
Tanggal: 30 Agu 2022
Subjek: 4
"Bella? Ada apa dengan dia kenapa dia meneleponku?" gumam Sifa yang merasa penasaran. Dan tanpa menunggu lagi dia pun akhirnya langsung mengangkat telfon tersebut.
"Iya mbak Be ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba menelfon-ku?"tanya Sifa.
"Sifa ... Tolong aku ... Sifa tolong aku," teriak Sifa yang terlihat sangat ketakutan sekaligus cemas.
"Bella ada apa? Kenapa kamu terdengar lagi ketakutan seperti itu ada apa? Apa yang terjadi?" jawab Sifa yang mulai ikut panik.
"Ini Sifa aku sekarang lagi ada dijalan Gajah mada aku berniat inggin kekantor tapi ditengah jalan aku dihadang oleh tiga orang suruhan dari Mama tiri-ku dan mereka sekarang langsung membawaku keatap gedung Graha dan mereka juga membawa sebuah pistol aku takut kalau orang itu ada niat jahat sama aku, jadi aku mohon tolong kamu sekarang datang kesini aku mohon tolong aku!" teriak a yang sambil menangis.
"Astaga baik Bella kamu tenang saja, aku akan segera datang kesana dan membawa beberapa Polisi kesana?"
"Jangan! Kamu jangan membawa Polisi! Mereka sangat kejam, bahkan mereka juga memukulliku, bahkan aku bisa menelfonmu seperti ini. Karena aku berhasil melarikan diri dari mereka, tapi aku takut mereka akan menemukanku jadi aku mohon cepat datanglah kesini!"
"Baik Bella aku akan segera datang kesana tanpa membawa pasukan, kamu berhati-hati dan sembunyikan ditempat yang aman aku setengah jam lagi akan kesana kamu berhati-hatilah." Segera tanpa berkata lagi Sifa langsung mengambil jaketnya dan bergegas masuk kedalam mobilnya.
"Iya datang saja kesini Sifa. Karena dengan kamu datang kesini, itu sama aja kamu menyerahkan nyawa kamu kepadaku!"ucap Bella dengan senyum liciknya.
30 MENIT KEMUDIAN
GEDUNG GRAHA.
"Ada apa ini, kenapa aku merasa ada yang ganjal disini, kenapa Bella melarangku untuk jangan meminta bantuan kepada Polisi. Aku rasa ada sesuatu yang aneh dengan semua ini, jadi mendingan untuk jaga-jaga aku membawa pistol ini aja," ucapnya tak lama Sifa menyelipkan pistolnya dari dalam bajunya. Selangkah ia akan berjalan hatinya merasa tak enak yang akhirnya ia menghubungi Gibran mau pun Verrel untuk meminta bantuan pada mereka.
📞" Sifa? Untuk apa Sifa menelfon-ku?"tanya Gibran.
📞" Bukan hanya kamu saja tapi Sifa juga memanggilku juga," balasnya spontan mereka saling pandang satu sama lain.
📞" Iya Sifa ada apa kenapa kamu tiba-tiba menghubungi kita secara bersamaan seperti ini?"tanya Verrel.
📞" Iya Sifa ada apa?"tanya Gibran.
📞"Aku tidak ada waktu untuk membalas satu persatu pertanyaan kalian, tapi aku tiba-tiba mendapatkan telefon dari Bella katanya dia lagi culik, anehnya aku ingin melaporkan kasus ini ke Polisi dia menolaknya dan menyuruhku untuk datang sendirian kesana. Jadi kalian bisakah membawaku pasukan kesini secara diam-diam?"
📞" Aku rasa ada sesuatu yang aneh dengan Bella, baiklah kita akan membantuku saran-ku kamu jangan masuk dulu kesana," pinta Gibran.
📞" Jika aku tidak masuk dia yang akan curiga, jadi cepat kalian kemari-lah aku sudah sampai tepat didepan gedung graha ini. Dan ingat jangan parkir mobil didepan Gedung ini apa kalian mengerti!"
📞" Baiklah kita akan parkir agak jauh dari Lokasi. Dan kita akan menyamar sebagai Intel agar agar Bella tidak curiga tetap waspadalah," pinta Gibran.
__ADS_1
📞"Baiklah aku akan tetap waspada," balas Sifa yang kemudian ia menutup telfonnya.
"Gedung ini sudah lama tidak beroperasi, jadi aku harus berhati-hati dan juga waspada?"batinnya yang mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam.
