Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Eps 10 Menemui calon mertua mata duitan.


__ADS_3

Terlihat Susan yang siap-siap di kamarnya dan tiba-tiba datang Silvia kedalam kamar mamanya.


" Sungguh ma, calon suaminya Kayra hari ini datang untuk membicarakan pernikahan itu?" tanya Silvia.


" Iya Silvia, sudah ayo kita kebawah dan langsung temui," ucap Susan dengan semangatnya.


" Syukur deh kalau akhirnya dia menikah dengan calon pilihan mama. Paling juga di jadikan simpanan sama pria-pria hidung belang. Ya memang sudah nasibnya seperti itu mau bagaimana lagi," batin Silvia yang tidak kalah bahagianya dengan adik tirinya yang akan menikah dan di pikirannya pria itu pasti yang jelek dan tidak beres.


Davin bukan tipe orang yang bertele-tele. Baginya lebih cepat lebih baik dan Davin benar datang kerumah Kayra dan sudah duduk di sofa dengan Kayra di depannya dan dia membawa Reyhan untuk mengurus semuanya yang duduk di sampingnya.


" Mana orang tuamu?" tanya Davin sudah gelisah dengan beberapa kali melihat arloji di tangannya.


" Sebentara lagi datang sabarlah," jawab Kayra.


" Butuh uang aja harus selama itu," desis Davin dengan wajah kesalnya.


" Kenapa dia mengumpat terus," batin Kayra yang juga kesal dengan Davin.


Dan akhirnya Susan dan Silvia menuruni anak tangga. Silvia yang melihat tamu itu sungguh di luar dugaannya.


" Mah, itu yang akan menikahi Kayra?" tanya Susan pelan sambil terus berjalan di samping mamanya.


" Iya itu dia yang akan menikahi Kayra," jawab Susan.


" Kok bisa," sahut Susan dengan wajah shocknya.


" Apa sih maksud kamu, sudah tenang. Kamu jaga image dan jangan bertanya lagi," ucap Susan yang sudah sampai di ruang tamu dan langsung tersenyum menyambut Davin.


" Ya ampun calon menentuku maaf ya Tante tadi lama turunnya," ucap Susan dengan sok ramahnya dan Kayra melihatnya hanya sewot saja.


" Tidak apa-apa," jawab Davin santai.


" Hay aku Silvia yang langsung mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya dan Davin pun langsung menyambutnya.

__ADS_1


" Ya ampun. Kalau aku tau setampan ini. Seharusnya mama menjodohkannya denganku," batin Silvia dengan matanya yang tidak berkedip melihat Davin dan bahkan tangannya masih terus berpegangan pada Davin dan Davin langsung melepas sendiri tangannya dari Silvia.


" Hmmm, ayo Silvia kita duduk," sahut Susan yang langsung duduk di samping Kayra dan Silvia juga dan langsung menggeser- geser Kayra agar dia tepat berada di depan Davin. Dari pada Kayra sempit-sempitan. Kayra pun lebih memilih untuk pindah.


" Mulailah," ucap Davin pada Reyhan asistennya.


" Baik pak," sahut Reyhan.


" Bu Susan pak Davin dan Bu Kayra sudah sepakat untuk menikah dan ini yang kami ajukan sebagai mahar untuk Bu Kayra dan juga permintaan utama Bu Susan dan jika ada yang mau di tambahin ibu silahkan katakan saja," ucap Reyhan yang langsung memberikan selembar kertas di dalam map merah itu.


" Hmmm, ya ampun kalian langsung to the point ternyata," sahut Susan langsung mengambilnya dan langsung membacanya bersamaan dengan Silvia. Mata mereka langsung membuka melihat apa-apa yang di berikan Davin.


Uang 2 miliaran, emas batangan, mobil, tanah. Yang pasti mereka tidak percaya Davin benar-benar tidak pelit.


" Ya seharusnya aku yang menikah dengannya. Gila ini hebat banget, Pria ini pasti kaya banget. Isssss, Kayra sungguh benar-benar beruntung," batin Silvia yang iri dengan apa yang di dapatkan Kayra.


" Mereka benar-benar menjualku. Hanya demi uang mereka tidak pernah memperdulikan perasaanku. Aku berharap setelah pernikahan selesai aku benar-benar bisa terbebas dari 2 wanita yang selalu memanfaatkanku," batin Kayra yang merasa dirinya sudah tidak punya harga diri.


" Hmmm apa yang kita berikan sudah cukup?" tanya Reyhan.


" Ya kalian bisa katakan apa yang kalian mau. Selagi Kayra menjadi istriku dan iya satu lagi yang juga tidak aku tuliskan di sana," sahut Davin.


" Apa itu?" tanya Susan dengan cepat.


" Untuk mertua laki-laki ku. Aku sudah akan memindahkannya ke rumah sakit keluargaku yang ada di Singapura dan juga lengkap dengan Dokter pribadi dan juga beberapa perawat," ucap Davin yang membuat Kayra kaget.


