Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 62 Perlakuan Davin yang membuat debaran jantung tidak aman.


__ADS_3

Tidak lama akhirnya Davin selesai mengganti pakaiannya dan Kayra juga terlihat sudah siap dan sekarang duduk menunggu Davin di pinggir ranjang.


" Aku sudah selesai," ucap Kayra.


" Ya sudah kita langsung turun saja," sahut Davin. Kayra mengangguk dan langsung berdiri ingin berjalan ke luar dari kamar.


" Kayra!" panggil Davin membuat Kayra kembali membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Davin.


" Ada apa?" tanya Kayra.


Davin mengambil obat yang ada di atas meja dan juga mengambil segelas air putih. Langsung menghampirinya Kayra berdiri di hadapan Kayra.


" Minum obatmu dulu. Supaya kau benar-benar sembuh," ucap Davin. Yang sudah berdiri di depan Kayra dan bahkan menyodorkan obat itu ke mulut Kayra. Kayra membuka mulutnya perlahan dan menelan pil tersebut. Lalu Davin juga memberinya air putih.


Hal manis itu semakin membuat Kayra tidak mengerti dengan perasaannya yang mungkin ada sesuatu yang tidak bisa di jelaskannya karena sejak tadi jantungnya terus saja berdetak kencang.


" Panasmu akan segera turun!" ucap Davin memegang dahi Kayra menggunakan punggung tangannya yang merasa Kayra memang belum sembuh total.


" Makasih!" ucap Kayra datar. Davin hanya mengangguk dan mengembalikan gelas pada tempatnya.


" Ayo!" ajak Davin. Kayra mengangguk dan mereka ber-2 langsung pergi dari kamar itu.


**********


Mereka berjalan bersamaan dengan langkah yang sejajar dengan bersebelahan, saat keluar dari hotel itu menuju mobil.


" Astaga!" Kayra tiba-tiba menghentikan langkahnya dan dengan menepuk jidatnya.


" Ada apa?" tanya Davin.


" Handphonen ku ketinggalan di kamar. Aku ambil sebentar," ucap Kayra yang menyadari lupa membawa ponselnya.


Davin menghela napasnya kasar, " ya sudah sana ambil. Aku akan menunggu di sini," ucap Davin. Kayra mengangguk dan langsung pergi dengan buru-buru.


" Ada-ada saja, tetap aja dia itu leletnya minta ampun bukannya di periksa sejak tadi sekarang harus pergi lagi, Kayra kamu itu benar-benar," umpat Davin kesal sembari berkacak pinggang.


" Davin!" tiba-tiba Pricilla memanggil Davin.


Tadi malam Pricilla menunggu Davin. Tetapi wanita yang masuk kekamar maupun Davin tidak keluar sama sekali membuat Pricilla sakit hati dengan pikirannya yang Davin bercinta dengan wanita lain dan dia menunggunya di luar tidak tau sampai kapan.


" Ada apa?" tanya Davin dengan dingin ketika sudah berhadapan dengan Pricilla yang di hadapannya itu yang terlihat Pricilla begitu marah dan seperti menyimpan rasa kekecewaan.


" Siapa wanita itu?" tanya Pricilla langsung pada intinya yang membuat Davin heran.


" Wanita. Wanita siapa maksudmu?" tanya Davin yang kembali bertanya.


" Wanita yang di bawakan Reyhan ke dalam kamarmu. Kenapa kau menyewa seorang pelacur untuk masuk ke kamarmu, Reyhan sendiri yang mengatakannya kepadaku," ucap Pricilla dengan matanya berkaca-kaca dengan terasa sesak di dadanya.


" Reyhan belum mengatakan apa-apa kepadaku tentang apa yang aku suruh tadi malam. Aku juga lupa menyakannya tadi. Jadi Pricilla tau jika aku menyewa wanita untuk menemaniku," batin Davin yang melupakan hal itu.


" Davin kenapa kamu diam. Jawablah aku," ucap Pricilla yang kelihatan begitu marah. Davin hanya diam dan tampak berpikir sendiri.


" Kenapa kamu diam Davin. Kamu bilang pulang karena ada urusan. Tetapi apa kenyataannya. Itu kenyataannya. Urusan kamu hanya bercinta dengan wanita murahan. Kamu itu keterlaluan Davin. Kamu bisa-bisanya melakukan itu dan sementara aku...."


" Sementara kau apa," sahut Davin memotong pembicaraan itu, " sementara kau marah karena bukan kau yang menjadi wanita itu yang ada di dalam kamarku," lanjut Davin.


" Apa maksudmu?" tanya Pricilla dengan terkejutnya.


" Sudah lah Pricilla kau tidak perlu marah dengan apa yang kau buat sendiri. Seharusnya kau tidak bertanya dengan apa yang aku lakukan. Aku seorang Pria dan jika aku menyewa wanita untuk menemaniku itu adalah urusanku dan lagian hal itu tidak akan terjadi jika mamamu tidak kurang ajar berani mencampur sesuatu keminumanku," ucap Davin dengan penuh sindiran.

