
Didalam sebuah ruangan Markas terdapat-lah lima laki-laki berbadan kekar dan berotot dengan pakaian yang serba hitam dengan tato yang penuh pada tubuhnya membuat penampilan mereka seperti bukanlah orang-orang biasa.
Tadinya suasana yang terlihat cukup tenang, kini suasana tenang itu pun hilang sesaat ada seseorang yang berjalan kearah mereka dengan tatapan cukup sinis dan menunjukkan tatapan yang sedikit tajam dan garangnya.
Dan lelaki itu yang tak lain dia adalah Richard betranto laki-laki berusia 25 tahun berbadan kekar. Dan salah satu king Mafia yang ditakuti banyak orang dalam keahliannya yang mampu memanah maupun menembak sesuatu dari jarak jauh sekalipun.
Dan dengan sadisnya ia juga gak segan-segan akan membun*h orang-orang yang berani menggangu hidupnya, bahkan menangkap seorang buronan itu juga salah satu tugas yang sering ia lakukan, walaupun pada kenyataanya dia sendiri juga salah satu penjahat berhati dingin dan kejam.
Langkah yang semakin mendekati ke lima anak buahnya membuat kelima pria bertubuh kekar itu pun hanya menundukkan kepalanya melihat kehadiran akan Tuannya.
"Tuan Richard, apa yang anda lakukan disini, dan tumben-tumben-nan sepagi ini anda mendatangi Markas Taiger lee seperti ini, ada apa?" tanya Gibran yang tak lain ia adalah anak buah Richard sendiri.
"Saya mau tanya sama kamu Gibran, siapa wanita yang bersamaku tadi malam?" tanya Richard padanya.
"Wanita, maksud tuan?" tanya balik Gibran.
"Iya pada saat saya sedang dalam keadaan mabuk berat, tanpa saya sadari ternyata disana sudah ada seorang wanita. Dan karena kesadaran saya yang hilang, saya tidak sengaja menodai wanita itu, jadi sekarang saya tanya sama kamu, siapa wanita itu?" tanya Richard kembali.
"Maaf tuan soal wanita itu, maaf saya sendiri juga kurang tahu karena pada saat saya mengantar dan memesankan kamar itu, tidak ada pihak dari klub malam yang memberitahu saya kalau didalam ruangan ini sudah ada seorang wanita. Apa jangan-jangan ini salah satu jebakan yang dilakukan Black Blaker untuk menjebak tuan?"
"Maksud anda, Alex lah orang yang ada didalam dalang semua ini?".
"Iya saya rasa begitu tuan?".
"Siall*n, cepat kalian semua pergi dan cari wanita itu karena aku inggin memberi perhitungan pada wanita itu yang karena beraninya ia menantang Richard dan mempermainkannya?". Perintah Richard dengan wajah datarnya.
"Baik tuan, kita semua akan pergi. Dan saya akan mendatangi klub malam itu untuk melihat Cctv seperti apa wajah dari wanita yang Tuan maksud itu?"
"Baiklah silahkan pergi kalian sekarang." Perintah Richard.
"Baik tuan.
*****
"Hey bangun ... hey bangun, siapa kamu beraninya kamu tidur ditempat dagangan kita seperti ini, cepat pergilah!" bentak seorang wanita yang mendapati Resya yang sedang tertidur pulas didepan halaman dagangannya.
"Astaga aku ketiduran disini, maaf-maaf saya sudah lancang tidur disini, maaf!.
"Jangan cuma maaf, cepat kamu pergi atau aku sendiri yang akan menyeret kamu disini.
"Baiklah aku akan pergi." Balas Resya yang tanpa berkata lagi, ia pun bergegas pergi meninggalkan tempat ini.
"Jahat sekali orang itu? aku kan hanya menumpang tidur saja. Sekarang sudah pagi, jadi kemana aku harus pergi sekarang?" gumam Resya sambil memeluk dirinya sendiri lantaran merasa lapar.
Dalam kejauhan terdapat-lah dua orang yang sedang memperhatikan Resya dari jarak jauh.
"Tunggu, dia bukannya wanita yang tadi malam kabur dan membuat bos Alex marah besar bukan?". Ucap salah seorang pria yang penagih hutang.
