Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
APAKAH RASYA MASIH HIDUP


__ADS_3

"Silvi kenapa sudah sampai jam segini Rasya belum kunjung datang juga. Apa telah terjadi sesuatu sama dia?"


"Sifa kamu bersabarlah mungkin Rasya lagi terjebak macet dijalan, kan kamu tahu perjalanan kesini sering mengalami kemacetan jadi tunggu aja ya?"


"Tapi Sil!"


"Sudahlah kamu jangan pikirkan terlalu dalam dia mungkin lagi terjebak mancet, ya sudah aku telfon Rasyel dulu ya mungkin dia lagi bersama dengan Rasya saat ini."


"Baiklah cepat kamu telfon dia sekarang!"


"Iya ... Iya aku akan menelfon-nya sekarang," ucap Silvi kemudian ia mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya, belum juga Silvi menekan tombol hijaunya terlebih dulu Rasyel menghubunginya.


"Rasyel? Rasyel kenapa tiba-tiba langsung menghubungiku?"batin Silvi, tak lama Sifa menepuknya.


"Hay itu Kak Rasyel sedang menghubungimu ayo cepat angkat!" perintah Sifa yang langsung mengagetkan lamunan Silvi.


"Iya ... Iya aku akan mengangkatnya," balas Silvi kemudian sambungan telefon menyala.


"Iya Rasyel kamu dimana kenapa sampai jam segini keluarga kalian belum kunjung datang kalian lagi terjebak mancet ya?"tanya Silvi, tak lama ia dikejutkan dengan tangisan Rasyel.


"Silvi ... Rasya ...," ucapnya yang terpotong lantaran tangisan Rasyel yang terdengar semakin menjadi hinga dirinya tidak sanggup untuk mengungkapkan sesuatu.


Merasa ada sesuatu yang terjadi, Silvi kemudian mulai menjadi dari pandangan Sifa.


"Rasyel ada apa kenapa kamu jadi menangis sesegukan seperti ini ada apa? Kamu cepat beritahu aku yang sebenarnya terjadi jangan bikin aku cemas seperti ini cepat katakan padaku ada apa?"tanya Silvi yang mulai diselimuti dengan rasa kepanikannya.


"Rasya ... Rasya ... Kecelakaan!"


Bagaikan disambar petir disiang bolong tanpa adanya hujan mau pun angin ****** beliung yang melanda. Air mata Silvi seketika ikut berjatuhan bahkan ia tidak tahu lagi gimana caranya untuk menenangkan dirinya sekarang.


Tak lama Resya dan Richard yang mendapati Putrinya sedang menangis mereka langsung menghampirinya.


"Silvi sayang ada apa kenapa kamu malah menangis disini sendiri ada apa?"tanya Resya mulai ikut panik.


"Iya sayang ada apa? Apa yang membuatmu jadi menangis seperti ini ayo cepat katakan apa-apa?"tanya Richard mencoba menenangkannya.


" Papa ... Rasya ....!"


"Rasya? Rasya kenapa sayang?"


"Iya sayang ada apa dengan Rasya ada apa dengan dia?"tanya Resya mulai ikut panik.


"Rasya ... Ada apa dengan Rasya kenapa kamu langsung menangis setelah Kak Rasyel menghubungimu tadi? Ada apa Silvi ada apa?" Panik Sifa yang memaksa Silvi untuk berkata jujur.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Setibanya ia di ruangan yang sudah dipenuhi dengan adanya beberapa orang yang sudah berkerumun menyaksikan sesuatu. Dengan berbarengan suara tangisannya sesegukan yang tambah semakin membuat suasana tambah semakin haru pilu.


Tatapan Sifa yang memandang satu persatu kearah orang yang berada dihadapannya dengan tangisan tersedu-sedu. Tak lama Sifa segera menyelinap langsung kedalam ruangan itu. Sesampainya ia mendapati sebuah pemandangan yang menurutnya semua ini hanyalah mimpi, mimpi yang tidak mungkin terjadi.


Perlahan-lahan Sifa pun menghampiri seseorang yang terlihat tertutup dengan kain putih dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Air matanya mulai pecah melihat adanya seseorang hanya berbujur kaku tanpa adanya nafas yang terlihat.

__ADS_1


"Kalian semua kenapa pada menangis dia bukanlah Rasya aku yakin dia bukanlah Rasya tapi kenapa kalian semua menangis kenapa?"Air matanya yang ikut terjatuh, langkahnya yang ingin membuka kain itu, tapi dengan sigap Papanya langsung menghalanginya.


"Jangan sayang ini akan sangat membuatku terluka jangan!"


"Aku ingin melihatnya? Aku yakin dia bukan Rasya Pa, aku yakin dia bukan Rasya ... Dia bukan Rasya!"


Richard yang tidak tega melihat putrinya menangis sejadi-jadinya, ia membekap tubuh Putrinya dan membiarkan Putrinya menangis dalam pelukannya.


