Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 131 Mencurigai sesuatu.


__ADS_3

Rumah sakit. Akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Kayra dan Davin berjalan buru-buru dengan tangan Davin yang terus menggengam Kayra yang mencari di mana Silvia di rawat.


Lama mencari akhirnya mereka bertemu dengan Susan di depan ruangan UGD.


" Mah!" lirih Kayra.


" Kayra!" sahut Susan yang begitu paniknya yang langsung memegang tangan Kayra. Tidak pernah Susan sepanik itu, wajahnya begitu takut bahkan tangannya sangat dingin.


" Apa yang terjadi kenapa bisa kecelakaan?" tanya Kayra panik.


" Mama juga mana tau. Pihak polisi yang mengabari mama dan mereka bilang mobil Silvia di tabrak dari samping dan mobilnya yang kendarai Silvia terguling. Dan sekarang dia kritis," jelas Susan dengan suara bergetar yang menjelaskan sedikit.


" Astagfirullah kenapa bisa seperti ini!" Kayra juga menjadi ikutan cemas.


" Kamu tenang Kayra. Semuanya pasti baik-baik saja," ucap Davin. Kayra mengangguk-angguk dengan kekhawatiran di wajahnya.


" Davin, biaya Silvia pasti banyak. Kamu ya yang menanggungnya. Soalnya duit dan di berikan Kayra kemarin sudah habis buat belanja. Kamu kan harapan mama satu-satunya," ucap Susan dengan rasa takut-takut bicara.


" Mahhhh, jangan bicara uang dulu," ucap Kayra dengan pekan. Davin hanya menghelai napas.


Mau anaknya sekarat atau tidak kalau masalah uang Susan tetap saja perhitungan.


" Ya kan hanya Davin yang bisa bantuin. Ya Davin kamu ya mengurus administrasi dan semua keperluannya," ucap Susan lagi yang harus mendapat kepastian.


" Hmmmm," Davin menjawab hanya dengan deheman saja. Davin tidak heran dengan mertuanya yang memang selalu memanfaatkan situasi.


Dokter tiba-tiba keluar.


" Dokter bagaimana anak saya?" tanya Susan yang langsung mendekati Dokter.


" Pasien sudah melewati masa kritisnya. Alhamdulillah nyawanya tertolong. Tetapi untuk bayinya kami tidak bisa menyelamatkannya," jawab Dokter.


Membuat, Kayra, Davin dan Susan terkejut mendengar pernyataan Dokter.


" Bayi maksud Dokter?" tanya Susan yang ternyata terkejutnya berbeda.


" Anak saya mengandung?" tanya Susan lagi.


" Apa mama tidak tau kalau Silvia hamil," batin Kayra yang melihat kagetnya wajah Susan.

__ADS_1


" Iya Bu Silvia sedang mengandung 6 Minggu dan kecelakaan itu membuat janinya tidak tertolong. Jadi kami mohon maaf," ucap Dokter.


Susan terlihat begitu schok mendengarnya yang tidak percaya dengan kata-kata itu.


" Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Dokter yang langsung panik.


" Silvia hamil dan aku tidak tau sama sekali. Hamil dengan siapa anak itu?" tanya Susan dengan wajah masih terkejut. Namun mendadak marah.


" Jadi mama tidak tau. Kalau Silvia hamil?" tanya Kayra memastikan.


" Dan kamu tau?" Susan balik bertanya. Kayra mengangguk pelan.


" Kok bisa kamu tau dan mama tidak. Kalian merahasiakannya?" tanya Susan.


" Tidak ada yang merahasiakannya. Silviana sendiri yang datang kerumah kami mengakui kehamilannya pada keluargaku dan bahkan mengatakan jika bayi yang di kandungannya adalah anakku, dia menuduhku menghamilinya. Namun kenyataannya. Lian adalah pelaku sebenarnya," sahut Davin menjelaskan yang membuat Susan terkejut.


" Kenapa bisa seperti itu? apa yang terjadi sebenarnya dan kenapa aku tidak tau semua ini. Jika adikmu sudah menghamili anakku dan bukannya seharusnya dia bertanggung jawab," ucap Susan marah-marah.


" Kami tidak tau mah. Bagaimana hubungan mereka. Tetapi intinya Silvia mengandung anak Lian dan Oma mendesak Lian untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Namun Lian mengelak dengan mengatakan Silvia menjebaknya dan untuk membuktikannya harus melakukan tes DNA," jelas Kayra.


" Dan sekarang tes DNA tidak bisa di lakukan. Karena anak yang di kandung sudah tidak ada," sambung Davin.


..." Aku rasa kau bisa tanya pada kakakmu apa yang sudah aku lakukan kepadanya. Karena berani merusak keluargaku dan jika kau juga sangat berani aku akan melakukan yang lebih parah kepadamu dari apa yang di dapatkannya," ancaman Mesya tadi lagi tiba-tiba teringat di pikiran Kayra....


