Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Operasi darurat


__ADS_3

Awan mendung sudahlah terlihat mulai memenuhi Langitan indah ini. Dan disalah satu kediaman yang terbilang megah dan mewah nampak tiga seseorang yang nampak ceria tidak menunjukkan seperti suasana yang terlihat mendung saat ini.


Ia candaan yang dilakukan ketiga seseorang itu nampak membuat suasana damai terlihat dari keluarga ini. Iya siapa lagi kalau bukan Sifa, Silvi dan Rasyel dua saudara kembar yang nampak bercanda dengan saudara iparnya yang tak lain adalah Rasyel.


Melihat Rasyel yang nampak mengandeng satu buah tas, ia mulai berpamit pada istri tercintanya yaitu Silvi ketika hendak akan berangkat ke Rumah sakit.


Akan tetapi cibiran manis mulai nampak terdengar dari mulut Sifa yang gimana dasarnya dia salah satu Wanita yang sedikit tomboy tak mau mengenal lebih jelas apa itu cinta.


"Ya sudah sayang karena ini udah siang aku berangkat dulu ya, Rafa Papa berangkat dulu ya jaga Mama yang cantik ini ya." Satu ucapan manis terdengar dari mulut Rasyel, sekali-kali Rasyel mengelus pipi Putranya yang sangat imut tersebut.


Silvi yang mendengarnya ia nampak tersenyum manis dan malu mendengar ucapan itu. Apalagi dengan adanya Sifa disini nampak membuatnya ragu dan tidak enak hati.


"Astaga mau berangkat aja pake ucapan mesra, pake ngomong jagain Mama kamu kan Rafa aja masih bayi jadi mana mungkin bakal mendengar ucapan kamu itu," celetuk Sifa nampak memanyunkan bibirnya. Dan sibuk dengan ponselnya.


"Silvi apa obat Sifa telat ia minum ya, kenapa dia bawaannya ingin marah-marah mulu apa gak bisa apa dia sekali aja gitu sifatnya lembut, manis kaya perempuan pada umumnya pantesan Rasya kesalnya minta ampun ngadepin kakak kamu satu ini," celetuk Rasyel Kemudian dibalas jitakan oleh Sifa.


"Hey jangan bicara soal Rasya, dia itu playboy jadi bukan salah aku kalau aku mengabaikan dia," celetuk Sifa kemudian.


"Baiklah terserah kamu gini amat punya kakak ipar yang setiap harinya minta ngajak ribut Mulu," gumamnya dengan pelan. Silvi yang mendengarnya ia nampak menahan tawa melihat kedua seseorang yang sedang ia sayangi ini.


"Apa kamu bilang?"


"Tidak, sudah jangan marah terus lama-lama tua juga ya lo itu.


"Silvi lihat Suami-mu itu dia berani sekali ngatain aku tua. Apa kamu gak bisa marahin atau pun tegur dia gitu," tegur Sifa akan tetapi Silvi nampak diam tak berkutik. Dan hanya menahan tawanya.


"Tidak," balas Silvi spontan membuat Sifa terkejut tidak main.


"Apa kamu bilang?"


"Yang dikatakan kak Rasyel memang benar Kak Sifa. Kamu itu wanita jadi sudah seharusnya kamu itu berperilaku layaknya seperti perempuan pada umumnya jangan kaya laki-laki yang setiap harinya harus adu banteng dengan lawan. Setidaknya rubah-lah sikap kamu agar terlihat manis dan modis itu agar Rasya bisa semangat memperjuangan kamu dan bisa secepatnya kalian bisa jadian dan menikah.


"Dahlah kalian ngebahasnya soal itu mulu. Dan kamu?" kamu katanya mau berangkat kenapa belum juga jalan?"tegur Sifa nampak kesal.


"Iya ...iya ini juga mau berangkat.


"Ya sudah sono pergi kamu.

__ADS_1


"Idih iya ...iya bawel. Ya sudah sayang aku berangkat dulu ya, nanti kalau sempet aku bakal mampir ke apotek buat belikan obat dia sekarung agar sakitnya gak bertambah parah aku pergi ya dahh.


Satu ucapan yang terlontar dari mulut Rasyel. Setelah meledek Sifa ia bergegas berlari menuju ke-mobil, segera ia masuk dan menjalankannya.


Sedangkan Sifa yang mendengarnya itu pun hampir saja mengejarnya tapi dengan sigap Silvi melarangnya.


"Sudahlah Sifa jangan ladenin dia, dia hanya bercanda lagi," ucapnya dengan menahan tawa.


"Kenapa kamu malah tertawa?"


"Gimana hubungan kamu dengan Rasya apa kalian sudah pacaran?" tanya Silvi dengan raut wajah penasarannya.


"Sudahlah aku males," ucapnya tanpa berkata Sifa bergegas pergi mengalihkan pembicaraannya.


