Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Pernikahan Silvi


__ADS_3

BEBERAPA BULAN KEMUDIAN


Percayalah, roda kehidupan itu selalu berputar. Adakalanya duka datang merundung ke-piluan kepada kita. Dan adakalanya juga bahagia datang dengan pelangi kehidupan yang indah setelah beberapa rintangan besar yang telah menghadangnya sebelumnya.


Bola matanya yang indah, serta jari kecilnya yang lentik, membuatku merasa melayang melintasi ruang kesedihan menuju ruang kebahagian. Dalam pangkuanku, kini hadirlah rembulan yang selama beberapa bulan aku tunggu-tunggu, ia dia adalah Bayiku, telah sehat dan bisa dibawa pulang hari ini. Semua anggota keluarga datang ke rumah sakit, termasuk Dokter Rasyel.


Mereka membinarkan cahaya kebahagian, tatkala melihat buah hatiku . Puji syukur, bayiku sehat dan tanpa cacat sedikitpun. Air mata haru berburu, layaknya sungai mengalir membelah garisan wajahku. Bukan air mata duka, melainkan air mata bahagia yang tak terkira.


Biar pun ini pada kenyataannya anak ini adalah anak yang tidak diinginkan aku tidak menyesal dengan semua ini. Bayi mungil lan mata yang indah nampaknya sudah terlebih dulu memberikan semangat baru untuknya.


Tak lama, suara menangisnya mengalun bagaikan irama lagu. Membuat ulu hatiku nyeri seketika. Seakan aku berharap, tangisannya dapat membangunkan jiwa semangat yang kini tengah berjuang melewati ruang dan waktu kehidupan.


Datanglah pria tampan berkemeja putih dengan raut wajah tampannya dengan berbarengan senyumannya yang sangat menggoda. Dan susah untuk abaikan dan seseorang itu yang tak lain adalah Dokter Rasyel.


"Putrimu sangatlah cantik. Dan tidak sama miripnya dengan si bajingan itu," ledek Rasyel yang mencoba membangkitkan suasana.


"Dokter Rasyel, terima kasih ya Dok, terima kasih karena selama ini Dokter sudah cukup banyak membantuku. Aku tidak tahu kalau bukan karena bantuan Dokter aku rasa aku juga tidak akan ada disini. Dan mungkin kalau bukan karena pertolongan Dokter aku juga gak mungin akan melahirkan bayi cantik ini jadi sekali lagi terima kasih,"


"Kamu tidak perlu lagi mengatakan terima kasih padaku karena sudah cukup banyak kata-kata itu yang kamu ucapkan kepadaku," balas Rasyel dengan tersenyum kearah Silvi. Sedangkan Rasya yang melihat tatapan mereka ia pun akhirnya mengeluarkan ledekannya.


"Pandang-pandangan terus apa gak malu sama kita-kita yang ada disini. Dan kamu Rasyel apa lagi yang mau kamu tunggu apa kamu ingin menunggunya lebih lama lagi. Apa kamu ingin menunggu baby kecil ini berusia 17 tahun baru kamu ingin meminta terus kepadanya aku tahu lagi kamu itu sangat mencintainya jadi apa lagi yang kamu tunggu ayo tembak dia sekarang ayo....


"Om maafkan kegilaan adik saya ini ya, biar pun dia seorang detektif otaknya masih sedikit geser, jadi om Richard tidak perlu tanggapi perkataannya itu ya," cela Rasyel yang terlihat malu menatap kearah Richard dengan tatapan menantangnya dan kemudian apa yang Richard lakukan sangatlah berbeda dari dugaan Rasyel.


"Jika kamu memang beneran mencintai Putri saya, apa lagi yang ingin kamu tunggu. Saya tahu kamu anak yang baik, bahkan kedua orang tua mu sendiri sudah meminta restu kepada saya jadi apa lagi yang ingin kamu tunggu," timpal Richard yang kemudian disusul kedua orang tuan Rasyel yang tiba-tiba datang dan memasuki ruangan ini.

__ADS_1


"Mama...papa...ini maksudnya apa? tanya Rasyel yang merasa bingung, sekaligus dengan kehadiran kedua orang tua angkatnya.


"Kamu tidak perlu pura-pura bingung sayang. Mama tahu kamu sangat mencintainya jadi tunggu apa lagi ayo ungkapin kata hati kamu kepadanya, tidak baik menahan perasaan lebih lama ayo cepat katakan kepadanya," pinta Putri yang mendekatkan Rasyel pada Silvi.


