
Setelah menugaskan anak buahnya, Sifa pun kembali melanjutkan lagi laju kendaraannya untuk menyisir seluruh jalanan ini. Dan di sisi tempat lain terdapat seorang Wanita muda yang sedang memandang ke sana kemari dan sesekali ia pun melihat jam tangan kirinya yang dimana jam sudah menunjukkan pukul hampir 21:00 malam.
"Kemana sih Amel kenapa sampai sekarang mereka belum juga kunjung datang. Apa dia sedang mau mempermainkan ku?" gumam Silvi sembari terduduk disalah satu kursi yang tersedia disalah satu Kafe.
Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yg memegang pundak Silvi, spontan Silvi yang menyadarinya ia pun bergegas membalikkan badannya.
"Astaga aku itu udh nungguin kamu dari tadi, kamu itu dari mana sih, kenapa baru datang?"
"Iya maaf-maaf aku tadi terjebak macet tadi makanya telat!"
"Alasan terus aja ini itu bukan pertama kalinya lagi?"
"Iya maaf-maaf aku beneran kok tidak bohongi kamu aku emang terjebak kemacetan tadi udah dong jangan ngambek terus, jelek tau senyum dong...."goda Amel dengan mencubit pipinya kanan Silvi.
"Iya ini aku senyum,"timpal Silvi dengan tersenyum terpaksa.
"Ya sudah kalau gitu kita pergi ya sekarang aku sudah ditungguin sama Reno soalnya?"
"Baiklah ayo cepat kita pergilah."
Tak berapa lama kemudian mereka pun sampai ditempat yang sedang dinanti oleh mereka sedari tadi. Akan tetapi sesampainya di sana tatapan Silvi tidak bisa teralihkan setelah ia tahu kemana Amel membawanya pergi sekarang.
"Ini kan tempat karaoke, kenapa kita bisa ada ditempat karaoke seperti ini, kamu kan tau aku paling tidak suka sama tempat seperti ini, mendingan kita pulang aja ya?" ajak Silvi yang menarik lengan tangan Amel akan tetapi ia pun menolak.
"Tidak, aku tidak mau masak kita udah jauh-jauh datang kesini kita akan pergi lagi sih, kita kan cuma akan bersenang-senang sebentar aja kok disini aja, lagian tujuan kita kan sambil mengerjakan tugas sekolah, sudah-sudah ayo kita masuk sekarang, ayo..."ajak Amel dengan menarik lengan tangan Silvi.
Setelah berhasil mengajaknya untuk masuk kedalam, Silvi pun mulai tidak betah lantaran terus-menerus menghirup minuman dan suara-suara yang sangat menggangu telinganya seperti ini. Bahkan melihat tatapan mata para Pria yang mengarah kearahnya membuatnya merasa canggung dan inggin sekali secepatnya meninggalkan tempat ini.
__ADS_1
" Amel mendingan kita sekarang cepat pergi dari tempat ini ya, kita cari tempat yang lain aja ya, aku benar-benar tidak suka sama orang-orang yg ada disini ayo kita pergilah," ajak Silvi dengan berusaha menarik tangan Amel akan tetapi Amel yang sudah terlanjur mabuk membuatnya susah berbicara padanya.
"Silvi kamu itu apa-apaan sih bisa gak kamu itu jangan ganggu aku, lebih baik kamu udah diam disini aja lagian disini juga nyaman kok,"timpal Amel yang melanjutkan lagi minumnya.
"Amel kamu..kamu mabuk?" tanya Silvi yang tidak percaya.
"Iya kenapa kalau aku mabuk, apa itu masalah buat lo, hidup-hidup gue jadi jangan coba-coba lo mengatur gue apa lo mengerti?"
"Amel kamu itu seorang Gadis bahkan kamu itu masih anak SMA apa pantas kamu melakukan tindakan seperti ini. Apa kamu tidak memikirkan pendidikan kamu?"
"Sudahlah Sil, lo itu jangan coba-coba mengatur mau pun menceramahi gue karena itu gak akan ngaruh, ingat apa lo pikir gue mau bersahabat karena gue setia gitu sama lo, gila kali gue melakukan itu. Aku sengaja mau berteman sama kamu karena kamu itu anak orang kaya, jadi jangan bermimpi kamu kalau kamu berharap akan menjadi sahabat terbaikku!"
