Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Jatuh pingsan


__ADS_3

Setelah mendengar sendiri perkataan yang barusan dikatakan oleh Sandra, Silvi yang tidak bisa menahan amarahnya lagi ia pun langsung membuka kedua matanya, melihat apa yang barusan terjadi dihadapannya Reno dan Sandra yang melihatnya mereka nampak sangat terkejut.


"Dasar Wanita jahat aku pastikan orang sepertimu akan mendekam didalam penjara setelah apa yang kamu lakukan kepadaku,"


"Apa? kamu.. kamu sudah sadar, gak ini tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi,"


"Kau? kau benar-benar sangat kejam, lepaskan aku..lepaskan aku...,"


"Mama apa yang harus kita lakukan. Apa kita perlu membunuhnya sekarang?.tanya Reno yang terlihat panik.


"Biarkan saya sayang, biar pun dia sudah tersadar dia juga masih lumpuh," balas Sandra dengan senyum sinisnya.


"Lepaskan aku...lepaskan aku...,"

__ADS_1


PLAK...


"Ini adalah balasan atas apa yang telah Mama kamu lakukan padaku, biarpun aku tidak bisa menyentuhnya tapi aku bisa menyentuhmu sayang. Dan dipikir-pikir malang sekali nasibmu ini, walaupun kamu sudah tersadar, tapi nyatanya kamu itu masih sangatlah lemah untuk mengangkat tangan kamu sendiri aja kamu tidak sanggup, jadi untuk apa aku harus takut. Biar pun kamu sudah tahu rahasiaku ini pada akhirnya kamu juga gak akan bisa memberitahu kesiapan-kesiapa,


"Ingat kamu itu masih sangat lemah dan kamu juga tidak akan pernah bisa berbuat apa-apa lagi, jadi lebih baik kamu itu diam saja atau perlu aku menyuntikkan cairan ini agar kamu bisa kembali lagi seperti dulu,"


"Apa yang mau kamu lakukan? apa kamu inggin menyuntikkan cairan itu kedalam tubuhku? tanya Silvi yang terlihat tegang.


Sesaat Silvi berhenti berkata, Wanita itu pun mengeluarkan cairan itu dan menyuntikkan pada lengan tangan Silvi. Sesaat cairan itu sudah mulai bereaksi didalam tubuh Silvi perlahan-lahan Silvi mulai memejamkan kedua matanya. Bahkan mulut yang tadinya terucap, kini dalam hitungan detik mulut Silvi pun terbingkam.


"Kamu tenang aja sayang, cairan ini sangatlah ampuh jadi Mama rasa setelah cairan ini masuk kedalam tubuhnya ia akan kembali tertidur dan mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk ia bisa kembali tersadar. Karena cairan ini berdosis tinggi jadi kamu tenang aja," balas Sandra dengan senyum sinisnya.


"Ya sudah kalau gitu kita pergi aja dari sini Ma, Reno lama-lama takut berada ditempat ini," ajak Reno.

__ADS_1


"Baiklah sayang Mama juga sudah bosan berada disini," balas Mamanya yang kemudian mereka pun melangkahkan kakinya dan keluar dari ruangan ini, tepat dihadapan pintu keluar mereka bertemu Dokter Rasyel.


"Ya sudah karena saya sudah melihat kondisi Putri saya.Dan menyampaikan sesuatu padanya saya pamit pergi dulu dan tolong kabari saya jika ada sesuatu yg terjadi dengannya dan satu lagi, suntikkan obat ini kedalam tubuhnya karena ini akan membantu memulihkan daya tahan syarafnya, sedangkan yang cairan kemaren buanglah karena itu sudah kadaluwarsa,"


"Baik Nyonya saya akan menyuntikkan cairan ini nanti," balas Rasyel dengan menundukkan kepalanya.


"Cairan apa lagi ini. Apa dia sengaja ingin membuat kondisi Silvi jadi semakin parah? batin Rasyel yang kemudian ia pun bergegas masuk kedalam ruang rahasia untuk mengecek kondisi Silvi.


"Silvi mendingan sekarang kamu kasih tau aku apa yang sedang dia bicarakan oleh mereka tadi? apa mereka tadi mengatakan sesuatu sama kamu, Silvi..kamu budek ya? aku sedang berbicara dengan mu sekarang bangunlah, Silvi," gertak Rasyel yang dengan menepuk-nepuk pipi Silvi tapi reaksi Silvi ia hanya diam tanpa terucap.


"Kenapa dia tidak mendengar ku? apa yang terjadi dengannya sekarang? apa tadi mereka telah menyuntikkan cairan ini kedalam tubuhnya makanya dia jadi pingsan seperti ini lagi," ucapnya dengan melihat botol kecil putih yang sedang ia bawa saat ini.


"Ini tidak salah lagi, Silvi dia tidak akan pingsan kalau tidak ada orang yang menyuntikkan obat ini kedalam tubuhnya. Dan siapa lagi pelakunya kalau bukan mereka. Ini tidak bisa dibiarkan, semakin lama mereka dibiarkan. Maka taruhannya kondisi Silvi lah yang dalam bahaya. Apalagi mengetahui kondisi rahim yang tertanam didalam janin Silvi itu pasti akan mempengaruhi usia kehamilan dan bisa-bisanya resiko terbesarnya bayi itu akan mengalami cacat nanti, jadi aku harus melakukan sesuatu," batinnya dengan memikirkan sesuatu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2