
Dalam perjalanan menulusuri bariton Rumah sakit terdapat-lah dua pria yang menggunakan seragam putih yang tak lain adalah seragam buat penjaga, sembari menggenakan masker yang menutupi sebagian wajahnya.
Suara langkah kaki seseorang yang hendak memasuki ruangan jenazah tempat jenazah itu dibawa kesini sebelum dikebumikan. Dan seseorang itu yang tak lain adalah Richard dan Gibran.
"Tuan waktu kita hanya tersisa 20 menit dari sekarang sebelum jenazah ini akan diserahkan pada keluarganya. Jadi lebih baik kita mulai periksa bagian tubuh korban yang memar," perintah Gibran pada Richard.
"Baiklah," balas Richard kemudian ia membuka kain yang menutupi wajah korban, terlihat dari warna tubuh yang sekejab membiru Richard sangat yakin jika korban memang benar menggalami pembunuhan. Apalagi setelah membuka perban dari korban yang terlihat pecah ini sudah membuatnya yakin seratus persen.
"Apa yang dikatakan Rasyel memang benar. Korban bukanlah meninggal karena tindakan operasi yang lalai atau pun tindak kecerobohan. Akan tetapi semua ini rekayasa dari seseorang, luka operasi yang pecah parah seperti ini ini sudah sangat membuktikan jika sebelumnya memang ada seseorang yang dengan sengaja telah memukulnya tepat mengenai luka ini. Dan dengan menjulurkan lidah ini juga sudah sangat yakin jika korban sebelumnya telah di-bekam entah dengan cara apa sampai-sampai ia berusaha memberontak," jelas Richard.
"Baiklah apa kamu sudah memfotonya?" tanya Richard pada Gibran.
"Sudah tuan. Saya sudah mengabaikan beberapa foto luka korban," timpalnya.
"Baiklah, waktu kita sudah habis jadi cepat kita pergilah," perintah Richard.
"Baik Tuan," timpal Gibran yang kemudian mereka pun bergegas pergi dari ruang jenazah ini.
"Kamu pergilah ke ruang bagian administrasi ada CCTV yang perlu kamu hapus. Sedangkan bagian keseluruhan CCTV biar aku sendiri yang menyelinap masuk kedalam sana," tegas Richard lagi.
"Baik Tuan," balas Gibran.
Mendapat perintah menyelesaikan misi yang kedua, salah satu dari pria itu pun keluar dan pergi meninggalkan ruangan rawat ini. Dan sesaat kemudian ia pun menghampiri bagian administrasinya.
"Anda siapa?" kelihatannya saya belum pernah melihat anda disini?" tanya salah satu wanita bagian administrasi.
"Saya penjaga baru disini," balas Gibran yang nampak gugup.
__ADS_1
"Ohh pantesan."
"Oh iya tadi ada seseorang yang mencari anggota keluarganya yang kebetulan dirawat di Rumah sakit ini juga, tapi dia kesusahan mencari ruang rawat keluarganya jadi saya mau membantu dengan mencarikan data langsung pasien itu, jadi kamu gak keberatan kan kalau aku mengutak-ngatik komputer ini?" tanya Gibran.
"Ya jelas saya tidak keberatan, kebetulan saya masih sibuk jadi carilah sendiri ya?" balasnya.
"Baiklah!.
Mendapat ijin untuk mengutak-ngatik laptop tersebut, Gibran pun lantas mencari data atas kamera CCTV yang terpasang pada jam sekarang. Menghapus rekaman yang mereka lakukan di-jam sekarang ia pun merasa lega karena apa yang ia inginkan akhirnya berhasil ia jalankan.
Setelah mengutak-ngatik laptop selama kurang lebih 30 menit, ia pun akhirnya menemukan data rekaman CCTV itu. Tanpa berfikir ia pun lantas menghapus data tersebut untuk menghilangkan jejak.
KLIK.
Penghapusan berhasil.
"Baiklah saya sudah menemukan identitas pasien itu, jadi sekarang saya tinggal dulu keluarga pasien pastinya sudah menunggunya sedari tadi jadi aku tinggal dulu ya.
"Baiklah.