__ADS_1


Pricilla mendengarnya begitu terkejut yang bisa di artikan jika Davin tau semua rencananya dan juga mamanya dan Pricilla sampai tidak punya muka lagi untuk bicara pada Davin.


" Tidak mungkin Davin mengetahui hal itu," batin Pricilla yang sekarang kepanikan.


" Aku tidak bodoh Pricilla. Aku tau semuanya. Dan aku tidak menyangka jika Tante Wulan bisa melakukan hal murahan seperti itu dan kau juga bahkan ingin melakukannya. Jika aku ingin tidur denganmu. Aku rasa tidak perlu dengan cara murahan seperti itu Pricilla," ucap Davin tampak marah.


Ternyata Kayra yang sudah selesai mengambil handphonnya berada di balik Villar yang mana Kayra mendengar pembicaraan Davin dan Pricilla.


" Jadi yang di maksud Davin itu adalah Pricilla. Jadi mama Pricilla yang memberikan Davin obat itu untuk menjebak Davin agar tidur dengan Pricilla," batin Kayra.


" Dan Davin juga menyewa wanita lain. Dan Pricilla melihatnya. Jadi benar apa kata Davin bukan aku yang akan di korbankannya. Tetapi dia sudah menyiapkan orang lain untuk menjadi korbannya," batin Kayra.


" Sebenarnya seperti apa hubungan Davin dan Pricilla dan juga keluarganya," batin Kayra yang tiba-tiba ingin tau.


" Aku bisa jelaskan Davin," ucap Pricilla memegang tangan Davin. Namun Davin langsung menjauhkan tangannya.


" Kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa," jawab Davin.


" Tapi Davin," sahut Pricilla.


" Cukup! Pricilla. Aku harus mengerti semuanya dulu. Sebaiknya kamu pergi dari sini. Aku sibuk," ucap Davin dengan ketus.


" Davin!"


" Pricilla jangan membuatku kesal. Kau bisa sampaikan pada mamamu apa yang aku katakan tadi. Jadi pergilah dari sini!" usir Davin benar-benar marah dengan tindakan yang di ambil Pricilla dan mamanya.


" Davin apapun yang terjadi seharunya kau tidak tidur dengan wanita murahan. Wanita pe*la*r seperti itu," ucap Pricilla. Davin mengepal tangannya mendengar perkataan Pricilla mengenai kata-kata murahan yang pasti itu untuk Kayra. Karena dengan Kayra dia tidur sebenarnya.


" Cukup Pricilla. Kamu jangan mengatai orang murahan. Kamu tidak punya hak untuk menilai semua itu," ucap Davin menegaskan.


" Kamu lebih membela wanita itu," sahut Pricilla yang tidak percaya dengan Davin.


" Baiklah Davin," jawab Pricilla. Davin menghela napasnya.


" Maafkan aku Davin!" ucap Pricilla yang mengakui kesalahannya. Davin tidak peduli dan bahkan tidak ingin melihat wajah Pricilla.


Pricilla yang tidak ingin membuat Davin marah. Akhirnya Pricilla pun memelih untuk pergi sebelum Davin semakin murka padanya.


Davin melihat kearah kanan dengan ekor matanya yang melihat dengan jelas ada Kayra yang mengintip di sana.


Kayra terlihat bengong yang tidak melihat Davin dan Pricilla lagi. Dia asyik melamun dengan pikirannya yang kemana-mana.


" Argggghhh sudahlah Kayra apa yang kau pikirkan," Kayra menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya dan melihat kembali ke arah di mana Pricilla dan Davin tadi. Namun Kayra tidak menemukan ke-2 orang itu yang membuatnya bingung.


" Kemana mereka. Kok tiba-tiba tidak ada," gummnya heran yang mencari ke setiap arah.


" Kau mencariku!" tiba-tiba terdengar suara yang membuat Kayra terkejut dan Kayra membelokkan tubuhnya yang benar itu Davin Davin mendekati Kayra sampai Kayra bersandar pada pilar dan satu tangan Davin menempel di dingding yang sehingga membuat tubuh Kayra tidak bisa bergerak kemana-mana yang berada di kurungan Davin.


" Da_ Davin kau_ kau kok bisa ada di sini," ucap Kayra dengan gugup yang mana wajah Davin begitu dekat dengannya dan Davin terus saja memajukan wajah itu dan Kayra tidak dapat lagi memundurkan wajahnya.


" Kau suka sekali menguping pembicaraan ku dengan orang lain. Jangan ke biasaan," ucap Davin dengan suara seraknya.


" Aku tidak menguping. Aku hanya sudah selesai mengambil ponselku dan kau sudah bersamanya. Tidak mungkinkan aku menghampirimu," ucap Kayra mencari alasan.


" Lalu kau memilih untuk menguping?" tanya Davin.


" Aku tidak punya pilihan. Aku tidak mempunyai headset yang seharusnya ada dan mungkin aku bisa memakainya. Agar tidak menguping," ucap Kayra yang selalu saja ada jawaban.