" Kenapa harus di pindahkan?" tanya Susan.


" Saya hanya ingin beliau mendapat perawatan lebih baik dan juga anda tidak perlu mengurangi uang anda seperserpun untuk pengobatannya. Bukankah saran saya jauh lebih baik," sahut Davin dengan santai.


" Hahahaha, ya itu lebih baik. Kamu memang menantu yang paling terbaik," sahut Susan yang langsung setuju saja dengan apa yang di katakan Davin kalau sudah masalah uang.


" Dia akan memindahkan papa. Dia tidak mengatakan itu kepadaku sebelumnya. Kenapa dia terus melakukan apapun yang dia mau tanpa meminta persetujuan dariku," batin Kayra dengan wajahnya yang bingung dengan keputusan Davin.

__ADS_1


" Dan masalah pernikahan aku dan Kayra. Akan di adakan bulan ini dan kami akan menikah di Singapura," ucap Davin.


" Di Singapura, kenapa harus di sana. Itu kan jauh, Tante tidak bisa mengundang teman-teman Tante," sahut Susan.


" Pernikahan kami juga di adakan private dan hanya beberapa tamu yang bisa hadir. Saya tidak suka keramaian dan hanya tamu yang penting saja yang harus hadir dan masalah transportasi dan penginapan dan yang lain-lainnya Asisten saya akan mengurusnya," jelas Davin dengan singkat.


" Ohhhh, begitu rupanya. Ya kalau memang sudah di persiapkan ya tidak masalah untuk kami. Hmmmm, itu termasuk juga kan dengan biaya pesawat kami?" tanya Susan dengan hati-hati. Kayra sudah geleng-geleng dengan ibu tirinya itu yang tidak mau rugi sama sekali.


" Jangan khawatir masalah Pesawat, tamu undangan dari pihak wanita akan menaiki pesawat pribadi saya," sahut Davin membuat Susan dan Silvia melotot sampai bola mata mereka mau keluar dengan kayanya Davin.


" Serius?" tanya Silvia tidak percaya.


" Saya mana mungkin bercanda untuk pernikahan saya," sahut Davin dengan wajahnya yang benar-benar serius.


" Enak banget si Kayra, bisa nikah di Singapura. Pasti pernikahannya mewah. Kok jadi dia sih nasibnya yang beruntung kan seharusnya aku. Kenapa juga jadi dia yang dapat suami tampan udah gitu tajir lagi. Mama kenapa coba nggak bilang-bilang sama aku dulu," batin Silvia yang langsung dengki dengan keberuntungan Kayra.


" Baiklah nak Davin. Kalau memang seperti itu ya baiklah. Kami semua setuju apa yang kamu katakan," sahut Susan.


" Dasar keluarga mata duitan. Ya aku juga harus terpaksa melakukan semua ini demi keuntunganku," batin Davin yang selalu berekspresi seolah tidak tau bagaimana mata duitan nya wanita yang bersikap manis kepadanya itu.


" Hmmmm, baiklah kalau begitu. Jika sudah tidak ada lagi yang ingin di bicarakan. Saya permisi dulu, kebetulan saya juga banyak pekerjaan dan tidak bisa lama-lama di sini," ucap Davin yang langsung berdiri yang kemudian di susul oleh Reyhan.


" Baiklah nak Davin, Tante senang dengan kunjungan kamu kemari. Tante tidak percaya jika secepat ini kamu langsung ingin menikahi putri Tante. Jujur Tante begitu bahagia mendengarnya," ucap Susan yang ikut berdiri dengan senyum ramahnya kepada Davin pencetak pundi-pundi rupiahnya itu.


" Hmmm, kalau kamu tiba-tiba berubah pikiran untuk tidak menikahi Kayra kamu bisa bilang sama kami, aku tidak apa-apa jika harus menggantikannya," sahut Silvia yang membuat Susan kaget dan langsung menyikukan Silvia. Davin mendengus kasar mendengarnya.


" Apa yang di katakannya. Dia ingin menikah bukannya sebelumnya dia tidak mau menikah," batin Kayra yang heran dengan kakak tirinya yang tiba-tiba mengajukan dirinya.


" Kamu ini apa-apaan sih!" tegur Susan pelan. Silvia hanya berdecak kesal.


" Baiklah, saya rasa semuanya sudah jelas. Selebihnya Asisten saya yang akan mengurus segala sesuatunya. Jadi saya permisi dulu," sahut Davin yang langsung pergi begitu saja dengan ke angkuhannya.


" Hati-hati calon mantu," sahut Susan yang melambaikan tangannya.

__ADS_1


Kayra pun berdiri dan menyusul Davin sepertinya masih ada yang belum selesai yang ingin di bicarakan Kayra yang belum selesai dengan Davin.


Bersambung


__ADS_2