
Sesampainya Resya dan Mama tirinya dihalaman Rumahnya, mereka dibuat terkejut lantaran melihat semua barang yang berada didalam Rumah sudah dalam keadaan hancur dan berserakan dilantai dan mendapati tiga orang yang melakukan semua ini.
"Kamu? Akhirnya kamu datang juga mana uang kamu, ini sudah ketiga kalinya kamu belum melunasi hutang kamu, jadi cepat bayar hutang kamu sekarang atau kamu mau nyawa kamu akan melayang pada hari ini juga, cepat bayar hutang kamu sekarang.
"Mama, hutang apa yang mereka maksud?" tanya Resya, tapi Mama tirinya tidak menanggapinya pertanyaan-nya dan menghampiri ketiga pria kekar itu sembari berlutut.
"Saya mohon kasih kesempatan kepadaku yang kedua kalinya, saya janji bulan depan saya akan membayarnya saya janji.
"Janji lagi ...janji lagi, ini udah beberapa kalinya kamu berkata seperti itu, cepat bayar hutang kamu kalau kamu gak mau nyawa kamu akan menghilang nanti.
"Tunggu tapi ternyata kamu mempunyai Putri yang sangat cantik rupanya .
"Hey apa maksudmu kenapa kamu malah berdalih pada pembicaraan yang lain.
"Bukan seperti itu maksudku, coba kamu lihat dia benar-benar wanita yang sangat cantik, jika kita dapatkan dia dan menjualnya pada Mr. Alex, kamu pasti tahu kan berapa banyak uang yang akan dia berikan pada kita," lirik si pria kekar sembari menatap kearah Resya.
"Jadi kalian tertarik pada putriku ini? Baiklah jika kalian tertarik maka bawalah dan anggap saja kalau hutangku sudahlah lunas agar kita bisa sama-sama saling menguntungkan.
"Gak aku gak mau, aku wanita baik-baik jadi aku gak mau jadi wanita pelacur seperti yang kalian kira.
"Jangan dengarkan dia, cepat bawa dia sekarang juga dengan begitu hutangku yang sebesar 50 juta telah lunas.
"Baiklah kita akan membawanya, ayo gadis cantik ikutlah bersama kita.
"Gak aku gak mau jangan berani kalian mendekat kearah-ku, jangan ...."
Tanpa berfikir maupun membantu Resya yang hendak akan melarikan diri, Monika dengan sigap ia langsung mendorong tubuh Resya dan menyerahkannya pada ketiga pria kekar itu.
"Cepat bawa dia, dan terserah kalian mau apakan nih anak, karena dia bukanlah anak kandungku jadi aku tidak perduli, kalian mau apakan dia. Karena bagiku dengan hutangku yang sudah lunas aku sudah tidak ada hubungan sama kalian maupun tuan kalian cepat pergi dan bawa dia pergi dari hadapanku sekarang!" perintah Monika.
"Mama jahat, lepaskan aku ...lepaskan aku ...."
Dengan berusaha Resya berniat inggin melarikan diri dan sekuat tenaga ia berusaha memberontak, semua usahanya pun sia-sia lantaran tenaga mereka yang lebih kuat.
******
Langkahnya pun seketika terhenti setelah ia tahu kemana mereka akan membawa Resya pergi.
"Hey kenapa kamu berhenti ayo cepat masuk!" perintah si Pria dengan muka geramnya.
"Gak, aku gak mau masuk, ini adalah tempat terkutuk dan aku tidak mau masuk ketempat haram seperti ini, aku tidak mau.
"Hey mau kemana kamu, kamu itu sekarang sudah jadi milik kita jadi jangan harap kalau kamu akan bisa pergi dari sini, karena kita gak akan pernah membiarkan itu sampai terjadi.
__ADS_1
"Aku mohon tolong lepaskan aku, aku mohon lepaskan aku, aku janji aku bakal melakukan permintaan kalian apapun asal kalian gak menjual-ku pada laki-laki hidung belang disana aku mohon lepaskan aku.
"Kamu tenang saja gadis cantik, kita akan bebaskan kamu nanti tapi setelah kamu membuat Mr. Alex puas akan tubuhmu.
