Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 21. TERPECAHKAN.


__ADS_3

Jalan yang terlihat sangat sepi tanpa adanya kendaraan yang berlalu lalang dan saling terbas menerabas membuat supir dari kendaraan yang berplat...... merasa terheran dan sedikit mulai merasakan kecurigaan. Ditempat yang sama Gibran pun berhasil mengikuti laju kendaraannya tersebut dan tepat kendaraan yang dinaikinya sudah berada dibelakang kendaraan berplat....tersebut.


Gibran pun akhirnya mengeluarkan benda berbentuk bulat lonjong dan berwarna hitam yang ia keluarkan dari dalam tas ransel yang ia dikenakannya. Tak lama ia pun melemparkan beberapa benda tersebut tepat diatas Mobil Box putih yang melaju dihadapannya tersebut.


Merasa ada yang ganjal setelah sang supir mendengar suara yang terdengar yang cukup keras. Sang supir kemudian menghantam Motor yang digunakan Gibran yang dimana pada saat itu Gibran yang hendak akan melarikan diri dengan berniat mau menerobos disamping Mobil box yang melaju dengan kecepatan agak tinggi tersebut.


Akibat hantaman tak terduga itu, Gibran yang tadinya hanya fokus pada laju kendaraannya, kini ia terpelanting ke samping bersama dengan kendaraannya. Tanpa menunggu sang supir yang berhasil membuatnya hampir celaka, ia lantas langsung keluar dan menghampiri Gibran.


"Kamu?" Siapa kamu berani sekali kamu melempar sesuatu di kendaraanku?. Apa barang yang barusan kamu lempar tadi?" Tegasnya dengan mencengkram leher Gibran yang kemudian ia langsung menarik masker hitam yang dikenakan Gibran, dan spontan orang itu pun terkejut setelah mengetahui siapa orang yang ia lihat saat ini.


"Kamu? Kamu anak buah Richard apa yang kamu lakukan apa kamu telah merencanakan sesuatu?" tegasnya yang tanpa berkata ia langsung memukul Gibran dan tepat mengenai sudut bibir Gibran.


"Berani sekali kamu memukulku? Rasakan ini!" timpal Gibran yang kemudian membalas pukulannya dan tepat mengenai wajah pelaku.


"Gibran cepat pergilah dari lokasi itu sekarang juga. Peledak yang kamu lemparkan tinggal menunggu waktu 15 menit, peledak itu akan meledak. Jadi cepat pergilah abaikan lawan kamu jika kamu masih inggin hidup!"tegas Reza bicara lewat alat perekam suara yang terpasang di kuping kanan Gibran.


"Sial. Baiklah aku akan segera pergi meninggalkan tempat ini?"balasnya yang kemudian ia memberi pukulan lagi pada pelaku.


Tidak meragukan pertanyaan yang diucapkan pada laki-laki dihadapannya. Sasaran yang sudah merasa marah, sasaran pun akhirnya menyodorkan sebuah senjata tepat dihadapan Gibran. Dan dalam hitungan menit jika Gibran berani melawan, maka nyawa Gibran dipastikan mungkin tidak akan selamat.


"Berani sekali kamu melangkahkan kakimu selangkah saja, maka jangan salahkan aku kalau aku akan buat kamu akan merasakan peluru panas ini yang akan mengenai tubuhmu!"tegas Pelaku dengan menunjukkan wajah geramnya.

__ADS_1


"Jika aku akan meladeni laki-laki ini, mungkin aku juga akan jadi salah satu korban selanjutnya. Dan Richard, kemana dia sekarang, kenapa aku tidak melihat jet pribadi akan tanda-tanda akan datangnya?" batin Gibran pada dirinya sendiri.


Mulut dan tubuhnya yang seketika terkunci tidak mampu untuk ia langkahkan kakinya untuk melangkah, kecemasan yang tiba-tiba menyerangnya membuat keringat pun keluar dari dalam tubuhnya. Tidak tahu harus berbuat apa dan nyawanya yang sudah berada diujung tanduk membuatnya hanya bisa terdiam tanpa melakukan pemberontakan maupun perlawanan karena ia sadar senjata yang digunakan pelaku adalah Pistol jika selangkah aja ia mendekat maka dipastikan nyawa Gibran mungkin tidak akan selamat.


Dan tinggal sedetik orang itu mau menekan, penekan tekanan pistol. Seseorang pun tiba-tiba tersungkur jatuh tidak berdaya setelah mendapat tembakan tak terduga yang tepat mengenai kepalanya sasaran.


