Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
NASIB YANG MALANG.


__ADS_3

SATU JAM SEBELUMNYA.


Sekarang semua rencanaku telah berhasil dan berjalan sesuai rencana. Dan Resya, dia sudah berhasil aku singkirkan dari Rumah ini. Dan anak yang aku kandung ini, ialah yang akan jadi penerus selanjutnya. Richard... Richard kamu itu ternyata bodoh sekali ya, hanya karena tipuanku kamu dengan mudahnya percaya kalau janin yang ada kandunganku adalah anak kamu dan sudah masuk kedalam jebakanku, dan sekarang Sandra lah orang yang menang dalam peperangan ini,"gumam Sandra dengan tersenyum liciknya sembari menatap pandangan lewat dalam jendela.


Dalam keadaan bersantai, tiba-tiba ada seseorang yang tanpa sengaja telah mendengar pembicaraan ya. Dan seseorang itu yang tak lain adalah Mamanya Sandra.


"Apa!"timpal Mamanya dengan ekpresi yang sangat terkejut.


"Mama, sejak kapan Mama ada disana. Apa Mama mendengarkan semua perkataan yang barusan aku katakan tadi, apa Mama mendengar semuanya,"tanya Sandra yang ikut terkejut melihat kehadiran Mamanya yang tiba-tiba sudah berada didepan pintu kamarnya tanpa mengetuknya terlebih dulu.


"Iya Mama mendengar semua perkataan yang barusan kamu katakan tadi. Pertanyaan yang inggin Mama tanyakan sama kamu sekarang, kenapa kamu malah membuat hubungan Richard dan Resya yang hancur jika pada awalnya ini adalah rencana pertama kita? Kenapa kamu terus menerus membohongi Richard jika anak yang ada dikandungan mu adalah anak kandungannya, bukannya ini juga memang sudah jadi tujuan awal kamu yaitu membuatnya hancur dengan kamu berkata yang jujur dan meninggalkannya sekarang bukannya dia akan tambah semakin hancur dan balas dendam ini akhirnya terbalaskan, tapi apa yang kamu lakukan sekarang. Sayang kamu masih ingat apa tujuan awal kita kan, kamu gak mungkin melupakannya kan?"


"Maafkan aku Ma, maafkan aku. Jujur pada awalnya aku memang berniat inggin menghancurkannya tapi aku sadar dengan cepat berjalannya waktu aku malah jadi ikut terjebak dalam perasaan rumit ini, perasaan yang tanpa aku sadari ternyata aku diam-diam sangat mencintainya, aku aku tidak mau kehilangannya?"


PLAK.


Satu tamparan pun tepat mengenai wajah Sandra sesaat Mamanya terkejut lantaran Putri kebanggaan ternyata mampu berkata seperti itu.


"Sandra apa kamu sadar apa yang barusan kamu katakan tadi. Apa kamu sadar perkataan yang barusan kamu katakan tadi sudah sangat menyakiti hati Mama. Apa kamu lupa berpuluh-puluh tahun hidup Mama hancur karena ulah Papanya Richard. Dan sekarang giliran semua rencana yang telah Mama rencanakan telah berjalan sesuai rencana kenapa kamu malah menghancurkannya. Apa kamu tidak sayang sama Mama, apa kamu hanya memikirkan diri sendiri. Apa itu yang sedang kamu pikirkan saat ini, kamu tega sayang, kamu tega?"


"Maafkan Sandra Ma, maafkan Sandra. Sandra juga tidak inggin menyakiti Mama tapi Sandra juga tidak bisa bohongi perasaan Sandra sendiri, maafkan Sandra Ma...maafkan Sandra!"


"Terserah kamu jika kamu tidak inggin membantu Mama, biar Mama yang sendiri yang menyelesaikan dan membalaskan dendam ini. Tujuan Mama datang kesini Mama hanya inggin memberitahumu kalau Mobil yang Mama gunakan untuk menabrak Resya kemaren, Mobil itu telah berhasil dicuri oleh seseorang. Setelah kejadian ini, Mama tidak tahu harus meminta bantuan sama siapa lagi, Mama hanya punya kamu tapi rupanya kamu juga sama sekali tidak bisa diandalkan, jadi jika suatu saat nanti Mama masuk penjara, Mama mohon tolong balaskan dendam Mama pada Richard, Mama mohon!"

__ADS_1


"Mama sudah berhasil menyingkirkan Mama dan Papanya Richard, terus apa semua itu masih kurang buat Mama. Apa Mama masih inggin membalaskan dendam Mama pada Richard, dia tidak tahu apa-apa dan tidak seharusnya Mama taruhkan Richard sebagai pelampiasannya?"


"Apa yang pernah dilakukan oleh Papanya tidak sebanding dengan penderitaan dan kehancuran yang telah Mama alami selama ini?"


