Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Acara peresmian


__ADS_3

"Maaf Nyonya ada undangan untuk Nyonya,"ucap salah seorang perempuan yang mulai menghampiri atasannya.


"Undangan. Undangan dari siapa?"tanya balik wanita itu yang nampak kebingungan.


"Entahlah nyonya saya sendiri kurang tahu. Ya sudah saya permisi Nyonya," ucapnya.


"Silahkan,"


"Undangan, siapa yang memberikan undangan ini?"gumamnya kemudian ia segera membuka lembaran putih tersebut.


Segera ia pun membuka lembaran putih tersebut. Kemudian membaca satu persatu isi dari undangan yang sudah berada ditangannya.


"Nyonya Resya ... dia kan seseorang yang baru saja kemaren menawarkan rencana kerja sama, jadi dia orang yang memberikan undangan ini. Dan dia mengundang-ku untuk hadir dalam acara hari jadi Perusahaan miliknya, wah ...tepat sekali tapi enaknya aku datang apa tidak ya. Kalau seumpama datang ini ada kesempatan besar karena otomatis aku bakal bertemu dengan orang-orang kaya nanti. Dan pastinya ini akan memberikan pengaruh besar juga pada diriku sendiri mau pun nama Perusahaan-ku," gumamnya kemudian ia pun menelfon salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya.


"Iya sayang ada apa kenapa kamu tiba-tiba menghubungiku. Apa kamu masih belum puas dengan apa yang sudah kita lakukan tadi malam?"


"Jangan bahas soal itu, yang ingin aku tanyakan apa nanti malam kamu ada acara? Apa kamu bisa menemani-ku pergi ke-suatu tempat?" tanya Wanita itu kemudian laki-laki itu pun membalasnya.


"Kebetulan nanti malam aku tidak ada acara apa-apa ada apa? Dan acara nanti malam acara apa yang ingin kamu datangi sampai-sampai kamu mengajakku datang ke-acara itu?" tanya balik laki-laki itu.


"Nanti malam target yang mampu menaikkan popularitas namaku bakalan mengadakan acara besar-besaran. Dan kabar baiknya dia mengundang-ku dalam penyelenggaraan acara itu. Jadi tidak mungkin aku akan menolaknya. Dan soal hubungan gelap kita ini kamu tenang saja aku bisa mengaturnya, aku akan berpura-pura jika kamu adalah saudara-ku jadi pastinya tidak akan ada orang yang akan tahu atau pun curiga tentang hubungan kita ini, gimana apa kamu mau?" bujuk wanita itu.


"Baiklah demi kamu apa sih yang tidak.


"Terima kasih ya sayang kamu memang orang yang paling bisa ngertiin aku," balasnya dengan menciumnya dari jauh.

__ADS_1


Malam ini Richard memerintahkan-ku untuk berdandan rapi datang ke-acara itu, tapi pakaian apa yang akan aku kenakan. Sedangkan aku jarang mengenakan pakaian yang bisa dibilang serba mewah.


Terlihat raut wajahnya yang terlihat kebingungan, menatap satu persatu pakaian yang sudah pada berserakan Lantara tidak kunjung menemukan apa yang ia inginkan. Tak lama pandangan Resya teralihkan pada satu gaun putih yang terlihat mewah dan megah. Ingat jika gaun ini pertama ia pakai dulu. Tak ingin berfikir lama dengan segera ia mengambilnya dan memakainya pada saat ini juga.


Mendapat perintah untuk menjemput Resya dikediamannya. Gibran yang melihat penampilan Resya pun ikut terpukau akan kecantikannya.


"Nyonya benar-benar sangat cantik. Aku yakin Tuan juga pasti akan terpukau melihat penampilan Nyonya saat ini," puji Gibran yang mampu membuat Resya tersenyum malu.


"Terima kasih atas pujiannya. Ya sudah kita berangkat.


"Baik Nyonya.


