamunan Rasya mulai sadar setelah ia yang menggenggam pergelangan tangan Rangga.


"Pergelangan tangan Rangga kenapa halus dan sangat mungil apa benar dia seorang Laki-laki?" batinnya yang merasa bingung sendiri, berhasil menghindar dari arah ketiga Preman tadi mereka dikejutkan adanya jalanan yang tertutup tanpa ada jalan pintas yang bisa mereka lewati.


"Rasya kenapa kamu hanya diam saja apa kamu tidak sadar kita dalam keadaan terpojok sekarang!"


"Terus apa yang harus kita lakukan? Jika kita naik itu tidak akan mungkin, sedangkan kalau kita kembali kearah sana mereka akan menemukan kita, bahkan yang lebih parah mereka mungkin akan mukul kita secara membabi buta," balas Rasya tapi pandangannya tak henti-hentinya memperhatikan Rangga secara serius.


"Terus sekarang apa yang harus kita lakukan?" balas Rangga yang merasa sangat cemas, akan tetapi Rangga/ Sifa dibuat terkejut lantaran Rasya menatap kearahnya dengan tatapan sangat serius. Sekaligus perlahan lahan Rasya pun semakin mendekatkan wajahnya kearah Rangga/ Sifa yang seketika membuat Sifa pun bingung


"Apa yang ingin Rasya lakukan apa dia ingin mencium-ku? Apa dia tidak sadar aku masih berpura-pura jadi laki-laki apa dia ada nafsu sesama laki-laki?" batin Sifa yang mulai panik tidak karuan.


"Rasya apa yang inggin kamu lakukan?" tanya Rangga/Sifa yang kemudian dia pun berjalan mundur perlahan-lahan, yang akhirnya membuat Rangga/Sifa tambah semakin terdesak lantaran dia sudah sangat terpojok. Karena posisi belakangnya adalah tembok.


Wajah Rasya yang tambah semakin mendekat kearahnya, membuat Sifa pun akhirnya memejamkan kedua matanya karena merasa tidak tahu apa lagi yang harus dia lakukan.


"Maafkan aku hanya dengan cara ini aku bisa menyelematkan kita dari kepungan mereka," balas Rasya yang tanpa berkata, ia langsung mengecup bibir Sifa dengan lembut. Terkejut, Sifa yang menyadarinya ia bingung antara senang atau kecewa.


Tak lama hadir kedua Preman yang sedari tadi mencarinya. Mendapati dua manusia yang sedang berkumpul membuat kedua Preman tak henti-hentinya mengelus dada mereka masing-masing.


"Astaghfirullah haladzim ternyata pasangan LGBT aku kira hanya ada di dunia pemberitaan, ternyata hari ini kita benar-benar menyaksikan langsung adegan mereka tanpa ada sensor," ucap Preman yang kemudian mendapatkan ajakan teman satunya untuk pergi.

__ADS_1


"Sudah jangan dilihat ayo kita pergi sekarang!" Ajak temannya yang langsung mengandeng tangan Preman tadi.


Kemudian para preman itu pun akhirnya pergi meninggalkan mereka tanpa ada rasa curiga sama sekali. Rasya yang melihat kepergian mereka, dia pun merasa sangat lega dan bisa bernafas dengan sangat lega sekarang.


"Huuu syukurlah rencana-ku akhirnya berhasil juga!" ucap Rasya yang merasa lega, tak lama tamparan keras pun tepat mengenai pipi kanannya.


"Apa kamu sudah gila apa maksud kamu mencium-ku tadi!"gertak Rangga/ Sifa dengan kasarnya.


"Bukannya tadi aku udah bilang hanya dengan cara itu kita bisa terbebas dari mereka apa kamu masih kurang paham juga?"


"Sudahlah jangan bahas itu lagi, aku bukannya berfikir seperti itu, tapi aku hanya...sudahlah jangan bahas itu lagi!" balas Rangga/Sifa yang merasa sangat canggung sekaligus malu didepan Rasya.


"Sudah sekarang ayo kita cepat pergi dari sini!" ucap Rasya yang kemudian dia oun menggandeng tangan Rangga untuk dia ajak pergi.


Setelah menelfon polisi, Rasya dan Rangga pun membagi tugas masing -masing, Rasya yang mencoba mengalihkan perhatian para preman itu sedangkan Rangga/Sifa bertugas mengajak anak-anak itu untuk pergi dari tempat ini. Dan ikut bersamanya dengan Rangga yang langsung turun dari jalan untuk membujuk mereka.


"Sayang ayo sekarang kalian cepat ikut kakak, kita harus segera pergi dari sini sekarang?"


"Kakak ini siapa?"tanya anak kecil itu


"Bukan saatnya untuk kakak menjelaskan siapa kakak ini sebenarnya, percayalah kalau kakak ini orang baik! Cepat kita harus pergi dari sini sekarang sebelum mereka melihat kita, ayo cepat!"


"Baiklah kak kita mau ikut kakak," balas anak itu yang kemudian menggenggam tangan Rangga.


"Bagus ayo cepat kita pergi?"


Dan ternyata tanpa Rangga sadari preman itu melihat niat Rangga yang inggin membawa kabur anak-anak itu.


Bergegas preman itu pun inggin mengejarnya, tapi untungnya dengan sigap Rasya pun datang tepat waktu dan menggagalkan rencana mereka.


"Siapa kamu? Kamu bukannya pemuda yang tadi, jadi kamu sedang memata-matai kita dari tadi?"


"Syukurlah kalau kalian akhirnya menyadarinya! dan aku pertegaskan kekalian sebelum kalian menyakiti anak-anak itu lebih dalam lagi, aku sarankan kalian melangkahi nyawaku dulu. Karena aku gak akan membiarkan orang-orang seperti kalian bisa hidup lebih bebas lagi, kalian harus mendekam dipenjara. Setelah kejahatan apa yang kalian lakukan selama ini!" tegas Rasya.


"Banyak omong ayo cepat kenapa kalian diam saja, cepat serang dia sekarang?"


"Baik bos?"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2