
Rangga yang melihat Rasya dari kejauhan sedang melawan sendiri kelima preman itu, dia pun seketika menjadi panik. Dan bergegas inggin menolongnya.
"Astaga aku gak bisa tinggal diam, aku harus membantu Rasya melawan mereka?" batin Sifa yang merasa sangat cemas ketika melihat Rasya berusaha melawan sendiri ke 5 Preman itu.
"Anak-anak kakak harus membantu teman kakak disana, jadi kalian bersembunyilah disini, jangan ada yang keluar ya, nanti kakak akan kembali lagi," ucap Sifa.
"Baik kak berhati-hatilah!"
"Iya sayang!. ya sudah kakak pergi dulu?"
Dan tanpa memikirkan resiko bahaya nanti, Rangga pun bergegas langsung menghampiri Rasya, Rasya yang sudah merasa sangat kelelahan sekaligus kualahan menghadapi mereka berlima, dia rasanya sudah tidak kuat lagi untuk menghadapi mereka semua.
"Aku tidak sanggup lagi melawan mereka, mereka bener-bener sangat kuat bahkan aku tidak bisa menandangginya sekarang, jika aku memaksakan diri untuk melawan mereka, aku mungkin tidak akan bisa
menyelamatkan diriku sendiri. Sekarang apa yang harus aku lakukan. Bahkan bodohnya aku? Aku lupa tidak membawa senjataku," batin Rasya yang sudah merasa terpojok dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
"Sekarang kamu lihat kan siapa yang menang. Dan siapa yang kalah, kamu itu masih belum ahli jadi jangan sok-sok an jadi pahlawan kesiangan, jika sudah seperti ini, kamu sendiri kan yang menyesal. Karena tenaga kamu tidak sanggup untuk menandinggi tenaga kita, bahkan sekarang tidak akan ada orang yang bakal menyelamatkan kamu dari sini mengerti?"
Dan apa kamu pikir setelah kamu kalah kita akan melepaskanmu begitu saja, tidak. Itu tidak akan pernah terjadi, kamu sudah menggetahui rahasia persembunyian kita ini, jadi jika kita bebaskan kamu, kamu bisa aja melaporkan kita ke Polisi. Dan itu tidak akan pernah terjadi. Dan sayangnya nasib kamu harus berakhir pada hari ini juga. Dan tempat ini akan jadi tempat terakhir dimana kamu menginjakkan kaki disini kalian tunggu apa lagi, ayo cepat kalian singkirkan dia dari dunia ini!" perintah Bos Preman itu dengan senyum sinisnya.
"Baik Bos?" Jawab anak buahnya.
Dan baru aja para preman itu mau memukul sekaligus menendang Rasya, seketika pandangan mereka pun teralihkan setelah Rangga datang dengan tepat waktu. Dan langsung memukul kepala Preman itu mengunakan balok kayu dari belakang, spontan mereka yang melihatnya pun terkejut.
Bahkan orang yang terkena pukulan itu pun jatuh tersungkur sembari meringis kesakitan.
Sifa yang melihat Rasya hanya bisa bengong ketika melihat tindakannya, Sifa pun spontan melemparkan sebuah balok kayu kearah Rasya yang hendak akan diserang kembali oleh preman tersebut.
"Gibran tangkap ini!" teriak Sifa sambil melemparkan balok kayu, Rasya yang sekejap langsung menangkapnya, dia pun gunakan kayu itu untuk memukul si preman yang hendak inggin menyerangnya dari arah belakang.
"Ah...Aww berani sekali kamu melukaiku?"ucap Preman tersebut.
"Itu hanya pemanasan awal om jadi sekarang giliran kamu yang akan menghajar kalian semua," tegas Rasya yang tanpa berkata ia memberikan pukulan secara membabi buta kerah semua preman yang hendak ingin menyerangnya.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan, darimana dulu kita akan mulai menyerang mereka lagi?" tanya Sifa kepada Rasya yang dimana mereka saling membelakangi tubuh mereka masing-masing.
"Kenapa sampai sekarang Polisi yang lain belum kunjung datang apa kamu salah kirim pesan?" tanya Rasya.