"Gak aku gak mau, lepaskan aku ...lepaskan aku ...."
Deek.
Pukulan pun akhirnya mendarat tepat di punggung Resya. Dan akibat terkena pukulan itu, tubuh Resya pun seketika melemah dan tidak sadarkan diri.
"Maaf aku sengaja memukulnya karena dia berusaha memberontak, jadi hanya dengan cara ini kita bisa berhasil memasukkan dia kedalam ruangan Mr. Alex.
"Gak masalah yang terpenting sekarang cepat kita bawa masuk nih orang dengan begitu tugas kita sudah selesai. Dan tinggal tuan kita yang menikmatinya nanti," timpal pria yang satunya lagi.
"Baiklah.
Hari yang harusnya dipenuhi dengan kebahagiaan, tapi semua kebahagiaan itu nyatanya gak berpihak pada gadis cantik bernama Resya. hidup bahagia itu adalah suatu impian besar baginya, tapi dia sadar jika bahagia itu bukanlah haknya.
Dalam sebuah tempat yang dipenuhi dengan sinaran cahaya berwarna- warni, dengan alunan musik disko yang membuat siapapun orang yang mendengarnya pasti akan berjoget dan menunjukkan kemolekan tubuhnya terutama bagi kaum wanita. Ditambah lagi adanya banyak orang yang sedang duduk bersantai sembari meminum beberapa minuman beralcoh*l yang membuat kesadaran mereka perlahan-lahan mulai buyar.
Dalam ruangan dan tempat yang sama ada seorang laki-laki tampan bertubuh sedikit kekar yang menghabiskan waktunya untuk berfoya-foya ditempat seperti ini. Dan laki-laki tampan itu yang tak lain ia adalah Richard laki-laki berusia 25 tahun yang dengan santainya ia meminum dan sudah beberapa botol yang ia habiskan, akibatnya kesadarannya pun mulai menghilang.
" Tuan berhentilah meminum semua ini, anda sudah terlalu banyak minum ini dan sekarang kondisi anda sudah mabuk berat, jadi hentikanlah," perintah seorang laki-laki berumur 25 tahun yang tak lain ia adalah pengawalnya pribadinya.
"Maaf tuan, bukan maksud saya lancang berkata seperti itu, maafkan saya.
"Dari pada kamu banyak ngomong, mendingan sekarang cepat kamu pesankan aku kamar karena aku inggin mengistirahatkan tubuhku dikamar ini, jadi cepat pergilah ...cepat ...."
"Baik tuan saya akan memesankan kamar untuk tuan, tuan tunggu disini dulu.
"Cepat ..."
*****
"Ini tuan kamar yang sudah saya pesankan, apa tuan inggin saya mengantarnya kedalam kamar sekalian.
"Gak usah, aku masih sanggup berdiri maupun berjalan sendiri, jadi lebih baik sekarang kamu pergi dan tinggalkan aku. Karena aku inggin sendiri sekarang!.
"Baik tuan saya akan pergi, jaga diri tuan, permisi."
"Baiklah pergilah!.
Berjalan memasuki ruangan. Dan dengan kondisi yang agak linglung sekaligus sempoyongan, Richard pun akhirnya berhasil memasuki kamar bernomor 57. Dan dengan segera ia pun menguncinya dari dalam ruangan.
__ADS_1
Dan dalam sebuah ruangan yang sama yang ditempati Richard, lebih tepatnya berada diatas ranjang terdapat lah seorang gadis cantik yang masih tertidur pulas, dan se-menit kemudian gadis itu pun akhirnya tersadar juga.
"Ada dimana ini aku sekarang, kenapa aku bisa berada disini?" ucap gadis itu yang tak lain dia adalah Resya, sesaat pandangannya pun seketika teralihkan setelah ada seorang laki-laki yang sama berada dalam ruangan ini.
"Kamu? Siapa kamu, kenapa kamu bisa ada disini, siapa kamu?" teriak Resya akan tetapi laki-laki itu malah menghampirinya.
"Sandra ternyata kamu juga ada disini sayang aku ...aku membutuhkanmu.