"Kamu boleh menangis sayang tapi Papa mohon jangan buka jasad itu Papa mohon jangan!"ucap Rasya dengan membekap tubuh Sifa.


"Aku ingin melihatnya Pa aku ingin melihatnya biarkan Sifa melihat wajah Rasya biarkan Sifa melihatnya ...."tangisan Sifa semakin menjadi-jadi, hinga Papanya yang tak kuasa ia ikut terjatuh dalam berlinang air mata.


Sementara, Mama dan Papanya Rasya hanya bisa menangis, tak ada yang bisa mereka perbuat. Dengan memeluk satu sama lain, mereka terlihat begitu sedih. Rasyel yang tak kuasa menahan air matanya, Silvi dengan setia ia memeluknya.


Meratapi tulisan nama yang tertera pada batu nisan dengan nama Rasya, hati Sifa seketika hancur berkeping-keping bahkan ia tidak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya sendiri.


Air matanya mengalir dengan sangat deras sampai-sampai ia tidak sanggup untuk mengatakan sepatah kata pun lagi. Mulut yang seketika terkunci ia hanya mampu memegang batu nisan bertuliskan nama kekasihnya dengan penyesalan dan kecewakan terdalamnya.


Menyesali semuanya tapi sama halnya seperti nasi yang sudah menjadi bubur, berusaha apa ia berusaha untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala itu pun percuma, lantaran takdir buruk sudah menimpanya. Dan takdir lain sudah ia derita. Dan yang tersisa hanyalah kenangan, kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.


Terkadang kita tidak pernah tahu apa arti cinta yang sesungguhnya, jika awalnya aku sempat terluka dan tidak percaya apa itu cinta , tak berapa lama akhirnya aku pun sadar jika cinta pada dasarnya hanya aku bisa membuat kita terluka bahkan bisa dibilang cinta yang ada hanyalah akan menjadi beban perasaan dan kehancuran semata lantas kenapa aku harus mengenal cinta dan merasakannya.


berfikir untuk memiliki hubungan lagi pada seorang pria entahlah rasanya aku sudah tidak ingin merasakan semua itu . Karena aku tahu dengan mengenal seseorang dan mencintainya yang ada aku bakal mengulang kembali rasa sakit yang pernah aku alami dimasa lalu hinga saat ini.


Apalagi bayang-bayang itu sampai sekarang masih menghantui diriku jadi cukuplah aku  bahagia dan berakhir  dengan memikirkan kebahagiaan  untuk bisa membanggakan kedua orang tuaku karena itu satu-satunya, harta yang tidak akan pernah tergantikan oleh yang apapun.


Berhenti disamping makam yang terlihat masih baru. Pandangan Sifa terbuka setelah ia melihat dengan jelas jika ada batu nisan yang bertulisan nama Rasya yang telah tertulis pada batu tersebut.


Seribu pertanyaan ingin sekali ia tanyakan akan tetapi mulutnya serasa terkunci. Bahkan ia tidak mempercayai apa yang sedang ia lihat saat ini. Berharap ini semua adalah mimpi tapi nyatanya ini beneran terjadi


Terduduk dan memandangi sebuah  batu nisan yang bertuliskan nama Rasya sembari melamun  akhirnya lamunan Sifa pun teralihkan sesaat ia dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang tiba-tiba mendatanginya dengan menepuk pundak kanan Sifa.


Terkejut dengan dengan kehadiran seseorang itu, lantas ia pun membalikkan tubuhnya.


"Tante Putri?"


"Sekarang sudah waktunya kita kembali ayo kita pulang sayang, ini udah mau malam," ajaknya.


"Apa Tante masih mengijinkan ku untuk disini sebentar lagi?" tanya Sifa dengan mendongakkan kepalanya keatas memandang Mamanya Rasya.


"Tidak, Tante tidak akan membiarkanmu. Dengan kamu terus berlama-lama disini kamu akan tambah semakin terluka sayang, jadi ayo kita pulanglah," ajaknya lagi.


"Baiklah aku akan menuruti permintaan Tante," balasnya dengan tatapannya yang masih memandang batu nisan tersebut.


*


*


*


"Maaf kami dari pihak kepolisian hanya ingin menyerahkan bukti jika kematian yang dialami saudara Rasya telah terbukti jika kecelakaan itu murni kecelakaan tidak ada kaitannya dengan tindakan pembunuhan.


"Apa pak polisi yakin dengan bukti dan penelitian yang telah bapak jalankan selama ini?

__ADS_1


"Iya menurut kesaksian dari seseorang yang berada ditempat kejadian sekaligus rekaman CCTV yang berhasil kami lacak. Saudari Rasya terlihat dari arah kanan ia memberhentikan laju kendaraan lantaran kebetulan waktu itu sedang lampu merah. Dan dari arah belakang terdapat sebuah truk yang kehilangan laju kendali lantaran rem yang menggalami blong. Untuk saat ini pelaku dari supir yang mengendarai truk tersebut sudah kami tangkap sedangkan selain Putra anda ada satu korban pengendara motor yang juga jadi korban dalam tragedi kecelakaan itu jadi kami sekali lagi turut berduka cita atas meninggalnya Putra anda.