" Lalu apa tanggapan mu?" tanya Davin. Kayra mengkerutkan dahinya.

__ADS_1


" Tanggapan apa?" tanya Kayra heran.


" Melihat ku dengannya dan dengan apa yang kau dengar," ucap Davin yang tampaknya ingin tau.


" Biasa aja. Memang harus menanggapi apa. Bukannya kau juga sudah menjelaskan di awal jika kau di jebak dan ternyata dia yang menjebakmu. Ya sudah terus apa lagi," ucap Kayra santai.


" Kau tidak ingin tau apa-apa lagi?" tanya Davin.


" Apa lagi yang harus aku ketahui?" tanya Pricilla heran.


" Aku melihat banyak yang ingin kau ketahui," ucap Davin menatap intens wajah Kayra.


" Ya kenapa kau tidak melampiaskan aja padanya. Kenapa harus mencari wanita lain?" tanya Kayra yang tampak kepo.


Davin menyunggingkan senyumnya mendengar pertanyaan Kayra, " jika aku mempunyai istri. Lalu untuk apa melampiaskannya padanya," jawab Davin. Kayra mendengarnya terlihat terkejut dengan kata-kata Davin.


" Kau istriku dan seharunya aku melakukan itu tanpa jebakan orang lain," ucap Davin lagi yang membuat Kayra benar-benar tidak bisa bicara apa-apa lagi.


" Tidak ada perjanjian dalam hal itu," sahut Kayra mengalihkan wajahnya ke kirinya agar di bertatapan dengan Davin.


" Aku akan mengubah perjanjiannya," sahut Davin. Kayra mendengarnya kaget dan langsung melihat Davin serius.


" Apa yang kau katakan?" tanya Kayra panik.


Davin menghela napasnya dan tangannya membelai-belai rambut Kayra sembari mengusap pipi itu dengan lembut yang membuat Kayra begitu panik bercampur jantungan.


" Bukannya sudah terlanjur di lakukan dan tidak ada lagi yang harus kau jaga bukan," ucap Davin dengan menatap dalam-dalam Kayra.


Davin melihat leher Kayra yang terlihat masih banyak bekas karyanya tadi malam dan Kayra bahkan mengikat rambutnya dengan sanggul cepol yang membuat leher jenjang itu tetlihat kelas bekas-bekas perbuatannya dan mungkin orang-orang akan bisa melihatnya.


Davin langsung memegang rambut bagian belakang Kayra yang ternyata melepas Bungan rambut itu sehingga di gerai yang menutupi tanda-tanda kemerahan ku.


Lagi-lagi Kayra hanya terkejut melihat apa yang terjadi. Yang mana Davin ingin suka-sukanya.


" Jangan memamerkan apa yang sudah aku lakukan," ucap Davin menatap mata Kayra dengan dalam yang mana Kayra bengong yang mendadak tidak bisa bicara. Davin hanya tersenyum miring melihat wanita seperti mayat hidup di depannya itu.


Cup dia langsung mengecup bibir Kayra yang membuat Kayra semakin terkejut dengan matanya yang melotot dengan tindakan Davin. Davin melakukan itu supaya Kayra sadar mungkin.


" Kau!" Kayra yang murka langsung memukul Davin. Ya Davin membangunkan singa dari tidurnya.


Hanya beberapa pukulan Davin berhasil menangkap ke-2 tangan itu dan bahkan membawa Kayra lebih dekat padanya sampai wajah mereka yang saling berdekatan tanpa jarak dengan hidung yang hampir bersentuhan.


" Kenapa selalu main tangan," ucap Davin dengan suara seraknya. Yang mana napas ke-2nya saling menerpa.


" Itu karena kau kurang ajar kepadaku. Aku juga tidak mau perjanjian itu berubah dan kemarin cukup satu kali. Aku tidak mau ada ke-2 kalinya," tegas Kayra.


" Tepi aku ingin mengubah perjanjian itu," ucap Davin.


" Aku tidak mau," tegas Kayra. Davin menyunggingkan senyumnya dan semakin mendekatkan wajahnya pada Kayra yang mana Kayra semakin panik yang di pastikan hal tadi bisa terjadi lagi. Ya itu Davin yang kecolongan menciumnya dan tidak ingin hal itu terjadi Kayra langsung mendorong Davin.


" Jadi makan atau tidak," ucap Kayra dengan kesal.


Davin menyunggingkan senyumnya.


" Aku hanya bercanda soal tadi dan masalah pertanyaanmu mengenai Pricilla kenapa aku tidak melakuka itu kepadanya. Karena aku akan menjadi orang bodoh yang sudah tau rencananya. Tetapi masih melakukan hal itu. Makanya aku menyuruh Reyhan mencari wanita dan tidak ada rencana jika berakhir padamu," jelas Davin.


" Jangan mengungkit hal itu lagi," ucap Kayra.


" Baiklah, yang penting kau tau dengan jelasnya. Ya sudah sekarang ayo kita makan!" ajak Davin yang menarik tangan Kayra dan Kayra juga kaget tangannya asal di gandeng saja.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2