Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
NASIB YANG MALANG ( 2 ).


__ADS_3

"Gibran. Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menghalangiku dan punya hak apa kamu melakukan semua ini?"


"Kini bukan saatnya untuk Tuan berkata seperti itu. Ada satu hal yang harus Tuan lakukan sebelum Tuan putuskan untuk bunuh diri. Ada satu hal juga yang perlu Tuan tahu jika sekarang ada seseorang yang sedang mencari Tuan, jadi cepat jangan banyak bertanya ayo ikut aku sekarang!"ucap Gibran yang langsung menarik tangan Richard, tapi Richard berbalik menolaknya.


"Tidak aku tidak mau, kamu pikir aku tidak tahu apa maksud kamu berkata seperti itu, kamu hanya inggin mengalihkan perhatianku bukan, makanya kamu berkata omong kosong seperti itu!"timpal Richard yang langsung melepaskan tarikan Gibran padanya.


"Baiklah jika Tuan beranggapan jika aku berbohong pada Tuan sekarang, yang jelas aku tidak inggin berkata banyak pada Tuan, jika nanti Tuan sudah ketemu dengan seseorang itu barulah lakukan apa yang inggin Tuan lakukan, yang jelas saya mohon ikutlah aku karena Bibik Minah sedang membutuhkan Tuan?"


Ucapan Gibran yang spontan membuat pandangan Richard pun beralih balik menatap dirinya dengan tatapan terkejut dan tidak percaya.


"Bibik Minah. Apa maksud kamu? Apa yang sebenarnya terjadi kepadanya ayo cepat kasih tahu aku apa yang terjadi?"


"Sekarang saya tidak bisa menjelaskan semuanya pada Tuan, yang jelas sekarang aku minta Tuan segera pergilah ke Rumah Sakit Citra Medika. Karena disana keadaan Bibik dalam kondisi terluka parah, jadi cepat pergilah!"perintah Gibran.


"Bibik."


Tanpa memperdulikan Gibran yang sedari tadi berada disampingnya, Richard pun dengan langsung ia berlari dengan sangat cepat menuju ketempat yang inggin ia tuju saat ini. Setelah mengendarai mobilnya dan hanya butuh 30 menit lamanya.


Akhirnya tak lama kemudian ia pun telah sampai juga di Rumah Sakit dengan melihat kondisi Bibik minah yang sudah seperti di detik-detik sakaratul maut, langkahnya yang setibanya disana membuat Bibik yang sedari tadi menunggunya dengan berbaring diatas brangkar Rumah sakit pun merasa sangat lega. Wajah yang pucat dengan kondisi kepala yang terikat perban dan darah yang tidak henti-hentinya mengalir membuat Richard pun akhirnya perlahan-lahan mulai menghampirinya.

__ADS_1


"Bi..bibik apa yang terjadi Bik kenapa Bibik bisa sampai terluka seperti itu?"tanya Richard dengan tatapannya yang menunjukkan kepanikan disamping brangkar Bibik.


"Dia baru aja menjadi korban tabrak lari dijalan Permata indah, saat ini Polisi masih menyelidiki kasus ini dengan siapa dalang dibalik tabrak lari ini. Akan tetapi seperti yang kamu lihat sekarang, kondisinya perlahan-lahan tambah semakin memburuk. Dan terus-menerus ia menyebutkan namamu makanya aku suruh Gibran untuk segera mencari mu,"timpal Revan yang ternyata sudah sedari tadi disini setelah mendapatkan laporan ini.


"A...aku senang a..akhirnya Tuan, bisa berada disampingku saat ini. Sebelum aku pergi dan kembali pada sang pencipta aku inggin kasih tahu kalau selama ini Tuan sudah dibodohi oleh mereka,"ucap Bibik yang sudah dalam keadaan tersengal, bahkan nafasnya sudah terlihat perlahan-lahan akan hilang, bahkan melihat Bibik yang merasa sakit membuat Richard pun tidak mengijinkannya untuk berkata lagi.


"Bik berhentilah berbicara, kita lakukan operasi sekarang aku yakin Bibik pasti bisa selamat aku yakin, jadi cepat tunggu apa lagi cepat lakukan operasi Sekarang juga!"perintah Richard akan tetapi orang-orang yang melihatnya mereka hanya memberikan tatapan pasrah.


