Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 70 ( CARI GARA-GARA)


__ADS_3

"Kak Revan ada apa, kenapa aku perhatikan Kak Revan kok terlihat murung gitu setelah pulang dari kerja?"tanya Natali ketika mendapati Revan yang baru aja memasuki ruang tamu ini.


"Gimana tidak murung, malam nanti di kantor kakak bakalan mengadakan acara hari jadi atas sukses dan keberhasilan Kantor kepolisian Gangnam selama kurang lebih 10 tahun berturut-turut. Dan permasalahannya.


"Dan permasalahannya Kakak bingung kan. Karena disana setiap tamu undangan diharuskan membawa pasangan buat teman sekaligus pasangan untuk diajak berdansa?"timpal Natali yang seketika membuat Revan pun menimpalinya kembali.


"Salah, bukan itu yang inggin kakak katakan, memang membawa pasangan itu juga diharuskan, tapi yang bikin masalah kamu pasti kenal kan sama di Bimo laki-laki sekaligus orang yang sudah jadi musuh kakak selama ini? Dia menantang Kakak jika siapa yang kalah atas taruhan ini lantaran orang itu tidak membawa pasangan, maka hukumannya seseorang itu harus berjoget-joget kaya orang gila tepat di lampu merah sembari bertelanjang dada. Kamu pastinya tidak bisa membayangkan kan?"


"Astaga orang itu memang dari dulu tidak pernah berubah selalu cari gara-gara sama kak Revan, terus sekarang apa yang akan Kakak lakukan dan siapa orang yang bakal kakak minta bantu?" tanya Natali yang terlihat ikut bingung.


"Kalian tenang saja aku bersedia membantu kalian kok!" timpal seseorang yang spontan membuat pandangan Richard dan Natali yang sedang kebingungan pun merasa sangat terkejut.


"Resya. Apa yang barusan kamu katakan tadi, apa kamu serius akan ucapan kamu itu, kamu...kamu mau membantu Kak Revan?"tanya Natali yang merasa sangat tidak percaya.


"Iya aku bersedia membantu kalian. Aku juga tidak merasa keberatan, anggap saja apa yang aku lakukan sebagai tanda terima kasihku ke kalian karena kalian sudah sangat baik dan perhatian kepadaku. Karena apa yang aku lakukan nanti, tidak akan sebanding dengan kebaikan dan ketulusan yang pernah kalian lakukan padaku.


"Resya kamu benar-benar tidak lagi bercanda kan?"tanya Revan yang ikut tidak percaya.


"Iya aku tidak lagi bercanda kok, tapi permasalahannya dengan melihat kondisiku yang buta seperti ini, kamu tidak akan malu kan kalau mengajakku datang ke pesta itu?"


"Resya... Resya... Apa sih yang kamu katakan tadi, mendengar kamu mau membantuku saja itu rasanya sudah sangat melegakan sekali. Kenapa aku harus malu ketika datang bersama denganmu, kekuranganmu tidak akan menyurutkan niatku, jadi sekarang cepat kamu bersiaplah karena jam 19:00 nanti kita akan berangkat ke Pesta itu?"


"Baiklah biar aku rias Resya. Aku akan merubahnya menjadi Wanita yang sangat cantik di dalam pesta itu, ya sudah Resya ayo kita kekamar ya aku akan membantumu!" ucap Natali yang kemudian ia pun menuntun Resya untuk berjalan.


"Makasih ya Natali."


"Iya sama-sama kak kita kekamar dulu ya?"ucap Natali pada Resya.


"Baiklah, silahkan!"


"Biarpun rumah tangga mereka sedang diguncang badai, tapi aku juga tahu kalau Resya itu masih berstatus Istri Richard. Apa lagi mengetahui semua penjelasan Richard dan pengorbanannya, aku jadi tidak tega jika harus mengkhianatinya, jadi lebih baik biar sopan aku kasih tahu Richard soal ini, sekaligus aku meminta ijin kepadanya dulu."


Batin Revan yang kemudian ia pun dengan segera langsung mengeluarkan benda pipih itu dan mengetik beberapa pesan untuk Richard. Akhirnya tak lama pesan itu pun akhirnya telah terkirim pada pesan Whatsapp Richard.


@ Richard aku hanya inggin memberitahumu sekaligus ijin, jika malam ini pukul 19:00 malam nanti aku pinjam Istrimu untuk aku ajak sebagai teman pendampingku di acara pesta nanti malam, jadi kamu mengijinkan kan?"


(KLING...SUARA PESAN PUN MASUK)


"Revan inggin mengajak Resya untuk datang ke acara pesta nanti malam, memangnya pesta apa yang inggin Revan hadiri? Kenapa dia pake acara pinjam Resya segala?" batinnya yang kemudian ia pun membalas pesan Revan.


@ Baru kali ini aku denger ada orang yang meminjam Istri orang, baiklah berhubung aku sekarang lagi baik, iya aku ijinkan. Akan tetapi ada syaratnya? Dan syaratnya adalah kamu harus kirimkan lokasi pesta yang inggin kamu datang nanti?"balas Richard dengan tersenyum.

__ADS_1


" Dasar ini orang gak percayaan banget sih, kalau dia ikhlas kenapa harus tanya lokasinya segala, bilang aja kalau dia keberatan gitu aja repot!"gerutu Revan yang kemudian ia pun membalas pesan lagi.


@ Hm...susah ya kalau punya Suami yang cemburuan seperti ini. Baiklah aku akan kirimkan nanti lewat GPS nanti kamu lihat.


@ Baiklah selamat bersenang-senang, dan ingat jangan coba-coba cari kesempatan jika kamu tidak inggin merasakan peluru panas dariku!"ancam Richard.


