Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 61.( SANG PENOLONG)


__ADS_3

"Dok, ini kenapa semuanya gelap, kenapa aku tidak bisa melihat kalian semua. Dok ini ada apa, apa yang terjadi pada mataku apa yang terjadi?" tanya Resya yang mulai ketakutan.


"Sebenarnya saya bingung mau mengatakan ini dari mana. Karena saya tahu kenyataan ini akan sangat berat untuk kamu, kamu yang sabar dan tabah ya. Akibat kecelakaan yang kamu alami kemaren, dan akibat kedua kornea mata kamu yang tak sengaja terkena pecahan beling kamu Menggalami kebutaan.


"Apa. Tidak, itu tidak mungkin Dokter pasti sedang bercanda aku tidak mungkin buta...aku tidak mungkin buta, semua ini pasti kesalahan aku tidak mungkin buta...aku tidak mungkin buta, Dokter dan siapa pun kalian aku mohon tolong aku..tolong kembalikan kornea mataku agar bisa normal seperti semula..siapapun kalian tolong aku! Tolong aku! Aku tidak mau buta aku tidak mau buta tolong aku.


Tangisannya yang pecah dan melihat siapapun orang yang melihatnya pun merasa sangat tidak tega dan kasihan kepadanya. Hingga Resya pun sadar jika dirinya sedang hamil.


"Ini semua tidak mungkin terjadi padaku. Kandunganku, terus gimana keadaan janin yang ada dikandungan ku. Janinku gak bermasalah kan Dok, janinku gak kenapa-kenapa kan Dok?"


"Bertabah lah, janin yang ada dikandungan kamu tidak bisa kami selamatkan maafkan kami!" balas Dokter dengan menepuk pundak Resya sebagai tanda memberikan dukungan.


"Itu tidak mungkin. Aku tidak mungkin kehilangan calon anakku, itu tidak mungkin itu tidak mungkin. Kenapa semua ini harus terjadi padaku kenapa?"ucap Resya yang kemudian tiba-tiba tubuhnya pun mulai melemas yang akhirnya ia pun jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.


"Astaga Dok apa yang terjadi kenapa dia bisa pingsan lagi seperti ini?" tanya Revan yang mulai cemas.


"Anda tidak perlu khawatir, saya sengaja menyuntikkan obat tidur ini buat jaga-jaga jika dia akan melakukan pemberontakan dan berusaha melukai dirinya sendiri. Karena sekarang pasien dalam kondisi sangat perasaan yang sangat hancur jadi hanya ini cara pencegahan yang bisa kami lakukan.


"Iya Dok cara ini memang paling tepat, dia butuh waktu untuk menerima semua kenyataan pahit ini, jadi mungkin dengan cara ini dia bisa lebih tenang.


"Ya sudah saya tinggal dulu!"ucap Dokter.


"Baiklah Dok!"


"Natalia hati ini kakak ada tugas skip bergantian jadi kakak tidak bisa menjaganya jadi siapa orang yang akan berganti menjaganya nanti. Apalagi kamu juga harus kuliah bukan?"


"Iya Kak Natalia juga bingung, ya sudah Kakak berangkat saja biar nanti Natalia minta bantu sama Suster."

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu kakak berangkat dulu ya?"


"Iya Kak berhati-hatilah!"


"Ya sudah aku berangkat dulu!"


"Baiklah dah!"


"Dah juga!"


******


Berada dalam ruangan sendiri tanpa ada orang yang menemani, Resya pun akhirnya tersadar dari tidurnya. Setelah ia sadar ia pun mengingat kembali akan perkataan yang barusan dikatakan Dokter tadi, lagi dan lagi hatinya pun hancur ketika ia mengetahui Kenyataan bahwa janin yang ada di kandungannya saat ini sudahlah tidak bersama dengannya.


"Apa gunanya aku masih bertahan hidup di kehidupan yang tidak ada artinya ini. Dulu aku bertahan Karena aku yakin anak yang ada dikandungan ku ini akan jadi penyemangat bagiku melanjutkan semua ini, tapi ternyata semua impian itu telah lenyap. Tuhan kenapa engkau memberikan ujian seberat ini padaku, dulu kamu menggambil Papa dan Mamaku tapi kenapa sekarang kamu malah merebut anak yang tidak sepantasnya untuk kamu ambil.


Air mata yang terus menerus menetes membanjiri dari kedua sudut matanya, hingga kemudian Resya yang sudah tidak tahan dengan semua ini. Dengan perlahan-lahan ia pun melepaskan infus yang masih merekat di telapak tangannya dan perlahan-lahan ia pun menurunkan kakinya dan segera pergi meninggalkan ruangan rawatnya.


Bruak.


"Maaf..maafkan saya...maafkan saya!"ucap Resya yang setelah terjatuh dilantai.