Malam yang sunyi dengan adanya angin sepoi-sepoi yang berhasil menusuk kulitnya yang membuatnya terasa sangatlah dingin. Akan tetapi Resya tidak memperdulikan semua itu. Ia menatap kearah langit dan melihat bintang-bintang yang bersinar terang sangatlah indah jika dipandang dan tak mungkin untuk abaikan begitu saja.


Dengan balutan gaun berwarna putih yang membalut tubuhnya dan membuatnya tambah semakin cantik berbeda dari Resya yang sebelumnya.


Richard yang tadinya sibuk berbicara dengan seseorang. Tak berapa lama pandangannya pun teralihkan setelah ia melihat seorang wanita yang berjalan dengan anggunnya.


Mulut yang seketika terkunci, bahkan mata yang tak terlihat mengedipkan sekali pun, perlahan-lahan ia mulai menghampirinya hinga menatapnya hinga dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Kamu?" ucap Richard yang nampak gelagapan.


"Kenapa Tuan? Apa penampilan saya ini sangat berlebihan?" tanya Resya yang merasa bingung lantaran Richard sedari tadi hanya menatapnya tanpa berkata sepatah kata pun padanya.


"Astaga aku benar-benar tidak bisa menyangka kalau Resya akan secantik ini kalau dia berdandan," batinnya yang kemudian ia pun membalasnya.

__ADS_1


"Aku tahu Richard bertingkah seperti ini karena dia pasti terpesona sama kecantikan aku ini," batinnya dengan berbangga diri.


"Kamu? Punya uang darimana kamu bisa membeli gaun secantik ini. Harusnya orang seperti-mu itu tidak cocok memakai gaun secantik ini, jadi cepat gantilah disini ada banyak orang jadi jangan bikin malu," gertaknya spontan Resya yang mendengarnya pun sedikit bingung.


"Apa tuan tidak salah bicara. Bukankah jika ada banyak orang sudah seharusnya saya berdandan cantik seperti ini. Dan tuan? Saya membeli dengan uang saya sendiri, jadi cocok atau pun tidak itu urusan saya apa tuan paham," gertaknya yang tanpa berkata ia segera pergi dari pandangan Richard.


"Dia ...Dia berani sekali membantah-ku, awas saja nanti.


"Tuan. Tuan tuh kenapa sih aku rasa apa yang dikatakan Resya benar lagi dia sudah sangat cocok mengenakan pakaian itu, jadi apa yang menurut Tuan kurang cocok?"timpal Gibran yang nampak kebingungan.


"Kamu? Kamu itu sekarang kenapa udah berani sekali sama aku. Ini perintahku jadi harusnya kamu juga nurut bukan kaya dia. Dan jas kamu ini? Jas kamu Juga tidak cocok untuk kamu pakai jadi cepat gantilah," perintahnya yang tambah membuat bingung.


"Sudahlah tuan cocok atau pun tidak, ini sudah jadi jas kesayangan aku, jadi tuan jangan coba-coba memisahkan aku dengan jas ini ya sudah aku pergi dulu tuan," balas Gibran yang tanpa berkata ia kemudian pergi menyusul Resya.


"Ada apa dengan mereka. Disini aku yang paling ber-pengguasa tapi kenapa mereka sama sekali tidak menghargai-ku sebagai atasannya. Dan tempat ini apa tidak AC nya apa kenapa jadi panas gini sekarang," gerutu Richard.


"Nyonya tenang saya tadi tuan berkata seperti itu. Saya rasa dia sedang cemburu entah karena masalah apa, tapi mungkin dia cemburu karena nyonya berpenampilan sangat cantik dan pastinya dia sedikit takut kalau bakalan ada orang yang akan mendekati Nyonya," jelas Gibran.


"Iya Gibran aku juga berfikiran seperti kamu. Ngomong-ngomong mana si target kenapa sampai sekarang dia belum kunjung datang juga,"


"Nyonya tenang saja dia pasti tak akan lama akan segera datang jadi nyonya tunggu saja.


"Baiklah.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2