Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Ternodai


__ADS_3

Langkahnya yang mulai mendekati Silvi membuat Silvi tambah merasa takut akan niat jahat yang hendak inggin dilakukan Reno Padanya.


Bahkan tatapan yang diberikan Reno saat ini membuat tatapan Silvi pun beralih menatap kearah meja yang terdapat sebuah botol kaca kosong, lantas tanpa mau menunggu ia pun bergegas mengambilnya yang kemudian ia gunakan untuk mengancam Reno agar tidak berani mendekatinya.


Akan tetapi Silvi lupa jika sekarang Reno lagi terpengaruh oleh minuman keras jadi kalau pun ia mengancamnya, itu pun percuma lantaran Reno sama sekali tidak akan mengubrisnya.


Dan langkah demi langkah semakin mulai mendekatinya, Silvi yang mulai panik ia pun Berlari menuju kearah pintu, tapi sesampainya ia pun terkejut lantaran kunci ternyata telah disimpan pada saku celana milik Reno sendiri.


Menyadari jika nasibnya sudah berada diujung tanduk, Silvi pun bingung harus melakukan dengan cara apa sekarang. Dan tanpa diduga oleh Silvi, Reno pun bergegas membopong tubuh Silvi yang kemudian dengan kasarnya ia pun melemparkannya keatas kasur.


Lantaran sudah tidak bisa lagi melawan tenaga Reno yang pastinya lebih kuat darinya. Dan cengkeramannya yang mencengkram kedua tangan Silvi membuat Silvi pun tidak berdaya dan akhirnya dengan pasrah, Silvi pun mengikhlaskan kesuciannya untuk direbut oleh Laki-laki yang sangat tidak ia cintai.


S


E


N


S


O


R


Dalam sehelai kain putih terdapat lah noda darah yang melekat disalah satu selimut berwarna putih tersebut. Dan selain noda tersebut terdapat lah seorang gadis yang hanya bisa meratapi nasibnya melihat jika tubuhnya sudah tidak lagi tertutup oleh sehelai kain apapun untuk bisa menutupi tubuh polosnya, hanya sehelai selimut berwarna putih lah yang ia gunakan sebagai penutup tubuh tersebut.


Dan di samping gadis tersebut juga terdapat seorang laki-laki yang juga bertelanjang dalam kondisi tidak sadarkan diri. Matanya yang mengarah kearah laki-laki itu membuat air matanya pun tidak henti-hentinya mengalirinya dari kedua sudut matanya.


Sadar jika dirinya sudahlah tidak suci dan perawan lagi, bergegas ia pun bangkit dan memunguti beberapa pakaian yang pada berserakan dilantai, tak lupa ia pun menggambil kunci yang berada didalam saku celana laki-laki tersebut. Dan dengan langkah cepat ia pun segera pergi dari tempat ini sebelum Laki-laki itu sadar dan melihatnya.

__ADS_1


Berjalan sendiri dengan adanya langkah kaki yang berat, ditambah lagi dengan adanya bayang-bayang kejadian tadi membuat Silvi pun tak henti-hentinya meneteskan air matanya. Bahkan langkah kakinya yang tak mampu lagi untuk melangkah membuatnya bersimpuh di tanah.


"Aku sudah hancur! Aku sudah hancur sekarang apa yang harus aku lakukan, dengan cara apa aku bisa menyelesaikan semua permasalahan ku ini. Aku takut! Aku takut kalau aku akan hamil tanpa adanya seorang Ayah dari anakku nanti, aku takut!"


Tangisan Silvi yang sudah tidak bisa ia tahan lagi, dengan tepatnya dari depan ia bersimpuh sekarang, terdapat lah sebuah mobil yang mengarah kearahnya dengan kecepatan ringan. Menyadari jika ada seseorang yang telah bersimpuh di tengah jalan, lantas pengendara itu pun bergegas turun dan siapa sangka pengendara itu yang tak lain ia adalah Sifa saudara kembarnya sendiri.


Akan tetapi Sifa yang tidak menyadari jika Wanita itu adalah Adiknya sendiri, ia pun kemudian menghampirinya sesaat ia melihat seorang Wanita yang menundukkan kepalanya kebawah pandangan Sifa pun seketika terkejut setelah ia menatap wajah Wanita tersebut.