"Astaga Mbak gak papa, Mbak mau kemana biar saya bantu berjalan?" ucap seseorang Wanita itu sembari membantu Resya untuk bangkit dari duduknya.


"Makasih Mbak. Apa Mbak mau mengantar saya untuk keluar dari Rumah sakit ini karena ada seseorang yang inggin saya temui?" ucap Resya yang tanpa berkata lagi, seseorang itu pun membantu Resya berjalan menuju ke luar Rumah sakit ini.


"Baiklah saya akan membantu anda mari!"

__ADS_1


Berhasil keluar meninggalkan Rumah sakit ini, Resya pun berjalan tanpa arah dan tujuan yang pasti, lantaran tidak ada orang yang mampu membantunya ia hanya berjalan melewati jalan pikirannya. Hingga tanpa ia sadari ia berjalan melewati jalanan yang sangat ramai akan pengendara yang melewati jalanan ini.


Dan untungnya para mengendara yang melihat Resya dalam kondisi tidak bisa melihat, mereka pun memperpelankan laju kendaraannya untuk memberi jalan pada Resya. Sesaat kemudian seorang laki-laki pun turun dari kendaraannya menghampiri Resya dan menawarkan diri untuk membantunya karena merasa sangat kasihan dan bersimpati.


"Maaf Mbak apa Mbak perlu bantuan, biar saya bantu Mbak berjalan lewat jalanan yang agak sepi, disini sangat berbahaya jadi mari saya bantu Mbak!""ucap salah satu pengguna jalan.


"Tidak usah Mas, saya bisa jalan sendiri jadi maaf!"


"Baiklah Mbak kalau gitu, saya tinggal dulu!"balas seseorang itu yang kemudian ia pun kembali ketempat semulanya.


Menolak tawaran dari seseorang itu dan memilih melanjutkan lagi jalannya, Resya yang sama sekali tidak perduli akan kondisinya saat ini jika ia akan celaka, ia pun kembali berjalan dipertengahan jalan.


Dan hampir saja sebuah mobil berwarna hitam pun menerobosnya lantaran pemilik mobil itu melajukan kecepatan dengan kecepatan cukup tinggi. Untungnya dengan waktu yang bersamaan seseorang pun datang dan langsung menarik tangan Resya yang akhirnya Resya pun terjatuh tepat di pelukan laki-laki penolong itu.


"Lepaskan aku! Lepaskan aku! Kenapa kamu menolongku lepaskan aku...kenapa kamu tidak membiarkan aku tertabrak dan ma*i aja kenapa kamu menyelamatkanku kenapa?"gertak Resya sembari kedua tangannya yang terus-menerus memberontak dan memukul dada seseorang itu sambil air matanya yang tak henti-hentinya mengalir.


Tak tahan lagi akhirnya seseorang itu pun langsung memberikan satu pukulan tepat mengenai dada belakang Resya. Saat itu juga tubuh Resya pun menjadi lemas dan tidak berdaya yang kemudian membuatnya jatuh pingsan dan kemudian seseorang itu pun langsung menggendongnya dan membawanya kembali pergi ke Rumah sakit.


"Astaga apa yang terjadi dengan Pasien yang kabur tadi. Apa dia terluka lagi?"tanya salah satu Suster yang melihat kehadiran mereka.


"Pasien ini baru aja melakukan rencana bunuh diri saya minta jika hal seperti ini tidak sampai terjadi lagi, tolong rawat dan jaga Wanita ini dengan berhati-hati apa Suster mengerti?"perintah seseorang itu yang kemudian Suster pun hanya bisa berhenti berkata.


"Iya saya mengerti!"


"Saya sudah membawa Pasien ini kembali. Saya hanya inggin meminta bantuan pada Suster jangan bilang ke siapa-siapa kalau aku orang yang membawa Pasien ini kembali. Jangan bilang juga pada laki-laki yang akan datang nanti jika akulah orang yang mendonorkan darah itu apa Suster mengerti!" ucap seseorang itu yang kemudian Suster pun menimpalinya.


"Baiklah saya tidak akan bilang ke siapa, jadi anda gak perlu cemas!"balas Suster itu yang kemudian laki-laki itu pun bergegas melangkahkan kakinya.

__ADS_1


Tak berselang lama setelah seseorang itu membaringkan tubuh Resya kembali diatas brangkar Rumah sakit, sesekali orang itu pun memandang wajah Resya sembari membelai wajah Resya dengan sangat lembut yang kemudian seseorang itu tanpa berkata lagi ia pun bergegas pergi meninggalkan ruangan rawat ini tanpa mengucapkan sepatah kata lagi pada Suster yang berada disampingnya.


BERSAMBUNG


__ADS_2