
"Kemana Wanita itu dia bilang dia akan sampai pukul 07:00 pagi tapi kenapa mereka malah telat apa mungkin mereka tidak jadi kesini atau mungkin mereka?"batin Sifa kemudian ia teralihkan pada salah satu suara yang berada dari belakang dirinya.
"Maaf kami telat tadi jalanan mancet jadi kami tidak bisa asal terobos saja.
"Tidak papa syukurlah kalian datang juga saya kira kalian tidak jadi datang kesini. Oh iya ini jumplah uang seratus juta yang kalian minta terimalah.
Sembari menyodorkan pada Wanita itu, Wanita itu nampak takjub dengan apa yang ia lihat saat ini bukan hanya segepok uang yang ia dapat melainkan beberapa gepok uang berwarna merah yang sudah berada didalam genggamannya.
"Dasar Wanita bodoh bisa-bisanya kamu tertipu akan tipuan kami. Dan uang ini tidak akan lama akan jadi milikku seutuhnya.
"Kenapa? Kenapa kalian malah tersenyum seperti itu?"
"Tidak, kamu tidak apa-apa kok tapi ini beneran uang asli kan? Kamu gak lagi membohongi kamu kan?"
"Anda tenang saja itu uang asli kok, jika tidak perlu kalian boleh mengeceknya sendiri," timpal Sifa lagi.
"Tidak perlu kamu percaya kok. Oh iya dimana tunangan kamu itu kenapa dia tidak ikut datang mengantarmu?"
"Tadinya dia ingin mengantarku, tapi ia lupa kalau ada tugas baru yang harus ia selesaikan tepat waktu biasalah kalau telat sedikit mendatangi pertemuan pada salah satu rekan kerja sama itu kan akan sangat disayangkan.
"Iya juga sih jadi kamu sendiri tidak bersama siapa-siapa?"
"Iya aku sendirian kok datang kesini,"
"Kesempatan yang sangat tepat. Dan situasi ini bisa aku manfaatkan langsung tanpa harus menunda-nunda.
"Kalian gak lagi merencanakan sesuatu kan? Kenapa aku perhatikan kalian sering senyum-senyum sendiri padahal kita tidak lagi ngelawak saat ini?"
"Oh iya aku ingin bertanya sesuatu sama anda?
"Bertanya soal apa?"
__ADS_1
"Apa anda pernah dengar yang katanya ada seorang penipu yang mampu melancarkan aksinya dengan menipu sepasang kekasih yang hendak akan melangsungkan pernikahan?"
"Oh berita itu iya aku pernah dengar, tapi kalau tidak salah itu lokasinya bukanlah di-kota ini kenapa memangnya?"
"Apa anda percaya jika pelaku itu beneran ada?"
"Ya kalau ada iya aku percaya kalau pelaku itu memang ada bahkan sekarang mereka jadi buronan Polisi tapi entah kenapa para Polisi itu susah sekali ya menangkap mereka padahal mereka hanya penipu yang berkedok prewedding sedangkan senjata tidak mereka kuasai jadi kenapa susah sekali untuk bisa menangkapnya
Belum juga Sifa selesai akan ucapannya kedua manusia yang sedang berada dihadapan Sifa seketika tertawa terbahak-bahak. Sifa yang terkejut pandangannya akhirnya hanya fokus pada kedua manusia itu.
"Kalian kenapa malah tertawa apa ada yang lucu?"
"Iya sangat lucu bahkan ini lebih lucu dari seorang pelawak. Apa anda sadar dimana anda menginjakkan kaki anda disini?"tanya Wanita itu dengan wajah sinisnya.
"Maksudnya?"tanya balik Sifa.
"Apa anda masih tidak sadar juga kalau anda hanya kamu manfaatkan. Dan pelaku kejahatan itu apa anda sadar siapa pelaku itu yang sesungguhnya?"
"Sayang apa kita perlu menjelaskan-nya atau mungkin kita habisi dia langsung aja biar dia tidak menyusahkan kita.
"Itu ide bagus sayang, untuk apa mempertahankan orang ini jika uang yang kita inginkan sudah berada digenggaman kita jadi tunggu apa lagi ayo kita habisi dia sekarang juga
"Jangan mendekat! Jangan pernah mendekat jika anda tidak ingin menyesal cepat pergi! Pergi!"
"Oh jadi dia mengancam kita? Dia tidak sadar dimana ia berada sekarang?"
"Sudah tunggu apa lagi cepat kita siksa dia hingga meninggal barulah kita pergi pergi dengan tenang nanti
Langkahnya yang mulai mendekat kearah Sifat. Sifa yang sadar jika posisinya sudah berada diujung tanduk ia segera mengeluarkan pistol yang sedari tadi ia selipkan dari dalam saku pakaiannya. Satu tembakan ia layangkan yang akhirnya tepat mengenai kaki kiri dari pelaku laki-laki itu, terkejut kedua manusia itu seketika memberikan tatapan tajamnya pada Sifa.
"Kamu? Siapa kamu sebenarnya kenapa kamu bisa menembakkan pistol itu kearah-ku?"
__ADS_1
"Sayang kamu terluka kamu benar-benar berani sekarang
"Apa anda sadar bodohnya aku itu lebih bodoh kalian. Karena apa? Karena kalian dengan mudahnya percaya jika aku dan juga laki-laki itu beneran bertunangan apa anda sadar siapa aku? Aku adalah seorang Detektif yang akan menangkap kalian atas kasus penipuan ini apa kalian paham!"
"Berani kalian membohongiku?"
Dyar
Dyar
Dua tembakan tiba-tiba melayang entah dari mana. Wanita tadi yang hendak akan menyerang Sifa, kini ia hanya bisa meringis sakit dengan luka tembakan yang ia dapat tepat mengenai kedua kakinya. Rasa sakit yang tak tertahankan seketika telah merobohkan dirinya.
Dan siapa sangka seseorang yang telah melayangkan tembakan itu ia yang tak lain dia adalah Rasya.
"Berani kamu melukainya maka aku sendiri yang akan berbalik melukai anda apa anda paham!"
"Kaki-ku ... Kaki-ku .....
"Sifa ambil kembali koper yang berisi uang itu.
"Baik detektif.
Dyar ...
Satu tembakan lagi telah terdengar, Pria itu yang berniat ingin bangkit dengan satu kakinya. Rasya yang melihat ia dengan sigap langsung melayangkan tembakan tersebut.
"Dan tembakan ini bonus karena anda dengan beraninya menipu banyak orang demi kepentingan kalian jadi rasakanlah. Verrel, Gibran cepat bawa mereka.
"Baik Detektif.
BERSAMBUNG
__ADS_1