Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Rencana


__ADS_3

Berjalan dengan menggenakan sepatu hak tinggi pelan-pelan ia pun berjalan tepat disamping kedua pelaku yang sudah terduduk disalah satu kursi tempat karaoke ini. Dengan berpura-pura jatuh dipangkuan salah satu pelaku tatapan mata pelaku yang yg tak sengaja bertatapan muka dengan Sifa, pelaku itu pun mulai menaksirnya.


"Maaf, aku tidak sengaja maafkan saya,"


"Tidak apa-apa cantik, saya tahu kalau kamu tidak sengaja tadi. Oh iya gadis secantik kamu kenapa sendirian disini? apa kamu tidak butuh teman buat curhat? tanya seseorang itu dengan menyentuh pundak Sifa.


"Dasar pria mesum, kalau bukan karena aku ingin menangkapmu gak mungkin lagi aku berbuat seperti ini sama kamu? batin Sifa dengan senyum sinisnya.


"Memangnya anda gak keberatan kalau menemani saya? anda sendiri kan kelihatannya sangat sibuk sekarang?


"Duduk di sampingku sekarang mana mungkin aku akan mengabaikan seorang gadis cantik sepertimu,"balas Pelaku dengan ekspresi wajah yang hentinya memandangi wajah Sifa.


"Baik terima kasih,"


Duduk di samping pelaku dan hanya memperhatikan pelaku itu yang telah memberikan satu buah barang yang isinya berwarna putih seperti garam. Dan mengetahui jika pelaku ternyata bukan hanya menjadi pengedarnya melainkan ia salah satunya pimpinannya, Sifa yang sudah merasa gatal dan inggin sekali menangkapnya ia kemudian berpura-pura merayunya dengan berpura-pura mengelus leher pria itu.


Dan siapa sangka Sifa ternyata secara diam-diam ia telah menaruh rekaman sekaligus pelacak agar ia bisa tahu dimana tempat markas keberadaan mereka saat ini.

__ADS_1


Akan tetapi belum sepenuhnya Sifa melakukan rencananya, pihak kepolisian yang sedari dari juga telah memperhatikannya ia langsung menembakkan senjata keatas, spontan kedua pelaku yang mendengarnya menjadi panik dan berusaha melarikan diri. Akan tetapi belum juga salah satu pelaku melarikan diri Rasya terlebih dulu menembakkan senjatanya yang akhirnya dengan tepat mengenai kedua kaki salah satu pelaku.


Jatuh tersungkur dan tidak bisa menggerakkan kakinya pelaku itu akhirnya tertangkap sesaat para polisi yang sudah bersiaga dan menekuk kedua tangan pelaku dari belakang.


Sedangkan satu pelaku yang tak lain adalah pimpinannya, ia berhasil melarikan diri setelah senjata yang ia bawa berhasil ia luncurkan kembali dan tepat mengenai tangan kanan Rasya. Karena tembakan itulah Rasya gagal menembakkan peluru tersebut.


Astaga Detektif, detektif terluka?.


"Tidak apa-apa ini hanya luka sedikit nanti juga akan sembuh," balas Rasya dengan menggenggam lengannya yang penuh dengan darah.


"Sial rencanaku gagal, tapi untungnya aku berhasil menaroh alat pelacak disalah satu jaket pelaku jadi aku akan tahu dimana tempat persembunyian mereka,"batinnya yang kemudian salah seorang bertanya padanya.


"Tidak, saya tidak apa-apa, ya sudah kalau gitu kita pergi sekarang,"


Baru selangkah Sifa akan pergi dan melangkahkan kakinya kedepan. Seseorang dengan sigap ia langsung menarik tangan Sifa hinga ia tidak jadi beranjak dari tempat ia berdiri tadi.


"Tunggu? siapa yang menyuruhmu untuk pergi. Anda adalah orang yang tadi bersama dengan mereka, jadi saya yakin kamu juga salah satu gerombolan pengedar bukan? tunggu? bukannya kamu itu Gadis yang sudah saya temui beberapa kali, jadi kamu anak buah pelaku itu? tanya Rasya dengan muka terkejutnya.

__ADS_1


"Punya bukti apa anda bisa menuduh saya, tapi sudahlah itu tidak penting? gertaknya yang dengan langsung ia menghempaskan tangan Rasya darinya.


"Apa kamu bilang tidak penting, kita sudah gagal menangkap salah satu pelaku apa maksud anda bilang kalau itu tidak penting? bentaknya.


"Siapa yang bilang kalau kita telah gagal menangkap pelaku itu? kita tidak gagal tapi kita hanya tertunda untuk berhasil menangkap mereka. Karena dengan inilah kita akan tahu dimana keberadaan mereka? balas Sifa yang dengan langsung ia menunjukkan ponselnya. Tak lupa wajah senyumannya membuat orang-orang yang melihatnya lun terheran.


"Maksud kamu? tanya balik Rasya.


"Aku sudah memasang pelacak HD yang aku tempelkan di jaket pelaku, jadi selama jaket itu dikenakan oleh pelaku kita akan tahu dimana dan kemana pelaku itu pergi,"


"Apa kamu bisa membohongiku? Anda ini gadis yang masih kecil jadi mana mungkin anda bisa bertindak sampai selicik ini?


"Lukamu? mendingan kamu obati lukamu itu karena jika tidak segera diobati maka itu akan menjadi terinfeksi. Apalagi peluru juga masih berada disana jadi itu akan sangat beresiko,"


"Sudahlah jangan coba-coba mengalihkan membicarakan saya, sekarang ikutlah bersamaku karena aku akan membawamu kekantor Polisi atas kasus ini. Ayo cepat ikutlah bersamaku," ajaknya yang dengan kasar, Rasya langsung menariknya.


SEKALIAN IJIN PROMO YA CERITA INI JUGA GAK KALAH SERU. DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR

__ADS_1



BERSAMBUNG


__ADS_2