Dengan kondisi yang setengah sadar akibat meminum alkoh*l, Richard pun dengan langsung, langsung menghampiri kearah Resya dengan bayang-bayang Sandra yang tak lain adalah Istrinya sendiri yang selalu terlintas dalam pikiran Richard sekarang ini, dengan adanya kesadarannya yang mulai buyar, Richard pun mendekatkan diri kearah Resya, Resya yang menyadarinya ia pun lantas langsung bangkit dari tempat tidur.
"Kamu? Apa yang inggin kamu lakukan, aku minta kamu jangan mendekat, jangan mendekatiku!" ancam Resya dengan wajah ketakutannya.
"Sandra apa yang kamu katakan barusan, kenapa kamu melarang-ku untuk jangan mendekatimu. Aku ini Suamimu memangnya apa salah jika seorang Suami mendekati Istrinya sendiri.
"Ini udah malam jadi aku harus pergi sekarang. Jadi maaf aku gak bisa berada disini. Aku harus pergi," ucap Resya yang berniat akan pergi, Richard pun tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Kamu, apa yang kamu lakukan lepaskan aku ...lepaskan aku!. Dengan berusaha Resya mencoba melepaskan dekapan Richard, tapi dekapan itu malah semakin erat.
"Anda sudah gila tolong lepasin aku, aku harus pulang, Jadi aku mohon lepas aku tolong," ucap Resya yang mulai merasa cemas. Sesekali ia berusaha tapi semua usahanya pun sia-sia saja.
"Gak aku akan pernah lepasin kamu sayang, selama ini aku sudah sangat menyayangi-mu, jadi aku gak akan pernah melepaskan kamu tidak, itu tidak akan pernah!" tegas Richard.
Richard yang kesadaran agak berkurang. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, Ataukah akibat sejak meminum alkoh*l yang membuatnya jadi mabuk berat seperti ini, Richard yang menyadari wanita yang sedang berada dalam dekapannya sedang menangis deras ia bukannya melepaskan pelukan itu agar Resya bisa pergi dari tempat ini, Richard malah mengangkat tubuh Resya keatas. Dan dengan langsung ia juga melemparkan tubuh Resya tepat terjatuh diatas ranjang tempat tidur.
"Aku mohon jangan lakukan itu, aku mohon," rintihan Resya yang terus menangis tanpa henti.
"Sayang kamu kenapa nangis, aku tidak akan membuatmu terluka mari kita nikmati malam yang indah ini bersama.
"Tidak, anda sudah gila cepat pergi ....cepat pergi!" teriaknya sembari melemparkan beberapa barang kearah Richard.
"Pergi ....aku mohon pergi ....'
Melihat seseorang yang terus menerus melemparkan barang kearahnya, Richard bukannya takut ia malah semakin mendekatkan diri ke arah Resya.
Setelah berhasil menarik tangan Resya dan jatuh kedalam pelukannya, dengan segera Richard pun melemparkan tubuh Resya yang akhirnya terjatuh tepat diatas ranjang tempat tidur, yang kemudian ia pun menyusulnya.
"Sayang. Aku sangat mencintai kamu ...,"ucap Richard yang dengan rasa tidak bersalah, Dia langsung menci*m bibir Resya yang berada tak jauh dari bibirnya . Dengan sigap Resya yang sudah tidak tahan ia pun langsung melepaskan ciu*an tersebut.
"Lepaskan aku ....lepaskan aku, sadarlah anda sedang mabuk berat, aku bukanlah istri anda sadarlah gak seharusnya anda melakukan tindakan seperti ini sama saya," ucap Resya yang berusaha untuk melepaskan pelukan Richard . Akan tetapi lagi-lagi semua usahanya sia-sia saja. Sekuat tenaga Resya berusaha untuk melepaskannya pelukan itu, Pelukannya malah akan tambah semakin erat.
Seperti orang yang lagi kerasukan, Richard dengan kesadarannya yang hilang, dia yang memandangi wajah Resya dan setiap kali ia memandang Resya wajah Resya pun berubah menjadi wajah Istrinya. Richard yang sudah sangat kepanasan ia membuka satu persatu kancing yang tertempel pada kemeja yang dikenakan Resya.
BERSAMBUNG.
__ADS_1