Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Rencana Richard 2


__ADS_3

Pagi yang cerah nampaknya mendukung akan tindakan yang hendak akan dilakukan dua pasangan sejoli ini.


"Apa kamu sudah siap?"


"Iya aku sudah siap, tapi kira-kira apa rencana kamu ini akan berhasil. Kamu menyuruhku menyamar jadi salah satu official girl di Kantor eyang, sedangkan kamu mengenakan seragam kantor layaknya seorang karyawan baru yang hendak akan melamar kerja di kantor ini!"


"Soal itu kamu tenang aja Resya, selama ada aku apa yang tidak mungkin akan terjadi?"


"Baiklah ayo kita turun!"


"Baiklah!"


Duduk disamping beberapa karyawan yang hendak ingin melamar kerja. Pandangannya fokus pada satu wanita yang menurutnya memiliki sikap tidaklah beres. Baru beberapa menit Richard duduk disebelahnya wanita itu memandang Richard dengan tatapan sinisnya. Memperhatikan dari ujung kaki sampai kepala Richard, wanita itu pun akhirnya buka suara.


"Anda? Apa yang ingin anda lakukan apa anda ingin melamar kerja juga di perusahaan besar ini?"tanya wanita itu berlalu Richard pun menatapnya.


"Iya saya memang ingin berniat ingin melamar kerja disini, memangnya kenapa mbak apa ada yang salah dengan saya? Saya kan sudah mengenakan pakaian yang rapi apa seseorang seperti saya masih tidak pantas untuk mendapatkan pekerjaan ditempat besar seperti ini?" tanya Richard dengan ekspresinya menundukkan kepala seolah-olah ia sedang bersedih.


"Hey sadarlah, ini itu perusahaan besar. Bahkan para karyawan yang kerja disini tidak lagi main-main mereka langsung keterima hanya karena mengandalkan orang yang terlahir dari golongan kaya. Sedangkan kamu? Apa yang kamu banggakan dari dirimu ini, bahkan kemeja yang kamu kenakan aja sudah terlihat kamu itu orang yang tidak mampu dan dekil jadi pastinya kamu akan nyesel nanti, jadi sudahlah dari pada nanti kamu akan nangis lebih baik kamu menyerah lah karena disini tidak akan ada karyawan yang modelnya seperti anda. Dan pastinya kamu tidak akan keterima disini pergilah," usirnya dengan mendorong Richard Hinga terjatuh.

__ADS_1


"Dasar berani sekali wanita itu menghina Richard seperti itu?" batin Resya yang memperhatikannya dari jauh, genggamannya serasa sudahlah siap memukul wanita itu.


"Maafkan saya mbak kalau saya sudah membuat anda marah. Tapi saya tidak akan menyerah kala rezeki seseorang berbeda-beda. Ada juga orang yang ucapannya terlalu tinggi dialah orang yang nantinya akan menyesal karena omongan itu sendiri yang terlalu menyombongkan dirinya seolah-olah dialah yang terhebat..


"Apa maksud anda. Jadi anda ngatain saya?" balasnya dengan tatapan geramnya.


"Hey kamu itu kalau jalan punya mata gak sih, disini jalanan masih lebar kenapa kamu menumpahkan air ini ke bajuku apa kamu tahu berapa harga pakaian yang saya kenakan ini,"bentak wanita itu sesaat ia sadar seseorang menumpahkan air pada pakaiannya.


"Berapapun mahal harga yang anda kenakan nyatanya tidak akan mampu membuat diri Anda terlihat keren," balas seorang wanita yang kemudian ia menyiram kan kembali air itu pada wanita tersebut.


"Apa kamu bilang!"


"Sayang sudahlah jangan ladeni wanita stress ini?"


"Sayang...oh jadi laki-laki ini adalah suami kamu pantesan kalian berdua sama-sama kampungan, dan orang-orang miskin!"


"Jaga bicara anda jika anda tidak mau akan menyesal atas ucapan anda sendiri. Jadi aku minta cepatlah anda minta maaf padanya jika anda tidak mau nangis nanti, cepat!" gertak Richard tapi tak dihiraukannya oleh wanita itu.


"Apa maksud kamu menyuruhku untuk minta maaf padanya? Memangnya apa salahku?"balas Wanita itu dengan menyilangkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Ada apa ini kenapa pada ribut-ribut apa ada masalah Carla," tanya salah seorang berjas rapi yang kemudian menghampiri mereka.


"Ini Om dua orang kampungan ini sengaja mencari masalah denganku. Bahkan mereka juga dengan beraninya menghinaku dihadapan banyak orang jadi om cepatlah pecat mereka om kan seseorang yang paling dipercaya oleh Nyonya Verlanta jadi cepatlah pecat mereka om!"


"Kalian? Sejak kapan kalian bekerja disini dan kenapa aku baru lihat kalian sekarang apa kalian pekerja baru di perusahaan ini?"


"Maafkan kami tuan, kami akui kami memang sangatlah salah tapi kami mohon jangan pecat kota saya mohon, jika kita dipecat mau makan apa anak kami nanti saya mohon jangan pecat saya...saya mohon," mohon Richard beberapa kali ia menundukkan kepalanya.


"Kamu lihat kan Carla, Om belum apa-apa laki-laki culun ini sudah terlebih dulu meminta maaf dengan om jadi sudah kamu tidak perlu nangis lagi ya?"


"Iya Om!"


"Dan kamu? Kamu dengan beraninya telah membuat keponakan saya ini nangis dan menerima malu didepan mereka semua. Sedangkan kalian? Kalian hanyalah orang-orang miskin yang mungkin hanya akan mengandalkan kerja disini untuk bisa menahan lapar tapi kenapa kalian sok hebat yang dengan beraninya mempermainkannya tanpa tahu resiko apa yang akan terjadi nanti. Nyonya Verlanta adalah seseorang yang sangat mempercayai saya. Dan sayalah seseorang yang dapat kepercayaan untuk memegang kendali perusahaan ini dan kalian? Dengan beraninya kalian menganggu dia jadi sudahlah pergi dari sini karena perusahaan ini tidak akan mau menerima seseorang dekil dan miskin seperti kalian. Jadi cepat pergi...," usir pria itu dengan mendorong Richard hinga terjatuh bersimpuh dilantai.


"Sekarang saya sadar jika perusahaan ini hanya akan mengendalikan orang-orang kaya saja. Apa dengan adanya orang kaya disini perusahaan akan maju tidak kan. Dan darimana aturan seperti ini dibuat. Bahkan anda? Anda ini hanyalah orang kepercayaannya jadi mana mungkin anda berlagak sok hebat dan menjadi penguasa atas tindakan anda ini. Apa anda tidak takut jika Nyonya besar akan tahu seperti apa cara kerja anak buah kepercayaannya di perusahaan ini?.Apa anda tidak takut jika anda akan dipecat di perusahaan ini?" tantang Richard yang kemudian bangkit. Sesekali ia menarik kera kemeja laki-laki itu dan memberikan senyuman sinisnya.


"Anda sangatlah lancang dan beraninya anda berkata seperti itu? Rasakan ini!"


Satu pukulan hampir saja mengenai wajah Richard. Akan tetapi dengan sigap, Richard menghalaunya sekaligus mencegah tangan pria itu untuk menyentuhnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2