
Memandang Bibir Resya yang terlihat sangat mungil. Mata Richard tidak bisa lagi ia alihkan, dengan langkah cepat Richard segera menarik Resya dan tak segan-segan ia langsung ******* bibir mungil tersebut.
Dua bibir yang akhirnya sama-sama bersentuhan itu pun akhirnya mulai main-main tak peduli jika ada seseorang yang masih ada disampingnya. Dan menyaksikan kejadian yang mungkin tidak seharusnya ia lihat saat ini.
"Astaga Tuan. Tuan ini kalau mau melakukan tindakan itu lihat lagi siapa seseorang yang ada dihadapan Tuan," balas Gibran yang terlihat kesal. Dan bergegas pergi dari hadapannya.
Tidak menghiraukan ocehannya Gibran. Richard dan Resya terus saja melakukan ciuman itu.
Menyadari sudah tidak ada orang lagi yang memergoki tindakan mereka. Dengan langkah cepat Richard langsung menggendong tubuh Resya yang dimana posisinya berada dalam dekapannya.
Tak menghentikan ciumannya, mereka terus saja melakukan itu hinga Richard meletakkan tubuh Resya dan mendudukkannya diatas meja kerjanya.
"Richard sudahlah kita hentikan aktifitas ini. Nanti kalau ada orang yang lihat gimana. Apalagi ini masih jam kerja jadi aku tidak mau malu karena ulah kita ini, jadi sudahlah aku pergi dulu biar kamu bisa konsen kerjanya," timpal Resya yang ingin mengakhirinya akan tetapi Richard tidak mengijinkannya untuk pergi. Dan menariknya kembali dalam pelukannya.
"Kamu? siapa yang menyuruh-mu untuk pergi. Dan tempat ini adalah ruangan pribadi-ku jadi jika ada orang atau pun tidak itu sudah jadi hak-ku. Dan kamu? hari ini aku akan membuat kamu jadi milikku seutuhnya jadi milik-ku. Dan pastinya aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi dari dekapan-ku jadi kamu tidak ingin mengecewakan aku lagi kan?"
"Richard?" timpal Resya.
"Tidak ada penolakan.
__ADS_1
"Baiklah,"
FLASHBACK
Mata yang terlihat sipit bahkan pandangannya mulai buram tak jelas memandang setiap pandangan dari hadapannya. Tak lama pandangan itu mulai kabur seketika tubuhnya pun roboh.
*
**
Terduduk disalah satu ranjang bermotif warna serba pink, pandangan Sifa terus menjalar kesemua arah meratapi semua barang peninggalan Silvi yang masih berjejer rapi diatas nakas mau pun almari kaca. Satu persatu Sifa mulai mengambil dan mengemas semua barang itu agar ia dan juga Mamanya bisa ikhlas menerima kepergiannya.
Tangannya yang satu persatu mulai mengambil dan memasukkan barang itu pada kardus bekas, kemudian pandangan Sifa pun terhenti dan fokus pada salah satu buku diary milik Silvi, tanpa menunggu ia pun segera mengambilnya.
"Buku diary? ini adalah buku catatan yang selama ini aku cari, untung saja aku menemukannya mendingan aku baca apa isi dari buku ini," gumamnya yang kemudian Sifa pun duduk di kursi belajar Silvi, pelan-pelan Sifa pun membuka satu persatu lembaran buku tersebut.
Namaku Silvi dan usiaku masih sangatlah muda yaitu 17 tahun, aku bahagia karena di dunia ini aku hidup dikelilingi boleh banyak orang yang menyayangiku. Dan orang itu adalah Mama dan Kakakku yaitu Sifa, bagiku mereka adalah segalanya karena hanya dengan mereka aku bisa menuangkan semua kesedihanku pada mereka.
Tapi selain itu aku juga merasa iri kepada saudara kembar ku karena dia adalah Wanita yang sangat kuat dan lebih disayangi oleh banyak orang dari pada aku, tapi biar pun begitu aku tidak mau membencinya karena dia satu-satunya saudara kembar ku yang aku punya.
__ADS_1
Terkadang setiap kehidupan yang kita jalani kita, memang dituntut untuk bahagia dan tersenyum agar semua orang tahu jika kehidupan yang kita jalani sangatlah bahagia tanpa ada beban yang bersarang dalam pikiranku. Tapi aku rasa semua itu hanyalah kebohongan karena senyuman dan tawa yang aku tunjukkan pada mereka semua itu hanyalah tipuan. Tipuan agar mereka tidak tahu penderitaan apa yang aku alami selama ini.
Sedangkan pertemanan. Pertemanan yang aku alami selama ini nyatanya juga tidak seindah yang aku bayangkan. Karena untuk apa aku harus berteman pada seseorang jika pada akhirnya orang itu malah berkhianat. Dulu aku ada satu orang yang aku anggap jika dia memang benar-benar tulus mau berteman padaku, tapi nyatanya dia sama aja seperti mereka, dia hanya mempermainkan ku.
Sedangkan Reno? laki-laki yang selama ini aku anggap seseorang yang paling baik, dia ternyata juga tidak sebaik yang aku kira karena dia hidupku harus hancur dan menerima hinaan pahit seperti ini. Karena dia? aku harus mengandung seorang anak yang dimana usiaku baru menginjak 17 tahun.
Maafkan Silvi Ma..maafkan Silvi karena Silvi telah membuat Mama terluka dan kecewa maafkan Silvi.
"Maafkan Kakak juga Sil, maafkan Kakak karena disaat kamu membutuhkan waktu untuk curhat sama Kakak, Kakak malah sibuk dengan urusan Kakak sendiri maafkan Kakak. Dan Reno? jadi dia laki-laki yang telah membuat Silvi menderita. Dan dia juga orang yang telah membuat adikku mendapat hinaan atas semua perbuatannya, kamu tenang aja Sil selama Kakak ada disini Kakak tidak akan membiarkan orang seperti dia hidup tenang atas apa yang telah ia lakukan," gumamnya dengan mengepal kedua tangannya.
Sekalian ijin promo karya teman-ku ya ceritanya sangat menarik. Jadi sayang untuk dilewatkan.
Berikut Blurb-nya
DIA TIDAK PERNAH MENEMUKAN KEBAHAGIAAN DALAM PERNIKAHANNYA KARENA SIKAP ISTRINYA. TAPI DIA MALAH BERTEMU DENGAN SOSOK WANITA LAIN YANG MAMPU MEMBAWANYA LEBIH NYAMAN, APAKAH YANG HARUS DIA LAKUKAN? MEMILIH SETIA DALAM PERNIKAHAN NERAKA ATAU MENDUA UNTUK MENGGAPAI SURGA?
Reyhan rela menikah dengan istrinya yang kejam demi membayar hutang sang ayah. Namun, pernikahan Reyhan tidaklah seperti pernikahan pada umumnya. Belasan tahun menikah dikaruniai dua orang anak, tapi tak pernah sekalipun dia menyentuh istrinya. Sejak bertemu Hanna kehidupan Reyhan mulai berubah. Bagaimana nasib pernikahannya dengan istri kejamnya? Ataukah dia lebih memilih Hanna sebagian teman dalam hidupnya? Lalu anak siapakah keduanya?
__ADS_1
BERSAMBUNG.