Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 52.SANDRA DICULIK.


__ADS_3

"Alex apa yang kamu lakukan kenapa kamu menculik ku seperti ini?" tanya Sandra yang begitu terkejut menyadari jika dirinya telah terikat diatas kursi.


"Harusnya aku yang bertanya padamu. Apa yang kamu lakukan kenapa kamu menggabaikan ku bahkan lebih parahnya lagi kamu sama sekali tidak mau mengangkat telfon dariku. Apa kamu sedang berencana untuk menghindari ku? Tapi masalah itu bukanlah yang inggin aku bahas sekarang, tapi yang ingin aku tanyakan langsung ke kamu, siapa ayah dari anak yang kamu kandung saat ini. Apa benar jika anak yang ada dikandungan-mu ini bukanlah anakku?"tanya Alex yang spontan membuat Sandra pun terkejut dengan pertanyaannya itu.


"Kenapa kamu masih bertanya juga, jika pada kenyataanya kamu sendiri sudah mengetahuinya. Iya yang kamu katakan memanglah benar, jika anak yang aku kandung ini bukanlah anak kamu tapi lebih tepatnya ini adalah darah daging Richard!"balas Sandra yang spontan membuat Alex yang terkejut, ia pun mengebrak kerja sebagai pelampiasan amarahnya.


Break...


"Tega sekali kamu mengkhianati-ku seperti ini. Apa kamu sadar dengan siapa kamu berhadapan sekarang, Alex adalah tipe orang yang paling tidak suka yang namanya penghianatan. Selama ini kamu berjanji jika kamu tidak akan pernah mencintainya, tapi apa, apa yang kamu lakukan sekarang, kenapa kamu dengan beraninya mengkhianati-ku sampai-sampai memiliki seorang anak darinya. Apa kamu sadar resiko apa yang akan terjadi jika ada seseorang yang berani mengkhianati-ku?" Kalian cepat ikat dia dan masukkan dia kedalam mobil karena aku ingin memberi perhitungan kepadanya!"perintah dari Alex yang kemudian anak buahnya pun bergegas menghampirinya.


"Apa yang inggin kamu lakukan Alex. Apa yang ingin kamu lakukan, apa kamu inggin membunuhku?" tanya Sandra dengan raut wajah yang terlihat ketakutan.


"Tidak, kamu tenang saja biar pun aku marah karena aku tahu kamu telah mengkhianati ku. Aku tidak akan berbuat senekat itu. Yang inggin aku lakukan, aku inggin mengh*bisi anak itu dari muka bumi ini, atau lebih tepatnya lagi aku inggin menggugurkan anak itu!" balas Alex dengan tertawa sinisnya kearah Sandra.


"Apa kamu sudah gila! Tidak! Aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk melakukan ini, mau pun membun*uh anak ini, tidak aku tidak akan pernah membiarkan itu!" tegas Sandra dengan menunjukkan raut wajah tegangnya.


"Kenapa kamu tidak mau melakukan itu, bukannya kamu telah berjanji jika kamu ingin hidup bersama denganku dan meninggalkan Richard, tapi kenapa sekarang kamu secepat ini berubah pikiran?"


"Aku secepat ini berubah pikiran karena aku tahu anak ini sangatlah bearti bagiku. Apalagi dengan kehadiran anak ini aku bisa menebus semua penghianatan yang pernah aku lakukan pada Richard. Alex maafkan aku! Maafkan aku jika aku telah berani mengkhianati-mu seperti ini, maafkan aku. Jika dulu aku berfikir aku inggin meninggalkannya, tapi aku rasa semua itu tidak akan pernah terjadi mau pun tidak akan pernah pernah aku lakukan. Karena aku sudah terlanjur mencintainya. Aku inggin hidup bersama dengannya mulai saat ini, maafkan aku! Maafkan aku jika aku lebih memilihnya darimu maafkan aku?"


Plak..


"Ini adalah balasan karena kamu sudah berani mengkhianati-ku. Itu adalah balasan karena kamu sudah mengkhianati ku?" tegas Alex dengan sengaja ia pun memberikan satu tamparan pada Sandra yang tepat mengenai pipinya.


"Kenapa kamu menamparku. Apa kamu lupa kamu sendiri yang berjanji kalau kamu tidak akan pernah melukaiku tapi apa yang kamu lakukan sekarang, kenapa kamu memukulku. Sekarang aku sadar jika Richard lah orang yang paling peduli dan pengertian padaku bahkan selama dua tahun kita menikah dia tidak pernah sekali menamparku. Bahkan mengetahui jika aku telah mengkhianatinya dia juga tidak sampai menamparku, tapi kamu-kamu telah membuktikan siapa diri kamu Alex dan sekarang aku sadar jika orang sepertimu memang tidak pantas untukmu, jadi lepaskan aku! Lepaskan aku..aku inggin keluar dari sini lepaskan aku!" tegas Sandra dengan berusaha untuk melakukan pemberontakan akan tetapi semua usaha itu pun sia-sia saja.


"Kalian, kalian tunggu apa lagi cepat bawa dia sekarang, cepat!" perintah Alex yang kemudian dua anak buah Alex pun mulai membawanya dengan cara paksa dan kasar.

__ADS_1


"Baik Tuan!"


