Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 107 Kenekatan Pricilla.


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba. Davin dan Kayra menuruni anak tangga untuk ke kantor bersama-sama.


" Astaga!" Kayra menghentikan langkahnya saat berada di bawah.


" Ada apa Kayra?" tanya Davin.


" Ada yang ketinggalan. Aku ambil sebentar. Kamu tunggu sini!" ucap Kayra yang buru-buru kembali menaiki anak tangga.


" Bukannya dari tadi," ucap Davin geleng-geleng, " pelan-pelan Kayra jangan lari-lari," teriak Davin yang selalu memperhatikan Kayra dan mengkhawatirkannya.


Davin menghela napasnya dan memilih menunggu Kayra di ruang tamu.


" Davin!" tiba-tiba Davin tersentak saat mengenal suara seorang wanita yang di kenalnya. Mata Davin melotot dan langsung menoleh ke belakang dan semakin terkejutnya Davin ketika melihat Pricilla.


" Pricilla!" lirih Davin yang benar-benar terkejut.


" Apa yang kau lakukan di sini? Berani sekali kau datang kemari?" tanya Davin mendekati Pricilla dan Davin begitu panik.


" Bagaimana aku tidak datang. Setelah kita bicara semalam. Kau pergi begitu saja dan tidak mengangkat telpon ku dan hanya cara ini aku bisa menemuimu," ucap Pricilla yang sudah tidak ada takutnya.


" Kau gila Pricilla. Kita bisa bertemu di kantor. Dan apa yang aku katakan kemarin sudah jelas. Aku tidak ingin terus mencari masalah dengan Eyang. Kau harus tau Pricilla aku sedang fokus pada Perusahan," tegas Davin yang bicara berbisik-bisik. Agar keluarganya tidak ada yang tau.


" Kamu bohong. Pasti ada alasan lain. Dan aku tidak bisa Davin menerima semuanya. Kita harus bicara lagi dan aku akan menjaga jarak denganmu setelah itu. Aku tau ini demi kebaikan kita," ucap Pricilla.


" Sudah lah. Aku tidak mau membahas itu lagi. Sekarang kau pergi dari sini. Sebelum Eyang melihatmu!" usir Davin.


" Aku tidak mau Davin!" berontak Pricilla.


" Pricilla. Minggu depan ulang tahun Perusahaan. Jangan hanya gara-gara ke egoisan mu. Oma membatalkan aku menjadi CEO," ucap Davin yang harus wanti-wanti dulu.


" Lalu begitu mari bicara yang jelas," ucap Pricilla.


" Nanti saja," sahut Davin menolak dan berusaha membawa Pricilla keluar dari rumahnya. Namun Pricilla sudah nekat dan tidak mau pergi.


" Apa yang kalian lakukan!" terdengar suara menggelegar membuat Davin dan Pricilla tersentak kaget dan siapa lagi kalau bukan suara Oma yang berdiri dengan menatap tajam dengan ke-2 tangannya berada di lipat di dadanya.

__ADS_1


" Oma!" lirih Davin panik dan pasrah dengan selanjutnya. Oma melangkah mendekati Davin dan Pricilla dan menatap tajam Pricilla.


" Kau berani sekali kau menginjakkan kaki di rumahku!" ucap Oma menekan suaranya yang terlihat murka.


" Maaf Oma... aku...."


" Jangan memanggilku Oma!" bentak Oma dengan suaranya yang keras yang mampu mendatangkan, Mesya, Altarik, Zoy, Gisella dan bahkan Dion yang tadi ingin pergi ke Pabri bersama Zoy. Mereka semua juga terkejut melihat kehadiran Pricilla yang benar-benar nekat.


" Oma tidak pantas kau sebutkan. Aku sudah memperingatkanmu mu beberapa tahun yang lalu. Berhenti datang kerumah ini dan jangan menemui cucuku!" tegas Oma dengan suaranya yang menggelegar.


" Oma sudahlah!" sahut Davin yang tidak mau ribut.


" Jangan ikut campur!" bentak Davin, " lihat kelakukan mu. Kau masih saja bertemu dengannya. Apa selama ini mulutku bicara sampai berbusa tidak pernah kau dengarkan. Apa kau tidak bisa tidak menemuinya hah!" bentak Oma.


" Oma hanya salah paham!" sahut Davin.


" Apa yang salah paham. Kau pikir aku buta. Lihat keberanian kalian yang bertemu di rumah ini. Kau masih menjalani hubungan dengan dengan dia bukan!" teriak Oma. Davin diam dan bahkan sangat cemas Davin melihat Kayra turun.


