
Pricilla berada di ruangan Aldo yang mana dia mulai hari ini sudah pindah kantor yang mau tidak mau dia harus menerima keputusan Davin yang jelas begitu berat.
" Aku sudah memperingatkanmu mu Pricilla. Kau sebaiknya jangan mengganggu Kayra atau Davin. Mereka sudah menikah Pricilla," sahut Aldo yang terus mengingatkan Pricilia yang mana mereka berdua duduk di Sofa.
" Semua itu tidak mudah Aldo. Aku tidak mungkin melepaskan Davin begitu saja. Kau tidak tau bagaimana perasaanku," ucap Pricilla yang keras kepala.
" Tetapi lihat apa yang kau dapatkan dengan semua usahamu. Kau semakin di benci Davin dan sekarang kau di pindahkan, di ancam. Jika kau melakukan hal gila lagi kau benar-benar selesai di tangan Davin. Ingat Pricilla mamamu sedang di rumah sakit dan butuh biaya untuk pengobatannya dan hanya bekerja dengan Davin kau bisa mempunyai uang, hidup masih bisa di atasi dan pengobatan Tante Sari. Jika Davin kehilangan kesabarannya. Kau bisa jadi gembel. Karena kau tidak punya apa-apa lagi," ucap Aldo mengingatkan Pricilla.
" Aku tidak perduli. Semua yang terjadi pada keluargaku. Bukan tanggung jawabku Dan tidak seharusnya aku menanggung semua itu. Aku hanya menginginkan Davin itu saja," tegas Pricilla.
" Terserah apa katamu. Aku sudah mengingatkanmu dan aku berharap. Kau paham dengan apa yang aku katakan. Jangan berbuat yang merugikan dirimu sendiri!" tegas Aldo mengingatkan terus.
" Aldo aku tidak seperti dirimu yang menyerah begitu saja. Aku tau apa yang harus aku lakukan," ucap Pricilla.
" Apa maksudmu menyerah?" tanya Aldo.
" Kau jelas-jelas menyukai Kayra. Tetapi kau melepasnya begitu saja," ucap Pricilla.
" Pricilla aku tidak gila sepertimu yang harus mengacaukan hubungan orang lain jadi jangan mengguruiku, mungkin aku menyukai Kayra. Tetapi aku masih sadar diri sampai mana batas ku dan iya menyukai tidak harus memiliki!" tegas Aldo.
" Persetan dengan semua itu. Kau sadar tidak. Jika Kayra selama menipu mu. Dia membuatmu mempunyai perasaan semakin besar padahal dia sudah menikah. Sadarlah Aldo. Jika Karyawan permainankan perasaan mu selama ini," ucap Pricilla yang berusaha untuk mencuci otak Aldo.
" Cukup Raisa!" bentak Aldo, " kau jangan membahas Kayra atau Davin lagi. Aku tidak mau berurusan dengan mereka. Karena mereka itu atasan kita. Aku masih mencintai pekerjaan ku dan jika kau tidak. Maka kau saja yang melakukan sesukamu jangan melibatkan ku!" tegas Aldo yang berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi
" Aldo mau kemana kamu!" panggil Pricilla. Aldo tidak peduli dan langsung pergi saja.
" Arghh sial!" umpat Pricilla dengan kesal.
" Kau yang mengguruiku tentang bagaimana tindakanku pada Davin. Aku yang mengalami perasaan ini. Aku yang tau semuanya dan kau tidak. Jadi jangan mengajariku untuk sesuatu hal," batin Pricilla dengan mengepal tangannya yang tidak akan pernah menyerah untuk kembali bersama Davin.
**********
__ADS_1
Oma Elishabet berada di ruangannya dan Dion sedang berdiri di depannya.
" Apa berkas-berkas pemindahan hak waris pada Davin sudah selesai?" tanya Oma.
" Akan menyusul nyonya. Saya mengusahakan untuk tim pengacara agar menyelesaikan dengan cepat," jawab Dion.
" Baguslah kalau begitu. Kau juga harus menyiapkannya konferensi pers di perusahaan untuk pengumuman kepemilikan Perusahaan!" titah Oma Elisabeth.
" Saya sudah mengatur jadwalnya," sahut Dion.
" Dan iya. Aku juga memintamu untuk membuatkan Dokument kepemilikan anak perusahaan yang di Jakarta Selatan beralih pada Kayra!" ucap Oma Elishabet kelihatan sangat mengejutkan Dion.
" Maaf Oma bukankah itu akan menjadi milik Lian?" tanya Dion.
