
Tak berselang lama akhirnya Dokter yang memeriksa keadaan Resya pun keluar.
"Gimana Dok keadaan Istri saya? Apa dia baik-baik saja tidak ada luka yang serius kan ?" tanya Richard dengan ucapannya yang bertubi-tubi.
"Anda tenang saja Istri anda baik-baik saja, dia hanya mengalami syok. Setelah kita memeriksanya tidak ada luka yang sering yang dialami olehnya hanya saja luka memar yang ia dapat jadi anda tidak perlu kuatir. Akan tetapi untuk saat ini pasien belumlah sadar jadi silahkan masuklah!"
"Baiklah terima kasih Dok, ya sudah saya masuk dulu!"
"Baik mari saya tinggal dulu!"
"Silahkan Dok!"
"Revan aku masuk kedalam dulunya?"
"Iya Richard masuklah, aku masih ada urusan dan syukurlah kalau Resya baik-baik saja jadi aku pamit dulu!"
"Apa kamu tidak ingin menjenguknya terlebih dulu?"
"Iya lain kali aku akan menjenguknya, tapi untuk saat ini aku belum bisa ya sudah aku pergi dulu!"
"Baiklah!"
"Ya sudah aku tinggal dulu!"
"Baiklah, berhati-hatilah!"
"Baiklah!"
Beberapa langkah ia berhasil menginjakkan kakinya memasuki ruangan ini, pandangan Richard yang sedari tidak bisa tenang, ia pun hanya bisa terdiam setelah dirinya melihat sesosok wanita cantik yang dalam kondisi terbaring lemas diatas brankar Rumah sakit, dengan kondisi tidak berdaya.
__ADS_1
Dalam ruangan itu hanya terdapat dua orang yang berada didalam sana, orang itu yang tak lain adalah Resya yang masih dalam kondisi terbaring dan juga dirinya sendiri. Langkah demi langkah telah Richard lalui, hingga posisinya yang tepat berada disamping brankar Resya berada. Richard yang menatap wajah Resya.
Buliran demi buliran air mata terus menjatuhi pipinya hinga tidak terhitung berapa jumlahnya. Dokter yang merasakan apa yang dirasakannya seketika membangkitkan tubuhnya.
Maafkan aku Bintang. Maafkan aku karena aku belum bisa menjadi Suami yang taat dan setia sama kamu selama ini. Maafkan aku karena aku telah membuatmu merasakan pahitnya penderitaan ini. Aku janji ini adalah terakhir kalinya kamu merasakan penderitaan ini karena sekarang aku gak akan pernah melepaskan mu yang kedua kalinya.
Jika selama ini aku sudah membuat keseharian mu dipenuhi dengan rasa kekecewaan dan pahitnya kehidupan mulai sekarang aku akan mengubah semua ini aku akan mengubah hidupku merasakan gimana rasanya hidup bahagia aku janji.
Mata hitam nan pekat itu mulai perlahan terbuka, mata indahnya mulai melirik ke segala penjuru arah. Terbaring dalam keadaan tidak berdaya dalam keadaan tidak sadarkan diri itulah yang dilakukan Resya saat ini, perlahan-lahan Richard menggenggam dengan erat tangan mungil sekaligus memberikan kecupan pada Kening wanita yang dicintainya Richard akhirnya meneteskan air matanya.
Resya! Yah, Istri tercintanya itu tertidur pulas di samping tempatnya, senyuman manis terlengkung indah di wajah Resya yang terlihat sangat cantik biar pun wajah cantiknya mulai tertutup akan wajah pucat nya.
Tangan kanan Laki-laki itu mengelus pelan ujung rambutnya dan tidak mempercayai jika apa yang ia lakukan sangatlah nyata jika semua ini ia tidaklah bermimpi. Untuk pertama kalinya ia mampu menyentuhnya biar hanya dalam sekejap.
Dengan penuh perasaan bahagia karena Allah masih mengizinkan dirinya untuk bisa merasakan orang yang dicintainya yang masih berada di sampingnya. Sekali lagi ia mengelus rambut Istrinya, matanya melebar saat merasakan tidak ada gerakan yang dilakukannya.
Resya membuka pelan matanya saat sebuah pergerakan seakan menganggu tidurnya.