" Kayra kamu kenapa?" tanya Davin melihat wajah Kayra begitu cemas.


" Mah di mana Silvia kecelakaan?" tanya Kayra tiba-tiba.


" Dia kecalakaan di pinggir jalan saat mau pergi. Dia di tabrak dari samping. Katanya truk yang menabraknya remnya blong," jelas Susan.


" Lalu supirnya kemana?" tanya Kayra.


" Mana mama tau Polisi yang mengurusnya. Sudah di bilang mama hanya di beritahu Polisi saja," ucap Susan memijat kepalanya yang terasa berat.


" Ada apa Kayra?" tanya Davin.


" Ada sesuatu Davin. Kita cek lokasi kecelakaannya ya," ucap Kayra yang pergi begitu saja.


" Kayra tunggu!" panggil Davin yang langsung mengejar Kayra.

__ADS_1


" Kenapa jadi pergi sih. Awas aja ya Davin. Kalau kamu tidak membayar pengobatan Silvia. Argggghhh Silvia juga kenapa bisa hamil coba. Anak itu benar-benar," Susan sejak tadi kerjanya marah-marah saja.


**********


Davin dan Kayra ke lokasi kecelakaan yang mana kecelakaan baru terlewatkan 5 jam namun sudah bersih begitu saja tanpa ada sisa-sisa kecelakaan dan tidak ada tanda-tanda gari Polisi.


" Cepat sekali di bersihkan?" tanya Kayra heran.


" Aku juga tidak mengerti," sahut Davin dengan herannya.


" Lalu mobilnya di mana dan supir truk itu di mana?" tanya Kayra kebingungan.


" Mama kamu bilang di kantor Polisi," jawab Davin.


" Kantor Polisi mana?" tanya Kayra penasaran.


" Ada apa sebenarnya Kayra. Kenapa tiba-tiba kamu secemas ini. Apa yang kamu pikirkan?" tanya Davin dengan serius yang melihat ke panikan di wajah istrinya.


" Davin aku merasa kecelakaan Silvia di sengaja dan seperti di atur. Karena lihatlah tempat ini dan bahkan yang menyetir di truk di katakan mama saja tidak tau di mana Seolah ini sudah di rencanakan dan di selesaikan dengan cepat," ucap Kayra dengan wajahnya yang penuh ke khawatiran.


" Kenapa kamu bisa punya pikiran seperti itu?" tanya Davin.


" Tante Mesya dan adik-adik tirimu selalu tidak menginginkan mereka bertanggung jawab pada Silvia. Sudah jelas anak yang di kandung Silvia anak Lian. Namun mereka mengeles dan mengulur waktu dengan tes DNA dan kemarin aku mengingat jelas sewaktu Silvia mabuk. Dia mengatakan jika Lian beberapa kali menyuruh Silvia untuk menggugurkan kandungannya dan bahkan mengancam Silvia dan Silvia masih bertahan yang mungkin ingin pembuktian. Makanya sampai detik ini dia masih mempertahankan kandungannya dan mungkin semua ini adalah sengaja untuk menghilangkan bukti dari janin itu," jelas Kayra dengan apa yang di pikirkannya.


" Dan juga Tante Mesya tadi lagi bahkan seakan memberi kode kepadaku," ucap Kayra yang juga mengingat perkataan Mesya.


" Apa yang di katakannya?" tanya Davin.


" Aku takut nasibku sama seperti Silvia," ucap Kayra memegang perutnya. Jujur dia begitu takut dengan ancaman Mesya. Karena dia sudah melihat contoh di depan matanya. Di mana Silvia mengalami keguguran. Bahkan nyaris kehilangan nyawa.


" Dia berani mengancamku!" Davin mengepal tangannya yang pasti Mesya sudah mengatakan yang tidak-tidak sampai membuat Kayra setakut ini.


" Aku hanya hanya takut Davin. Hal itu akan datang," ucap Kayra. Davin langsung memeluknya.


" Jangan khawatir. Aku akan menyuruh Reyhan untuk menyelidiki kecelakaan ini dan kau tidak akan apa-apa. Tidak akan ada yang berani menyakitimu aku akan terus di sampingmu," ucap Davin yang menenangkan istrinya dari rasa ketakutan yang di alaminya.


" Sial, apa lagi ulahnya mereka. Apa yang mereka lakukan. Mereka juga ingin menyinggirkan Kayra. Mereka pikir siapa mereka, benar-benar kelewatan," batin Davin dengan penuh kekesalan.


Dia tidak akan tinggal diam. Jika ibu tirinya berani mencampuri urusannya apa lagi mengusik istrinya. Davin akan memberi pelajaran untuk orang-orang seperti itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2