"Tuan sudahlah jangan pedulikan nyawa Bibik. Karena percuma biarpun Bibik dioperasi kondisiku akan tetap seperti ini, satu hal yang inggin Bibik katakan pada Tuan, Nyon...


Baru sekata Bibik berkata, Bibik pun tiba-tiba batuk yang akhirnya darah pun keluar dari mulut Bibik. Akan tetapi melihat kondisinya yang tambah semakin parah, dan tubuh yang seketika mati rasa membuat Bibik tetap bersikeras untuk mengatakan sesuatu pada Richard sebelum ajal menjemputnya terlebih dulu.


"Tuan, Tuan berhak tahu kalau ternyata Nyonya besarlah orang dibalik pembunuhan beberapa tahun lalu yang menimpa orang tua Tuan! Dialah orang yang sudah merencanakan pembantaian pada keluarga Tuan. Karena dia sangat dendam dan inggin sekali menghancurkan keluarga Tuan, sama halnya dengan Nyonya Sandra dia juga sudah tahu semua ini tapi dia ada dipihak Mamanya dan terus-menerus membantu niat jahat Mamanya!"


"Apa, ja ...jadi benar merekalah orangnya?"


"Hanya itu yang inggin Bibik katakan, jika nanti Bibik meninggal donorkan kedua mata Bibik buat Nyonya Resya. Karena dia berhak untuk bahagia. Karena jujur aku masih merasa sangat bersalah karena dulu Bibik pernah mengecewakannya jadi berikan kornea mata Bibik buat dia. Satu lagi berikanlah kotak biru yang berada dibawah ranjang tempat tidur Bibik untuk Cucuku yang tinggalnya sangat jauh dari Bibik hanya itu yang ingin bikin katakan pada Tuan, Bibik sudah tidak tahan. Bibik mohon bantulah Bibik untuk mengucapkan syahadat terakhir, Bibik mohon!"


"Baiklah Bik, Richard akan membantu Bibik untuk mengatakan itu, sekarang bibik ikuti pelan-pelan perkataan yang Richard ucapkan. Ashaduallah illaahaillallah waashaduanna Muhammaddarrallah.

__ADS_1


Mata yang perlahan-lahan mulai terpejam. Dan setelah Bibik mengikuti kata Syahadat yang barusan diucapkan oleh Richard yang ketiga kalinya. Perlahan-lahan kedua mata Bibik pun akhirnya mulai terpejam kan untuk selama-lamanya.


Tangannya yang masih menggenggam erat tangan Richard membuat Richard pun akhirnya tidak bisa berhenti meneteskan air matanya. Mengingat semua perlakukan baik yang selama ini Bibik pernah lakukan padanya, biar pun hanya sebatas asisten rumah tangga, tapi Richard sudah menganggapnya seperti keluarganya sendiri lantaran sejak ia masih kecil, Bibik lah orang yang sudah mengantikan Mamanya sebagai Mama kandungannya dan merawatnya layaknya seperti Putra kandungnya sendiri.


"Bibik tenang aja. Aku berjanji aku akan mencari siapa orang yang sudah tega berbuat seperti ini sama Bibik aku janji, Dokter segera lakukan pengangkatan kornea kedua mata Bibik saya. Setelah itu barulah kita lakukan pemakamannya.


"Dan kamu Revan segera beritahu Resya kalau hari ini juga, dia akan melakukan pencangkokan mata karena dia sudah ada pendonor yang bersedia mendonorkan kornea matanya buat Resya. Tapi aku mohon jangan beritahu Resya kalau Bibik lah orang yang mendonorkannya, kasih Resya waktu sampai keadaannya pulih terlebih dulu. Barulah kita kasih tahu dia yang sebenarnya!"


"Baik Revan aku akan memberitahu kabar ini pada Resya, yang sabar ya?"


"Makasih Revan!"


"Gibran kamu tunggu disini. Karena aku ingat kata-kata yang Bibik ucapkan tadi jika Mama Monika lah orang dibalik pembunuhan orang tuaku, sedangkan Bibik mengalami kecelakaan diluar wilayah dari kediamanku. Dan aku merasa ada yang tidak beres, aku merasa merekalah dalang dibalik semua ini, jadi aku harus melihat rekaman CCTV itu barulah aku akan tahu kenyataan yang sebenarnya!"


"Baiklah pergilah!"


"Baiklah aku tidak akan jauh, aku hanya butuh tempat yang sepi untuk melihat rekaman ini!"


"Baiklah!"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2