Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
AMARAH YANG MEREDA


__ADS_3

Berjalan dengan adanya lamunan yang menyertai dirinya. Duduk disalah satu kursi taman sembari meminum sebotol air putih. Sifa hanya bisa menatap dan memandangi pemandangan yang indah. Akan tetapi keindahan yang sangat indah ini nyatanya tidak sebanding dengan perasaan kecewa yang ia rasakan saat ini.


"Memang bisa dibilang aku sudah punya segalanya, bahkan soal kekayaan aku beruntung karena sedari kecil Mama mau pun Papa ku sudah mewariskan semuanya padaku, tapi kenapa kalau soal cinta aku tidak pernah berhak untuk memilikinya. Ketulusan yang mampu diberikan setiap pasangan aku tidak tahu apa aku masih berhak untuk mendapatkannya," ucap Sifa sembari memperhatikan pandangan disekelilingnya.


Tak lama hadirlah seorang laki-laki yang mulai menghampiri dirinya sembari memberikan satu buah air mineral.


"Hay apa aku boleh duduk disini?" ucap seseorang itu, seseorang dengan postur tubuh tinggi dan berbadan putih.


"Kamu siapa aku mengenalmu?" tanya balik Sifa dengan wajah terheran-nya.


"Tidak, kebetulan kita tidak saling mengenal tapi aku lihat kamu nampak murung layaknya sedang membutuhkan seorang teman untuk curhat?"


"Siapa Pria ini? Aku sama sekali tidak mengenalnya tapi kenapa dia seperti sedang merencanakan sesuatu dari gerak-geriknya?"batinnya yang akhirnya ia pun mengijinkannya.


"Baiklah duduklah!" perintah Sifa berlalu Pria itu pun duduk.


"Oh iya kenalin namaku Riko?"


"Baiklah namaku Sifa," balas Sifa yang kemudian menerima jabatan tangan darinya.


"Aku lihat seperti ada masalah apa Wanita secantik kamu mungkin memiliki masalah? Atau mungkin kamu sedang galau karena tidak memiliki pasangan?"


"Siapa sih Pria ini dari cara bicaranya kayaknya dia seperti sedang mengintrogasi-ku, ingat Sifa kamu harus waspada ini termasuk salah satu modus Pria bajingan yang sedang mencoba menggoda-mu?"batinnya secara melamun, Pria yang disampingnya yang melihat Sifa hanya terdiam ia nampak hendak ingin melakukan sesuatu yaitu ingin menciumnya, tapi syukurnya Sifa dengan sigap langsung menampar pipi kanan Pria mesum tersebut.


"Hay anda ini keterlaluan banget ya, anda ini tidak kenal dengan saya dan saya sendiri juga tidak kenal siapa anda tapi kenapa anda berani sekali mau mencium-ku seperti itu apa anda ingin cari massa denganku?"gertak Sifa dengan raut wajah kesalnya.

__ADS_1


"Astaga kamu itu kenapa sok cantik sih, jujur lagi sebenarnya kamu mau kan mendapatkan ciuman dariku tapi karena masih grogi kamu coba mengelak-nya ya kan?"


"Gila. Baru sekali aku melihat ada Pria sepede seperti anda, baiklah aku minta anda sekarang pergi dari hadapan ku jika anda tidak mau menyesal pergilah!"


"Tidak, aku tidak mau apa kamu tidak tahu disini hanya ada kita berdua apa mungkin kamu mampu menghindar dariku?"


Tak mengatakan sepatah kata lagi pada Pria itu, Sifa yang merasa cemas ia pun berlari menuju ketempat yang sedikit ramai. Pria yang menggodanya pun dengan sigap langsung ikut mengejarnya.


Dan tepat di perbatasan kampung yang jalannya terbilang sangat sempit, tiba-tiba ada seseorang yang langsung membungkam mulutnya, dan membawanya di-gang sempit yang terlihat sepi dan sedikit gelap karena kurangnya lampu menyinarinya.


