Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Eps 21 Drama meja makan.


__ADS_3

Sarapan pertama Kayra di rumah besar Altarik. Meja makan itu sudah di isi dengan makanan dan orang-orang yang juga sudah duduk di tempat masing-masing.


Termasuk Oma, Elisabeth yang duduk di kursi utama, dengan Altarik berdampingan dengan istrinya. Lian, Joy dan juga Giselle juga ada di sana menikmati sarapan. Belum terlihat Kayra ataupun Davin.


Namun tidak lama pasangan suami istri itu pun akhirnya muncul di mana mereka terlihat biasa. Mungkin saja Davin lupa bersandiwara dan pandangan mata Oma langsung melihat Kayra dan Davin yang berjalan dengan santai seperti orang asing.


" Kenapa sih Omanya tatapannya begitu aneh kepadaku, apa Oma masih tidak mempercayaiku," batin Davin menyadari pandangan Omanya.


" Kalian baru turun ayo langsung sarapan!" sahut Altarik. Kayra hanya mengangguk.


" Ayo sayang, kamu duduk di sini," ucap Davin tiba-tiba yang menarik kursi untuk Kayra.


Hal itu membuat Kayra bengong dengan kata-kata Davin memanggilnya sayang.


" Sayang kenapa diam ayo duduk!" ucap Davin lagi dengan senyum palsunya. Kayra pun akhirnya duduk, Davin memang sengaja supaya Omanya tidak curiga terus kepadanya.


" Kerjanya kalau tidak marah-marah pasti bersandiwara," batin Kayra yang harus terbiasa dengan Davin.


" Ehemm, enak banget ya jam segini baru turun, ngapain aja," sahut Joy tiba-tiba berbicara sinis.


" Baru aja jadi istri 1 hari sudah malasnya minta ampun," tambah Giselle lagi yang tidak kalah ikut main sindir.


" Apa yang kalian bicarakan. Jangan bertanya apa yang di lakukan pengantin baru, ya banyaklah dan wajar bangun siang, apa harus aku ceritakan semuanya," sahut Davin menegur 2 adik tirinya itu yang membela Kayra.


" Sudah-sudah, kalian jangan ribut di meja makan. Kayra adalah penghuni baru di rumah ini. Jadi jangan membuatnya tidak nyaman," sahut Oma menegaskan.


Terlihat Lian yang terus melihat Kayra dengan tatapan lain, seperti mengagumi, " Cantik sih, istrinya lebih cantik dari kakaknya," batin Lian


Lian memang sedari tadi melihat Kayra dengan tatapan yang begitu aneh. Bahkan matanya sampai tidak berkedip sama sekali.


Ternyata Kayra menyadari tatapan itu membuatnya tidak nyaman dan juga risih.


" Kenapa dia melihatku seperti itu? Apa ada yang salah dan sepertinya keluarga ini tidak satupun menyukai keberadaanku. Tetapi aku harus bersabar. Karena ini adalah pilihan hidupku," batin Kayra yang terlihat gelisah.

__ADS_1


Davi begitu memperhatikan Kayra yang tidak nyaman dan melihat apa yang membuat istrinya itu tidak nyaman. Yang ternyata Lian yang senyum-senyum pada Kayra. Menatap istrinya dengan ada niat yang terselubung.


" Kau menyukainya?" celetuk Davin tiba-tiba melihat sinis kepada Lian. Dia langsung blak-blakan bicara. Sampai semua orang bingung dengan kata-kata Davin.


Lian sendiri kaget dengan pertanyaan tiba-tiba itu belum lagi Lian mendapat tatapan dari orang-orang di meja makan juga heran dengan pertanyaan Davin dan menunggu jawaban Lian.


" A-apa maksud kak Davin?" tanya Lian dengan wajah groginya.


" Davin apa yang kamu bicarakan? siapa yang menyukai siapa?" sahut Mesya bertanya.


" Aku melihat dia menatap istriku dengan tatapan lain. Jadi aku hanya memastikan apa kah dia menyukai istriku atau tidak," sahut Davin yang to the poin, begitu sinis kepada dan Lian semakin panik dengan kata-kata Davin.


" Kakak jangan bercanda mana mungkin aku menyukai istri kakak," bantah Lian dengan wajah pucatnya.