"Tidak. Aku rasa tadi nomor yang aku tuju memang benar nomor darurat kita?" Jawab Rangga spontan.
"Terus sekarang apa yang harus kita lakukan? Aku tidak mampu jika harus menandingi mereka semua. Dan luka kamu belum pulih total jadi diam dan jangan lakukan sesuatu karena itu bisa berakibat fatal nanti," tegas Rasya lagi
"Percuma kalau aku datang bukan untuk menolong-mu?" timpal Sifa.
"Sudahlah bukan saatnya untuk membahas itu, bagiku dalam masalah perkelahian ada banyak cara yang bisa digunakan, jika aku tidak punya keahlian dalam bela diri setidaknya aku masih punya seribu jurus sakti untuk melawan mereka!" ucap Rasya yang malah ngajak bercanda.
"Apa kamu serius?" tanya Sifa dengan sedikit penasaran.
__ADS_1
"Tidak. Aku hanya bercanda!" balas Rasya yang membuatnya pun merasa sangat jengkel.
"Yahh dasar," balas Gibran.
"Heyy kalian itu mau berkelahi atau mau ngelawak ayo cepat serang kita?" sahut Salah satu Preman yang sedari tadi hanya memperhatikan omongan mereka.
"Yaelah Pak, bapak ini lucu ya kalau bapak mau menyerang kita, sini maju dulu jangan asal ngomong aja sini," ucap Sifa sambil menantangnya.
"Dasar banyak omong!" balas si Preman yang sekejap dia pun langsung mendekati mereka.
Dan baru aja si Preman itu melangkahkan kakinya didepan, Sifa yang sengaja menjebak si Preman itu untuk maju, Putri yang melihatnya dia pun seketika langsung mengeluarkan jurus 1000 bayangan untuk melawannya, dengan 1000 bayangan itu Rangga yang seketika langsung menendang barang yang paling berharga yang dimiliki oleh si Preman itu.
"Yahhhh Brukk"
"Ahh...Awwww.."
Sepontan Preman itu yang mendapat kejutannya, dia pun langsung lemas dan tersungkur jatuh ke tanah sembari memegang anunya sambil meringis kesakitan.
Mereka semua yang melihatnya seketika mereka pun merasa ngilu dan gemeteran setelah melihat tendangan itu barusan.
"Ops... Pasti ngilu banget tuh," timpal Rasya merasa ikut ngilu.
"Iya ... Keren kan?"tanya Sifa dengan pdnya.
"Membahayakan!" balas Rasya dengan tidak percaya sambil menggelengkan kepalanya.
" Aku sudah sangat kelelahan, aku sudah tidak mampu lagi melawan mereka!" uap Rasya sambil nafasnya yang tidak beraturan. Dan sama halnya dengan Rangga.
"Iya..mereka sangat kuat, terus sekarang apa yang harus kita lakukan?" ucap Rasya yang mulai kebingungan.
Melihat dua pahlawan ini yang sudah mulai tidak berdaya lagi, ketiga preman lainnya yang melihatnya pun spontan inggin menyerangnya kembali. Dan baru aja mereka mau memukul mereka dengan sebuah kayu balok. Polisi pun datang dengan tepat waktu. Dan langsung menembakkan peluru panas ke Preman itu tepat mengenai kaki kanan dan kiri mereka masing-masing.
Dyar
Dyar
Dyar
Tiga tembakan pun tepat menggenai mereka.
"Angkat kedua tangan kalian, kalian sudah tertangkap dan terpojok sekarang angkat tangan kalian cepat!"perintah dari Detektif lain yaitu Gibran yang seketika membuat para preman itu pun tersungkur. Dan mengangkat kedua tangan mereka keatas.
"Alhamdulillah, syukurlah mereka datang dengan tepat waktu, aku kira nasibku hanya akan sampai pada hari ini juga?" ucap Rasya merasa lega.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Gibran salah yang melihat mereka mulai kelelahan.
"Kita baik -baik saja Pak Gibran. Terima kasih sudah datang tepat waktu. Dan menolong kita?"ucap Rasya lagi.
