
PUKUL 22:00
" Sekarang sudah pukul 22:00 malam apa kalian ini tidak inggin pulang, ini udah hampir larut malam kenapa kalian gak kembali ke Rumah kalian?"
"Tuan gak lihat diluar lagi hujan deras jadi kita putuskan kalau kita akan tidur semalam disini?"
"Kalian tuh badan aja yang gede sama air hujan aja takut,"ledeknya.
"Bukannya takut tuan tapi kita malas aja injak jalan yang becek apalagi hawanya sekarang dingin banget jadi tambah malas untuk pulang."
"Baiklah terserah kalian. Tunggu! Kalau kalian menginap disini, aku tidur dimana?
"Maksud Tuan apa? Kan disana udah ada ranjang yang tersedia, kenapa tuan jadi bingung. Oh iya aku lupa pasti Tuan gak mau tidur seranjang ya dengan Istri Tuan baiklah itu tidak masalah kalau Tuan mengijinkan biar aku yang tidur di atas ranjang sana?"ledek Gibran dengan tersenyum yang kemudian Richard pun melemparnya dengan bantal.
Plak..
"Sekali lagi kamu berkata maka aku tidak segan-segan akan menembak mu apa kamu mengerti. Jadi cepat tidurlah di sofa!"perintahnya dengan kesal.
"Baik Tuan. Gini nih kalau calon bapak bawaannya sensi terus."
"Bilang apa kamu Gib?"
"Tidak Tuan hanya keceplosan!"
"Dan kamu? Dari pada kamu berdiam diri tanpa mengucapkan sesuatu mendingan kamu tidur sana. Dan aku pertegaskan ke kamu lagi aku gak akan biarkan kamu untuk pergi dari sini, dan jika kamu berniat inggin pergi maka ambillah kunci ini didalam saku kemejaku. Apa kamu mengerti!"tegasnya dengan menyelipkan kunci tersebut didalam sakunya.
__ADS_1
"Menyebalkan, dia benar-benar laki-laki yang sangat menyebalkan, bagaimana caranya aku untuk pergi jika kunci kamar ini dia masukkan kedalam saku bajunya itu. Tenang Resya masih banyak rencana dan waktu bagimu untuk menggambil kunci itu?" batin Resya dengan menatap tajam kearah Richard.
Karena sudah puas dengan minuman yang baru saja mereka nikmati tadi. Akhirnya mereka semua pun memutuskan untuk tertidur, tertidur dalam satu kamar dan ranjang yang sama, kejadian tak terduga pun datang. Dimana pada saat Reza dan Gibran yang tidurnya sudah sangat nyenyak diatas sofa. Sedangkan Resya yang tadinya sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur dia pun tak sengaja dipeluk oleh Richard yang tidurnya sedang mengarah kesamping kanan. Dan akhirnya mengakibatkan mereka pun berpelukan.
Tangan Richard yang tak sengaja melingkari tubuh mungil Resya seketika membuat Resya pun tersadar dan terbangun akan tidurnya yang nyenyak tadi. Melihat dirinya dalam keadaan berpelukan sama Richard. Resya pun tersenyum.
"Apa aku sedang bermimpi sekarang. Tidak kamu tidak lagi bermimpi Resya, tapi sayang apa yang dilakukan Suami kamu saat ini hanyalah bersifat sementara dan aku juga tahu dia tidak mungkin mau melakukan ini jika dia dalam keadaan tersadar. Dan aku senang walaupun apa kamu lakukan saat ini diluar kesadaran setidaknya kamu mau memelukku sebagai Istrimu Richard?"batin Resya yang kemudian ia pun tersenyum.
Karena masih dalam keadaan tidak sadar, Richard akhirnya mengatakan sesuatu yang akhirnya membuat hati Resya menjadi terluka setelah mengetahui kenyataan yang sesungguhnya.
"Sandra aku sangat mencintai kamu, aku berharap kamu bisa menemaniku sampai umurmu tua nanti. Dan sekarang kamu gak perlu khawatir dan bersedih lagi. Karena setelah anak yang ada dikandungan wanita sialan itu lahir kita akan menjadi keluarga yang sempurna.
Dan kamu tenang saja setelah anak itu lahir aku pastikan aku akan merebut anak itu dari tangan wanita itu bahkan kalau perlu aku juga mampu untuk membun*hnya sekaligus jika dia sampai berani menggangu hubungan kita. Aku akan melakukan apa aja demi kamu walau pun harus membunuhnya sekaligus.