Dengan rasa was-was dan juga cukup tegang. Sifa pun akhirnya langsung memasukki gedung kosong tersebut. Dan dengan membawa sekoper uang dia pun mulai berhati-hati ketika memasukki gedung tersebut, Sesampainya dilife.
"Semoga aja Lifenya masih berfungsi, jadi aku tidak perlu susah payah untuk menaiki anak tangga darurat disini!" Tanpa menunggu dia langsung memencet sebuah tompol dan ternyata?"
"Syukurlah, lifenya masih bisa gunakan, aku harus segera masuk sekarang," ucapnya tanpa menunggu lagi, Sifa pun segera memasukki life tersebut.
Membutuhkan waktu 30 menit lebih untuk bisa sampai kelantai paling atas, Yaitu lantas 10 bulu kuduk Sifa pun mulai berdiri, bukan rasa takut ketika tiba-tiba dia akan bertemu dengan barang gaib, tapi yang dia takutkan melainkan dia takut jika semua ini hanyalah rekayasa belaka. Dan dia juga takut jika semua ini hanyalah jebakan yang direncanakan oleh Bella.
"Ayo cepat ... Tinggal menunggu 1 lantai lagi, maka kamu harus bersiap-siap untuk menghadapi mereka semua.
GRAHA LANTAI 10.
Sesampainya Sifa ditempat itu, dia dibuat terkejut lantaran disini tidak ada satupun orang yang berkeliaran, bahkan Bella sendiri juga tidak ada disini.
"Dimana para penjahat itu, kenapa disini tidak ada satupun orang yang terlihat, bahkan Bella sendiri juga tidak ada disini, kemana mereka perginya, apa jangan-jangan Para penjahat itu membawa kabur Bella dari sini?"
Merasa sangat bingung dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan, Sifa yang kaget lantaran ada seseorang yang tiba-tiba menepuk tangan, spontan dia pun membalikkan wajahnya kebelakang. Dan ternyata.
" Bella? Syukurlah kamu tidak apa-apa, aku sangat cemas. Dan takut kalau terjadi sesuatu sama kamu, tapi sekarang aku lega kamu baik-baik saja rupanya," ucap Sifa yang merasa sangat lega, tapi Bella malah hanya bersikap biasa dan hanya memperhatikan Sifa sambil tersenyum. Dan kemudian mendengar perkataan yang diucapkan oleh Sifa, Bella malah tiba-tiba tertawa.
"Sepoloskah itu kamu jadi orang?" balas Bella yang seketika membuat Sifa pun bingung.
"Polos? Maksud kamu apa?"
" Sifa ... Kamu itu ternyata bodoh sekali ya jadi orang. Dan ternyata mudah sekali mengelabui pikiran kamu, untuk bisa mempercayaiku!.
"Maksud kamu apa Bella, aku sama sekali tidak mengerti?"
"Apa kamu serius tidak mengerti dengan ucapan-ku ini, apa kamu tidak sadar jika selama ini aku hanya memperalat kamu, apa kamu tidak percaya jika aku sama sekali belum berubah. Dan keinginanku dari dulu adalah aku inggin sekali melenyapkan kamu dari muka bumi ini. Dan ternyata semua rencana ku telah berhasil dengan sangat sempurna. Karena dengan mudahnya aku menghasut kamu untuk mau mempercayaiku dan dengan sendirinya kamu datang sendiri kesini apa itu tidak sangatlah mudah bukan?"
"Bia*ap, kamu sangat bia*ap Bella bagaimana bisa kamu merencanakan rencana segila ini," gertaknya
"Dan kayaknya kamu sudah terlambat untuk mengetahui kebusukan ku ini. Karena mungkin hari ini adalah hari terakhir dimana kamu akan menginjakkan kaki kamu di-bumi ini. Dan selamat tinggal!" ucap Bella yang kemudian dia pun mengutus anak buahnya untuk menjatuhkan Sifa dari lantai gedung ini.
"Kalian apa yang inggin kalian lakukan, jangan berani kalian mendekat atau aku akan berteriak?"
"Astaga Sifa ... kamu itu sudah bodoh ya, kamu itu berada diatas gedung Graha, gedung yang sudah lama tidak beroperasi jadi mana mungkin ada orang yang mau menolongmu!" sudah jangan banyak omong, kalian cepat singkirkan wanita ini dari dunia ini?"
