
Davin dan Kayra yang berjalan ke luar dari rumah sakit menuju mobil dan di saat itu juga tiba-tiba Indri sahabat Kayra datang.
" Kayra!" sahut Indri yang langsung menghampiri Kayra, " kamu sudah pulang?" tanya Indri memegang tangan Kayra dan mengamati tubuh sahabatnya itu apakah ada yang luka atau tidak. Indri hanya melihat dahi Kayra yang di perban.
" Kok kamu cepat banget pulangnya padahal aku baru saja mau menjenguk kamu. Lihat aku bawa makanan yang banyak untuk kamu. Semua makanan kesukaan kamu," ucap Indri dengan cerewetnya bicara.
" Sudah telat, kamu itu sahabat datang saat temannya sudah mau pulang. Jadi bawa saja makananya kembali!" cicit Davin.
" Issss, apaan sih ikut-ikutan aja," sahut Indri sewot melihat Davin.
" Sudah jangan bertengkar. Indri maaf kalau aku bilang sama kamu kalau aku sudah pulang. Seharunya memang lusa. Tetapi kesehatan aku berkembang dan akhirnya di perbolehkan pulang hari ini," ucap Kayra.
" Hmmmm, lalu bagaimana dengan makanan yang aku bawa," sahut Indri dengan wajah cemberutnya.
" Ya bawa lagi aja," sahut Davin.
" Jangan ikut-ikutan," ucap Indri kesal.
" Tidak apa-apa makananya aku bawa. Nanti aku makan di rumah," jawab Kayra dengan tersenyum.
" Gitu dong, sahabatku yang terbaik," ucap Indri yang langsung mencium pipi Kayra. Davin melihatnya tampak jijik dan Reyhan yang sejak tadi berdiri di sana. Hanya datar-datar saja melihat apa yang terjadi.
Davin langsung mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya, memegang pipi Kayra agar menghadapnya dan melap bekas ciuman Indri.
" Berani sekali kau mencium apa yang menjadi milikku. Itu artinya aku akan mencium bekasmu," ucap Davin dengan melap bekas ciuman Indri. Indri terlihat melotot dengan merapatkan giginya yang begitu kesal dengan Davin. Sementara Kayra hanya tersenyum melihat kejadian itu.
" Hey, kau itu berlebihan sekali," sahut Indri.
" Kau yang berlebihan," sahut Davin.
" Sudah jangan bertengkar di sini," Kayra harus menjadi penengah di antara ke-2 orang itu.
" Sudahlah kita sekarang pulang. Jangan lama-lama di sini. Kamu harus segera beristirahat," ucap Davin menegaskan.
Kayra menganggukkan kepalanya, " ya sudah Indri aku pulang dulu ya. Makanannya aku bawa. Nanti aku akan makan di rumah," ucap Kayra.
" Makasih Kayra," sahut Indri tersenyum.
" Ya sudah kami kembali ya!" ucap Kayra pamit. Indri mengangguk-angguk. Davin membukakan pintu mobil untuk istrinya dan mempersilahkan istrinya masuk terlebih dahulu baru kemudian Davin.
Indri melihat Reyhan yang membawa barang banyak yang di masukkan kedalam mobil.
__ADS_1
" Biar aku bantuin!" ucap Indri dengan rajinnya membantu Reyhan memasukkan barang-barang tersebut ke dalam bagasi mobil.
" Terima kasih," sahut Reyhan. Indri mengangguk dan dengan senang hati membantu Reyhan. Kayra dan Davin saling melihat ketika melihat kedekatan Indri dan Reyhan.
" Aku rasa temanmu menyukainya," ucap Davin menebak.
" Kamu itu sok tau," sahut Kayra.
" Aku bisa melihatnya dan pasti dia datang kemari bukan untuk menjengukmu. Tetapi untuk bertemu Reyhan. Dia itu caper pada Reyhan," ucap Davin dengan segala pemikirannya.
" Jangan sok tau aku bilang," ucap Kayra.
" Iya Kayra," sahut Davin. Kayra hanya tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Davin dengan tangannya yang menggenggam tangan Davin dan terlihat gelang couple mereka yang saling berdampingan membuat Kayra tersenyum.
" Aku tidak percaya. Jika kamu betah memakainya," ucap Kayra.
Davin melihat kebawah, melihat apa yang di maksud Kayra. Davin tersenyum dan mengelus-elus pucuk kepala Kayra.
