Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Kesalahpahaman Resya


__ADS_3

Jika pada dasarnya setiap pernikahan akan diawali dengan adanya rasa dan cinta kesetiaan terhadap setiap pasangan, bahkan menjalin hubungan sudah beberapa tahun lamanya nyatanya semua itu tidak akan berpihak padaku. Menikah dengan Pria asing, Pria yang hanya aku temui dalam waktu kurang satu hari yang kemudian dalam waktu 24 jam Pria itu sudah akan menjadi Suamiku, Suami yang akan menjadi pendamping hidupku nantinya.


Tapi aku sadar pada dasarnya kebahagiaan memang tidak akan pernah berpihak padaku, karena mungkin kebahagiaanku sangatlah mahal bila dibeli Makanya orang sepertiku memang tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan itu.


Tangisannya yang tak henti-hentinya menetes hinga tak lama langkah kaki seseorang mulai menghampiri ruangannya. Dan terlihat sesosok suster berseragam putih yang menghampirinya dengan membawa satu nampan makanan yang siap ia sajikan.


"Makanan sudah siap jadi silahkan makanlah biar anda cepat sembuh?"


"Aku tidak mau makan Sus jadi lebih baik suster bawa kembali makanan itu!"


"Tapi?"


"Tidak ada tapi-tapian aku minta bawalah pergi!"


"Baiklah sebelum aku pergi membawa Makanan ini aku hanya ingin menyampaikan sesuatu sama anda. Harusnya anda itu sangat bersyukur karena anda akhirnya bisa melihat kembali setelah beberapa waktu silang anda kehilangan kedua kornea mata anda. Di dunia ini banyak sekali orang yang kurang beruntung dan banyak kekurangan termasuk keterbatasan. Jika disuruh memilih mereka juga ingin melihat kembali. Tapi anda hanya gara-gara patah hati anda membuang-buang waktu yang sangat berharga. Sedangkan laki-laki yang anda tangisi belum mampu membalas tetesan air mata yang anda buang dengan sia-sia. Janganlah buang kepercayaan orang baik yang mau mendonorkan kornea matanya untuk anda apalagi orang itu terbilang sudah tua!"


"Apa maksud Suster? Bukankah seseorang yang mendonorkan kornea ini korban kecelakaan dan usianya masih muda?" tanya Resya.


"Kalau korban kecelakaan memang benar. Akan tetapi jika terbilang masih muda itu tidak benar karena sayalah yang membantu melaksanakan pada hari operasi itu berlangsung. Dan inilah foto dari seseorang yang sudah dengan baik hati mau mendonorkan kornea mata itu untuk anda!"


Satu lembar foto telah berada ditangan Resya. Pandangannya yang tadi hanyalah rasa penasaran. Kini rasa penasaran itu berubah menjadi hancur setelah Resya tahu siapa seseorang yang telah mendonorkan kornea matanya untuknya.


"Bibik Minah? Tidak! Ini tidak mungkin, Bibik Minah tidak mungkin meninggal dia tidak mungkin meninggal?"


FLASHBACK.


"Sayang aku sampai lupa sudah dua hari ini kita tingal serumah tapi kenapa aku tidak melihat Bibik Minah di-Rumah ini. Apa Bibik pulang kampung?"tanya Resya dengan sibuknya yang menyiapkan menu makanan untuk Richard.


"Apa yang harus katakan padanya. Aku tidak mungkin memberitahunya jika Bibik sudah meninggal. Dan kornea yang tertanam pada matanya adalah kornea mata Bibik Minah sendiri," batin Richard yang kemudian Resya mengagetkannya.


"Sayang kok malah melamun sih. Apa yang kamu pikirkan?"


"Ti ...tidak aku tidak lagi memikirkan apa-apa kok. Soal Bibik Minah aku sempat lupa tidak memberitahumu jika Bibik Minah lagi pulang kampung. Katanya dia tidak bisa lagi kembali kerja disini karena dia sedang sibuk di desanya?"

__ADS_1


"Bibik. Dia pulang kenapa gak pamit dulu sama aku?"


"Maafkan aku Resya , maafkan aku!"


FLASHBACK.


"Ya sudah mari saya tingal dulu," ucap suster tersebut dengan senyum sinisnya.


"Baiklah!"


"Ini tidak mungkin. Bibik tidak mungkin meninggal. Dan dia? Kenapa lagi-lagi dia membohongiku ini tidak mungkin ini tidak mungkin?"


"Kak Richard jadi rumah sebesar ini hanya kak Richard tinggal seorang diri saja kak?"