"Idih tingal bilang suka aja susah, gini nih kalau orang gengsinya digedein," celetuk Silvi. Akan tetapi mendapat balasan dari Sifa.


"Aku mendengarnya ya," timpal Sifa sambil berteriak-teriak sangat kencang.


"Ist dasar kuat sekali daya mendengarnya dia," gumamnya kemudian ia membalasnya.


"Iya aku tahu," balasnya dengan membalas teriak.


Setelah adanya sebuah truk yang mengangkut pasir yang diduga remnya blong yang tanpa sengaja telah menabrak sebuah Mobil hitam yang akhirnya mobil tersebut pun terpelanting kesamping dan terguling setelah menabrak pembatas jalan.


Kejadian tersebut yang tepat terjadi dihadapan Rasyel membuat sang supir yang mengendarai Mobil yang ditumpanginya pun berhenti secara tiba-tiba.


"Astaga ada kecelakaan yang terjadi, cepat kita tolong korban itu!" perintah Rasyel yang hendak akan turun, tapi supir menghalanginya.


"Tapi taun?"


Belum juga perkataan yang ucapkan supir selesai, Rasyel ia pun bergegas keluar dari dalam mobil dan menghampiri lokasi kejadian.


Menghampiri lokasi tempat kejadian dan mendapati mobil yang sudah dalam keadaan terguling dengan korban yang dalam keadaan terjepit dan jatuh pingsan disalah satu pintu mobil. Rasyel dan sang Supir pun dengan beraninya ia langsung menarik tubuh laki-laki itu yang akhirnya tarikan yang mereka lakukan pun berhasil menggeluarkan tubuh korban yang tadinya dalam keadaan terperangkap tersebut.


Sesaat mereka berhasil menggeluarkan korban, mobil hitam tersebut pun seketika meledak.


Dyar ...

__ADS_1


"Alhamdulillah hampir saja Korban ini meninggal kalau tidak segera kita menolongnya tadi," ucap Rasyel kemudian ia membopong tubuh korban.


"Pak bisa bantu saya untuk mengangkat korban ini pinggir jalan sana?" pinta Rasyel.


"Baik Tuan saya akan mengangkatnya!.


"Makasih Pak."


Melarikannya dan membawanya kepinggir jalan Rasyel pun lantas langsung memeriksa kondisi detak jantung korban tersebut.


"Gimana Dok. Apa Korban masih bernafas?"tanya sang supir.


"Korban masih bernafas sedikit-sedikit dan detak jantungnya juga berjalan kurang normal tapi korban kesusahan untuk bisa bernafas , jadi kenapa korban bisa sampai kesulitan bernafas padahal ia terlihat sangat baik-baik saja, hanya keningnya saja yang terluka bahkan tidak ada darah yang keluar pun dari luar lukanya?" gumamnya.


"Pak bisa ambilkan minyak kayu putih di-ransel saya?" pinta Rasyel yang kemudian supir pun mengambilnya.


"Baik tuan, ini?"


Rasyel yang memeriksanya kembali, ia pun dibuat terkejut setelah mengecek pada bagian dekat organ jantung korban yang ada bercak warna merah dan hawa kulit yang terasa panas atau hangat maka tidak salah lagi, jika korban menggalami pembengkakan pada bagian tersebut.


Bahkan akibatnya tubuh pasien mulai berwarna kebiruan setelah adanya penggumpalan darah yang tidak bisa bekerja dengan secara normal dan mengakibatkan pembengkakan itu pun terjadi.


"Sial korban menggalami pembengkakan dan penggumpalan darah, jika masalah ini tidak segera ditangani korban akan meninggal. Maaf kalau boleh tahu jarak kesini menuju ke Rumah sakit yang jaraknya lumayan dekat membutuhkan waktu berapa jam pak?".


"Kalau yang saya tahu dari sini tidak ada Rumah sakit dekat Tuan, jika pun ada itu masih membutuhkan jarak dan waktu sekitar 2 jam'an.


"Jadi itu artinya kita tidak ada waktu lagi. Dan yang perlu kita lakukan sekarang, kita perlu melakukan tindakan operasi darurat sekarang juga.


"Operasi darurat, di-jalanan yang rame ini tuan?"tanya supir yang tidak percaya.


"Iya Pak karena kita tidak ada waktu lagi, semakin lama korban tidak ditangani dengan langsung, maka taruhannya nyawa korban sendiri yang tidak akan selamat karena terjadi pembengkakan pada bagian perut korban yang nantinya akan menjalar kebagian organ dalam yang lainnya dan itu jika tidak segera ditangani pembengkakan itu akan sangatlah berakibat fatal, jadi pak supir bersedia kan membantu saya menjalankan operasi ini. Sekarang aku minta tolong ambilkan beberapa alat medis yang aku taroh dikotak darurat yang berada didekat tas saya?" pinta yang kemudian supir pun bergegas langsung mengambilnya.


"Ini tuan!"


"Makasih pak!.


MAAF SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA 🥰🥰

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2