Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Gagal tertangkap


__ADS_3

Terduduk disalah satu meja kantin dan meminum sebotol air putih hingga habis amarah Sifa masih belum bisa mereda mendengar semua perkataan yang barusan dikatakan oleh Amel, mendengar semua kata-kata itu hati Sifa rasanya sangatlah panas. Dan inggin sekali ia menelan seseorang hidup.


Sedikit lagi Sifa mau memakan makanan yang barusan ia pesan, ia pun dibuat terkejut setelah datangnya dua polisi dan juga seorang ibu muda yang datang dalam keadaan marah-marah pada Sifa.


"Dia Pak orangnya.


"Ada apa ini? kenapa bisa ada Pak polisi disini?.


"Apa benar kamu Gadis yang barusan saja melakukan penganiayaan pada saudari Amel?


"Apa? balas Sifa dengan wajah terkejutnya.


"Iya Pak dia memang gadis yang sudah beraninya menganiaya saya. Dan ini buktinya," timpal seseorang yang tak lain adalah Amel.


"Kamu?, balas Sifa dengan menunjuk kearah Amel.


"Iya pak dia memang beneran Gadis yang menganiaya teman kita. Dan dia juga Gadis yang mengancam kita kalau," bela teman Amel.


"Sudah Pak tunggu apa lagi, cepat bawa dia sekarang," perintah Mamanya Amel yang kemudian kedua tangan Sifa diborgol.


"Untuk keterangan yang lebih lanjut, mendingan kalian datanglah kekantor polisi agar bisa jadi saksi dalam kasus ini,"


"Baik Pak kami akan segera datang ke sana," balas Mamanya Amel.


"Dasar licik jadi mereka berani main keroyokan sekarang, baiklah mari kita buktikan siapa yang lebih licik," batin Sifa dengan tatapannya yang menatap tajam kearahnya.


"


"


"


"Pak ini semua salah faham, saya melukai dia karena sebuah alasan jadi bapak tidak bisa memenjarakan saya seperti ini, saya bisa menjelaskan semuanya,"


"Kamu? siapa nama kamu? tanya Polisi tersebut.

__ADS_1


"Sifa," balas Sifa dengan polos.


"Terus berapa usiamu? tanyanya lagi.


"25," balas Sifa dengan manyun.


"Apa kamu serius? tanya balik Polisi dengan wajah yang tidak percaya.


"Ya jelas enggaklah pak, masa anak SMA sudah usia 25 yang benar saja," balasnya.


"Iya juga sih," balas Polisi yang sambil mikir.


"Ngomong-ngomong Pak polisi sudah menikah? tanyanya dengan tersenyum.


"Belum, kenapa?.


"Cie...yang belum dapat jodoh, disimpan kemana Pak jodohnya kenapa sampai sekarang masih betah melajang. Apa gak malu sama anak jaman sekarang yang masih SMA sudah pada menikah," ledeknya.


"Anak ini, apa kamu gak takut dengan siapa kamu berbicara sekarang? bentaknya.


"Enggak," balas Sifa.


"Itu benar yang dikatakan Pak Polisi ganteng ini Pak, saya memang harus keluar dari lapas ini.


"Tidak, saya tidak setuju dia sudah melukai Putri saya jadi sebagai aparat kepolisian Pak polisi harus lebih tegas menangani masalah ini, dia memang masih anak SMA jadi sifat dan perilakunya sangat berandalan jika itu terus dibiarkan hancur masa depan anak-anak sekarang," timpal Mamanya Amel.


"Dasar, gak anak gak Mak sama aja, sama-sama pembohong," batin Sifa.


"Iya pak apa yang telah ia lakukan telah membuat saya merasa trauma. Apalagi melihat wajah saya yang terluka ini, saya rasa saya harus melakukan operasi agar wajah saja bisa balik seperti semula, jadi sebagai aparat keamanan Pak Polisi harus tegas padanya,"


"Iya memang apa yang kamu katakan memang sangat benar, wajah kamu memang harus dioperasi agar sifat busuk mu terlihat oleh semua orang, ngomong-ngomong kenapa aku merasa ada yang aneh ya? bukannya tadi aku hanya mencengkeram mulutmu saja? tapi kenapa kening kamu jadi ikut terluka. Apa kamu hanya berpura-pura ingin mengelabui mereka?


"Apa maksudmu?.balas Amel yang terlihat ketakutan.


"Maaf Pak apa disini ada air? saya rasa ada seseorang yang perlu dimandikan sekarang?

__ADS_1


"Ini," balas Polisi dengan memberikan sebotol Aqua pada Sifa.


"Apa yang inggin kamu lakukan? tanya Amel yang terlihat tegang.


Tanpa kode mau pun isyarat yang diberikan Sifa, dengan sigap Sifa langsung menyiramkan air itu mengenai wajah Amel. Dan terlihat jika luka yang terdapat pada wajah Amel ternyata hanyalah rekayasa. Semua mata pun akhirnya tertuju melihat kearah Amel dan Mamanya.


"Kalian? kalian ternyata hanya menipu kita?


"Ma...maaf pak kita ngaku kalau kita salah maafkan kita,"


"Kalian? berani sekali kalian membuat lelucon dan tuduhan seperti ini, cepat masukkan mereka kedalam lapas karena tuduhan ini, cepat masukkan mereka,"


"Baik Pak,"


"Tidak. Apa yang kalian lakukan, kalian tidak bisa memasukkan kita lepaskan kita...lepaskan kita,"teriak Mamanya Amel.


"Kalian akan saya bebaskan, tapi terlebih dulu kalian harus merasakan hidup didalam jeruji besi selama satu hari satu malam dan selain itu kalian juga harus membayar denda sebesar 10 juta jadi sudahlah cepatlah masukkan mereka,"


"Baik Pak," balas anak buah yang langsung membawa keduanya.


"Selamat bermimpi indah ya," ucap Sifa dengan melambaikan tangannya.


"Saya sangat kagum sama keberanian anda,"


"Iya Pak terima kasih karena orang seperti mereka memang harus dikasih pelajaran, ya sudah kalau gitu saya pamit pak dan sekali lagi terima kasih, terima kasih karena sudah membebaskan saya, terima kasih," balas Sifa dengan menundukkan kepalanya beberapa kali.


"Iya sama-sama belajarlah yang giat. Dan ingat kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi,"


"Baik Pak.


"Sekali lagi terima kasih, saya permisi dulu.


"Baiklah.


"Assalamualaikum,"

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam


BERSAMBUNG.


__ADS_2