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita keluar sekarang," ajak Gibran ayng membantu mereka.
Setelah keluar dari tempat persembunyian mereka, Rasya dan juga Rangga pun dibawa Polisi untuk menemui anak-anak yang telah mereka tolong tadi.
Sedangkan anak-anak kecil itu yang melihat Rangga dan juga Rasya sedang menuju kearah mereka, seketika mereka pun berlari kearah mereka. Dan spontan langsung memberikan pelukan untuk keduanya, sambil menggucapkan kata terima kasih sebanyak-banyaknya untuk mereka lantaran mereka sudah mau berbaik hati menolong dan membantu para polisi untuk menangkap para preman tersebut.
Dan ternyata para preman itu sudah jadi buronan selama 5 bulan lantaran adanya kasus penculikan yang selama ini telah beredar dimedia sosial. Dan sudah sangat meresahkan semua masyarakat yang semakin takut dengan adanya teror penculikan anak ini.
Bahkan semua anak-anak ini salah satu korban yang telah mereka lakukan selama kurang 5 bulan ini. Bahkan jika mereka tidak menolong anak-anak ini dengan tepat waktu, mungkin anak-anak ini nantinya akan dijual keluar pulau dengan harga cukup mahal.
"Astaga berarti anak-anak ini masih beruntung sekarang?"
"Astaga kasihan sekali, pasti keluarganya sudah sangat cemas mencarinya?" ucap Sifa membela rambut anak-anak itu.
"Iya. Maka karena hal itu kita menggucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas bantuan kalian ini?"
"Iya Kapten kita juga senang bisa membantu mereka, mereka kan juga adik-adik kita. Dan mereka masih berhak untuk mendapatkan kebahagiaan dan kebebasan!.
"Iya yang kamu katakan memang benar anak muda, saya sendiri salut sama kalian diumur kalian yang masih muda ini, kalian mau membantu. Dan berani melawan mereka dengan tangan kosong?"
"Iya Kapten?" balas mereka yang hanya bisa menunjukkan senyuman mereka.
"Ya sudah kalau gitu kita permisi dulu, kita harus mencari keluarga dari anak-anak ini, mereka pasti sudah sangat cemas memikirkan anak mereka yang sudah lama hilang ini?"
"Baik Kapten semoga anak-anak ini dengan secepatnya bisa berkumpul dengan keluarganya?"
"Tunggu apa aku boleh mengatakan sesuatu pada anak-anak ini?" tanya Rasya yang menghentikan langkah Polisi.
"Boleh silahkan!" balas Polisi.
"Adik-adik kalian sekarang sudah lihat kan kalau orang jahat itu seperti apa, mereka itu sangat kasar bahkan sama anak kecil seperti kalian ini. Jadi kakak hanya inggin menggucapkan jika suatu saat nanti ada seseorang yang kalian tidak kenal bahkan kalau pun orang itu menggaku mengenal Papa ataupun Mama kalian, kalian jangan percaya ya. Karena itu hanya kebohongan yang mereka buat untuk menculik kalian.
Dan jika ada orang yang tidak kalian kenal. Dan memberi kalian sebuah makanan kecil ataupun hanya permen kalian juga jangan mau menerimanya ya. Karena itu hanyalah modus mereka untuk melabui anak seperti kalian ini, jadi kalian mau kan mendengarkan perkataan kakak ini?"
"Iya kakak ganteng kita tidak akan pernah mau menerimanya lagi. Dan kita akan selalu menggingat perkataan kakak ini. Dan kita akan memberi tahu kepada teman-teman kita yang lain untuk tidak menerima apapun dari orang yang tidak kenal?"
"Bagus anak yang pintar?" ucap Rasya yang sangking gemasnya langsung mengelus-elus kepala anak kecil yang sedang berkata ini."
"Ya sudah Kapten boleh membawa mereka sekarang!"
"Baiklah ayo anak-anak kita pergi sekarang?"
BERSAMBUNG.
---
Dibagi menggunakan https://www.writediary.com/getapp
__ADS_1
BERSAMBUNG.