"Amel, aku tahu kamu sedang mabuk makanya kamu jadi ngelantur kaya gini, ingat sebelum kamu mabuk berat ayo kamu ikut aku karena aku inggin membawamu pergi, ini bukanlah tempat yang cocok untuk kita jadi ayo cepat kita pergilah!"
"Berhenti kamu itu siapa? Kenapa kamu jadi mengatur-atur aku ini hidup aku jadi tidak sepantasnya kamu bersikap seperti ini, jadi jika kamu inggin pergi, pergilah karena aku tidak mau pergi aku mau masih disini!"
Silvi yang berniat inggin membawa Amel pergi dari tempat ini, iya pun tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang tak lain seseorang itu adalah Reno kekasih dari Amel sendiri.
"Reno...syukurlah kamu datang, dan untungnya ada kamu disini jadi cepat bantulah aku untuk membawa Amel dia mabuk soalnya!"
"Apa...jadi Amel mabuk, baguslah kalau gitu. Aku tidak masalah kalau dia mabuk!" timpalnya dengan tersenyum tipis.
"Bagus, maksud kamu apa Reno? Apa kamu juga sama mabuk sepertinya?"tanya Silvi yang mulai menyadari gerak-gerik Reno yang terlihat mabuk.
"Udah mendingan sekarang kamu ikut aku. Karena aku inggin membawamu ke suatu tempat ayo ikutlah!"ajak Reno dengan memaksanya.
"Kamu mau bawa aku kemana? Lepasin gak kamu itu sedang mabuk! Lepasin aku," gertak Silvi yang berusaha memberontak. Akan tetapi cengkraman yang dilakukan Reno membuatnya tidak bisa melawannya.
__ADS_1
"Udah bawel kamu, ayo!"
"Terus gimana dengan Amel, harusnya kamu itu membawanya bukan malah membawaku?"
"Berisik ayo cepat jalan," bentak Reno.
Mendapatkan perlakukan kasar lantaran Reno yang mencengkeramnya dengan sangat kasar membuat Silvi kesusahan untuk melakukan perlawanan.
Tak berselang lama akhirnya Reno pun membawanya disebuah kamar yang dimana tempat Karaoke ini adalah milik Papanya sendiri, dan kemudian ia pun langsung mendorong tubuh Silvi hingga tubuhnya pun tersungkur ke kasur. Air mata yang bersamaan telah terjatuh hingga membasahi kedua pipi kanan, kirinya.
Melihat Reno yang tambah menguncinya dari dalam membuatnya perasaan takut pun seketika menyerangnya.
"Reno. Apa yg mau kamu lakukan, apa kamu sudah gila, kenapa kamu malah mengunci kita didalam sini apa kamu sudah gila?"
"Silvi...Silvi...apa kamu tahu aku itu sebenarnya sudah lama suka sama kamu, tapi melihat persahabatan kalian aku jadi merasa bersalah jika aku sampai mengungkapkan perasaanku yang ternyata secara diam-diam aku telah mencintaimu. Akan tetapi semakin lama aku memendam perasaan ini, perasaan ini tambah semakin menjadi. Dan aku tambah semakin mencintai dan terobsesi untuk memilikimu, apa kamu tahu itu?"
"Tidak kamu bukanlah cinta kepadaku, tapi kamu hanya terobsesi. Kamu laki-laki mata keranjang yang akan tergoda setiap kecantikan yang dimiliki oleh setiap Wanita. Kamu itu sudah memiliki kekasih apa kamu tega mematahkan hati Amel. Apa kamu mau persahabatan kita akan hancur apa kamu menginginkan itu?"
"Aku tidak perduli karena aku hanya cinta sama kamu, sedangkan Amel aku hanya menganggap dia sebagai pelampiasan, jadi marilah kita nikmati malam yang indah ini karena aku tahu kamu juga sangat menginginkan ini bukan? Jadi kemari lah, ayo ! Kemari lah Silvi!"
"Aku mohon tolong...tolong jangan lakukan itu, aku mohon," lirih Silvi dengan menggenggam sehelai selimut yang melekat pada seprai merah tersebut.
"Apa kamu tau? Aku itu sudah memendam ini sejak lama, tapi kenapa aku tidak pernah mendapat kepuasan itu jadi mungkin hari inilah aku bakal mendapat apa yang aku impikan!"
"Apa maksud kamu? Apa kamu udah gila! Kamu harus sadar kalau kamu itu sedang mabuk Reno?"
BERSAMBUNG
__ADS_1