"Iya dia beneran gadis yang ada di malam kemaren, cepat kita tangkap dia sekarang?". Perintah teman satunya.
"Baiklah ayo!.
"Hey mau lari kemana lagi kamu, kamu sekarang sudah tertangkap lagi oleh kita jangan lari ...," teriak pria itu sembari memegang erat kedua tangan Resya.
"Kalian lagi, apa yang inggin kalian lakukan padaku, kenapa kalian menangkap-ku lagi, lepaskan aku...lepaskan aku!" gertak Resya yang mencoba memberontak.
__ADS_1
"Jangan banyak berkata ayo kita bawa dia, dan kita serahkan kembali pada tuan Alex!.
"Baiklah ayo!.
Sesampainya dua pria itu di Markas Black blaker, markas persembunyian Alex dan beberapa anak buahnya yang menghindari tangkapan dari beberapa polisi yang sampai sekarang masih mencarinya. Dan setibanya dua pria itu, mereka langsung mendorong tubuh Resya hingga tersungkur dibawah kaki Alex.
"Siapa dia, kenapa kalian melemparnya kepadaku?".
"Tuan, dia adalah gadis yang tadi malam berhasil kabur tuan!.
"Jadi dia gadis yang tadi malam kabur dari jeratan-ku, sangat cantik!" ucapnya sambil ikut berlutut, dan sesaat kemudian ia pun menjambak rambut Resya dengan kasar. Dan memberikan satu tamparan pada Resya.
Plak..satu tamparan pun berhasil mendarat tepat pada pipi kanan Resya. Setelah menamparnya laki-laki itu pun langsung menjambak rambut Resya dari belakang, sembari memperlihatkan tatapan sinisnya.
"Aw sakit, aw!. rintihan Resya sembari menahan sakit.
"Ini belum seberapa gadis cantik, kamu kenapa?" kamu kenapa dengan beraninya kabur dari malam yang akan menyenangkan tadi, sudah berapa banyak uang yang aku bayarkan untuk membeli-mu, tapi kenapa kamu malah dengan beraninya kabur dan meninggalkanku. Apa kamu tahu apa yang akan terjadi pada seseorang yang dengan berani membuat Alex marah, apa kamu tidak tahu?".
"Tolong lepaskan aku, aku sakit ...sakit ...,"
"Tuan ada polisi yang mendatangi markas persembunyian kita, kita harus segera meninggalkan tempat ini sekarang?".
"Sial, baiklah cepat rapikan senj*t* kita kita tinggalkan tempat ini sekarang?".
"Terus bagaimana dengan wanita ini?".
"Ikat dan bungkam mulutnya, agar dia tidak bisa memberontak maupun berusaha kabur dari tempat ini.
"Tidak lepaskan aku, lepaskan aku.
Dyar...
Satu tembakan pun tepat mengenai perut Resya, sesaat tembakan itu keluar tubuh Resya pun tersungkur ke sampai dengan berlumuran banyak dar*h. Melihat dar*h yang mengalir dengan deras, tidak ada rasa simpati mereka untuk mau menolongnya.
"Tuan, kenapa Tuan menembaknya?".
"Aw..sakit?". Rintihan Putri sambil memeluk erat perutnya.
"Kelamaan, jika kita ladenin dia yang ada kita bakal tertangkap nanti. Cepat tinggalkan dia dan kita pergi dari sini sekarang?" perintah Alex.
"Baik Tuan?" ucap salah seorang anak buah, yang kemudian mereka semua pun pergi meninggalkan tempat ini. Dan mengabaikan Resya yang sudah terluka parah.
"Tolong...tolong...aw...sakit..?".
*****
Sesaat para Mafia itu berhasil meloloskan diri, beberapa polisi pun datang, tapi kedatangan mereka tidak membuahkan hasil.
"Kapten kita sudah kehilangan mereka, mereka sudah terlebih dulu mengetahui kalau kita akan menyergapnya!" ucap salah seorang Polisi pada kaptennya.
"Sial, lagi-lagi penjahat berhati dingin itu berhasil melarikan diri dari kita, ya sudah tunggu apa lagi cepat pergi, dan tinggalkan tempat ini?" balas seorang laki-laki yang tak lain ia adalah Kapten Revan Sanjaya.
