
"Baiklah karena aku sudah memberikan apa yang kamu inginkan, sekarang cepat beritahu aku yang membuatmu bisa merasa sebahagia ini?"
"Baiklah jika kamu sangat penasaran aku minta kamu sekarang tutup mata kamu?"perintah Resya.
"Tutup mata untuk apa?"tanya balik Richard.
"Sudahlah jangan membantah cepat pejamkan mata kamu saja." perintahnya.
"Kamu gak lagi mencoba merayu-ku kan? Apa jangan-jangan Setelah aku memejamkan kedua mata-ku kamu berniat ingin mencium-ku lagi lantaran ketagihan akan kecupan dariku tadi!"timpal Richard dengan ledekan-nya.
"Astaga kamu ini ke GR an banget sih ya tidaklah, cepat pejamkan mata kamu? Kamu mau membuatku kesal lagi?"
"Iya ... Iya aku akan pejamkan kedua mataku sekarang.
Menaruh sebuah benda kecil diatas telapak tangan Richard. Berlalu Resya menyuruh Richard untuk membuka matanya perlahan-lahan.
"Sekarang kamu buka dan kamu lihat apa yang ada diatas telapak tangan kamu ini," ucap Resya sedangkan Richard yang akhirnya membuka kedua matanya ia dikejutkan dengan adanya sebuah testpack yang berada ditangannya.
"Ini? Ini testpack siapa?
"Apa kamu masih tidak percaya siapa pemilik dari testpack ini?
"Kamu? Apa benar ini testpack punya-mu?"tanya Richard yang masih diselimuti wajah penasarannya.
"Seperti yang ada didalam pikiranmu ini memang punyaku. Aku ... aku hamil lagi," balas Resya yang tiba lagi membohongi raut wajah bahagianya.
Dekapan hangat telah diberikan Richard untuk Wanita yang sangat ia cintai. Memeluknya dengan sangat erat, bahkan hampir membuat Resya sesak nafas lantaran sangking eratnya Richard mendekap tubuh mungil itu tapi semua itu tidak menyurutkan rasa bahagia dari keduanya.
Belum juga rasa puas akan pelukan mereka, suara tangisan seseorang tiba-tiba muncul, seketika pandangan kedua manusia itu pun beralih menatap arah suara itu berasal.
"Sifa sayang kamu kenapa? Kenapa kamu menangis apa telah terjadi sesuatu sama kamu?"tanya Resya dengan rasa cemasnya.
"Mama ... Kenapa? Kenapa di-dunia ini semua cowok sama aja, kenapa mereka semua sering menyakiti perasaan Wanita kenapa?"tangis Sifa yang pecah sembari mendekap dalam pelukan Resya.
"Sifa sayang siapa yang bilang begitu, tidak semua laki-laki di-dunia sama contohnya seperti Papa. Papa Laki-laki yang mempunyai jiwa yang baik ya walaupun sedikit bajingan tapi Papa tidak se'bajingan orang-orang," ucapnya sembari memanyunkan bibirnya. Resya yang mendengarnya ia seketika menimpali pembicaraannya.
"Kamu sama aja. Sifa sayang kamu jelaskan sama Mama secara detail ya kenapa kamu menangis seperti ini dan siapa yang sudah membuat-mu terluka siapa? Apa Rasya pelakunya?" tanya Resya dengan mengusap air mata Sifa.
__ADS_1
"Rasya. Dia ...dia Laki-laki yang sudah mematahkan hati Sifa dia orangnya Ma.
"Rasya apa yang sudah ia lakukan sama kamu? Apa dia berbuat jahat sama kamu? Kejahatan apa yang sudah ia lakukan sehingga kamu menangis sejadi ini, cepat katakan pada Papa apa yang sudah ia lakukan cepat katakan biar Papa sunat dia sampai habis cepat katakan!"
"Richard Putri-mu ini lagi bersedih harusnya kamu tambah hibur dia bukan malah ledekin dia kaya gitu kamu itu gimana sih."kesal Resya.
"Maaf aku tadi cuma keceplosan dikit aku ini sedang marah apa kamu tidak bisa membedakan mana yang marah dan mana yang lagi ledekin?" tanya balik Richard.
"Sudahlah aku malas," balas Resya yang malah mengabaikan Richard.
"Baiklah jika dia sudah bertindak jahat dan berani mempermainkan hati Putri kesayangan Papa biar Papa yang kasih pelajaran sama dia, orang seperti itu memang sudah sangat keterlaluan dan tidak bisa dikasih pelajaran bahasa Matematika, jadi biar Papa sendiri yang kasih dia pelajaran yang setimpal," ucapnya dengan membawa senjata tajamnya.
"Richard kamu mau kemana kamu tidak boleh bersikap kasar padanya dia itu anak orang," cegah Resya.
"Iya aku tahu kalau dia anak orang yang bilang dia anak kuntilanak siapa jadi sudah jangan halangi aku, biar aku sendiri yang menebasnya dengan senjata ini jadi jangan halangi aku.
