Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Siapakah Devi


__ADS_3

"Oh soal itu tadi Resya lagi terburu-buru dijemput pacarnya Alhasil dia menghubungiku dan menyuruhku untuk menjemput tuan disini, tapi tuan tidak kenapa-kenapa kan?" apa yang tuan rasakan saat ini?"tanyanya yang terlihat panik.


"Entahlah aku tidak tahu. Tadi Resya berusaha meyakinkan-ku kalau dia memang Istriku, tapi tak lama bayangan sesuatu muncul dalam pikiran-ku dan sulit untuk aku tangkap dan sulit aku ingat akan siapa bayang-bayang tersebut. Tapi Resya? apa kamu yakin tidak ingat akan siapa dia?" apa kamu benar-benar tidak tahu siapa Resya sebenarnya dan ada hubungan apa dia dengan diriku. Apa aku ini benar-benar suaminya?" tanya Richard nampak penasaran akan jawaban Gibran.


"Apa yang harus aku katakan pada Tuan, jika aku berani mengatakannya ini adalah kesempatan yang tepat untuk menjelaskannya. Akan tetapi jika ini akan tambah membuat kondisi Tuan tambah semakin parah gimana?" batinnya yang terlihat risau akan pikirannya saat ini.


"Gibran apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Richard, tak lama Gibran akhirnya mengatakan sesuatu.


"Mungkin itu hanya halusinasi tuan saja. Dan soal Resya akan lebih baik Tuan jangan memikirkannya terlalu dalam, dia itu hanyalah seorang wanita yang sejak dulu Tuan benci jadi Tuan jangan terlalu memikirkannya ya sudah tuan mari saya antar pulang," tawar Gibran mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.


"Apa kamu yakin dengan ucapan kamu itu?" apa kamu sama sekali tidak ingat akan siapa Resya sebenarnya?" tanyanya yang membuat Gibran berhenti dari langkahnya.


"Jujur tuan saya sama sekali tidak ingat akan masalalu Tuan. Dan soal dia mengatakan jika dia adalah Istri Tuan saya tidak tahu soal itu dan jika Tuan sangat penasaran akan siapa dia tuan bisa selidiki sendiri latar belakang dari wanita bernama Resya itu. Dan yang jelas dia salah satu anak dari seseorang yang memiliki club malam di jalan **** jadi jika tuan ingin tahu sebenarnya Tuan bisa datang sendiri kesana dan mencari tahu asal usul wanita itu," pinta Gibran.


"Club malam. Bukankah club' malam itu yang sering kita datangi kan?" tanyanya beralih Gibran menatapnya.


"Iya, club itu memang benar club yang sering kita datangi dulu," timpal Gibran lagi.


"Dia amnesia tapi kenapa ingat akan club itu?" batin Gibran yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah Tuan kita pulang sekarang,"ajak Gibran.


"Baiklah.


*


*

__ADS_1


*


Berada dalam satu ruangan akan tetapi terlihat keduanya sama-sama tidak saling bersahutan, jika pada biasanya Resya yang akan memulai ocehannya dan nampak kesal lantaran diabaikan olehnya. Kini Richard akhirnya merasakan gimana rasanya diabaikan olehnya.


"Kenapa dia?"kenapa tumben dia diam tanpa mengajak-ku ribut dulu apa dia sudah bosan dengan-ku?" batinnya dengan pandangannya yang terus-menerus menatap kearah Resya yang sedari tadi nampak fokus pada laptopnya.


"Maaf tuan sebentar lagi bakal ada rekan bisnis yang ingin membicarakan kelangsungan rencana kerja sama kita. Jadi apa tuan sudah siap untuk menemuinya karena seseorang itu sudah sampai di kantor ini dan kelalaian saya karena saya baru ingat akan pertemuan ini," ucap Resya dengan menundukkan kepalanya.


"Kamu itu kalau memang niat kerja bisa gak sih fokus sedikit saja jangan pacaran mulu, coba aja kalau kamu tidak ingat tentang pertemuan ini apa kamu ingin merusak nama perusahaan ini. Dan pastinya seseorang itu bakal marah apa kamu sadar itu?" bentaknya yang membuat Resya hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Maafkan saya Tuan, maafkan saya. Saya akui saya yang salah maafkan saya," ucapnya dengan memohon.