"Baiklah jika kematian yang dialami Putraku murni kecelakaan, baiklah kami akan mempercayainya," balas Papanya Rasya.


"Baiklah kalau gitu kami permisi dulu," ucap Polisi itu.


"Baiklah silahkan," balas Papanya Rasya lagi.


Dua hari kemudian setelah kabar meninggalnya Rasya, Sifa yang terduduk termenung meratapi nasibnya, Sifa yang memandang foto terakhir Rasya yang ia posting diakun story' nya, Rasya nampak tersenyum lepas berada dalam mobilnya yang menuju ketempat pernikahannya kemaren.


"Kamu disini nampak sangat tampan Rasya, aku kira Tuhan mengijinkan kita untuk bersatu tapi nyatanya Tuhan berkehendak lain," ucap Sifa tak lama pandangannya dikejutkan dengan sadarnya akan Rasya yang ternyata terduduk di-kursi belakang bukan didepan seperti yang ia ketahui saat ini.


"Tunggu ... Disini Rasya duduk di-kursi belakang, jadi itu artinya didalam mobil ia tidak menjalankan laju kendaraannya itu sendiri melainkan ada seorang supir yang menemaninya tapi kenapa dikabar yang aku dengar dia sendirian didalam mobilnya itu, ini pasti ada yang tidak beres aku harus bertanya pada Kak Rasyel sekarang," ucapnya segera ia pun pergi.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu terdengar dari luar rumah kediaman besar ini, dari dalam yang terdapat Rasyel bersama keluarga mereka bergegas membuka pintu tersebut.


"Sifa apa yang kamu lakukan kenapa kamu mengetuk pintu cukup keras seperti ini?"


"Maaf Kak bukan maksud aku mengejutkan kalian atau kurang sopan santun pada kalian, tapi ada sesuatu yang ingin aku katakan pada kalian dan ini soal Rasya?"


"Sifa sayang, Tante tahu kamu pasti sangat terpukul akan kepergian Rasya, bukan hanya kamu aja yang merasa terpukul kamu juga mengalami hal yang sama, tapi bukan seperti ini kamu mengatasinya, ingat Sifa sayang biarkan Rasya pergi dengan tenang ya?"


"Maaf Tante bukannya aku tidak sadar kalau Rasya sudah pergi meninggalkan-ku, tapi aku ingin mengatakan satu hal dari dalam mobil itu ternyata Rasya tidak sendiri melajukan kendaraannya, ada seseorang yang ikut dalam mobil itu yaitu Pak Supir tapi kenapa hanya jasad Rasya yang ditemukan sedangkan jasad supir itu tidak?"


"Kamu tahu darimana kalau Rasya tidak sendirian dari dalam mobil itu sayang?" tanya Mamanya Rasya nampak terkejut.


"Coba kalian lihat story yang Rasya posting di WA disana dia mengunggah postingannya dan didalam postingannya itu dia tidak sendiri," balas Sifa mencoba meyakinkan mereka semua.


Segera mereka melihat unggahan yang di-posting Rasya sebelum dinyatakan meninggal. Dan benar nyatanya jika didalam unggahan itu terdapat Rasya yang ternyata bersama dengan seorang supir tanpa ada sepengetahuan seseorang lain lagi.


"Disini Rasya bersama dengan seorang Supir tapi kenapa diantara kita tidak ada yang tahu jika dia bersama dengan Supir? Dan Polisi kemaren kenapa dia juga tidak berterus terang pada kita mengenai hal ini?"


"Apa Om masih ingat dengan siapa Om kemaren berbicara dengan Polisi itu? Mungkin nama dari Polisi itu kita bisa memangilnya lagi?"tanya Sifa.


"Kemaren Polisi itu bernama Purnomo dan usianya sekitar 40 an kalau tidak salah, coba kamu minta bantu sama pihak kepolisian untuk menyelidiki secara tuntas akan status asli dari Polisi itu saya takut jika Polisi itu hanyalah Polisi gadungan untuk menipu-nipu kita," balas papanya Rasya.


"Baik Om, Om tenang saja Sifa akan menyelidiki siapa latar belakang dari Polisi itu ya sudah Sifa pamit pulang dulu Om," ucap Sifa.


"Baiklah berhati-hatilah sayang,"ucap Mamanya Rasya.


"Kak kamu bisa kan anterin Sifa pulang," pinta Silvi.


"Iya sayang aku akan mengantarnya," balas Rasyel, kemudian mereka Sifa mengikuti langkahnya.


MENUJU EPISODE-EPISODE TERAKHIR

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2