"Sebenarnya dulu aku tingal bersama dengan istriku. Akan tetapi karena adanya pertengkaran hubungan kita sedikit redup alhasil aku tingal sendiri sekarang. Tapi kamu tenang aja biar pun disini hanya ada kita berdua aku tidak akan bertindak macam-macam sama kamu. Aku juga udah cari seseorang untuk kerja jadi asisten rumah tangga disini sebentar lagi orang itu juga akan datang!"


"Baiklah kak!"


"Astaga kak Richard apa yang kak Richard rasakan apa kak Richard lagi sakit?"


"Tidak aku tidak kenapa-kenapa aku hanya lemas aja!"


"Kak Richard jangan berbohong wajah kak Richard pucat mana mungkin ini hanya sakit biasa. Ya sudah ayo aku bantu untuk duduk di sofa sana?"


"Baiklah!"


Berniat ingin membantu Richard duduk diatas Sofa. Kaki Nurma tidak sengaja tersangkut pada karpet yang ada dibawahnya, alhasil ia atau pun Richard sama-sama terjatuh diatas sofa dan tidak sengaja berpelukan.


Terjatuh tepat diatas tubuh Richard pandangan mereka tidak bisa dihindari lagi. Tatapan yang tak henti-hentinya teralihkan lantaran terbawa suasana.


Suasana yang tadinya cukup damai tanpa adanya suara keributan, kini tidak menunggu lama suara kegaduhan terjadi setelah datangnya seseorang yang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu langsung memasuki ruangan rumah Richard. Terkejut dengan siapa yang datang, bergegas Richard menyingkirkan Nurma dari hadapannya.


"Resya?" ucapnya dengan sigap ia langsung berdiri menghampiri Resya.

__ADS_1


"Kalian? Apa yang kalian lakukan dan siapa kamu kenapa kamu memeluk Suamiku?"


"Richard, ternyata kamu lebih buruk dari yang aku kira dan kamu? Aku tidak perlu menyebutkan siapa nama kamu karena itu tidaklah penting tapi yang jelas anda harus sadar jika apa yang anda lakukan ini sangatlah salah. Apa dengan anda menjadi seorang pelakor hidup anda akan lebih tenang?"


"Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu. Apa kamu sadar akan perkataan kamu sendiri? Apa kamu pantas mengatakan semua ini padaku? Apa kamu pantas?" sambung Nurma yang ikut kesal


"Jadi ini alasan kenapa kamu meninggalkan aku. Sama sekali tidak perduli akan kondisiku yang sedang mengandung anak kamu?"


"Resya? Aku ...,"


Plak...


"Astaga apa yang kamu lakukan kenapa kamu memukulnya?" gertak Nurma akan tetapi Resya seketika langsung membungkamnya.


"Diam. Aku tidak ada urusan sama anda jadi diam-lah jika anda tidak mau kena amukan dariku. Dan kamu Richard kenapa kamu berbohong sama aku kenapa?"


"Apa maksud kamu?"


"Kenapa kamu bohong jika Bibik Minah pulang kampung ke-halamannya kenapa kamu berbohong Richard. Kenapa kamu tidak pernah memberitahu-ku kalau Bibik Minah sudah meninggal dan kornea mata yang tertanam pada mataku adalah kornea pemberian dari Bibik kenapa?"


"Kamu? Kamu tahu darimana soal itu. Dan siapa yang memberitahumu?"


"Tidak penting aku tahu dari siapa soal ini. Kamu jahat Richard! Kamu jahat aku sangat membencimu!"


"Resya ...


"Baiklah kalau kamu memang membenciku aku tidak masalah dengan itu. Menurutku apa yang aku lakukan cukup pantas, kita kan hanya melakukan pernikahan atas dasar pelampiasan semata kan. Sedangkan hati dan perasaan, kita juga tidak kita miliki seutuhnya, jadi sudahlah kita jangan ributkan masalah itu karena biar kamu melarang ku aku juga akan tetap mencintainya," balas Richard dengan mencubit pipi kanan Sandra.


"Aku sadar sekarang. Aku sadar kenapa kamu mau menikahi ku? Kamu menikahi ku hanya karena kamu ingin melampiaskan nafsu kamu kan, sedangkan aku? Aku hanya kamu anggap sebagai pelampiasan saja. Dan bodohnya aku karena aku percaya dan ikut dalam rencana bodoh kamu itu. Baiklah jika itu mau kamu? Jika kamu mau hubungan kita hanya atas dasar balas dendam maka jangan salahkan aku kalau aku juga berani untuk menduakan cintamu."


Berlalu pergi dari hadapan mereka. Air mata yang sedari ia tahan kini air mata itu pun terjatuh dari kedua sudut mata Richard.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2