@ Sudahlah kamu jangan kuatir, selagi disamping aku. Resya pasti akan baik-baik saja tanpa adanya lecet sedikit pun jadi kamu tenanglah.


@ Baiklah untuk kali ini aku percaya sama kamu, tapi ingat banyak mata-mata yang sedang memata-matai kamu apa kamu mengerti?"


@ Iya...iya...aku mengerti!"


Sesampainya Revan dan Resya ditempat pesta itu, mereka pun akhirnya memutuskan akan masuk. Akan tetapi langkah mereka seketika terhenti setelah Revan yang melihat keberadaan Richard yang dengan santainya sudah berada didalam mobilnya.


"Astaga orang itu?"ucap Revan dengan memberikan tatapan kesalnya pada Richard, sedangkan Richard ia hanya memberikan balasan senyum nyengirnya.


"Siapa Revan?"tanya Resya.


"Bukan, itu aku hanya terkejut aja melihat ada orang gila disini!" balas Revan dengan tersenyum dan menahan tawa.


"Orang gila mana?"


"Sudahlah mendingan kita masuk aja!"ajak Revan yang kemudian ia pun menuntun Resya untuk berjalan.


"Dia kali yang gila, pake acara ngatain aku gila lagi, kini saatnya aku untuk masuk!"gumam Richard yang kemudian ia pun turun dari mobil, dan tak lupa ia pun melakukan penyamaran terlebih dulu.


******


" Apa kita sudah sampai?" tanya Resya sesaat Revan yang mempersilahkannya untuk duduk.


"Iya kita sudah sampai, ya udah kamu duduk disini dulu ya. Aku harus menemui seseorang dulu!" pinta Revan pada Resya.


"Baiklah!" balas Resya yang kemudian Revan pun akhirnya pergi untuk menemui seseorang tiba-tiba salah satu temannya pun menghampirinya.


"Heyy bro siapa yang kamu ajak kemari sekarang. Apa dia pacar kamu?"tanya salah satu teman Revan.


"Oo dia ini Resya, dia hanya temanku?" balas Revan dengan memandang kearah Resya.


"Teman apa teman, tapi gila cantik bener teman atau pacar kamu ini, kenalin dong?" tawar seseorang itu yang baru aja menjabat tangan Resya, Revan dengan segera yang menimpalinya.


"Udah-udah kalau kamu mau kenalan nanti aja ya, sekarang kita kesana dulu obrolin masalah yang lainnya!" ajak Revan yang kemudian ia pun menarik temannya untuk dia ajak pergi.

__ADS_1


"Dasar lo cemburu ya aku gak boleh kenalan?"


"Udah-udah ayo pergi!" ajak Revan sambil mendorong-dorong tubuh temannya.


"Ya udah Res, kamu gak papa kan kalau aku tinggal dulu!"


"Iya gak papa kok?"


"Baiklah aku gak akan lama kok!"


"Iya..iya..pergi sana!" perintah Resya.


"Baiklah kalau gitu aku pergi dulu ya?"


"Iya Baiklah!"


Sedang dalam keadaan sendiri tanpa ada seseorang yang menemaninya, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang entah darimana munculnya, tiba-tiba aja ia langsung menghampiri Resya.


"Apa aku boleh duduk disini?"tanya salah seseorang yang tak lain ia adalah Bimo.


"Siapa dia? Apa maunya?"batin Resya yang kemudian ia pun mengijinkannya.


"Boleh, silahkan!"balas Resya.


"Aku tadi melihatmu datang bersama dengan Revan. Apa dia pacar kamu?" tanya Bimo yang dengan sengaja seseorang itu pun menggenggam tangan Resya. Resya yang menyadarinya ia langsung menghempaskannya.


"Anda siapa? Apa maksud anda mendekati saya, jika anda hanya inggin macam-macam lebih baik anda pergi saja!" gertak Resya yang langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Astaga kamu itu sangat cantik tapi kenapa harus malu-malu sih? Revan dia itu tidak cocok bersanding dengan anda. Karena yang cocok bersanding dengan anda adalah aku. Karena aku adalah anak dari angkatan Revan apa anda mengerti, jadi sudahlah ikut bersama dengan aku ayo!"ucap seseorang itu yang dengan sengaja lagi, ia pun memegang wajah Resya yang mulus itu.


"Singkirkan tangan kamu itu. Karena anda tidak pantas untuk melakukannya!" gertak Resya yang baru aja ia melangkahkan kakinya ia pun seketika terjatuh lantaran menabrak sebuah kursi. Ditambah lagi dengan tidak membawa tongkatnya membuatnya tambah kesusahan untuk mencari arah jalan lantaran semuanya gelap.


BRUAK.


"Aw..."


"Astaga Resya?"ucap Richard yang seketika terkejut, melihat Resya yang terjatuh dan jarak keduanya lumayan jauh.


"Resya. Apa yang terjadi dengannya, dan kenapa dia bisa sampai terjatuh seperti ini?"batin Richard yang baru aja melangkahkan kakinya ia pun mengingat sesuatu.


"Aku lupa ini adalah pesta hari jadi kantor kepolisian Gangnam yang ke 10, jadi jika aku membuat keributan disini, yang ada aku akan tambah membuat masalah baru lagi?"batin Richard yang kemudian ia pun urungkan niatnya untuk menghampiri Resya dan hanya mampu menatapnya dengan jarak yang jauh. Sedangkan Resya yang sekilas, ia pun sempat mendengar dan mengingat suara Richard tadi.

__ADS_1


"Suara itu. Apa aku hanya salah dengar atau itu memang beneran nyata, apa disini memang beneran ada Richard?"batin Resya yang merasa bingung.


BERSAMBUNG


__ADS_2