Dengan cepat wanita itu mendorong tubuh Richard hinga terjatuh.
"Resya, kamu?" ucap Richard yang terus mendekap tubuh Resya tapi, wanita itu terus memberontak dan menyuruhnya untuk pergi.
Pria itu terus saja mendekap tubuhnya walaupun wanita itu terus memberontak serta memukul dadanya. Ia tidak ingin wanitanya terbaring lemah lagi di ranjang rumah sakit.
"Maafkan aku,maafkan aku!"
Permintaan maaf itu slalu keluar dari mulutnya, saat ini benar- benar takut akan kehilangan wanita yang sangat ia cintai. Rasa bersalah mulai menyelimuti hati pria tampan ini, wajahnya segera ia tundukkan, ia tidak mau melihat Resya yang mungkin akan sangat sulit untuk memaafkannya.
Mata Richard melebar saat tangan mungil
__ADS_1
Resya yang menyentuh pipinya, ternyata wanita itu menghapus bulir demi buliran air mata yang menempel di pipi pria itu, senyuman manisnya terukir di wajah Resya, walaupun hatinya masih terasa sakit, ia akan menahan rasa itu karena ia tahu Richard sudah cukup berubah dan sangat berbeda dari Richard yang sebelumnya.
"Jangan menangis,"
Sentuhan tangan Resya mampu membuat senyuman Richard seketika mengembang, ia segera mendekap Resya dan berjanji akan selalu menjaga dan terus menjaganya hinga ajal datang menjemputnya.
"
"
"
Berdiri didepan jendela raut wajah Resya yang tadinya terlihat murung memikirkan banyak masalah yang sedang ia hadapi seketika raut wajah berubah setelah ia merasakan jika ada sentuhan kedua lengan kokoh yang melingkari tubuhnya dari belakang. Dekapannya sangat erat. Kemudian dengan perlahan ia memutar tubuh Resya, menatapnya sejenak, dan kembali mendekapnya ke dalam pelukannya.
Menyadari dan mengingat aroma parfum laki-laki tersebut ia tahu siapa seseorang yang berani memeluknya.
"Richard apa ini kamu?" tanyanya yang kemudian Richard pun menjawab.
"Ternyata biar pun selama ini kamu terlihat benci dan marah bahkan tidak sudi untuk menatap wajahku. Nyatanya kamu mengenali aroma parfum kesukaanku," ledeknya yang kemudian membuat Resya bisa tersenyum.
"Aku bahagia Resya. Aku sangat bahagia akhirnya aku bisa melihatmu tersenyum seperti ini. Tuhan apa kamu benar-benar tega kepada hamba dan tega memisahkan kami berdua dengan cara seperti ini. Hamba akui hamba masih punya banyak dosa bahkan sangat sulit untuk dimaafkan kan. Tapi hamba mohon sebelum aku pergi meninggalkannya, hamba mohon tolong berilah dia kesempatan yang kedua kalinya agar hamba bisa menebus semua kesalahan hamba padanya hamba mohon.
Menatap wajahnya secara diam-diam hinga jatuhlah air mata yang sedari tadi telah ia tahan. Tanpa dasar buliran air mata itu tepat mengenai telapak tangan Resya yang membuatnya tersadar. Berlalu ia meraba-raba wajah Richard dan menghapus air mata tersebut.
"Apa kamu sedang menangis? Apa kamu sedang menangis karena tidak percaya jika kita akan kembali bisa bersatu setelah beberapa bulan lamanya kita terpisahkan? Ingat Richard sekarang aku kembali dan aku janji aku tidak akan meninggalkan mu. Apalagi apa yang kamu lakukan sudah berhasil membuka hatiku untuk bisa menerima mu lagi jadi aku mohon jangan pernah menangis lagi dihadapan ku aku mohon!"
"Iya aku bersedia mengabulkan permintaan kamu. Aku tidak akan pernah menangis lagi dan sebelum itu aku ada kejutan untukmu. Aku ingin kamu ikut aku sekarang!"ajaknya yang kemudian Richard membopong tubuh Resya.
"Kamu mau bawa aku kemana?"
__ADS_1
"Sudahlah nanti kamu juga akan tahu," balasnya dengan tersenyum.
BERSAMBUNG.