PYARR.


Dalam suasana tegang yang terjadi didalam kamar Sandra, tiba-tiba dari luar pun terdengar suara jatuhan benda dengan sangat keras. Yang seketika pada saat itu juga, Sandra dan Mamanya pun melihat langsung keluar.


"Astaga Ma siapa itu? Apa ada seseorang yang telah menguping pembicaraan kita?"


"Bibik minah, dialah pelakunya cepat kita kejar dan jangan sampai ia terbebas cepat!"


"Baik Ma,"balas Sandra yang kemudian ia pun dengan segera Langsung menggambil kunci mobilnya.


Berjalan dengan sangat cepat dan berhasil menjauh dari kediaman Richard, dengan berusaha Bibik pun mengeluarkan semua tenaganya agar ia bisa terhindari dari dua siluman itu.


"Harusnya kita suruh para anak buah kita aja biar kita tidak kesusahan mengejarnya seperti ini, belum lagi kalau ada orang yang lihat kita sendiri yang mengejarnya yang ada kita bakal terancam Ma. Itu...itu bukannya Bibik minah kan Ma?"ucap Sandra yang terlihat panik didalam Mobil.


"Iya itu beneran Bibik Minah mendingan kamu diam Sandra. Karena kita tidak ada waktu lagi, jika kita suruh anak buah Mama yang ada Pembantu sialan itu akan kabur jauh dan memberitahu Richard soal ini. Sekarang suasana disini sangatlah sepi jadi ide bagus jika kita lenyapkan tuh pembantu sialan itu!"tegas Mamanya dengan tatapan yang sudah terkunci kearah Bibik.


"Astaga. Apa Mama serius?"tanya Sandra yang merasa takut.


"Berpeganglah karena Mama akan melajukan kecepatan mobil ini untuk menabrak dia!"tegas Mamanya.

__ADS_1


Melihat jarak Bibik yang tambah semakin dekat menuju kearahnya, sedangkan Bibik yang sedari tadi hanya fokus pada lari dan pandangannya yang hanya menuju ke depan. Tanpa melihat arah belakang mau pun kiri membuatnya hilang konsentrasi, dan celakanya Mobil yang ditumpangi Sandra dan Mamanya pun tambah semakin dekat dan akhirnya.


BRUAK.


Benturan yang tidak bisa dihindari lagi sesaat Mamanya Sandra yang dengan sengaja telah menabrak Bibik dengan Mobilnya hingga tubuh Bibik pun terpental jauh. Seketika darah segar pun mengalir dari kepala mau pun hidung Bibik.


Tergeletak dalam keadaan tidak berdaya diaspal dan sesekali meringis kesakitan, kesadaran pun akhirnya hilang sesaat Bibik sudah tidak bisa menahan lagi rasa sakit yang ia rasakan saat ini.


"Astaga sekarang apa yang harus kita lakukan Ma. Apa perlu kita membawanya pergi?"ucap Sandra yang mulai kebingungan.


"Kita tidak ada waktu lagi, kita harus segera pergi meninggalkan Bibik sebelum ada orang yang melihat tindakan sadis kita ini!"balas Mamanya yang kemudian Mamanya pun bergegas membawa Sandra ikut pergi.


"Baik Ma!"


"Itulah akibatnya gimana jika ada orang yang dengan beraninya ikut campur sama urusanku!"batin Mamanya Sandra dengan memberikan tatapan sinisnya pada seseorang yang sudah dalam keadaan tidak berdaya tersebut.


*****


Disebuah tempat yang sangat sepi dan terbilang tinggi, terdapat lah seorang laki-laki berjaket hitam yang tak lain ia adalah Richard, berada tepat diatas ketinggian dan hanya bisa merasakan terpaan angin sepoi-sepoi yang seperti menyentuh wajahnya. Pandangannya yang hanya fokus melihat kesemua arah dan lirikan mata yang tanpa henti bergerak kesemua arah.


Akhirnya mendorongnya untuk segera menggeluarkan selembar kain putih yang kemudian ia ikatkan tepat pada kedua matanya. Dengan langkah kakinya yang perlahan-lahan ia langkahkan ke depan yang tepat dibawahnya sudahlah terdapat lah jurang yang dalamnya mencapai kedalaman beberapa meter.


Hingga kemudian seseorang pun datang dan langsung menarik tangan Richard yang spontan membuat Richard pun berbalik terjatuh kebelakang bersama dengan seseorang itu. Merasa terkejut dan penasaran siapa orang yang barusan menghalangi niatnya, Richard pun membuka penutup matanya dan betapa terkejutnya ia melihat siapa orang yang sudah berada dihadapannya saat ini.

__ADS_1


"Gibran. Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menghalangiku dan punya hak apa kamu melakukan semua ini?"


BERSAMBUNG.


__ADS_2