"Silvi...."


"Astaga Silvi apa yang kamu lakukan, kenapa kamu bersimpuh seperti ini ayo bangunlah. Ada apa, apa yang terjadi kenapa kamu menangis, cepat katakan apa yang terjadi?" tanya Sifa dengan wajah yang terlihat sangatlah cemas.


"Kak Sifa pasti akan sangat marah jika aku cerita semuanya ke dia tentang kejadian yang barusan aku alami tadi. Jadi akan lebih baik biar aku sendiri yang memendam masalah ini. Aku tidak mau membuat mereka merasa sangat cemas akan kondisiku nanti, jadi aku harus menyembunyikan masalah ini dari mereka, iya itu ide yang sangat bagus," batinnya dengan terus-menerus memberikan tatapan sedih pada Sifa.


"Silvi ayo jawablah ada apa? Kenapa kamu menangis apa kamu terluka. Apa ada seseorang yang menyakitimu?" tegas Sifa.


"Aku tidak apa-apa kok Kak. Aku hanya sedih karena aku sadar jika perkataan yang pernah Kakak bilang ternyata memang benar adanya, Amel dia bukanlah teman baikku jadi itulah yang membuatku bersedih seperti sekarang ini. Aku gak papa kok ya sudah ayo kita pulang sekarang pasti Mama sudah sangat mencemaskan kita, jadi ayolah kita pulang," ajak Silvi yang baru aja melangkahkan kakinya, tiba-tiba langkahnya pun terhenti sesaat Sifa yang menarik tangannya.


"Kak Sifa tenang saja Silvi gak lagi menyembunyikan sesuatu kok, ini hanya luka memar akibat aku bertengkar sama Amel tadi, jadi aku gak papa ayo cepatlah kita pulang pasti Mama sudah sangat cemas sekarang,"ajaknya lagi.


"Baiklah ayo kita pulang sekarang,"balas Sifa akan tetapi pandangannya masih teralih dan terus menatap kearah leher Silvi.


"


"


"


"Silvi kamu itu dimana sih, kenapa sampai sekarang kamu belum juga pulang. Apa telah terjadi sesuatu padamu?"gumam Resya yang terlihat panik dengan terus bolak-balik didepan ambang pintunya.

__ADS_1


"Assalamualaikum..


"Waalaikumsalam...itu pasti Silvi astaga sayang kamu dari mana aja kenapa sampai sekarang kamu baru pulang kamu tidak lagi ada masalah kan?"tanya Resya yang terlihat sangatlah panik dan terus membelai wajah Putrinya.


"Tidak kok Ma Silvi baik-baik saja kok, aku baru bisa pulang sekarang karena tadi itu banyak tugas yang harus Silvi kerjakan, jadi maafin Silvi karena Silvi udah buat Mama khawatir seperti ini, maafkan Silvi ya Ma!"


"Ya sudah tidak apa-apa tapi lain kali kamu jangan melakukan itu lagi ya, setidaknya kalau kamu inggin nginap di rumah temen kamu harus kabarin Mama dulu?"


"Iya Ma, maafin Silvi ya, ya udah kalau gitu Silvi pamit ke kamar dulu ya Silvi capek mau istirahat dulu."


"Ya udah kamu istirahat dulu ya kamu kelihatan capek sekali hari ini?"


"ya sudah Ma aku masuk dulu ya?"


"Iya sayang...."


"Ada apa dengan Silvi, kenapa sikapnya terlihat beda seperti itu? Apa yang sebenarnya terjadi padanya apa dia ada masalah?"batin Sifa yang terus-menerus memandang Silvi dengan tatapan penasarannya.


"Sayang kamu kenapa apa kamu sedang memikirkan sesuatu?"tanya Resya yang melihat pandangan Putrinya menatap kearah Silvi dengan tatapan tajamnya.


"Tidak kok Ma, hanya saja Sifa merasa sangat ngantuk jadi gak papa kan kalau Sifa tinggal dulu?"


"Baiklah masuklah kamu juga terlihat sangat ngantuk jadi cepat tidurlah!"


"Baik Ma!"


Sekalian ijin promo ya cerita ini sangat seru dan sayang untuk dilewatkan yuk mampir dan favoritkan dijamin deh kalian tidak akan nyesel 👇👇


__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2