
"Singkirkan tangan kamu itu. Karena anda tidak pantas untuk melakukannya." Gertak Resya yang baru aja ia melangkahkan kakinya ia pun seketika terjatuh lantaran menabrak sebuah kursi yang tepat menghadang didepannya. Ditambah lagi dengan tidak membawa tongkatnya membuatnya tambah kesusahan untuk mencari arah jalan lantaran semuanya sangat gelap.
"Astaga jadi kamu itu buta pantesan aja Revan mau sama elo. Dan kalau dipikir-pikir kamu itu ternyata sangat cocok sama dia. Karena kalian itu sama-sama tidak berguna, apa kamu mengerti?".
"Bren*sek berani sekali dia berkata seperti itu sama Resya, inggat Richard tahan emosi kamu...tahan..."batin Richard dengan mengepal tangan dan siap untuk melepaskan pukulannya pada laki-laki brengsek itu.
"Heyy bangunlah kenapa kamu hanya bisa menangis, hey bangunlah apa kamu juga tuli ya bangunlah."teriak seseorang itu yang hanya bisa membuat Resya terdiam dan hanya meneteskan air matanya.
"Sekarang aku bisa diam dan hanya bisa menyaksikannya tanpa bisa berbuat apa-apa, tapi lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan karena nyawamu ada digenggamanku saat ini."batin Richard yang tambah merasa sangat marah, dan inggin sekali secepatnya ia melontarkan pukulan ini untuk laki-laki itu.
Sedangkan Resya yang tak tahan lagi mendengar ucapan Pria asing itu yang terus-menerus menjatuhkan harga dirinya, ia pun akhirnya putuskan untuk pergi dari tempat ini. Walaupun pada kenyataanya kabur dan berlari dalam keadaan pandangan yang sangat gelap sangat susah untuk dia lakukan, belum lagi harus menabrak banyak orang yang tidak bisa ia lihat membuat ia tambah semakin membenci dirinya sendiri.
"Aku tidak berguna, aku tidak berguna."batin Resya yang terus-menerus menangis tanpa henti.
"Lihatlah dia itu hanyalah Wanita buta dan ternyata seperti itu tipe ideal si Revan si pecundang itu."
Belum juga Bimo selesei perkata dari ucapan caciannnya itu, dengan sepontan tubuhnya pun tersungkur dan terpental beberapa jarak dari tempat ia berdiri sekarang ini, sesaat terdapatlah seseorang yang dengan sengaja langsung menendangnya tanpa memberi ampun lagi. Dan tak lupa Richard pun memberi satu pukulan tepat menggenai wajah seseorang itu yang seketika darah pun keluar dari sudut bibirnya.
"Dasar laki-laki penggecut yang hanya bisa merendahkan seorang Wanita, kemarilah dan hadapi aku jika anda berfikir kalau anda adalah seorang pejantan, ayo bangkitlah."gertak Richard yang sudah berada tepat dihadapan laki-laki itu.
Tatapan semua orang yang beralih menatap kearahnya. Dan tanpa adanya orang mampu berkata mau pun melerai mereka membuat suasana tambah semakin mencekam bak seperti didalam sebuah pertaruhan dan pertarungan yang sangat sengit.
__ADS_1
"Dasar bren*sek berani sekali anda menendangku dan melukai bibirku seperti ini. Apa anda sadar dengan siapa anda berhadapan saat ini."gertak balik seseorang itu.
"Hanya orang pengecut seperti andalah yang mampu berkata seperti itu. Apa anda tahu siapa Wanita yang barusan kamu hina tadi, apa anda sadar siapa dia, dia itu Istri saya berani menghinanya maka itu artinya kamu sudah berani berhadapan dengan saya. Jadi cepat jangan banyak omong kemari dan lawanlah aku jika kamu inggin tunjukkan kejantananmu yang sesunguhnya.
"Banyak omong. Rasakan ini?".
Tubuhnya yang kemudian bangkit dan secara membabi buta Seseorang itu pun akhirnya melawan Richard dengan mengeluarkan semua tenaganya. Akan tetapi dengan cara membawa senjata tajam yang berupa pisau dan berniat inggin melukai mau pun menusuk Richard, semua usahanya pun sia-sia setelah Richard yang menggetahuinya dan dengan langsung Richard pun menendang pisau itu yang hendak akan digunakan untuk menusuknya dan secara langsung Richard pun membanting tubuh seseorang itu hingga tidak berdaya dilantai.
"Aw..lepaskan aku...lepaskan aku."ucap seseorang itu yang akhirnya hanya bisa pasrah melihat tubuhnya telah dibekuk oleh Richard.