" Aku mana mungkin tidak memakainya. pemberian kamu begitu berharga untukku," ucap Davin dengan tersenyum lebar.
Kayra mengangkat kepalanya dan saling bertemu dengan Davin yang mana mereka saling melihat dengan intens dengan jarak yang begitu dekat dan mata mereka saling melihat pada bibir itu dan ingin menempelkan satu sama lain.
Ketukan pintu kaca mobil membuat mereka tidak jadi berciuman dan Kayra melihat ke sebelahnya. Siapa lagi jika bukan Indri. Davin berdecak kesal melihatnya yang mana Indri membatalkan adegan romantis mereka.
Kayra pun langsung menurunkan kaca mobil.
" Selamat jalan Kayra. Semoga keadaan kamu baik-baik aja. Kalau ada apa-apa. Jangan lupa telpon aku dan iya jangan lupa makanannya di makan," ucap Indri dengan semangatnya.
" Iya Indri makasih ya. Aku pulang dulu!" sahut Kayra.
Reyhan pun terlihat memasuki mobil yang menduduki kursi paling depan.
" Hati-hati menyetir mas Reyhan," ucap Indri melambaikan tangannya. Reyhan terkejut dengan panggilan Indri dan Kayra atau Davin juga terkejut dengan panggilan Indri.
" Mas," decak Davin yang terlihat mengejek.
" Sudah ya kami pulang!" Kayra berpamitan lagi dengan menutup kaca mobil.
" Ayo mas Reyhan jalan!" titah Davin mengejek Reyhan. Reyhan harus menghela napas yang sekarang di Bully Reyhan karena Indri yang memanggilnya dengan sebutan mas.
**********
__ADS_1
Tidak lama mereka akhirnya sampai juga di rumah. Davin membantu Kayra untuk keluar dari mobil yang pintunya sebelumnya di bukakan oleh Reyhan.
Kepulangan mereka ternyata di sambut keluarga Davin. Oma Elishabet, Altarik, Mesya, Giselle, Lian dan Zoy. Walau terlihat ada ketidak Ikhlasan dari beberapa orang di sana. Pasti tau siapa yang tidak ikhlas itu.
" Kayra kamu akhirnya kembali juga kerumah ini," ucap Oma dengan bahagianya yang langsung memeluk Kayra.
" Iya Oma. Makasih sudah mau doa in Kayra," sahut Kayra begitu bahagianya.
" Pasti Kayra," sahut Oma.
" Papa senang Kayra. Akhirnya kamu pulang juga. Kamu sudah sembuh dan sudah baik-baik saja . Semoga kejadian tidak terulang lagi," ucap Altarik.
" Iya pah," sahut Kayra.
" Kamu itu lain kali hati-hati jangan gara-gara kamu semua orang repot. Pekerjaan orang bukan hanya mengurusi kamu," sahut Mesya dengan sinis.
" Tauh nih, aku juga harus ikutan repot," sahut Giselle.
" Kamu jangan ikut-ikutan," tegur Zoy pelan pada Giselle.
" Lain kali kakak ipar. Kakak ipar harus hati-hati. Jadi kejadian ini tidak terulang lagi," sahut Lian.
" Dia sudah hati-hati. Tetapi kalian yang terlalu rajin untuk mencurahkan minyak sembarangan," sahut Davin dengan santai yang mengejutkan, Mesya, Lian dan Giselle.
" Apa maksud kamu Davin?" tanya Altarik heran.
" Oma, pah, kita akan bicara dan dengan semuanya juga. Reyhan kamu juga ikut," tegas Davin.
" Untuk apa kamu mengajak kami bicara," sahut Mesya.
" Untuk masalah istriku apa yang terjadi kepadanya," sahut Davin. Mesya terkejut mendengarnya dan Giselle tampak ketakutan.
" Ayo Kayra aku antar kamu kekamar. Kamu tidak perlu ikut berbicara," ucap Davin. Kayra menganggukkan kepalanya dan Davin langsung membawanya.
" Sial apa yang mau di bicarakan Davin," batin Mesya yang terlihat panik.
" Jangan-jangan kak Davin benar-benar tau. Aduh bagaimana ini," Giselle juga ikut kepanikan.
" Ayo kita masuk!" ajak Altarik yang masuk terlebih dahulu dan di susul Oma dan juga Zoy. Belakangan Giselle, Mesya dan Lian yang menyusul yang terlihat panik.
Bersambung
__ADS_1