Merasa dirinya dalam keadaan terancam Sifa pun berusaha untuk memberontak dan juga memukul-mukul seseorang itu, tapi semua itu sia-sia saja. Karena orang itu sama sekali gak menggubrisnya. Dan tanpa diduga ternyata orang yang membawa kabur dirinya, dia adalah Rasya.


Merasa sakit akibat pukulan yang dilakukan Sifa secara terus menerus membuat Rasya akhirnya melepasnya.


"Ah cukup jangan memukulku secara terus menerus sakit tahu?"rengek Rasya, sedangkan Sifa yang melihat Rasya ia nampak terdiam tidak mempercayainya.


" Dan apa tujuan kamu? Kenapa kamu malah menolongku dan membawaku kesini?" tanya Sifa dengan menunjukkan tatapannya yang kemudian Rasya yang mendengarnya ia seketika langsung membungkam mulut Sifa lagi.


"Jangan banyak bertanya Pria itu masih mengejar-mu jadi diam-lah!"perintah Rasya yang seketika membuat Sifa pun terdiam.


"Udah bukan saatnya untuk membahas soal ini, ayo sekarang kamu ikut aku kita harus segera pergi!" ucap Rasya yang kemudian dia yang baru aja mau melangkah, Rasya yang melihat pria itu yang semakin mendekat kearahnya.


"Ah sial Pria itu mulai mendekati kita."


"Terus apa yang kamu lakukan kenapa kamu hanya berdiam diri disini ayo lawan mereka?" balas Sifa yang merasa sangat cemas, akan tetapi Sifa dibuat terkejut lantaran Rasya menatap kearahnya dengan tatapan sangat serius. Sekaligus perlahan lahan Rasya pun semakin mendekatkan wajahnya kearah Sifa yang seketika membuat Sifa pun semakin bingung.

__ADS_1


"Rasya apa yang inggin kamu lakukan?" tanya Sifa yang kemudian dia pun berjalan mundur perlahan-lahan, yang akhirnya membuat Sifa tambah semakin terdesak lantaran dia sudah sangat terpojok. Karena posisi belakangnya adalah tembok.


Wajah Rasya yang tambah semakin mendekat kearahnya, membuat Sifa pun akhirnya memejamkan kedua matanya karena merasa tidak tahu apa lagi yang harus dia lakukan.


"Kemana perginya Wanita tadi cepat sekali ia larinya?" ucapnya yang akhirnya ia pun pergi balik kejalan yang semula.


"Syukurlah rencana-ku akhirnya berhasil juga!" ucap Rasya yang merasa lega, dia melihat kearah Sifa tapi melihatnya masih memejamkan matanya, dia malah menertawakannya.


"Astaga hay apa yang sedang kamu lakukan, kenapa kamu memejamkan matamu seperti itu? Jangan bilang kalau kamu sedang berfikir kalau aku inggin mencium mu, kamu tidak berfikir seperti itu kan?"tanya Rasya dengan nada ledek.


"Apa?" balas Putri yang seketika langsung membuka kedua matanya.


"A...aku...sudahlah jangan bahas itu lagi, aku bukannya berfikir seperti itu, tapi aku hanya...sudahlah jangan bahas itu lagi?" balas Sifa yang merasa sangat canggung sekaligus malu didepan Rasya.


"Sudah sekarang ayo kita cepat pergi dari sini?" ajak Rasya yang kemudian dia pun menggandeng tangan Sifa untuk dia ajak pergi.


"Tunggu?" ucap Sifa yang menghentikan langkahnya keduanya.


"Kenapa?"tanya balik Rasya.


"Apa aku sedang bermimpi?"tanya Sifa.


"Bermimpi? Tidak, kamu tidak lagi bermimpi ini memang aku Rasya ... Pria yang kamu sukai," balas Rasya dengan tersenyum.


"Jadi kamu tidak marah lagi sama aku?" tanya Sifa dengan wajah tidak percayanya.

__ADS_1


"Seperti yang kamu lihat! Sudah ayo kita pergi dari sini sekarang," ajak Rasya yang langsung mengandeng tangan Sifa dan membawanya pergi ke-suatu tempat.


BERSAMBUNG.


__ADS_2