"Baik Kapten?".
"Tolong...tolong...
__ADS_1
"Kapten, apa kapten mendengar suara rintihan seorang wanita?".
"Iya aku mendengarnya, dari sana kayaknya asal suara itu berasal.
"Tunggu apa lagi, kita kejar asal suara itu berasal!. Perintah Kapten.
"Baik kapten!.
"Astaga Kapten ada seorang wanita yang tergeletak dan dia sudah banyak berlumuran darah disini, cepat panggilkan Ambulan sekarang!" perintah anak buahnya.
"Astaga ini kejadiannya pasti baru, dan penembakkan yang dilakukan mereka juga pasti pasti beberapa menit yang lalu, cepat panggilkan ambulan sekarang!.
"Baik Tuan!.
Setelah menghubungi nomer darurat, dan Ambulan yang belum kunjung datang Kapten yang melihat Resya sudah banyak kehilangan dar*h ia pun lantas langsung melepaskan kemejanya yang ia gunakan untuk menekan luka akibat tembakan tadi.
"Ini akan membuat dar*h berhenti mengalir, jika kita tidak lakukan ini wanita ini bisa ma*i karena kehilangan cukup banyak dar*h.
Sesaat kemudian Ambulan pun datang, Resya dengan segera langsung dibaringkan diatas brangkar dan dimasukkan ke dalam mobil Ambulan.
"Kasihan sekali wanita itu, untung saja kita segera datang jika tidak mungkin wanita itu akan ma*i karena kehilangan cukup banyak darah!.
"Iya, jika dia sudah sadarkan diri nanti cepat hubungi saya, karena ada sesuatu yang inggin saya tanyakan kepadanya." Ucap Kapten.
"Baik Kapten.
MARKAS TAYGER LEE.
"Tuan Richard, aku sudah menemukan foto seorang wanita yang bersama dengan tuan tadi malam, dan ini rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah wanita itu, apa tuan mengenalnya?" tanya Gibran dengan berlari tergesa-gesa.
"Tidak, saya tidak mengenalnya, tapi dugaan saya wanita ini ada hubungannya sama Alex, apa mungkin dia itu anak buah yang ditugaskan Alex untuk menjebak tuan!.
"Dari rekaman ini menunjukkan pukul dini hari tadi, terus yang rekaman pagi, siang kenapa kamu tidak mengambilnya?".
"Itu masalahnya tuan, hanya rekaman ini yang tersisa saja, rekaman yang sebelumnya tidak ada di dokumen itu, kayaknya ada sebuah kejadian pada hari itu makanya rekaman yang sebelumnya telah dihapus oleh mereka." ujar Gibran, dan sesaat ada anak buah Richard yang datang dengan berlari tergesa-gesa.
"Tuan, saya hanya inggin memberitahukan bahwa ada polisi yang menggerebek markas Black Blaker, dan ada seorang wanita yang jadi korban terkena tembakan, saya hanya berhasil mengintai mereka diluar ruangan saja, jadi untuk memastikan lebih jelasnya lagi kejadian yang sesungguhnya itu saya tidak mengerti tuan!" ucap anak buahnya.
" Baiklah, kabari saya lagi kalau kamu menemukan kabar baru mereka?".
"Baik tuan, tunggu wanita ini?". Ucap anak buah yang terkejut melihat wajah seorang wanita yang terekam di rekaman cctv ini.
"Kamu kenal dengan foto wanita yang ada pada rekaman ini?" tanya Richard.
"Iya saya kenal, ini adalah wanita yang jadi korban di Markas Black blaker tadi, saya melihatnya dengan jelas pada saat wanita ini diangkut ke Ambulan tadi?".
"Kenapa bisa kebetulan sekali, apa kamu tahu wanita ini akan dilarikan ke Rumah sakit mana?" tanya Richard lagi.
"Wanita ini akan dilarikan ke Rumah sakit Medika jaya tuan.
"Baiklah, culik wanita itu nanti malam?" perintah Richard.
"Apa tuan serius?" tanya Gibran dengan wajah seriusnya.
"Iya saya serius!" balas Richard.
__ADS_1
BERSAMBUNG