" Dan kau. Apa yang sebenarnya kau inginkan. Kenapa kau terus saja mengganggu keluarga kami. Apa yang kau inginkan!" teriak Oma menunjuk tepat di wajah Pricilla.


" Davin!" jawab Pricilla membuat semua orang terkejut. Termasuk Davin yang tidak percaya Pricilla selancang itu bicara.


" Pricilla!" sudah cukup!" cegah Davin untuk Pricilla jangan berlama-lama di rumahnya yang bicara terlalu banyak membuat Oma akan semakin marah.


" Aku capek Davin dengan hubungan kita yang bersembunyi- sembunyi di belakang Oma," sahut Pricilla.


" Apa yang kau katakan?" tanya Mesya.


" Aku memang sudah kembali beberapa bulan yang lalu dan kembalinya aku jelas karena keinginan Davin. Aku dan Davin menjalin hubungan kembali di belakang Oma dan kami bahkan liburan ke Dubai bersama. Kami menghabiskan waktu bersama di Dubai untuk cinta kami berdua," tegas Pricilla yang mengejutkan semua orang.


" Pricilla cukup!" bentak Davin.


" Kenapa Davin. Kita harus jujur pada Oma dengan hubungan kita yang saling mencintai. Davin melakukan semua ini untuk aku dan cinta kami," tegas Pricilla yang begitu berani bicara di depan Oma.


Plakkkkkkk.

__ADS_1


Tamparan itu yang di dapatkan Pricilla yang mengagetkan semua orang. Dengan air mata Pricilla menetes mendapatkan tamparan itu.


" Berani sekali kau bicara seperti seperti itu kepadaku. Apa kau juga ingin mengatakan. Jika orang-orang yang aku suruh untuk mengawasi Davin di Dubai sudah bekerja sama dengan Davin?" tanya Oma.


Dion menelan salivanya yang jelas ikut dalam rencana Davin. Namun Dion pasti sadar Oma sudah tau. Karena Oma bukan orang yang bodoh.


" Kau dengarkan aku Pricilla. Jangan berani melewati batasmu di rumahku. Aku bisa melakukan hal yang tidak akan kau duga. Apa kau begitu terobsesi untuk menikah dengan dengan Davin. Apa kau tidak tau jika Davin sudah..."


" Oma cukup!" bentak Davin yang tidak mau Oma melanjutkan kata-kata yang pasti Davin tau apa itu.


Oma menatap Davin serius, saat Davin berani memotong pembicaraan Oma.


" Pergilah dari sini Pricilla kita akan bicara nanti, jangan membuat suasana di rumah ini semakin panas!" usir Davin dengan halus.


" Tapi Davin," sahut Pricilla yang berlinang air mata.


" Bawa dia pergi dari sini Dion!" perintah Altarik. Dion mengangguk dan langsung membawa Pricilla, walau Pricilla tidak mau tetapi tetap dibawa Dion.


Setelah kepergian Pricilla. Oma dan Davin saling melihat, " maafkan aku Oma," ucap Davin.


Plakkk.


Davin mendapatkan tamparan yang tidak kalah kuatnya dari Pricilla tadi dan hal itu mengejutkan semua orang.


" Kau sengaja menghentikan apa yang aku bicarakan. Kau menyembunyikan pernikahanmu!" tebak Oma dengan menatap tajam Davin.


" Brengsek kau Davin!" Oma mendekatinya dan menarik ke-2 kerah baju Davin, " kau pikir aku tidak tau apa-apa saja yang kau lakukan di luar sana hah!" teriak Oma.


" Apa kau mencintai wanita itu!" teriak Oma tepat di wajah Davin dan Davin diam pasrah dengan kemurkaan Omanya.


" Katakan padaku Davin. Apa kau masih mencintai wanita itu. Katakan di depan istrimu yang berdiri di sana!" tunjuk Oma memperlihatkan Kayra berdiri di atas sana dan Davin terkejut melihat Kayra ada di sana.


Mesya dan Giselle hanya senyum-senyum yang pasti itu yang mereka inginkan. Sementara Altarik panik dan eksperesi Zoy terlihat datar-datar saja.


" Katakan di depannya. Jika kau mencintai wanita tadi!" ucap Oma lagi. Davin dan Kayra hanya saling melihat dengan napas Kayra di pastikan tidak stabil terlihat dada kembang kempis dan di pastikan air mata Kayra sudah jatuh.

__ADS_1


Dia tetap berdiri di tempatnya dengan kakinya yang bergetar yang juga ingin tau jawaban yang keluar dari mulut Davin.


Bersambung


__ADS_2