
"Satu masalah sudah teratasi jadi kamu gak perlu lagi untuk bersedih. Dan terbuktikan apa yang pernah aku katakan kemaren kalau Papa kamu pasti akan pulih dan sekarang terbukti kan ucapan -ku.
"Terima kasih ya Rasya aku tidak tahu lagi dengan cara apa aku bisa berterima kasih sama kamu, tapi apa yang kamu lakukan jujur sudah membuat-ku lega terima kasih.
"Iya sama-sama aku juga senang bisa membantu-mu ya sudah aku antar kamu pulang ya?"tawar Rasya.
"Baiklah," balas Sifa yang kemudian ia pun masuk kedalam mobil Rasya, terlebih dulu Rasya pun membukakan pintu mobilnya, melihat perlakuan baik Rasya, Sifa yang melihatnya ia hanya nampak tersipu malu.
"Apa kamu sangat bahagia sekarang?" tanya Rasya.
"Seperti yang kamu lihat aku sangat bahagia, bahagia banget ketika melihat kedua orang tua kita akhirnya bersatu setelah dulunya banyak cobaan yang harus mereka lalui. Dan hari ini aku bisa merasa sangat bahagia, bahkan rasa bahagia ini aku sendiri tidak tahu lagi dengan cara apa aku bisa menunjukkannya,"
"Tanpa kamu harus membuktikan rasa bahagia itu, dari raut wajah kamu sudah terlihat kok kalau kamu sudah sangat bahagia," timpal Rasya.
"Tunggu kamu kenapa membawaku kejalan ini, ini kan bukan jalan menuju ke area Rumahku?" tanya Sifa nampak penasaran.
"Memang ini bukan menuju ke area Rumah kamu. Dan aku sengaja inggin membawa kamu ke-suatu tempat," timpal Rasya yang seketika membuat pandangan Sifa beralih memandangnya.
"Ke-suatu tempat, dimana?" tanya Sifa lagi.
"Sudah, nanti kamu juga akan tahu," balas Rasya tenang.
__ADS_1
Tak berselang lama akhirnya mereka pun sampai juga disalah satu taman yang dihiasi dengan adanya beberapa jenis bunga seperti Bunga Mawar, melati, angrek dan jiga Krisan ditambah lagi dengan adanya perpohonan yang sunguh sangat indah jika dilihat. Dan suasana seperti inilah yang membuat suasana pun menjadi sangatlah indah dan tak mampu untuk dilupakan begitu saja.
"Astaga indah sekali taman ini, jujur aku baru tahu kalau taman ini ternyata sangat indah. Dan ini pertama kalinya aku mendatangi taman ini," ucap Sifa dengan tangan jahilnya yang memetik bungga mawar berwarna merah tersebut.
Apa kamu tahu kalau sebenarnya tempat ini adalah tempat favoritku..jika aku ada masalah aku pasti akan mendatangi taman ini. Karena dengan aku datang kesini aku akan melihat pemandangan alam yang sangat luar biasa dan sangat sulit untuk dilupakan.
Ketika mataku melihat semua ini hatiku juga ikut merasa tenang, damai ...dan yang pastinya aku bisa melupakan masalah yang aku hadapi pada saat itu.
"Masalah, memangnya masalah apa yang sedang kamu hadapi sekarang ini?" tanya Sifa dengan menatap tulus kearah Rasya yang masih fokus dengan pandangannya kedepan.
"Jika membicarakan tentang masalah, semua orang pasti juga memiliki masalah mau itu masalah kecil mau pun masalah besar. Dan sekarang aku sudah memutuskan jika aku akan melupakan kamu. Aku sadar mungkin perasaan ini hanyalah cinta monyet yang tidak seharusnya aku ungkapkan ke kamu? Dan aku juga sadar jika perasaan tidak untuk dipaksa. Dan sekarang aku sadar jika ternyata secara diam-diam aku sudah mengagumi wanita lain," ucap Rasya yang seketika membuat Sifa pun terdiam tak berkutik.
"Kamu sudah mendapatkan wanita lain? Maksud-ku mencintai Wanita lain?" tanya Sifa dengan wajah yang sedikit tidak percaya.
"Kenapa kamu terkejut, apa kamu tidak suka kalau aku mencintai wanita lain?" tanya Rasya yang seketika membuat Sifa pun terkejut.
"Apa kamu bilang tadi tidak suka? Ya jelas tidaklah, syukurlah kalau kamu sudah mencintai Wanita lain aku cukup lega sekarang," balasnya tapi raut wajah Sifa tidak bisa lagi ia bohongi.
Rasya yang sudah melihat dari ekpresi wajah Sifa yang tiba-tiba terlihat lagi bersedih, dia pun tanpa pikir panjang lagi ia langsung duduk dihadapan Sifa sambil memegang tangan kanan Sifa sambil mengatakan?
"Rasya apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu seperti ini?" tanya Sifa dengan heran.
__ADS_1
"Sejak pertama aku mengenalmu ....aku sudah mulai ada perasaan yang tiba-tiba muncul dalam hatiku.
Dan kebersamaan yang sering kita lalui akhirnya telah menumbuhkan benih-benih cinta didalam hatiku ini. Dan aku sengaja berlutut dihadapan kamu ....karena aku ingin kamu menjadi kekasihku ... jika kamu mau menerima cintaku ini maka ambil boneka warna pink yang berbentuk hati ini, tapi jika kamu menolak cintaku ini maka ambillah daun kering ini sebagai tanda jika hati kamu sudahlah rapuh dan gak mungkin untuk di satukan lagi, apa kamu bersedia?"
Melihat mata Rasya yang berkaca-kaca. Sifa pun akhirnya mengatakan sesuatu
Aku tahu memang ini terlalu cepat buat kita..tapi aku juga tahu sejak pertama kali aku bertemu denganmu, aku sudah tahu jika kamu itu orang yang sangat baik..tapi maaf aku gak bisa menerima kamu menjadi kekasihku," balas Sifa dengan menggambil sebatang daun kering dari genggaman tangan Rasya.
Mendengar perkataan Sifa barusan, seketika Rasya pun langsung lemas dan menundukkan kepalanya kebawah, melihat reaksi yang dilakukan Rasya, Sifa pun tersenyum.
"Aku memang tidak mau jadi kekasih kamu, karena bagimu dengan status pacar hal itu tidak akan membuat hubungan akan menjadi utuh. Jadi aku mau hubungan kita lebih dari itu, dan aku mau status kita lebih jadi ...."
"Jadi maksud kamu, kamu tidak menolah cintaku ini?" sambung Rasya sedikit tidak percaya.
"Iya," jawab Sifa dengan tersenyum malu sembari menganggukkan kepalanya kedua kalinya.
"Astaga Sifa perkataan kamu dari awal tadi..kamu hampir saja membuatku terkena jantungan, tapi sekarang aku lega jadi sekarang status kita jadian."
"Mmm iya seperti itu," balas Seorang fa dengan malu-malu.
Karena terbawa oleh suasana Rasya yang melihat Sifa dia pun perlahan-lahan mulai mendekatkan wajahnya ke Sifa
__ADS_1
Tatapan Rasya terhadap Sifa pun tambah semakin dekat dan tinggal sedikit saja Rasya mau menci*um bibir Sifa. Akan tetapi dengan sigap Sifa menghalanginya dengan meletakkan telunjuk jarinya pada bibir Rasya yang hendak mencium-nya.
BERSAMBUNG