" Kayra adalah cucu menantu di rumah ini. Sementara Lian anak bawaan dari Mesya. Jadi yang bertanggung jawab untuk Lian adalah Mesya dan Altarik. Sementara anak Perusahaan itu adalah milikku dan aku bebas untuk memberikan kepada siapa dan juga aku punya hak untuk mempersiapkan juga untuk Kayra, Zoy atau Giselle. Walau Zoy dan Giselle wanita. Tetapi mereka cucuku anak dari putraku. Jadi untuk pertama aku menyuruhmu untuk menyiapkan untuk Kayra dulu," jelas Oma Elishabet dengan singkat.
" Baiklah nyonya saya akan menyiapkan dokumen nya," jawab Dion.
" Baguslah, aku serahkan padamu untuk mengurus semuanya," ucap Oma yang memang sangat mempercayai Dion.
" Beberapa hari sebelumnya ini dia membuat masalah dan itu juga yang membuat Davin langsung memindahkannya," jawab Dion.
" Baguslah. Jika Davin bisa tegas pada wanita itu. Kau juga harus mengawasinya. Aku tidak ingin Kayra juga nanti sampai kenapa-kenapa. Karena hanya berurusan dengan wanita yang terlalu terobsesi dengan Davin!" tegas Oma Elishabet yang juga ikut mengawasi Pricilla.
" Baik nyonya saya akan melakukannya," jawab Dion menundukkan kepalanya.
" Ya sudah kau boleh melanjutkan pekerjaan mu," ucap Oma Elishabet.
Dion menganggukkan kepalanya dan langsung berlalu dari hadapan Oma Elishabet. Oma Elishabet menghela napasnya dengan kasar.
" Aku berharap masalah satu persatu benar-benar akan selesai. Masalah Davin dengan wanita itu semoga tidak ada lagi. Dan Kayra semoga bisa mengatasi masalah rumah tangganya," batin Oma yang hanya bisa berharap banyak dengan apa yang telah terjadi.
__ADS_1
*********
Kayra akan pulang dari rumah sakit hari ini. Di mana Davin menemaninya terus sampai dia akhirnya sudah di perbolehkan untuk pulang.
" Ya sudah ayo kita pulang!" ajak Davin. Kayra mengangguk dan Davin menantunya menuruni tempat tidur. Sementara Reyhan mengurus semua administrasi Kayra.
Kayra dan Davin berjalan dengan berpegangan tangan melewati koridor-koridor rumah sakit degan tidak sengaja berpapasan dengan Susan dan Silvia yang juga keluar dari salah satu kamar dan kelihatan juga ingin pulang.
" Silvia!" tegur Kayra. Silvia hanya mengangguk saja.
" Kayra kamu sudah sembuh?" tanya Susan memegang lengan Kayra yang berpura-pura perhatian.
" Iya aku sudah sembuh," jawab Kayra datar.
" Maafkan mama ya. Mama tidak sempat menjenguk kamu. Soalnya kakak kamu juga sendirian di sini. Tidak ada yang menemaninya. Jadi mama tidak bisa melihat kamu," ucap Susan.
" Alasan," ucap Davin dengan pelan.
" Maaf ya menantuku. Mama sangat khawatir pada istrimu sebenarnya. Tetapi posisi mama sedang tidak mendukung," Susan juga berpura-pura manis dengan Davin. Davin hanya menunjukkan wajah ketusnya yang pasti sangat tau mertuanya ini hanya berpura-pura saja.
" Lagian tidak perlu melihat Kayra. Kalau hanya membuat sudah. Jadi syukurlah kalau anda tidak datang," sahut Davin dengan santai yang bicara dengan pedas. Kayra hanya menahan senyumnya untuk kata-kata Davin yang membuat Susan jadi diam.
" Silvia aku sama Davin sedang menyelidiki kecelakaan kamu. Jadi kamu jangan khawatir," ucap Kayra.
" Makasih," sahut Silvia.
" Baiklah kalau begitu kami pergi dulu. Silvia kau anggap pelajaran untukmu. Masih syukur sekarang aku membantumu. Jadi kau jangan mencari masalah lagi dengan keluargaku," ucap Davin mengingatkan dan langsung membawa Kayra pergi begitu saja.
" Apa yang di katakan Davin. Ada apa sih Silvia?" tanya Susan sejak kemarin penuh dengan kebingungan.
" Tidak apa-apa. Ayo pergi!" jawab Silvia yang langsung pergi terlebih dahulu.
__ADS_1
" Dari kemarin bilangnya tidak apa-apa. Tetapi jelas ada apa-apa. Benar-benar sangat aneh semuanya," desis Susan dengan kesal yang merasa bodoh yang tidak tau apa-apa dan Susan pun langsung menyusul Silvia yang sudah berjalan terlebih dahulu dengan buru-buru.
Bersambung