"Baiklah jangan banyak berkata sekarang urus rencana pertemuan ini. Karena saya tidak mau jika rekan bisnis-ku itu bakal marah karena kita datang terlambat.


"Baik Tuan saya akan menyiapkan semua laporannya. Dan pukul 12:00 siang nanti seseorang itu sudah siap untuk menemui tuan," ucapnya lagi.


"Sabar Resya ...kamu harus sabar menghadapi suami-mu itu, kamu harus sabar. Baiklah sekarang tingal aku menelfon Devi untuk menjalankan rencana kedua ini," ucapnya yang kemudian ia pun mengambil benda pipih tersebut. Berlalu memberikan sebuah pesan padanya.


Jam yang sudah menunjukkan pukul 12;00 siang. Resya yang sudah bersama dengan Devi salah satu Wanita yang memiliki tubuh sexy itu pun saling sahut-sahutan membicarakan sesuatu.


"Dev, untuk kali ini aku serahkan semua rencana ini sama kamu. Dan aku mau kamu bisa diandalkan dalam membantuku untuk menyelesaikan rencana ini agar berjalan dengan sangat lancar. Dan ingat jangan ada niat tersembunyi lain yang kamu rencanakan apa kamu mengerti?" tegas Resya pada Devi yang tak lain adalah Wanita yang ia sewa untuk menggoda Richard.


"Iya Resya kamu tenang aja lagi. Aku gak mungkin mencintai Suami-mu kamu itu atau pun punya niat untuk merebutnya jadi buang jauh-jauh pikiran negatif kamu itu.


"Baiklah aku pegang omongan kamu itu, tapi ingat aku masih mengawasi-mu dari jarak jauh. Jadi jika kamu berniat macam-macam dengannya ingatlah aku tidak akan segan-segan memberikan-mu deguman ini apa kamu mengerti?" ancam Resya, Devi yang mendengarnya ia hanya menjawabnya dengan kata iya. Sedang ekpresi-nya sama sekali tidak meyakinkan.


"Iya ...iya Resya percayalah sama aku, aku janji aku bakal menjalankan misi ini dengan baik jadi tenanglah.

__ADS_1


"Baiklah, tunggu disini biar aku yang menemuinya terlebih dulu.


"Baiklah pergilah.


Setelah perginya Resya yang memasuki ruangan kerja Richard. Pandangan Devi seketika berubah, bahkan senyuman sinis yang ia tunjukkan telah membuktikan jika ia merencanakan sesuatu dari keinginan yang diminta oleh Resya.


"Maaf Tuan Mbak Devi sudah datang ke Kantor ini. Dan sekarang beliau berada diluar jadi apa Tuan sudah siap?"


"Baiklah cepat suruh dia masuk.


"Baik Tuan.


Bergegas keluar dan memangil orang itu, tak berapa lama seseorang yang tak lain adalah Devi rekan bisnis yang dimaksud Resya pun akhirnya masuk kedalam ruangan Richard.


Awalnya Richard nampak biasa tanpa memperhatikan tingkah seseorang itu yang sedari tadi memperhatikannya dengan tatapan kagumnya.


Bahkan ia tidak sekali pun melirik kearah wanita itu ketika ia menjelaskan secara detail-detailnya soal kerja sama ini.


"Laki-laki yang sangat tampan, kaya raya bahkan gagah apa mungkin aku akan melepaskan-mu begitu saja Tuan tampan, tidak lagi," batinnya dengan pandangannya yang tak henti-hentinya menatapnya.


"Gimana apa kamu sudah paham dengan apa yang aku maksud tadi. Dan setelah aku perhatian secara serius semua laporan yang kamu buat, kamu salah satu wanita yang punya prinsip kerja kantoran dengan sangat ahli. Bahkan kamu menatanya dengan sangat rapi tanpa ada kesalahan yang tercantum dalam berkas laporan ini. Jadi saya setuju melanjutkan kerja sama kita ini. Dan aku harap anda bisa memberikan pengaruh baik buat ke-depannya nama perusahaan ini.


MAAF SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA



BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2