"Baik bos.
__ADS_1
"Jangan mendekat, jika kalian tidak ingin terluka jangan mendekat!"
"Ya tuhan apa yang harus hamba lakukan sekarang, hamba hanya bisa meminta bantuan kepadamu. Tolong...lindungi hamba..hamba mohon tolong aku..?"batin Sifa yang merasa sangat gemetaran, kemudian ia ingat jika dirinya membawa senjata.
"Ayo kenapa kalian diam saja, ayo cepat dorong dia..tunggu apa lagi!" bentak Bella yang akhirnya membuat anak buahnya yang hampir inggin mendorong Sifa kebelakang. Mereka pun seketika terkejut setelah ada suara tembakan yang mengenai kaki kanan dari penjahat itu.
DYAR...
"Ah...!. Suara jeritan penjahat yang seketika terjatuh tersungkur setelah mendapat tembakan tersebut.
"Kalian, angkat keatas kedua tangan kalian sekarang, kalian sudah tertangkap, jadi menyerah-lah?"perintah Sifa yang akhirnya membuat para pelaku pun terduduk dan mengarahkan tangannya keatas.
"Aku memang bodoh Bella karena dengan mudahnya aku terprovokasi akan semua ucapan kamu. Tapi satu hal yang harus kamu ketahui, aku bukanlah orang yang mudah percaya hanya dengan ucapan manis. Aku memang percaya tapi sesungguhnya aku sudah mulai ada rasa curiga dan ternyata benar kan? Jadi cepat kamu angkat tangan kamu jika kamu tidak ingin terluka ayo angkat tangan!"
"Aku tidak masalah jika kamu ingin membunuh-ku sekali pun, tapi apa kamu sadar dengan adanya aku mati kamu juga akan kehilangan Rasya untuk selama-lamanya karena Rasya sekarang masih hidup dan hanya akulah orang satu-satunya yang mengetahui dimana keberadaannya. Jadi jika kamu ingin membunuh-ku ayo bunuh-lah!" ucap Bella dengan santainya ia melebarkan kedua tangannya dan menyerahkan dirinya untuk ditembak.
"Dimana Rasya sekarang dimana dia?"
Baru aja Sifa bisa lega lantaran sudah menemukan fakta yang sesungguhnya. Suara pukulan terdengar sangat jelas.
Akibat pukulan benda tumpul itu, tubuh Sifa pun seketika melemah, tersungkur ke aspal dan membuatnya tidak berdaya dalam keadaan tengkurap.
Seseorang yang berhasil memukul pun lantas menunjukkan wajahnya.
"Dimana Nyonya apa tugas kita terlaksana?"
"Apa sekarang kita perlu melemparnya dari ketinggian gedung ini?"
"Sebelum melempar alangkah baiknya aku memberinya pelajaran karena dia sudah dengan beraninya menembak-ku tadi," ucapnya segera ia mengambil senjata yang tadinya dipegang oleh Sifa. Melayangkan kedua tembakan yang tepat mengenai perut Sifa membuat Sifa akhirnya jatuh tersungkur dalam kondisi berlumuran banyak darah.
"Kayaknya dengan mendapatkan tembakan ini, dia dengan sendirinya akan ma*i jadi kita biarkan saja," ucap Bella.
"Gimana sekarang kamu bisa berkata apa lagi? Apa kamu masih bisa berharap kalau kamu bisa melawan ku tidak kan? Tapi aku masih lupa satu hal aku perlu memotret-mu dalam keadaan terluka parah seperti ini agar Rasya merasa bersalah dan mau menikahi-ku," ucapnya dengan tersenyum sinis.
"Sudahlah ayo kita pergi dari sini biarkan dia meningal dengan sendirinya," balas Bella yang akhirnya ketiga anak buahnya pun ikut bersamanya.
Berlumuran banyak darah, Sifa berusaha sekuat tenaga untuk bangkit tapi se'berusaha apa ia bangkit tubuhnya kembali roboh lantaran tenaganya tidak kuasa lagi untuk menahan semuanya.
"Aku harus menelfon Papa ... Aku harus memberitahu Papa..
📞" Papa tolong aku ... A ... Aku berada diatas gedung graha cepat tolong aku ....'
Singkat pesan suara yang ia kirimkan tepat pada nomor Richard. Tak lama tubuh Sifa akhirnya ambruk dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
BERSAMBUNG.