"Tidak, lepaskan aku! Lepaskan aku! Kamu tidak bisa berbuat jahat seperti ini kepadaku lepaskan aku!" teriak Sandra dengan sesekali ia pun memberontak.


Baru aja anak buahnya Alex akan memaksa Sandra untuk memasuki Mobil hitam itu, Richard yang sudah sedari tadi memperhatikannya dari jarak jauh tak lama ia pun bergegas turun dan menembakkan peluru kearah dua anak buah Alex tersebut.


Tergeletak dalam keadaan bersimbah darah, Alex yang melihatnya langsung dengan kedua bola matanya sendiri, pandangannya pun seketika teralihkan pada seseorang yang perlahan-lahan mulai menghampirinya.


"Richard berani sekali kamu datang dan menginjakkan kakimu di Markas Ku. Apa kamu sadar dengan kamu datang sendiri kesini, itu sama aja dengan kamu menyerahkan nyawa kamu sendiri kepadaku!" tegas Alex yang begitu terkejut melihat Richard yang dengan beraninya ia menginjakkan kakinya tepat dihadapan Alex. Dengan membawa sebuah senjata, Richard pun sudah siap menyerangnya.


Mendengar perkataan demi perkataan yang diucapkan Alex, yang Richard lakukan saat ini hanyalah menunjukkan senyuman sinisnya kearah Alex. Bahkan tidak terdengar satu kalimat pun yang keluar dari mulutnya. Melihat hal ini Alex yang sedari melihatnya dengan tatapan tajam ia pun langsung berkata.


"Heyy apa kamu sudah budek sekarang. Apa kamu tidak bisa ngomong?"


"Sandra kemari lah!" ucap Richard yang kemudian dengan bergegas Sandra pun menghampiri Richard dan menggenggam tangannya.


"Ti...tidak aku tidak apa-apa,"balas Sandra yang kemudian ia tambah mempererat genggamannya.


"Apa ini apa yang membuatnya menjadi bersikap perduli lagi kepadaku?" batinnya dengan tersenyum.


Flase back on.


"Semua keperluanku sudah habis jadi mumpung masih pagi aku harus segera membeli kebutuhanku,"gumamnya yang kemudian Sandra yang sudah menjalankan laju kendaraannya, dalam tengah perjalanannya ia pun dibuat terkejut lantaran ada seseorang yang sudah dalam keadaan tergeletak ditenggah jalan yang sepi ini, tanpa berfikir ia lantas turun dan meggeceknya. Akan tetapi belum juga Sandra menggeceknya seseorang pun dengan tiba-tiba langsung membingkamnya dari belakang. Sandra yang berusaha memberontak tapi semua usahanya pun sia-sia saja. Dengan bergegas seseorang itu pun langsung memasukkan salah satu Mobil hitam.


" Siapa mereka? Apa maksud mereka tiba-tiba menculiknya?" ucap Richard yang pada saat itu ia sengaja membuntuti ku Sandra dari jarak kejauhan.


"Aku harus mengikutinya!" ucapnya lagi yang kemudian ia pun bergegas langsung menjalankan lagi laju kendaraannya.

__ADS_1


"Tuan kita sudah menjalankan tugas yang Tuan berikan ke kami?" ucap salah satu seseorang pada Pria kekar yang membalikan tubuhnya kearah jendela.


"Baiklah cepat pergilah!" balas Seseorang itu yang kemudian ia pun membalikkan lagi tubuhnya kearah Wanita yang sudah berada dihadapannya yang tak lain ia Wanita itu adalah Sandra.


Terkejut dengan siapa ia berhadapan sekarang, lantas Sandra ia pun langsung berkata.


"Alex?" ucap Sandra dengan wajah terkejutnya.


"Sandra? Untuk apa Alex menculiknya?" ucap Richard dengan posisinya yang mengguping pembicaraan mereka.


Siapa sangka Richard pun akhirnya mendengar semua perkataan demi perkataan yang diucapkan oleh Sandra mau pun Alex. Hati Richard yang seolah hancur setelah ia mendengar sendiri jika perkataan yang diucapkan Sandra pada kenyataanya memanglah benar.


"Jadi benar perkataan yang barusan diucapkan oleh Sandra kemaren, jika anak itu dia ...dia benar-benar darah dagingku? Aku harus menolongnya,"ujar Richard yang tanpa berkata lagi, ia dengan segera langsung melangkahkan kakinya untuk menghampiri mereka.


Flase back off.


"Bos didalam Markas kita ada satu pel*dak yang aktif dan jangka waktu yang tersisa hanya tinggal 15 menit, kita harus segera meninggalkan tempat ini jika tidak ingin kita akan m*ti Tuan?"


"Itulah jawaban dari perkataan yang inggin kamu dengar dariku Alex. Nikmatilah api hangat yang akan menghanguskan tubuhmu nanti!.timpal Richard dengan tersenyum sinis.


"Jadi kamu orang yang menggunakan peledak itu?" tegas Alex dengan raut wajah marahnya.


"Iya, memang aku orang yang sudah memberi peledak itu?" balas Richard dengan menunjukkan senyuman sinisnya.


"Dasar kurang ajar!" tegas Alex yang tanpa berkata lagi ia langsung memberikan satu tendangan tepat kearah Richard.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2