
Terkadang kita tidak pernah tahu apa arti cinta yang sesungguhnya, jika awalnya aku sempat terluka dan tidak percaya apa itu cinta , tak berapa lama akhirnya aku pun sadar jika cinta pada dasarnya hanya aku bisa membuat kita terluka bahkan bisa dibilang cinta yang ada hanyalah akan menjadi beban perasaan dan kehancuran semata lantas kenapa aku harus mengenal cinta dan merasakannya?
Aku adalah Resya mungkin bisa dibilang sekarang usiaku bukanlah remaja mau pun anak-anak lagi, tapi jujur di usiaku yang sudah menginjak kepala dua aku tidak mau berharap lebih mau pun berfikir untuk menikah lagi. Karena aku tahu dengan mengenal seseorang dan mencintainya yang ada aku bakal mengulang kembali rasa sakit yang pernah aku alami dimasa lalu.
Apalagi bayang-bayang itu sampai sekarang masih menghantui diriku jadi cukuplah aku bahagia dan berakhir dengan memikirkan kebahagiaan dari masa depan kedua Putri kembarku yaitu Sifa dan Silvi karena menurutku merekalah hartaku satu-satunya, harta yang tidak akan pernah tergantikan oleh yang apapun.
Terduduk dan memandangi sebuah album foto yang berada di genggamannya akhirnya lamunan Resya pun teralihkan sesaat ia dikejutkan dengan kehadiran Sifa yang tiba-tiba mendatanginya dengan memberikan pelukan manis untuknya.
Terkejut dengan apa yang ia rasakan saat ini lantas ia pun membalikkan tubuhnya.
"Astaga sayang kamu itu ngagetin Mama saja, Mama kira siapa?" ucap Resya yang menyadari jika Sifa lah yang mendatanginya.
"Mama kenapa bersedih dan melamun seperti ini. Apa Mama kangen sama Papa?"
__ADS_1
"Entahlah sayang mungkin apa yang Mama rasakan saat ini memang arti jika Mama memang sangat merindukan Papa kamu. Dan Mama berfikir kira-kira apa ya yang dilakukan Papa di alam sana. Apa Papa bahagia...apa Papa melihat Mama yang lagi bersedih seperti sekarang ini?"
"Mama...jangan bersedih seperti ini ada Sifa yang akan menjaga dan melindungi Mama jadi Mama tenang aja ya, di sana Papa sudah bahagia jadi kini saatnya Mama untuk melupakan semua kenangan itu, jika Sifa disuruh jujur Sifa juga tidak mau kehilangan Papa tapi ini sudah takdir jadi kita tidak bisa mengalahkan takdir dan kuasa dari Tuhan."
"Iya Ma..oh iya Mama dimana Kakak, kenapa dia dari tadi tidak kelihatan apa dia sedang keluar?"
"Entahlah sayang Mama juga sedari tadi juga menunggunya, tadi Kakak kamu pamit sama Mama kalau dia ijin keluar untuk kerja kelompok sama temannya tapi kenapa sampai sekarang dia tidak juga kunjung pulang, coba kamu telfon dia ya sayang?"
"Baik Ma."
Selang beberapa menit Sifa berusaha menghubungi nomor tersebut hingga beberapa kali, tapi hasilnya pun nihil tidak ada jawaban mau pun sambungan yang tersambung pada nomor tersebut.
"Gimana sayang apa Adik kamu bisa dihubungi?"
__ADS_1
"Tidak bisa Ma, aku sudah coba beberapa kali tapi selalu tidak tersambung, ponselnya mati!"
"Silvi kamu dimana sih sayang kenapa kamu bisa lupa pulang kaya gini. Dan tumben tumbenan kamu pulang telat kaya gini, di mana kamu sayang?"
"Ya sudah Ma kalau gitu biar Sifa aja yang mencari Silvi ya, Mama di Rumah aja jika nanti Sifa sudah menemukannya pasti Sifa akan secepatnya menghubungi Mama!"
"Baiklah sayang kamu hati-hati ya dan ingat kabari Mama kalau ada apa-apa ya?"
"Iya Ma, ya sudah kalau gitu Sifa pamit berangkat dulu ya Ma?"
"Iya sayang berhati-hatilah!"
"Baik Ma Assalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam."
BERSAMBUNG.