"Diamlah Laki-laki penggecut, dan jangan biarkan aku untuk melukaimu tambah lebih parah lagi, diam!.gertak Richard yang terus-menerus membekuk seseorang itu, hingga seseorang pun datang dan berniat inggin melerai mereka.
Tanpa memberi ampun dan terus menindih Pria itu hingga tidak berdaya, sekaligus menghalanggi adanya kesalah fahaman disini, dengan langsung Richard pun melempar sebuah pisau pada seseorang itu tepat dibawah kaki laki-laki tersebut.
"Jika anda inggin marah, berfikirlah dengan jernih, sekaligus tanyalah pada Putra kesayanganmu ini. Apa dia memang pantas berniat inggin menyerang dengan menggunakan senjata tajam seperti ini. Dan ajarkanlah pada Putramu untuk menghargai seseorang sekaligus jangan pernah menghina kekurangan fisik seseorang , tanpa harus menghina fisik itu didepan banyak orang.
Akan tetapi apa yang dilakukan Putramu sama sekali tidak sebanding dan tidak sepantasnya seseorang yang seperti anda yang menjadi angkatan Polisi harus mendapatkan Putra bajingan seperti dia, jika anda masih berpihak pada Putramu maka itu artinya anda sudah sangat terlihat jika anda sama sekali tidak pantas untuk menjadi ketua angkatan dari mereka semua, malulah pada anak buahmu yang selalu kamu suruh untung menangkap para penjahat yang berkeliaran sedangkan Putra dari pimpinan mereka sendiri malah melakukan kejahatan secara licik.
Apa yang aku katakan tidak pernah bohong mau pun hanya semata-mata inggin mencari permasalahan disini. Dan aku ada bukti yang baru dan ini adalah bukti bahwa Putramu ternyata telah positiv menggunakan Nark*ba. Dan ternyata secara diam-diam juga Putra anda ini telah menggunakan barang haram tersebut bahkan ada kemungkinan dia juga menjualnya. Jadi cermati lebih dalam dan tangkaplah orang seperti dia, biar pun dia sendiri adalah seorang Putra dari angkatan Polisi bukan berarti anda harus berpihak padanya dan melindungginya.
PLAK..
__ADS_1
"Dasar bodoh jadi ini yang kamu balas dari Papa kamu, Papa yang selama ini telah membanting tulang dan mati-matian memperjuanganmu untuk bisa menempuh pendidikan lebih tinggi, ini balasan dari kamu."gertak Papanya yang seketika amarahnya langsung memuncak dan inggin sekali ia memukulinya tanpa ampun. Akan tetapi anak buahnya yang menghalangginya dan tidak mengijinkannya.
"Maafkan aku Pa...maafkan aku."
"Cepat tangkap dia dan masukkan dia kedalam sel penjara. Aku tidak perduli biar pun dia adalah Putraku tapi aku sudah tidak mau perduli lagi dengannya, jadi cepat bawa dan tangkaplah."perintah Papanya yang kemudian bergegas anak buahnya pun langsung membawa Bimo.
"Sekarang tugasku memberimu pelajaran ke kamu telah selesei, jadi sekarang aku sarankan ke kamu sebelum kamu bertindak bodoh ketahuilah masih banyak orang yang lebih pintar dan cerdas dari kamu. Apa kamu mengerti."gertak Richard yang kemudian Richard pun akhirnya pergi dari tempat ini. Dan tak lupa ia pun menggambil jas yang tadinya terlepas akibat perkelahian tadi
"Richard apa yang kamu lakukan, kenapa kamu malah membuat masalah disini?".
"Dia berani menghina Resya, maka itu artinya dia juga sudah berani jika semua kejahatannya akan terbongkar disini, cepat ayo kita pergilah karena Resya tadi berlari sendiri sebelum aku mengejarnya."
"Baiklah ayo kita cari dia?".
"Aku sudah tidak berguna. Dan apa yang dikatakan laki-laki itu memanglah benar aku memang tidak berguna. Aku tidak berguna."
Dalam perjalanan Resya yang gelap tanpa ia sadari ia pun berjalan menuju kejalan yang lumayan ramai. Dan tinggal selangkah aja Resya hampir tertabrak oleh pengendara Motor yang kebetulan melajukan kecepatan dengan kecepatan tinggi, seseorang pun datang dan langsung menariknya hingga ia pun selamat dari adanya tabrakan tadi.
"Kenapa anda menyelamatkanku, kenapa anda tidak membiarkanku untuk mati akibat tertabrak tadi, kenapa anda tidak membiarkannya."teriak Resya yang terus-menerus memberontak. Akan tetapi seketika ucapannya pun terdiam setelah seseorang yang menyelamatnya malah memberikan satu tamparan tepat mengenai pipi Resya.
BERSAMBUNG
__ADS_1