Bergegas berlari tanpa ada rasa curiga yang dilakukan salah satu penjaga yang tadi, membuat Gibran merasa lebih tenang tanpa adanya kepanikan.
Berjalan sendiri dengan pandangannya yang menatap satu persatu ruangan yang berada di Rumah sakit ini. Pandangan Richard kemudian teralihkan pada salah satu ruangan dimana disana terdapat-lah ruang CCTV dan data atas setiap pasien yang dirawat disini.
"Inilah ruangan yang sedari tadi saya cari, mendingan aku minta bantuan pada Gibran untuk memperlambat si-petugas jangan dulu datang kesini.
"Gibran aku ada tugas untukmu, segera halangi seorang penjaga yang hendak akan masuk ke ruang pribadi yang hendak aku masuki. Aku akan kirim fotonya dan entah bagaimana caranya kamu harus menghasut pria itu untuk jangan masuk kesini apa kamu paham!"
__ADS_1
"Iya Tuan saya paham.
"Baiklah aku akan kirimkan fotonya.
"Baik Tuan.
Satu masalah sudah teratasi, tak berselang lama Richard akhirnya memasuki salah satu ruangan yang sedari tadi ia incar. Berhubung ia sudah memiliki kartu ilegal masuk kedalam salah satu ruangan ini, ia pun dengan cepat bisa menekan tombol itu tanpa harus bersentuhan pada sidik jari jarinya.
Berhasil masuk berlalu Richard pun memeriksa satu persatu kamera CCTV yang berada dihampir keseluruhan Rumah sakit ini, satu persatu Richard pun memperhatikan setiap gerakkan pemutaran video yang sedari tadi belum juga muncul akan tanda-tanda akan seseorang yang ia curigai.
"Tanggal dimana korban itu dilarikan tepat jatuh pada tanggal 25 pukul lima sore, sedangkan sekarang sudah memasuki tanggal 27 pukul 12:00 siang yang artinya jika dihitung dari hari sekarang sudah tepat masuk hampir 3 harinya. Tapi kenapa rekaman ini tidak ada rekaman videonya pada tanggal tersebut, apa mungkin ada seseorang yang sudah sengaja telah menghapusnya.
Tidak itu tidak mungkin, mungkin aku aja yang kurang teliti mencarinya jadi lebih baik sekarang aku lebih teliti lagi aja.
Perlahan-lahan Richard pun memutar kembali dan dimulai dari hari mundur dan memulainya dari hari 3 ke belakang. Sesaat ia melihat dan memperhatikannya seara serius terdapat-lah rekaman yang memperlihatkan seorang laki-laki yang berbicara dengan seorang laki-laki yang tak lain orang itu adalah seorang Dokter di Rumah sakit ini. Akan tetapi belum juga rekaman ini Richard putar sampai habis sudah terlebih dulu rekaman ini terpotong bagaikan ditelan bumi.
"Fiks ini memang benar-benar ada yang memotongnya. Dan dia hanya meninggalkan jejak rekaman kurang waktu hanya 5 detik tapi apa anda kira aku tidak akan tahu akan tipuan kamu ini. Dan Dokter laki-laki ini aku rasa dia tahu semua tentang permasalahan ini jadi tunggulah kedatangan-ku.
Kling
Satu pesan berbunyi dari Gibran yang memberitahunya jika ia gagal memperlambat penjaga itu untuk tidak segera masuk. Dan sekarang dia sedang menuju ke ruangan ini.
Richard yang tahu ia bergegas pergi dari ruangan ini, untuk menghilangkan jejaknya ia menembak rekaman CCTV yang terdapat pada depan ruangan ini, tak lupa ia juga menghapusnya dari jam-jam sebelumnya.
Setelah berhasil pergi, seseorang penjaga itu pun masuk tanpa ada rasa curiga.
Penjahat tidak akan pernah kalah melawan kebaikan sama halnya dengan apa yang dilakukan Dokter itu saat ini, seberapa besar ia berusaha menyembunyikan perbuatan jahatnya, pasti ujung-ujungnya rahasia yang selama ini ia sembunyikan perlahan-lahan pasti akan terkuak juga.
__ADS_1
BERSAMBUNG.