Terkejut dengan apa yang ia lihat dihadapannya, Gibran pun spontan menolehkan pandangan ke kanan mau pun ke kiri dan mencari siapa seseorang yang sudah menembak laki-laki ini dan ternyata orang itu yang tak lain adalah Reza yang hanya mengendalikan tembakan dengan hanya jarak 3 meter dari atas Gedung bertingkat dan ketinggiannya tidak terlalu tinggi.


"Cepat pergilah dari lokasi itu sekarang juga. Kamu hanya butuh waktu 8 menit untuk berhasil keluar dari wilayah yang masuk zona merah jadi cepat pergilah!"tegasnya lewat alat perekam.


"Baiklah aku akan pergi sekarang."


Lima meter dari arah sasaran datanglah jet pribadi yang dimana diatas sana sudah terdapat lah Richard yang sudah membawa senjata lengkap dan berhasil mengunci sasaran utamanya dari ketinggian 5 meter dari atas dan hanya menunggu menit Richard pun berhasil meluncurkan peluru yang akhirnya tepat mengenai sasaran utamanya yaitu Mobil Bok berwarna Putih.


Ledakan pun tidak bisa terhindari lagi setelah peluru api itu berhasil mengenai Mobil Bok yang diatasnya sudah ada dua peledak yang siap menantinya sedari tadi bunyi ledakan yang cukup tinggi membuat tanah pun bergetar.


Dan tadinya kondisi Mobil Bok yang masih utuh tanpa adanya lecet sedikit pun, kini yang tersisa hanyalah pecahan dan pecahan barang yang terurai berantakan dan berserakan di atas jalan beraspal tersebut.


Dan dalam waktu hanya 10 menit para pengendara yang tadinya terjebak dalam kemacetan lantaran plang yang tiba-tiba tertutup secara otomatis dan seperti ada seseorang yang telah memblokir jalan secara bersamaan membuat orang-orang pun merasa terheran sekaligus kebingungan.


Dan tidak membutuhkan waktu lebih lama, akhirnya mereka pun mulai menjalankan lagi laju kendaraannya setelah plang yang tiba-tiba terbuka.

__ADS_1


Dan hal ini membuat para Polisi yang mengetahuinya mereka pun merasa terheran apalagi mendengar bunyi ledakan yang cukup keras yang baru beberapa menit mereka dengar tadi.


Berhasil menjalankan misi ini Gibran dan para anak buahnya akhirnya pergi meninggalkan tempat ini.


Mendengar ledakan yang terjadi dalam hitungan detik para Polisi akhirnya menelusuri arah asal suara itu berasal. Dan setelah mendapat laporan adanya ledakan hebat ditengah jalan membuat Polisi akhirnya turun tangan dan mendatangi lokasi tersebut.


"Ledakan apa ini sebenarnya. Apa ini salah satu dari teror dan ancaman yang dilakukan beberapa geng Mafia itu?" tanya salah satu Polisi.


"Bukan. Aku rasa ini tidak ada kaitannya dengan kasus mau pun tindak tero*isme yang dilakukan para geng Mafia untuk menakut-nakuti kita, tapi ini seperti sebuah rencana aksi menggagalkan sesuatu?" timpal Revan sembari fokus pada pandangannya.


"Menggagalkan sesuatu? Maksud kapten semua ini ada kaitannya sama Geng Tayger lee setelah kita dapat laporan jika mereka nekat menyusup ke Markas dan menggambil Kendaraan dan barang berharga yang telah kita sita dari hasil penggerebekan kemaren?" timpalnya lagi.


"Aku rasa mereka nekat menerobos karena ada sesuatu yang sedang mereka rencanakan. Dan aku rasa ledakan yang terjadi pada hari ini ada kaitannya sama rencana yang telah mereka rencanakan sekarang ini, tapi untuk lebih jelas apa motiv yang sebenarnya, kita masih perlu melakukan penyelidikan!"tegas Revan lagi.


"Kapten setelah kita periksa secara teliti ternyata Mobil ini tidak dalam keadaan kosong, atau bisa dibilang ada sesuatu yang telah diangkut oleh Mobil Bok ini?"


"Diangkut, jadi Mobil Box ini ada isinya sebelum menggalami peledakan?"


"Iya seperti itu Kapten. Dan untuk memastikan apa isi yang terdapat didalamnya, kita perlu melakukan pengecekan dan menggambil sampel terlebih dulu!. Ucapnya yang kemudian ia pun menggambil cairan yang sudah berceceran di aspal jalan.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2