" Kak Davin berlebihan. Kak Lian itu punya pacar dan meski tidak punya pacar. Dia juga tidak akan mau dengan wanita sepertinya, emang apa istimewanya dirinya," sahut Joy membela kakaknya.


" Benar kata kak Joy, tidak ada yang harus di sukai dari dia. Sangat biasa saja," sahut Giselle menambahi.


" Davin kamu ini apa-apaan sih, bicara dari tadi entah mengarah kemana. Lian tidak mungkin tertarik pada istrimu, jadi jangan mengaitkan dengan hal lain," sahut Mesya yang meluruskan permasalahan.


" Benar kata mama kak, aku tidak ada niat apa-apa kepada istri kakak. Kakak hanya salah paham," sahut Lian dengan keringat dingin.


" Davin kenapa jadi membesarkan masalah. Padahalkan tidak ada yang terjadi. Apa dia berlebihan?" batin Kayra.


" Davin kamu itu terlalu cemburuan, masa iya istrimu baru di lihat saja. Kamu langsung marah," sahut Altarik. " Kayra apa Davin sering cemburu seperti ini kepada kamu?" tanya Altarik.


" Oh jadi sandiwara, ya dia memang paling pintar menjadikan situasi," batin Kayra yang sekarang tau kenapa Davin begitu heboh.


" Kayra!" tegur Altarik yang menunggu jawaban Kayra.


" Hah, i-iya Pa, Davin memang orangnya cemburuan. Kayra juga tidak tau kenapa sifatnya itu tidak bisa di ubahnya. Sepertinya semua Pria di dunia ini harus buta dulu. Biar hanya dia yang bisa melihat Kayra," sahut Kayra dengan tersenyum yang melanjutkan sandiwara Davin.


" Hmmmm, apa yang di katakannya. Dia pikir dia sudah paling cantik apa," batin Davin dengan kesal.

__ADS_1


" Ya itulah resikonya punya istri cantik," sahut Altarik.


" Davin jangan berlebihan, Oma baru melihat kamu semarah ini karena wanita. Ya tapi tidak apa-apa. Oma suka melihat kamu begitu memperhatikan istrimu. Walau pikiran kamu sudah kemana-mana. Padahal Lian tidak maksud apa-apa sama sekali," sahut Oma.


" Iya Oma," sahut Davin dengan suara beratnya.


" Akhirnya aku berhasil juga menyakinkan Oma, jika aku dan Kayra memang berhubungan lama. Tidak sia-sia mendapatkan ide di tengah kesempatan yang ada, ya walau ini anak mencari kesempatan juga seakan membuatku sebagai Pria yang mencintainya," batin Davin menyunggingkan senyumnya dan Kayra melihat senyum itu dengan jelas.


" Sudah kuduga dia pasti sedang melakukan sandiwara lagi. Kenapa dia bukan jadi aktor saja," batin Kayra menebak isi pikiran Davin.


" Apa hebatnya wanita ini. Sampai Lian harus di permalukan di tengah sarapan. Lagian Lian sih ngapain coba melihat-lihat wanita yang tidak seberapa ini," batin Mesya dengan kesal meihat Kayra.


" Baiklah ayo kita lanjutkan makannya," sahut Altarik.


" Hmmmm, Kayra kamu pasti sering makan sama Davin kan?" tanya Mesya tiba-tiba membuat Kayra bingung dengan pertanyaan itu.


" Ha, iya," jawab Kayra dengan anggukan kepalanya.


" Kamu juga pasti tau dong makanan kesukaan Davin?" tanya Mesya membuat Kayra kaget. Davin mendadak panik.


Kayra melihat ke arah Davin, " makanan kesukaan. Aku mana tau," batin Kayra bingung.


" Kamu tidak tau?" sahut Joy menebak.


" Apa-apaan sih mereka. Apa tidak ada pertanyaan lain," batin Davin yang juga mendadak gugup.


" Hmmmm, aku hanya tau beberapa," sahut Kayra berusaha untuk tenang.


" Oh iya, contohnya apa?" tanya Mesya.


" Aku itu memakan segalanya. Jadi jangan membuatnya untuk berpikir apa-apa saja," sahut Davin yang langsung bicara agar masalah tebak-tebakan itu dapat terselesaikan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2