"Richard.
Berniat akan pergi dengan amarahnya yang menggebu-gebu. Berjalan dengan langkah terburu-buru, tak lama langkahnya tiba-tiba terhenti.
"Resya sudah aku bilang jangan halangi aku apa kamu ingin membuat-ku tambah marah lagi, cepat lepasin dan jangan coba-coba mencegah-ku cepat lepaskan, Resya ....
"Astaga aku kira Resya yang mencoba mencegah-ku tapi ternyata tersangkut," gumamnya merasa malu sendiri.
Bergegas pergi dan menghiraukan gumaman yang dilakukan dua wanita dibelakangnya. Richard segera pergi dengan raut wajah yang terlihat sangat memalukan.
"Papa kamu sedang marah beneran atau sedang lagi ngajak bercanda sih heran Mama.
"Kayaknya sebentar lagi di-Rumah ini bakalan ada pelawak dadakan dan pelawak itu yang tak lain adalah Papa sendiri," timpal Sifa yang masih menatap punggung Papanya yang mulai hilang dari pandangannya.
"Sayang kamu jangan senang dulu kamu belum jawab Mama apa yang membuat-mu menangis seperti ini apa Rasya menyakiti perasaan kamu? Apa dia mengkhianati kamu?"
"Iya Ma ternyata diam-diam Rasya memiliki wanita lain dan Wanita itu yang tak lain adalah teman rekan kerja di kantor kepolisian. Dan setiap hari mereka bertemu apalagi sering melakukan tugas bersama mungkin itu yang membuat hubungan keduanya menjadi akur yang akhirnya benih-benih cinta datang di-hati mereka.
"Wanita lain?
"Iya Ma.
__ADS_1
"Apa kamu sudah sangat yakin jika Rasya memang suka dengan Wanita itu? Dan mereka sama-sama menjalin hubungan dibelakang kamu?"tanya balik Resya nampak tak percaya.
"Sifa sangat yakin kalau mereka memang senang ada hubungan dibelakang Sifa mulai dari sifat Rasya yang perlahan-lahan mulai menjauhi Sifa dan Sifa sangat betul jika mereka memang ada hubungan jadi sudahlah Ma jangan tanya lagi soal dia Sifa sudah tidak ingin membahasnya lagi.
"Baiklah.
"Rasya apa kamu bisa menemui kapten Revan?"
"Kapten? Untuk apa kapten menyuruh-ku untuk menemuinya?" tanya balik Rasya.
"Entahlah dia tadi memerintahkan-ku untuk memanggil-mu jadi cepat temui kapten sekarang mungkin ada sesuatu yang ingin ia bicarakan pada-mu.
"Mungkin saja ya sudah aku cabut dulu," balasnya lagi.
"Baiklah.
Tok ...tok ...tok .
"Silahkan masuk!"
"Revan silahkan duduklah!"
"Baik kapten. Oh iya tadi Verrel memerintahkan-ku untuk mendatangi kapten. Ada apa kapten apa ada tugas baru yang perlu saya kerjakan sekarang?" tanya balik Rasya.
"Iya Revan tadi saya baru aja mendapatkan kabar jika telah terjadi perampok disalah satu lokasi yang dimana lokasi itu sering terjadi pembegalan mau pun perampokan disana. Jadi apa kamu tidak keberatan jika hari ini kamu saya tugaskan untuk mencari barang bukti disana?"
"Tidak masalah kapten, saya akan melaksanakan tugas dari kapten. Ya sudah saya pamit dulu.
"Baiklah berhati-hatilah.
"Baiklah.
"Kapten menyuruh-ku untuk menyisir tempat lokasi kejadian perampokan itu, tapi kenapa tidak ada satu pun anggot lagi yang ditugaskan oleh Kapten? Dan kenapa dia hanya memerintahkan-ku saja? Sudahlah mendingan aku cepat-cepat datangi lokasi itu langsung." Sampai di-parkiran mobil, segera ia pun masuk kedalam.
Dan tak mau menunggu lebih lama, Resya pun akhirnya memasuki mobil avanza berwarna hitam tersebut. Menjalankan laju kendaraannya tiba-tiba dari belakang kursi penumpang muncullah seorang pria yang wajahnya sengaja ditutupi dengan kain masker berwarna hitam.
Rasya yang akhirnya menyadari lewat cermin depan Mobil tersebut, ia yang baru aja hendak akan berteriak seseorang itu dengan sigap langsung membungkam mulut Rasya dengan kain yang sudah dikasih obat bius.
__ADS_1
Tak menunggu lama obat bius itu pun akhirnya mulai merasuk, Rasya yang mencoba memberontak kesadarannya seketika mulai menghilang hingga tidak membutuhkan waktu lebih lama Rasya akhirnya jatuh pingsan.
BERSAMBUNG.