
Setelah masuk kedalam salah satu ruangan yang tak lain adalah kamar mandi, Silvi pun kemudian ia terduduk sembari membiarkan air shower yang terus menerus mengguyur dari atas kepalanya hingga menjadi basah kuyup.
Ingat akan kejadian yang barusan terjadi tadi membuatnya tidak bisa berfikir lagi apa yang akan terjadi jika semua mimpi buruk itu akan benar-benar terjadi kepadanya. Apa dia akan mampu memendam derita semua itu. Apa Reno nanti akan bersedia untuk bertanggung jawab setelah melakukan tindakan apa yang barusan mereka lakukan tadi.
Bahkan bayang-bayang kejadian itu pun masih menghantui dirinya, ia tidak tahu dengan siapa ia berlindung sekarang karena dia tahu pasti Mamanya akan sangat marah jika tahu Putri kesayangannya ternyata sudahlah tidak suci mau pun perawan lagi.
Menyesali semuanya tapi sama halnya seperti nasi yang sudah menjadi bubur, berusaha apa ia berusaha untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala itu pun percuma, lantaran takdir buruk sudah menimpanya. Dan takdir lain sudah ia derita.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, jika benar nanti aku akan hamil. Apa Reno mau mempertanggung jawabkan perbuatannya? Apa dia mau bersedia untuk menikahi ku?" batinnya yang hanya bisa menyenderkan kepalanya di samping tembok sesekali ia pun mengusap air matanya.
"
"
"
Pagi yang cerah telah menampakkan sinarnya, dalam sebuah ruangan dan meja yang sudah tertata dengan adanya berbagai macam makanan, Sifa dan Silvi yang berkumpul untuk menyantap sarapan pagi. Pandangan Sifa pun teralihkan sesaat ia melihat Silvi yang hanya terdiam membisu. Tanpa menunggu lagi, ia lantas bertanya.
" Silvi kamu kenapa? Kamu gak papa kan. Apa kamu ada masalah kenapa sedari tadi aku perhatikan kamu selalu diam tak terucap, kamu kenapa?"tanya Sifa dengan menggenggam tangan Silvi.
"Tidak kok Kak, aku baik-baik saja mungkin itu hanya perasaan kakak saja. Oh iya apa Kakak libur sekarang, kenapa Kakak gak berangkat ke sekolah?"
"Mmm hari ini aku libur lantaran guru pembimbing telah mengadakan rapat, jadi dia pun sepakat meliburkan para pelajar!"
"Ooo enak ya jadi Kakak, coba aja kalau dulu kita satu sekolah mungkin nasib baik akan selalu berpihak kepadaku juga,"ucap Silvi yang kemudian ia pun terlihat bersedih.
"Sudahlah ini sudah siang jadi cepat berangkatlah Mama akan sangat marah kalau dia tahu Putrinya telat nanti, jadi cepat berangkatlah."
"Iya ...iya...aku juga akan berangkat kok, ya sudah aku berangkat dulu."
__ADS_1
"Baiklah."
Setelah perginya Silvi yang memutuskan untuk berangkat ke sekolah, Sifa yang masih terdiam di meja makan, ia pun terpikirkan oleh sesuatu.
"Untung aja hari ini aku libur jadi aku punya kesempatan untuk bertindak. Dan untungnya saja Mama juga ada urusan penting di Kantor eyang jadi ini akan mempermudah bagiku untuk melanjutkan misi ku ini," batinnya yang kemudian ia pun berkata pada seseorang.
"Bik Sifa hanya ingin mengatakan kalau Sifa nanti pulangnya agak telat, jadi jika nanti Mama pulang, Bibik beritahu Mama ya?"
"Iya Non, Bibi akan memberitahu Nyonya Resya nanti. Oh iya sekalian Bibik juga ijin mau membersihkan kamar Non. Jadi Non gak masalah kan kalau Bibi masuk?"
"Iya gak papa kok Bik saya juga gak lagi menyimpan apa-apa kok, ya sudah kalau gitu aku berangkat dulu ya!"
"Baik Non, berhati-hatilah."
"Baik Bik."
Tak berselang lama Bibik pun akhirnya membersihkan salah satu kamar yang bertema warna biru muda yang tak lain adalah kamar Sifa sendiri. Disaat Bibik yang sedang menyapu dan merapikan beberapa buku yang belum dirapikan oleh Sifa, pandangan Bibik pun teralihkan sesaat ia melihat sebuah kotak besar yang berada dibawah ranjang tempat tidurnya.
"Kotak besar apa ini? Kenapa dikamar Non Sifa ada kotak sebesar ini dan apa isinya?"gumam Bibik yang mencoba membukanya tapi selalu gagal.
Tak berselang lama pandangan Bibik pun teralihkan lagi sesaat seseorang yang tiba-tiba datang dan memanggilnya, spontan Bibik yang mendengarnya ia pun terkejut.
"Bibik, Bibik kenapa? Kenapa Bibik terlihat terkejut gitu?"
"Astaga Nyonya aku kira siapa, ini Nyonya saya ...."ucap Bibik yang tiba-tiba terhenti lantaran Resya yang memotong pembicaraannya.
"Kotak apa itu Bik? Kenapa dikamar Sifa ada kotak sebesar ini. Dan apa isinya?"
"Entahlah Nyonya saya sendiri juga kurang tahu, saya mendapatkan ini dari bawah kolong tempat tidur Non Sifa, tapi sayangnya kotak ini terkunci jadi kita tidak akan tahu apa isi dari kotak ini?"
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya telah disembunyikan dari Sifa. Dan kotak apa yang ia sembunyikan ini?"
"Apa perlu kita membuangnya Nyonya?"
"Tidak, aku rasa ada sesuatu yang sedang disembunyikan Sifa dari dalam kotak ini, dan saya rasa kuncinya pasti masih ada didekat sini, jadi ayo kita cari Bik!"
"Baik Nyonya!"
Setelah selama setengah jam Resya dan Bibik mengeledah almari sekaligus laci-laci yang berada dikamar Sifa, Resya pun akhirnya menemukan kunci yang telah disembunyikan didalam kumpulan beberapa berkas
Setelah menemukannya ia pun kemudian membuka kotak tersebut, setelah kotak besar itu terbuka kedua bola mata Resya pun tercengang setelah ia melihat beberapa senjata yang telah tertata rapi diatas kain merah tersebut, masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Ia pun membongkar satu persatu yang senjata yang sudah tertata rapi. Dan kemudian tatapannya pun teralihkan sesaat ia melihat beberapa lembar koran yang sudah mulai kusam yang membahas tentang adanya kasus kecelakaan dan seorang mayat yang sudah tidak bisa teridentifikasi yang ditemukan disalah satu sungai beraliran tinggi di wilayah J tersebut.
Mengingat kembali akan kejadian masa lalu yang menimpa Suaminya yang tak lain adalah Richard, air mata Resya pun seketika terjatuh. Bahkan tubuhnya yang mulai melemah setelah ia melihat berita-berita kematian yang mengatakan jika mayat laki-laki itu adalah Richard Suaminya.
Bibik yang melihat Nyonyanya seketika lemah tak berdaya, dengan sigap Bibik pun membantu Resya untuk terduduk diatas ranjang.
"Nyonya kenapa? Kenapa nyonya terlihat bersedih seperti itu?"
"Tidak Bik aku baik-baik saja kok, Bibik lanjutkan lagi kerjanya aku gak papa kok, biar semua ini aku yang membereskannya!"
"Nyonya yakin?"
"Iya saya yakin!"
Sekalian ijin promo karya teman-ku ya
__ADS_1
BERSAMBUNG.