Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
TEROR


__ADS_3

Melihat laju mobil semakin mendekati kearah mereka. Dan melihat sisi kanan dan kiri yang terpenuhi banyaknya para pengendara yang pada berhenti untuk menghadang pelaku.


"Kalian? aku minta kalian semua bubar lah karena pelaku itu akan menabrak kalian!. perintah Richard dengan tatapan tajamnya.


"Apa maksud kamu?" timpal salah seorang pengendara motor yang berada dibelakangnya.


"Aku minta segera pergi lah dari tempat kalian berdiri sekarang, cepat!"bentaknya yang kemudian para pengendara membubarkan diri.


"Apa yang dilakukan laki-laki itu, kenapa dia malah membubarkan mereka semua?" tanya polisi yang merasa bingung dengan apa yang dilakukan Richard saat ini.


Setelah mendapatkan perintah. Akhirnya semua orang pada berlari dan membukakan jalan buat Pelaku, melihat pelaku sudah berada di jebakannya Richard tidak tinggal diam, dengan langkah cepat ia pun mengeluarkan pistolnya dan membidik kearah satu, dengan memejamkan satu matanya dan fokus melihat kedua ban depan pelaku. Setelah bidikannya tepat ia pun akhirnya melepaskan tembakan itu


Setelah berhasil melepaskan peluru dan mengenai kedua ban mobil pelaku sehingga ban mobil pun langsung meledak, saat itulah pelaku tidak bisa mengendalikan mobilnya dan akhirnya mobil pun terjungkir balik tepat dihadapan banyak orang dan melihat kejadian itu juga semua org pun takjub dan tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Astaga! Apa yang barusan dilakukan olehnya? Apa dia seorang Detektif juga?"lirik seseorang yang takjub akan tindakannya.


"Wah dia sangatlah keren!"


Berjalan kearah pelaku, menyeret pelaku dan menyerahkannya pada Polisi. Revan dan anak buahnya yang melihat mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Aku sudah menyerahkan si berandalan ini jadi sekarang terserah kalian mau apakan ini dia," ucapnya tanpa berkata ia pun berlalu pergi mengajak anak buahnya.


"Tunggu kapten dia bukannya juga penjahat yang selama ini kita incar? Kenapa kita tidak menangkapnya juga," ucap anak buah Revan yang terlihat kebingungan.


"Dia sudah membantu kita menangkap si buronan ini jadi apa perlu kita menangkapnya juga?"


"Baiklah kapten!"

__ADS_1


Di sebuah ruangan terdapat banyak seseorang berseragam hitam yang tak lain adalah seorang bodyguard yang telah berbaris rapi menyambut kedatangan akan Tuannya.


Seorang pria memasuki Mansion itu dengan wajah datar dan dingin yang dimilikinya, hal itu membuat aura seramnya semakin terpancar. Ia duduk disalah satu kursi dengan dikelilingi banyak bodyguard yang berjaga.


"Tuan. Apa tuan baik-baik saja saya perhatikan sedari tadi wajah tuan sangatlah pucat. Jika tuan sedang tidak enak badan beristirahatlah biar kami yang mengurus semua ini," ucap Gibran.


"Baiklah aku membutuhkan tenaga untuk membangkitkan tenagaku agar kembali sehat. Dan ingat cepat kabari aku kalau sesuatu terjadi apa kalian paham!"


.


"Iya Tuan kami paham!"


"Baguslah!"


Dalam sebuah ruangan yang nampak megah dan sangat mewah terdapat lah seseorang yang sedang termenung meratapi nasibnya, dengan terduduk disalah satu sofa berwarna hitam sembari lirikan matanya yang terus-menerus melirik ke penjuru arah.


Dan baru aja Richard mau beranjak pergi menuju ketempat tidurnya untuk beristirahat, dia pun dibuat terkejut lantaran tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca yang sangat keras yang sampai terdengar didalam kamarnya yang dimana suara itu berasal dari dalam rumah ini.


PYAR..


"Astaga suara apa itu?" ucap Richard yang seketika pandangannya pun teralihkan pada bunyi yang barusan ia dengar.


Spontan ia yang mendengarnya, ia pun lantas bergegas pergi meninggalkan kamarnya, segera ia pun mendatangi asal suara itu berasal.


Setelah Richard keluar dari kamarnya, ada bibik yang juga kebetulan keluar dari kamarnya. Bertanya pada Putri mengenai bunyi keras yang barusan terjadi.


"Astaga siapa yang melakukan semua ini. Apa maksudnya orang itu merusak jendela rumahku?"ucapnya yang merasa sangat terheran. Kemudian pandangannya teralihkan pada benda berwarna putih.

__ADS_1


"Ini kan batu, tapi kenapa terbalut dengan sebuah kertas seperti ini?" gumamnya yang agak terheran.


perlahan-lahan Richard pun membuka sebuah batu yang terbalut dengan selembar kertas putih ini. Tanpa ada rasa curiga sama sekali dia pun membukanya dengan perasaan biasa saja . Tanpa ada rasa takut yang menghantuinya. Ia pun akhirnya berhasil membukanya isi dari balutan tersebut.


Akan tetapi pada saat dia sudah berhasil membukanya. Melihat apa isi dari kertas tersebut wajah Richard pun seketika menjadi memerah.


Satu kata yang terdapat pada kertas putih polos itu. Dengan adanya satu foto yang berada didalamnya membuat Richard yang melihatnya merasa cemas siapa seseorang yang mengirimkan teror ini padanya.


"KAMU AKAN MATI!" DAN FOTO GADIS INI APA KAMU TIDAK INGIN MELIHATNYA?"


"Siapa seseorang yang dengan beraninya mengirimkan foto Resya padaku. Apa maksud dia mengancam ku dengan cara seperti ini," gumamnya kemudian ia mengeluarkan benda pipih dalam sakunya.


Setelah mendapatkan teror ini, Richard tidak berdiam diri dengan langkah cepat dan sigap ia pun akhirnya melaporkan masalah ini pada pihak yang berwajib. Meminta ke pihak kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini, dengan adanya bukti sebuah batu dan selembar kertas putih ini maka Polisi yakin pelaku itu akan segera tertangkap. Mereka berharap masih ada bekas sidik jadi pelaku tersebut yang tertempel di batu maupun kertas ini.


"Kamu tenang saja dengan adanya bukti ini, saya rasa akan mempermudah bagi kita untuk mengetahui siapa pelaku itu. Berdoalah semoga masih ada bekas sidik jari di batu ini!"


"Iya Revan aku juga berharap masih ada sidik jari yang tertempel disana. Tapi menurutmu siapa dalang dibalik semua ini? Apa kamu mencurigai seseorang?" tanya Richard.


"Soal aku belum tahu pasti Richard. Apalagi aku tahu jika semua musuh kamu sudahlah tertangkap mulai dari Sandra dan juga Alex biar pun ada kemungkinan Alex masihlah hidup. Jadi biar pihak kepolisian saja yang mengusut tuntas masalah ini kamu jangan terlalu memikirkan serius masalah ini!"


"Terus bagaimana dengan Resya? Dia salah satu orang yang diincar oleh pelaku itu, sedangkan sekarang aku tidak tahu dimana keberadaan Resya jadi bagaimana caranya aku bisa tenang?"


"Kamu yang sabar Richard cepat atau lambat aku yakin kamu akan segera menemukannya!"


"Terima kasih Rev, kamu memang sahabat yang selalu memberikan dukungan kepadaku terima kasih!"


"Iya sama-sama!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2