Setelah mendengar semua perkataan yang diucapkan Richard tadi, air mata Resya seketika terjatuh kembali dan membanjiri kedua pipinya.
Dan sekarang sudah cukup semua penderitaan itu, kini saatnya aku untuk bangkit dan maaf karena mungkin aku tidak akan membiarkan anak yang ada dikandungan ku untuk bertemu denganmu, biarpun kamu adalah ayah kandung dari anakku jujur aku tidak rela jika nanti anakku akan jadi seorang bajingan sepertimu.
Berhasil melepaskan tangan Richard yang melingkari tubuhnya, Resya akhirnya bangkit dari ranjang dan berniat inggin pergi dari ranjang ini, Richard yang masih dalam keadaan setengah sadar tiba-tiba ia langsung menarik tangan Resya yang akhirnya membuat tubuhnya lagi-lagi jatuh tepat diatas tubuh Richard dengan bibir yang tak sengaja bersentuhan.
Richard yang masih berpengaruh alcohol ia lantas langsung ******* bibir Resya yang mungil tersebut.
Berusaha memberontak dari cium*n memba*i buta yang dilakukan Richard, dengan berusaha ia melepaskannya tapi apa daya, tenaga Richard lebih kuat.
Mengingat kunci yang berada disaku baju Richard, Resya akhirnya langsung menyog*h tangannya menuju kedalam saku tersebut dan tak lama ia pun akhirnya menemukannya. Setelah mendapat apa yang ia cari Resya yang tidak ada pilihan lain lagi ia langsung mengigit li*ah Richard agar terlepas dari ci*man yang sedari tadi telah melum*tnya.
__ADS_1
Dan dengan tenaga kuat yang ia lakukan akhirnya berhasil membuat tubuh Richard terpelanting jatuh dibawah ranjang . dengan gigitan kuat sekaligus tindakan yang Resya lakukan. Richard pun melepaskannya Merasa kesakitan tak hampir 5 detik Richard akhirnya melanjutkan lagi tidurnya yang gimana tadinya dia juga sempat terbangun dan mengucap sesuatu tapi karena masih sangat ngantuk dan mata tidak mampu untuk membuka dia pun melanjutkan tidur lagi.
"Itu adalah tendangan sekaligus balasan buat pria kejam sepertimu!" tegasnya.
Melihat ketiga pria yang masih tertidur pulas dan kunci yang sudah berada ditangannya ia lantas bergegas pergi meninggalkan kamar hotel ini tanpa memperdulikan mereka lagi.
Dan akhirnya hari pun berlalu dengan sangat cepat. kini matahari pun telah menyinari alam semesta ini.
Dan pemandangan tak terduga pun terjadi dimana Gibran dan Reza yang sudah terbangun terlebih dulu pandangan mereka pun dibuat terkejut setelah melihat Tuan mereka tertidur nyenyak dilantai tanpa adanya alas yang menghangatkannya.
Dan kejadian ini pun membuat mereka yang baru saja terbangun mereka pun dengan langsung, langsung membangunkan Tuan mereka.
"Tuan Richard bangun...Tuan bangunlah..Tuan."
"Ah kalian kenapa sih ganggu aku aja pergilah!"perintahnya dengan mendorong tubuh Gibran.
"Tuan bangunlah, Resya kabur Tuan, dia berhasil meloloskan diri dari kamar ini?" ucap Reza yang seketika membuat mata Richard yang tadinya tertutup rapat, kini seketika terbuka lebar.
"Apa. Wanita itu kabur?" tanyanya yang langsung bangkit.
"Iya Tuan sepertinya dia melarikan diri sudah dari sedari malam. Karena pada saat kita membuka mata dia sudah tidak ada disini Tuan, belum lagi Tuan yang lagi tergeletak dilantai membuat kita menjadi bingung apa yang terjadi pada malam tadi?"ucap Gibran yang kemudian Richard pun menimpalinya.
"Sudahlah jangan pikirkan soal itu yang terpenting sekarang, cepat kalian cari dia karena aku gak mau dia kabur dariku cepat carilah!"perintahnya yang kemudian kedua anak buahnya pun bergegas pergi keluar dari kamar ini.
"Ingatlah seberapa jauh kamu berusaha melarikan diri dan menghindari ku, yakinlah kalau Richard tidak akan pernah membiarkan itu sampai terjadi. Dan cepat atau lambat aku yakin anak buahku pasti akan menemukanmu!"ucap Richard dengan ketawa sinis.
__ADS_1
BERSAMBUNG.