"Baiklah jika sekarang aku sudah terpojok dan tidak ada pilihan lagi aku bakal mengungkapkan semuanya. Memang selama ini aku sudah menaruh perasaan khusus kepadamu bahkan aku sendiri tidak tahu perasaan apa itu tapi yang jelas dengan dekat disamping ku aku merasa ada sesuatu yang berbeda dalam diriku dan aku sadar jika sesuatu yang aneh itu adalah sebuah perasaan cinta yang tiba-tiba muncul dalam hati seseorang. Jadi kamu Silvi apa kamu bersedia menerimaku menjadi Suamimu aku berjanji aku akan menyayangi Putri kamu layaknya seperti Putriku sendiri jadi apa kamu tidak keberatan dengan permintaan aku ini.


"Kenapa kamu memilihku, kamu tahu aku bukanlah gadis yang seperti gadis-gadis lainnya. Bahkan bisa dibilang aku bukanlah seorang gadis tapi kenapa kamu mau menerimaku?


"Aku tidak tahu karena aku tidak pernah memandang semua itu. Karena pada dasarnya cinta kita tidak pernah tahu kapan dan pada siapa hati dan cinta kita akan berlabuh dan aku mencintaimu bukan karena keterpaksaan tapi aku mencintaimu karena cinta jadi kamu...kamu pasti bersedia kan?


"Melihat kebaikanmu aku tidak mungkin lagi menolak mu jadi aku mau menerimamu," balas Silvi yang spontan membuat wajah Rasyel pun terpancar bahagia.


BEBERAPA BULAN KEMUDIAN


*


*


Pernak-pernik khas hiasan pernikahan mengitari gedung mewah itu, bunga-bunga tampak segar tertata rapi di sekitar ruangan.


Hari sudah menjelang pagi, sayup-sayup terdengar suara angin di luar sana. Tampaknya, langit hari ini pun mengerti. .


Pernikahan Silvi dan Rasyel sudah di depan mata, gadis berusia 17 tahun dari habis subuh sudah didandani sangatlah cantik dengan balutan gaun berwarna putih mengkilap yang seketika membuat semua orang pun takjub akan kecantikannya.


Bulu mata palsu dan ombre lips yang menawan, menambah kesan kecantikannya. Memang Resya tak salah memilih MUA untuk pernikahan anaknya, karena ia memang tak akan salah memilih.

__ADS_1


"Cantik," puji Resya, melihat bayangan Putrinya di depan cermin.


Gaun putih dengan hiasan pernak-pernik kaca dan mutiara, sepatu putih yang indah di kakinya. Gadis ini begitu cantik, lebih cantik dari biasanya.


"Wahhhhh, adikku ternyata cantik banget ya,"puji Sifa pada Silvi.


" Pengen nikah juga," ledek Silvi pada kakaknya. Matanya berbinar menatap lekat adiknya yang masih sibuk didandani oleh ibu MUA. Sifa membalasnya dengan tersenyum, perlahan menoleh sedikit pada sang adik.


"Suruh Rasya buat cepet-cepet halalin kamulah, jangan cuma ditahan aja. Ntar direbut orang lain loh," cetus Silvi yang mencoba menakut-nakuti Kakaknya.


Raut wajah Sifa tampak berfikir kesal, lalu ia memberikan satu cubitan pada Silvi yang telah membuat semangatnya sedikit luntur.


"Hey berani kamu ngatain Kakak kaya tadi. Dan siapa yang bilang kalau kakak suka sama di cowok rese itu gak lagi,"


"Yahh gak mau ngaku lagi, ya sudahlah kalau gak mau ngaku intinya yang aku tahu kembaran ku ini memang telah berhasil menyukai seorang laki-laki. Dan lebih tepatnya aku juga tahu siapa laki-laki yang beruntung yang berhasil mendapatkan hatimu ini,"ledek Silvi dengan tersenyum lagi.


"Baiklah terserah kamu aja," balas Sifa yang hanya menundukkan kepalanya.


Ibu dari dua anak itu terlihat anggun mengenakan kebaya modern berwarna silver motif kupu-kupu, dibalut dengan tata rambutnya yang rapi.


"Sudah siap, Bu." ujar Ibu MUA yang telah menyelesaikan tugasnya merias Silvi secantik mungkin.


SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA


__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2