Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
TANGKAPAN ( 1 ).


__ADS_3

Suasana langit yang cerah nampaknya akan menjadi saksi tertangkapnya sang pengedar narkoba yang terlihat sudah mulai kebingungan kemana, dimana ia akan mencari jalan keluar dari penyergapan yang dilakukan beberapa pihak kepolisian.


Para pengendara yang sudah mulai resah dan gemas akan sifat pelaku tindak kejahatan yang satu ini, mereka lantas berbondong-bondong melakukan kerja sama dengan beberapa pengendara yang lain dengan memberhentikan laju kendaraannya dari arah berlawanan masing-masing yang akhirnya membuat pelaku pun sangat gelisah lantaran tidak ada jalan lain lagi untuk dia terobos agar bisa keluar dari jeratan Polisi.


Hanya menyisakan pemandangan pulau sebrang jembatan yang sangat indah lan megah yang hanya bisa dipandang oleh pelaku.


Bahkan Jalanan yang biasanya ramai tanpa ada kemacetan yang terjadi, kini dalam hitungan menit jalan pun berubah nampak macet total sesaat para pengendara dari roda dua mau pun roda empat yang memutuskan untuk berhenti dan mogok secara masal.


"Sial mereka semua sudah berencana menjebakku di jalur jembatan ini, sekarang apa yang harus aku lakukan hanya ada pulau seberang ini. Apa mungkin aku harus menenggelamkan diri didalam pulau ini?"


"Tuan, menurut Tuan apa yang akan dilakukan pelaku. Apa pelaku itu akan nekat menceburkan diri kedalam pulau seberang itu?"


"Entahlah aku sendiri juga masih belum menebak apa yang akan dilakukan pelaku selanjutnya!"


Merasa dirinya sudah terkepung dan tidak mungkin akan bisa lolos, pelaku pun nampak terdiam dan memberhentikan laju kendaraannya hingga sesaat kemudian pelaku pun terlihat perlahan-lahan mulai menjalankan lagi mobilnya kembali.

__ADS_1


Tatapannya yang semakin tajam menatap kesemua arah, dan beralih tatapannya pun fokus mengarah kearah para pengendara roda dua yang berada dijalan bagian barat, sedangkan semua orang yang berganti menatap pelaku dengan tatapan sinisnya membuat pelaku akhirnya melakukan tindakan nekat tanpa memperdulikan mereka semua, yaitu dengan inggin menerabas semua pengendara motor tersebut.


"Ayo Polisi bodoh apa kalian pikir aku akan mengalah dan tertangkap dari perangkap kalian ini," gumam Pelaku yang dengan senyuman sinisnya ia pun kembali melajukan laju kendaraannya.


"Tuan. Apa yang inggin dilakukan pelaku itu? Apa pelaku akan nekat menerobos kita?" tanya Gibran yang terlihat tampaklah panik.


"Tuan, pelaku itu akan nekat ingin menerobos para pengendara roda dua yang berada disana, jika kita tidak segera mencegahnya para pengendara itu akan mengalami luka serius akibat tabrakan?"


"Pelaku dari gerak-geriknya ia akan nekat menerobos para pengendara ini. Jika aku biarkan itu yang ada akan tambah banyak orang yang akan terluka, sedangkan jika aku membiarkannya pergi itu sama aja aku membiarkan Negaraku hancur karena barang haram itu akan tersebar ke seluruh wilayah ini, baiklah jika Pelaku nekat melakukannya tanpa berfikir resiko apa yang akan terjadi, kenapa kamu tidak bisa melakukannya juga mari kita buktikan siapa yang akan menang manusia biad*p!"


"Tuan, apa yang inggin Tuan lakukan?"teriak Gibran tapi sama sekali tidak digubris oleh Richard.


"Maaf apa saya boleh pinjam senjata api yang Tuan pegang?" tanya Richard pada salah seseorang, kemudian seseorang itu pun berganti balik menatapnya dengan tatapan penasaran.


"Memangnya inggin anda gunakan untuk apa?" tukas Polisi tersebut.

__ADS_1


Merasa tidak ada waktu, sedangkan Mobil pelaku yang sudah terlihat mulai mendekati kearahnya tanpa berkata lagi, ia bergegas langsung merebut senjata itu dan berlalu ia pun.


"Maaf kalau saya lancang?"


"Heyy!"


Pelaku yang mengendarai laju kendaraannya dengan kecepatan sangat tinggi, sedangkan para pengendara yang mulai panik akan tindakan nekat yang dilakukan pelaku itu. Lantas tanpa berfikir yang kedua kali akan resiko terbesarnya para pengendara roda dua pun dengan sigap mereka pun kompak langsung pergi dari tempat semula mereka menghadang pelaku.


Melihat rencananya berhasil, dengan wajah senyumannya pelaku itu menambah kecepatannya agar bisa berhasil menerobos mereka tanpa memikirkan resiko besar yang akan terjadi pada para pengendara.


Sedangkan Richard yang mengetahui niat pelaku, ia tidak inggin hanya tinggal diam melihat nyawa banyak akan dipertaruhkan hari ini, membidik dari arah angka satu jarum jam, Richard pun kembali membidik kearah dua ban mobil depan pelaku dengan satu jemarinya.


Setelah mengunci tepat sasaran, dengan sigap Richard pun meluncurkan beberapa peluru tepat kearah dua ban depan. tersebut.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2